Pembentukan Pondok Pemulihan Gizi dalam Upaya Pencegahan Balita Kurang Gizi dan Stunting di Desa Pakuncen Kecamatan Selomerto Kabupaten Wonosobo

Penulis

  • Annisa Nur Wafiq Azizah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Purwokerto, Indonesia
  • Hermawan Hermawan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Purwokerto, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jippm.4

Kata Kunci:

Gizi Buruk, Pengembangan Wilayah, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan

Abstrak

Pengabdian kepada masyarakat dilakukan kepada masyarakat umum, dan yang menjadi sasaran pengabdian adalah anak-anak usia 1 tahun hingga 5 tahun yang berada di Desa Pakuncen Kecamatan Selomerto. Gizi kurang sering dialami oleh balita, salah satu faktor yang berpengaruh terhadap masalah gizi kurang ini adalah masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pemeliharaan gizi balita, sehingga berdampak pada kurangnya konsumsi zat gizi anak. Konsumsi zat gizi yang kurang pada balita dapat berakibat terganggunya pertumbuhan dan perkembangan anak serta melemahnya daya tahan tubuh terhadap infeksi. Keadaan ini akan memperburuk status gizi anak. PKM ini diusulkan karena mencermati masih banyaknya jumlah balita dengan gizi kurang dan stanting di Desa Pakuncen wilayah kerja Puskesmas Selomerto yang merupakan potret kecil dari masyarakat. Setiap kelompok kader posyandu selalu aktif dan bertugas menyiapkan makanan tambahan untuk balita yang datang sekaligus memberikan contoh menu sehat untuk pengunjung posyandu. Namun, berdasarkan informasi dari koordinator kader, makanan yang disiapkan cenderung monoton tanpa variasi yang menarik dan tanpa memperhatikan perbedaan kebutuhan balita tersebut. Menu MP-ASI dan PMT balita yang disajikan antara lain bubur kacang hijau, sesekali diberi bubur ayam. Hal ini disebabkan menu yang disajikan sesuai dengan sumber dari Puskesmas setempat yang harus ditunggu karena kendala ekonomi masyarakat setempat.

Referensi

Adisasmito. 2012. Sistem Kesehatan. PT Gramedia Grafindo Persada. Jakarta

Al Irsyadi, F. Y., Gunawan, D., Santoso, B., & Kurniawan, Y. I. (2021). Peningkatan Literasi Media pada Guru Sekolah Luar Biasa Yayasan Rehabilitasi Tuna Rungu Wicara Surakarta. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 1(1), 63-68.

Aryastami dan Tarigan, 2017, Kajian Kebijakan dan Penanggulangan Masalah Gizi Stunting di Indonesia, Buletin Penelitian Kesehatan, Vol. 45, No. 4, Desember 2017: 233 –240.

Baliwati, Yayuk Farida, dkk. 2004. Pengantar Pangan dan Gizi. Jakarta: Penebar Swadaya.

Fitriyanti dan Mulyati, 2012, Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (Pmt-P) Terhadap Status Gizi Balita Gizi Buruk Di Dinas Kesehatan Kota Semarang Tahun 2012, Journal of Nutrition College, Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012, Halaman 373-381.

Kemenkes, Gerakan PHBS Sebagai Langkah Awal Menuju Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat. 2018.

Rahmiati, B. F., Hidayah, N., Ardian, J., Jauhari, M. T., & Wijaya, W. (2021). Workshop Menu MP-ASI untuk Menjaga Status Gizi Balita di Kota Mataram. ADMA : Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 1(2), 65–70. https://doi.org/10.30812/adma.v1i2.1004

Sartika , RAD. 2010. Analisis Pemanfaatan Program Pelayanan Kesehatan Status Gizi Balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional 5(2): 76-83.

Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.2017. 100 Kabupaten/Kota Prioritas Untuk Intervensi Anak Kerdil (STUNTING).

Diterbitkan

01-09-2021

Cara Mengutip

Azizah, A. N. W., & Hermawan, H. (2021). Pembentukan Pondok Pemulihan Gizi dalam Upaya Pencegahan Balita Kurang Gizi dan Stunting di Desa Pakuncen Kecamatan Selomerto Kabupaten Wonosobo. Jurnal Inovasi Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.54082/jippm.4