Pendekatan Edukatif-Partisipatif untuk Perbaikan Gizi Balita di Desa Gudang Tengah, Kalimantan Selatan
DOI:
https://doi.org/10.54082/jippm.831Kata Kunci:
8000 HPK, Gizi Balilta, Variasi Menu LokalAbstrak
Masalah malnutrisi balita masih menjadi isu kesehatan di Indonesia, sebagaimana tercermin dalam Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 yang menunjukkan prevalensi stunting 21,6%, underweight 17,1%, wasting 7,7%, dan overweight 3,5%. Kondisi tersebut juga terlihat di Desa Gudang Tengah, Kalimantan Selatan, di mana 51 dari 75 balita mengalami gangguan gizi. Untuk mengatasinya, dilakukan Program Edukatif-Partisipatif Gizi 8000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dengan desain pra-eksperimen menggunakan pre-test dan post-test pada 36 ibu balita, meliputi edukasi gizi, pemantauan konsumsi harian, serta pengukuran pengetahuan dan sikap menggunakan 10 item instrumen; analisis dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan sebesar 52,78% (p < 0,05), peningkatan sikap pada seluruh responden (p < 0,05), serta kenaikan konsumsi protein hewani sebesar 18,75%. Program ini memberikan dampak positif terhadap kapasitas keluarga dalam pemenuhan gizi balita dan memiliki potensi untuk direplikasi secara berkelanjutan oleh kader dan posyandu sebagai upaya memperbaiki status gizi di tingkat komunitas.
Referensi
Akbar, F., et al. (2021). Strategi menurunkan prevalensi gizi kurang pada balita. Sleman: Deepublish Publisher.
Dwianto, P., (2025). Assessing the Effectiveness of Community-Based Nutritional Programs on Preventing Stunting in Rural Children. Journal of Nutrition in Child Development, 1(1), 1-6.
Fadilah, C., & Romadona, N. F. (2022). The causes of malnutrition in Indonesia: A literature study. Advances in Social Science, Education and Humanities Research, 688(1), 153–159. https://doi.org/10.2991/assehr.k.220602.032
Fariqy, M. I., & Graharti, R. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi malnutrisi. Medula, 14(2), 301–305. https://doi.org/10.53089/medula.v14i2.986
Govender, I., et al. (2021). Malnutrition in children under the age of 5 years in a primary health care setting. South African Family Practice, 63(1), 1–6. https://doi.org/10.4102/safp.v63i1.5337
Hulu, V. T., et al. (2022). Tinjauan naratif: faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi anak balita. Action: Aceh Nutrition Journal, 7(2), 250–261. https://doi.org/10.30867/action.v7i2.632
Ilhami, A. (2024). Kesadaran orang tua tentang pentingnya gizi seimbang untuk anak usia 2–4 tahun. Jurnal Tumbuh Kembang: Kajian Teori dan Pembelajaran PAUD, 11(1), 30–42. https://doi.org/10.36706/jtk.v11i1.26
Kementerian Kesehatan. (2022). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.
Marbun, W. M., Iskandar, W., Ayunda, H. M., & Khairunnas. (2023). Pengaruh pengetahuan gizi ibu dan asupan balita terhadap status gizi anak di Desa Ranto Panyang, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Polyscopia: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 6(1), 240–248. https://doi.org/10.57251/polyscopia.v1i4.1440
Mayangsari, D. N. (2024). Efektivitas peran kader dalam penurunan kejadian stunting pada balita. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 3(6), 6015–6030. https://doi.org/10.56799/jceki.v3i6.5138
Melati, I. P., & Afifah, C. A. N. (2021). Edukasi gizi pencegahan stunting berbasis WhatsApp group untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil. Jurnal Pangan Kesehatan Dan Gizi Universitas Binawan, 1(2), 61–69. https://doi.org/10.54771/jakagi.v1i2.153
Morales, F., Montserrat-de la Paz, S., Leon, M. J., & Rivero-Pino, F. (2024). Effects of malnutrition on the immune system and infection and the role of nutritional strategies regarding improvements in children’s health status: A literature review. Nutrients, 16(1), 1–16. https://doi.org/10.3390/nu16010001
Nasution, A.P., Reswari, A., Sarah, S., Aspah, A., Anggraeni, Z., Simbolon, J.J. and Fatimah, P.S., (2024). Peran Gizi Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak Usia Dini. Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education, 9(2), 1-10. https://doi.org/10.51529/ijiece.v9i2.714
Naulia, R. P., Hendrawati, H., & Saudi, L. (2021). Pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan dan sikap ibu dalam pemenuhan nutrisi balita stunting. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 10(2), 95–101. https://doi.org/10.33221/jikm.v10i02.903
Nugroho, F., et al. (2025). Hubungan pengetahuan dan keaktifan ibu datang ke posyandu dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Andalas. Jurnal Riset Ilmiah, 2(1), 45–52. https://doi.org/10.62335/bv9kd591
Prasetyo, Y. B., Permatasari, P., & Susanti, H. D. (2023). The effect of mother’s nutritional education and knowledge on children’s nutritional status: A systematic review. International Journal of Child Care and Educational Policy, 17(1), 1–16. https://doi.org/10.1186/s40723-023-00114-7
Pratiwi, W. D. (2025). Hubungan pendidikan, pekerjaan, dan pola asuh ibu dengan status gizi pada balita: Literature review. Jurnal Ners, 9(2), 2607–2611. https://doi.org/10.31004/jn.v9i2.43563
Sugita, I. W., et al. (2024). Pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan ibu di wilayah kerja Puskesmas Labuan. Jurnal Kolaboratif Sains, 7(2), 824–829. https://doi.org/10.56338/jks.v7i2.4978
Unicef, WHO, & World Bank Group. (2023). Levels and trends in child malnutrition. In Joint Child Malnutrition Estimates.
Widaryanti, R., & Yuliani, I. (2022). Edukasi program 8000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk memutus siklus stunting. Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia, 3(2), 100–105. https://doi.org/10.35870/jpni.v3i2.74
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Adrian Ardhana, Lina Yumna Taj Talitha, Siti Maimunah, Nuralpisah Nuralpisah, Nita Pujianti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



