Hubungan Asupan Magnesium dengan Tekanan Darah pada Kelompok Usia Dewasa Muda di Puskesmas Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban
DOI:
https://doi.org/10.54082/jigi.1149Kata Kunci:
asupan serat, magnesium, tekanan darah, hipertensi, dewasa mudaAbstrak
Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi dan kerap tidak terdeteksi sejak dini, terutama pada kelompok usia dewasa muda. Pola konsumsi, khususnya asupan serat dan magnesium, diketahui berperan dalam memengaruhi tekanan darah, namun keduanya masih cenderung rendah di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara asupan serat dan magnesium dengan tekanan darah pada kelompok usia dewasa muda di wilayah kerja Puskesmas Semanding Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden berjumlah 101 orang berusia 20–40 tahun yang dipilih secara acak. Data asupan serat dan magnesium dikumpulkan menggunakan metode food recall 3×24 jam, sedangkan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki asupan serat dan magnesium yang tergolong kurang, serta lebih dari separuh responden mengalami tekanan darah tinggi. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara asupan serat dan magnesium dengan tekanan darah di mana semakin rendah asupan, maka tekanan darah cenderung lebih tinggi. Simpulan: Asupan serat dan magnesium berhubungan dengan tekanan darah pada dewasa muda. Peningkatan konsumsi pangan sumber serat dan magnesium perlu didorong sebagai upaya promotif dan preventif dalam pengendalian hipertensi.
Referensi
Adila, R., & Mustika, I. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(2), 145–152.
Dahlan, M. S. (2014). Statistik untuk kedokteran dan kesehatan. Salemba Medika.
Febrianingrum, R., Sari, D., & Wulandari, A. (2024). Prevalensi dan faktor risiko hipertensi di wilayah pesisir Kabupaten Tuban. Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia, 9(1), 33–41.
Fitri, N., Rahmawati, D., & Lestari, P. (2023). Hubungan asupan serat dengan tekanan darah pada dewasa. Jurnal Ilmu Gizi Indonesia, 6(2), 89–96.
Gibson, R. S. (2005). Principles of nutritional assessment (2nd ed.). Oxford University Press.
Hasanah, U., Nurhidayati, E., & Sari, M. (2018). Peran magnesium terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 14(3), 123–130.
Laila Ramatillah, D., Putri, A., & Handayani, S. (2023). Hipertensi sebagai silent killer pada masyarakat urban. Jurnal Kesehatan Global, 5(1), 21–28.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
Putri, D. A., Sari, N., & Wibowo, A. (2023). Gambaran asupan serat pada masyarakat Indonesia. Jurnal Gizi Nusantara, 4(1), 55–62.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Salsabila, T., Rahman, F., & Hidayat, R. (2023). Hubungan asupan magnesium dengan tekanan darah pada dewasa. Jurnal Kesehatan dan Nutrisi, 7(2), 77–85.
World Health Organization. (2021). Hypertension. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension
Yunaria Tanu, P., Kurniawan, H., & Saputra, D. (2025). Tren hipertensi pada usia muda akibat perubahan gaya hidup. Jurnal Epidemiologi Indonesia, 10(1), 10–18.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Tanti Dwi Nur Cahyani, Nurus Syafa’ah, Tysa Runingsari, Dian Ayu Ainun Nafies

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.





