Edukasi Gizi Keluarga dan Stimulan Pemberian Makanan Tambahan sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Subang, Kabupaten Kuningan

Penulis

  • Adisya Nur Fadillah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Pendidikan Sosial Dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Kuningan, Indonesia
  • Sartono Sartono Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi, Fakultas Pendidikan Sosial Dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Kuningan, Indonesia
  • JIhan Fatimah Azzahra Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Pendidikan Sosial Dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Kuningan, Indonesia
  • Esa Halimatus Sadiyah Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Fakultas Pendidikan Sosial Dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Kuningan, Indonesia
  • Wini Wini Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Pendidikan Sosial Dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Kuningan, Indonesia
  • Nuraeni Setiawati Pendidikan Guru Anak Usia Dini, Fakultas Pendidikan Sosial Dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Kuningan, Indonesia
  • Robi Robiansyah Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi, Fakultas Pendidikan Sosial Dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Kuningan, Indonesia
  • Maulana Rivaldi Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Fakultas Pendidikan Sosial Dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Kuningan, Indonesia
  • Muhammad Syahdan Alwi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Pendidikan Sosial Dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Kuningan, Indonesia
  • Topan Ardana Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi, Fakultas Pendidikan Sosial Dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Kuningan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jippm.1490

Kata Kunci:

Edukasi Gizi, Makanan Tambahan, Stunting

Abstrak

Stunting adalah kondisi gizi jangka panjang yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Melalui edukasi gizi keluarga dan stimulan pemberian makanan tambahan (PMT), pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencegah stunting di Desa Subang, Kabupaten Kuningan. Dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan perangkat desa dan Puskesmas, dan pembagian makanan tambahan kepada keluarga target. Untuk melakukan ini, pendekatan deskriptif kualitatif digunakan. Hasil pendataan lapangan menunjukkan bahwa jumlah anak meningkat dari 7 anak pada bulan April menjadi 14 anak pada bulan Juli. Hal ini disebabkan oleh pengoptimalan proses pencatatan penimbangan staf posyandu. Kasus balita di bawah satu tahun paling sering terjadi di Dusun Manis. Salah satu kendala utama stunting di desa ini adalah keterbatasan ekonomi keluarga, yang berdampak pada pemenuhan gizi anak lebih dari tingkat pendidikan orang tua. Meskipun program PMT Puskesmas selama 56 hari dianggap sangat membantu, waktunya terbatas. Oleh karena itu, kegiatan PMT, yang terdiri dari susu balita, suplemen multivitamin, dan biskuit Marie Regal, digunakan oleh siswa untuk menunjukkan kepedulian sosial secara edukatif. Diharapkan bahwa acara ini akan meningkatkan kesadaran keluarga tentang pentingnya pemenuhan gizi anak secara berkelanjutan.

Referensi

Afriansyah, E., Yuswita, E., & Fitriyani, L. (2023). Hubungan tingkat kecukupan asupan gizi (karbohidrat, protein, lemak dan zat besi) sebagai faktor resiko kejadian stunting pada balita di Kota Depok. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4), 6427–6433. https://doi.org/10.31004/jkt.v4i4.20456

Aini, N., Mulia Hera, A. G., Anindita, A. I., Stelin Maliangkay, K., & Amalia, R. (2022). Hubungan rendahnya tingkat ekonomi terhadap risiko terjadinya stunting: A systematic review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 3(2), 127–135. https://doi.org/10.31004/jkt.v3i2.4457

Aini, S. N., & Kusbandiyah, J. (2023). Analisis spasial dan determinan kejadian stunting pada balita di wilayah perdesaan. Jurnal Promotif Preventif, 6(3), 415–424. https://doi.org/10.47650/jpp.v6i3.782

Aprilia, D. (2022). Perbedaan risiko kejadian stunting berdasarkan umur dan jenis kelamin balita. Jurnal Kebidanan, 11(1), 25–31. https://doi.org/10.35874/jib.v11i1.982

Deo, F. A., Metrikayanto, W. D., & Susmini, S. (2024). Pemberian makanan tambahan (PMT) dan pendidikan ibu berhubungan dengan status gizi balita. Nursing News: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 8(3), 300–311. https://doi.org/10.33366/nn.v8i3.3512

Ferial, L., & Irawan, S. W. (2024). Efektivitas pemberian makanan tambahan (PMT) dalam meningkatkan status gizi balita stunting: One group pretest-posttest design. Jurnal JOUBAHS, 4(2), 201–209. https://doi.org/10.51877/joubahs.v4i2.418

Haeril, H., Rahman, A., Ichsani, I., Zulfikar, M., & Husnul, D. (2023). PkM pola hidup sehat dan aktivitas fisik sebagai upaya penurunan angka dan pencegahan stunting pada anak. Jurnal Dharma Pendidikan dan Keolahragaan, 3(1), 14–21. https://doi.org/10.35568/dharma.v3i1.3524

Hartini, S., Winarsih, B. D., Yusianto, W., Faidah, N., & Nafi'ah, N. (2023). Peningkatan status gizi pada balita stunting melalui program pemberian makanan tambahan. Jurnal Pengabdian Kesehatan STIKES Cendekia Utama Kudus, 6(3), 222–228. https://doi.org/10.31596/jpk.v6i3.298

Holbala, D., Nur, M. L., & Boeky, D. L. (2022). Pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap kejadian stunting. Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan, 11(2), 169–177. https://doi.org/10.51556/ejpzk.v11i2.215

Kemenkes RI. (2021). Buku saku hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota tahun 2021. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Latifahanun, E., Andani, M. R. R., Febriandi, S., Rokhayati, R., & Rahmi, S. A. (2024). Pengaruh pemberian makanan tambahan (PMT) terhadap peningkatan tinggi badan pada balita stunting di Desa Jragan, Temanggung. Jurnal Promotif Preventif, 7(6), 1257–1261. https://doi.org/10.47650/jpp.v7i6.1432

Mirza, M. M., Sunarti, S., & Handayani, L. (2023). Pengaruh status gizi ibu hamil terhadap kejadian stunting: Studi literatur. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(2), 22–27. https://doi.org/10.26714/jkmi.18.2.2023.22-27

Noorhasanah, E., & Tauhidah, N. I. (2021). Hubungan pola asuh ibu dengan kejadian stunting anak usia 12-59 bulan. Jurnal Ilmu Keperawatan Anak, 4(1), 37–42. https://doi.org/10.32584/jika.v4i1.959

Nurbaya, S. (2022). Hubungan status sosial ekonomi dengan kejadian stunting di Indonesia. Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia, 14(2), 112–119. https://doi.org/10.14710/jgki.14.2.112-119

Purnama, N. L. A., Yundari, A. I. D. H., & Dewi, P. D. P. K. (2023). Edukasi gizi seimbang dan pemanfaatan pangan lokal dalam upaya pencegahan stunting. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan, 5(2), 55–63. https://doi.org/10.26714/jpmk.v5i2.11425

Purwanti, T., & Ningrum, N. M. (2023). Pelatihan pemberian makanan tambahan pada balita untuk pemulihan status gizi stunting dan gizi kurang. Pengabdian Masyarakat Cendikia, 2(1), 1–6. https://doi.org/10.55426/pmc.v2i1.238

Rahayu, A., Yulidasari, F., & Rahman, F. (2022). Dampak malnutrisi kronis terhadap kemampuan kognitif dan tumbuh kembang anak usia dini. Jurnal Kesehatan Komunitas, 8(2), 210–218. https://doi.org/10.25311/jkk.vol8.iss2.1154

Safrina, S., & Putri, E. S. (2022). Hubungan pemberian makanan tambahan (PMT) dengan risiko kejadian stunting pada balita. Jurnal Biology Education, 10(1), 78–90. https://doi.org/10.32672/jbe.v10i1.4119

Tasnim, T., & Muslimin, D. (2022). Pola asuh orangtua dengan kejadian stunting pada balita. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(6), 1791–1795. https://doi.org/10.54371/jiip.v5i6.634

Yuliani, R., & Astuti, D. (2022). Analisis determinan kejadian stunting pada balita di wilayah perdesaan Jawa Barat. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional, 7(1), 45–54. https://doi.org/10.37341/jkkt.v7i1.312

Diterbitkan

25-09-2026

Cara Mengutip

Fadillah, A. N., Sartono, S., Azzahra, J. F., Sadiyah, E. H. ., Wini, W., Setiawati, N., Robiansyah, R., Rivaldi, M., Alwi, M. S., & Ardana, T. (2026). Edukasi Gizi Keluarga dan Stimulan Pemberian Makanan Tambahan sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Subang, Kabupaten Kuningan. Jurnal Inovasi Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 6(3), 591–600. https://doi.org/10.54082/jippm.1490