Efektivitas Seduhan Bunga Telang Kering dan Kelopak Kering Bunga Rosella terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Total pada Pra-Lansia: Studi Eksperimental di Puskesmas Wire, Tuban

Penulis

  • Elfreda Bertha Program Studi Sarjana Gizi, Fakultas Kesehatan, Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban, Indonesia
  • Tysa Runingsari Program Studi Sarjana Gizi, Fakultas Kesehatan, Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jigi.1143

Kata Kunci:

Bunga Rosella, Bunga Telang, Kolesterol Total, Pra-Lansia

Abstrak

Hiperkolesterolemia pada pra-lansia merupakan masalah kesehatan serius yang disebabkan oleh faktor degeneratif dan pola konsumsi makanan tinggi lemak, sehingga diperlukan alternatif terapi non-farmakologis yang aman seperti pemanfaatan tanaman herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas seduhan bunga telang kering (Clitoria ternatea) dan seduhan kelopak kering bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn) terhadap penurunan kadar kolesterol di wilayah kerja Puskesmas Wire Kabupaten Tuban. Studi kuantitatif dengan desain eksperimen yang melibatkan 30 responden pra-lansia penderita kolesterol tinggi, yang dibagi menjadi tiga kelompok: kelompok seduhan bunga telang kering, kelompok seduhan kelopak kering bunga rosella, dan kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran kadar kolesterol pre-test dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired T-Test dan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar kolesterol sebelum terapi pada kelompok bunga telang adalah 237,5 mg/dL dan turun menjadi 195,7 mg/dL (p-value 0,000) , sedangkan pada kelompok rosella turun dari 239,1 mg/dL menjadi 204,2 mg/dL (p-value 0,000). Uji Kruskal-Wallis menunjukkan terdapat perbedaan penurunan yang signifikan di antara ketiga kelompok (p-value 0,001), dengan rata-rata penurunan tertinggi pada kelompok bunga telang sebesar 20,80 mg/dL dibandingkan kelompok rosella sebesar 18,40 mg/dL dan kelompok kontrol sebesar 7,30 mg/dL. Secara keseluruhan, seduhan bunga telang kering terbukti lebih efektif dibandingkan seduhan rosella dalam menurunkan kadar kolesterol total pada pra-lansia; keduanya layak direkomendasikan sebagai terapi komplementer non-farmakologis. Penelitian ini memberikan bukti komparatif langsung antara dua intervensi herbal pada subjek manusia, yang selama ini masih terbatas dalam literatur ilmiah.

Referensi

Ahnia, Wulandari, A., & Pratiwi, M. (2022). Hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar kolesterol pada pra-lansia di wilayah kerja Puskesmas Losari. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 14(2), 45–53.

Ali Aspar Mappahya, & Safitri, D. (2023). Hiperkolesterolemia dan faktor risiko kardiovaskular pada usia produktif. Jurnal Kardiologi Indonesia, 44(1), 12–20.

Andi Makbul Aman. (2021). Panduan tata laksana dislipidemia: Pedoman praktik klinis di Indonesia. Penerbit Kedokteran Indonesia.

Caesarnoko, R., & Ludong, M. (2024). Diagnosis dan tatalaksana hiperkolesterolemia pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 11(3), 78–86.

Pratiwi Irawan, M., Nurjanah, S., & Rezaldi, F. (2023). Potensi teh bunga telang (Clitoria ternatea) terhadap penurunan kadar kolesterol total. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 19(4), 201–210.

Rinjani, A., Yulianti, D., & Santoso, B. (2022). Patofisiologi aterosklerosis: Peran stres oksidatif dan inflamasi vaskular. Jurnal Biomedik, 14(1), 33–41.

Rosyidatu Fuadatin, N., Hidayat, R., & Kusuma, T. (2024). Kandungan bioaktif dan aktivitas antioksidan kelopak rosella kering (Hibiscus sabdariffa Linn) pada berbagai metode pengolahan. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 12(1), 14–23.

Wahyu Nuraini, Agustina, R., & Pratama, D. (2022). Pengaruh pemberian rebusan bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap penurunan kadar kolesterol pada tikus Wistar jantan. Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 9(2), 88–96.

Widjajanti, E., Suprihatin, T., & Rahayu, S. (2023). Perbandingan kadar flavonoid dan antosianin bunga telang segar dan kering serta aktivitas antioksidannya. Jurnal Kimia dan Kemasan, 45(1), 67–75.

Wulandari, A., & Andriani, R. (2021). The effect of giving butterfly pea flower extract (Clitoria ternatea) on total cholesterol levels in white rats (Rattus norvegicus) induced by high fat diet. Journal of Nutrition and Food Science, 11(2), 112–120.

Zahara, F. (2022). Bunga telang (Clitoria ternatea L.) sebagai pewarna alami dan sumber senyawa bioaktif untuk pangan fungsional. Agritech, 42(3), 201–212.

Zara, H., & Afni, R. (2023). Faktor-faktor yang memengaruhi kadar kolesterol pada populasi dewasa dan pra-lansia di Indonesia: Systematic review. Media Gizi Indonesia, 18(1), 1–12.

Zhahyra, A., Permatasari, D., & Kurniawati, N. (2025). Aktivitas antioksidan ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea) dengan metode DPPH dan ABTS. Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan, 48(1), 33–41.

Zulfikar, M., Harahap, T., & Sari, N. W. (2025). Efek konsumsi rutin seduhan rosella (Hibiscus sabdariffa) terhadap profil lipid pada orang dewasa hiperkolesterol. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 13(1), 22–30.

Diterbitkan

30-06-2026

Cara Mengutip

Bertha, E. ., & Runingsari, T. . (2026). Efektivitas Seduhan Bunga Telang Kering dan Kelopak Kering Bunga Rosella terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Total pada Pra-Lansia: Studi Eksperimental di Puskesmas Wire, Tuban. Jurnal Ilmu Gizi Indonesia, 1(1), 41–46. https://doi.org/10.54082/jigi.1143

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama