Pengaruh Pemberian Rebusan Rambut Jagung (Zea Mays l,.) terhadap Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi: Kajian Quasi-Experimental di Puskesmas Semanding
DOI:
https://doi.org/10.54082/jigi.1174Kata Kunci:
hipertensi, lansia, rambut jagung, tekanan darah, vitamin CAbstrak
Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang terus meningkat prevalensinya pada populasi lansia dan dikenal luas sebagai silent killer karena perjalanan klinisnya yang kerap tanpa keluhan nyata. Penanganannya tidak selalu bertumpu pada obat-obatan kimiawi, mengingat sejumlah bahan alami telah menunjukkan potensi antihipertensi yang patut dikaji lebih mendalam. Rambut jagung (Zea mays L.) adalah salah satu bahan herbal yang mengandung vitamin C dan berbagai senyawa bioaktif lain yang berkontribusi pada pengendalian tekanan darah melalui penghambatan enzim Angiotensin-Converting Enzyme (ACE) dan peningkatan bioavailabilitas nitric oxide (NO). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian rebusan rambut jagung terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Semanding, Kabupaten Tuban. Pendekatan yang digunakan adalah quasi-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sebanyak 10 responden lansia dipilih melalui teknik purposive sampling. Intervensi berupa 200 ml rebusan rambut jagung yang diberikan satu kali sehari selama 14 hari berturut-turut, dikonsumsi 15 menit setelah sarapan pagi. Analisis data menggunakan uji Paired T-Test dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tekanan darah sistolik menurun dari rata-rata 166,20 mmHg menjadi 141,20 mmHg, dan diastolik dari 92,30 mmHg menjadi 81,50 mmHg. Nilai p = 0,001 (sistolik) dan p = 0,000 (diastolik), keduanya di bawah α = 0,05, mengindikasikan pengaruh yang signifikan secara statistik. Rebusan rambut jagung terbukti efektif sebagai terapi komplementer non-farmakologis dalam menurunkan tekanan darah lansia penderita hipertensi.
Referensi
Ariyanti, I. N., & Fauziah, L. F. (2024). Hubungan rasio lingkar pinggang panggul dengan penderita hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Wire Kabupaten Tuban. Insologi, 3(6), 637–645. https://doi.org/10.55123/insologi.v3i6.4480
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tuban. (2022). Statistik Daerah Kabupaten Tuban Tahun 2022. BPS Kabupaten Tuban.
Dzau, V. J., & Hodgkinson, C. P. (2024). Precision hypertension. Hypertension, 81(4), 702–708. https://doi.org/10.1161/HYPERTENSIONAHA.123.21710
Fahnidar Rahmah, Rahayu, S., & Hasanah, U. (2024). Pengaruh pemberian rebusan rambut jagung (Zea mays L.) terhadap tekanan darah lansia di puskesmas. [Penelitian tidak dipublikasikan].
Febtrina, R., & Br. Simamora, N. (2019). Rebusan rambut jagung (Zea mays L.) efektif menurunkan tekanan darah penderita hipertensi di Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru. Jurnal Ners Indonesia, 9(1), 159–166. https://doi.org/10.31258/jni.8.2.159-166
Lapčík, L., Řepka, D., Lapčíková, B., Sumczynski, D., Gautam, S., Li, P., & Valenta, T. (2023). A physicochemical study of the antioxidant activity of corn silk extracts. Foods, 12(11), Article 2159. https://doi.org/10.3390/foods12112159
Mardianingrum, R., Firiani, Y., Endah, S. R. N., & Ruswanto, R. (2025). In silico study of corn silk luteolin (Zea mays L.) derivatives as potential antihypertensive agents. Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi, 28(3), 155–167. https://doi.org/10.14710/jksa.28.3.155-167
Nursakinah, Y., & Handayani, A. (2021). Faktor-faktor risiko hipertensi diastolik pada usia dewasa muda. Jurnal Pandu Husada, 2(1), 21. https://doi.org/10.30596/jph.v2i1.5426
Purwono, J., Sari, R., Ratnasari, A., & Budianto, A. (2020). Pola konsumsi garam dengan kejadian hipertensi pada lansia. Jurnal Wacana Kesehatan, 5(1), 531. https://doi.org/10.52822/jwk.v5i1.120
Rabi, O. O., Omoba, O. S., & Ibidunni, O. A. (2022). In vitro antioxidants and antihypertensive properties of corn silk–lemon infusion. Bulletin of the National Research Centre, 46(1), 1–14. https://doi.org/10.1186/s42269-022-00728-w
Rachmawati, D., Sintowati, R., Lestari, N., & Agustina, T. (2021). Pengaruh diet DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension) terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi: Studi literatur. Proceeding of The URECOL, 150–157.
Salsabila, S., Palupi, N. S., & Astawan, M. (2021). Potensi rambut jagung sebagai minuman fungsional. Jurnal Pangan, 30(2), 137–146. https://doi.org/10.33964/jp.v30i2.542
Shi, S., Li, S., Li, W., & Xu, H. (2019). Corn silk tea for hypertension: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2019, Article 2915498. https://doi.org/10.1155/2019/2915498
Singh, J., Inbaraj, B. S., Kaur, S., Rasane, P., & Nanda, V. (2022). Phytochemical analysis and characterization of corn silk (Zea mays, G5417). Agronomy, 12(4), 1–13. https://doi.org/10.3390/agronomy12040777
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Syarli, S., & Arini, L. (2021). Faktor penyebab hipertensi pada lansia: Literatur review. Ahmar Metastasis Health Journal, 1(3), 112–117. https://doi.org/10.53770/amhj.v1i3.11
Wardhani, J. R. K., Zurriyani, & Cahyadi, E. (2024). Hubungan usia dan jenis kelamin dengan kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Meuraxa Banda Aceh. Future Academia: The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 2(4), 903–911.
World Health Organization. (2023). Global Report on Hypertension. WHO.
Widjaya, N., Anwar, F., Sabrina, R. L., Puspadewi, R. R., & Wijayanti, E. (2019). Hubungan usia dengan kejadian hipertensi di Kecamatan Kresek dan Tegal Angus, Kabupaten Tangerang. Jurnal Kedokteran YARSI, 26(3), 131–138. https://doi.org/10.33476/jky.v26i3.756
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Laeda Fitriatul Saedah, Dian Ayu Ainun Nafies

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.





