Penguatan Kader Paliatif Yayasan Kanker Indonesia Wilayah DKI Jakarta tentang Pencegahan dan Perawatan Luka Tekan dengan Pemberian Edukasi Kesehatan

Penulis

  • Dian Anggraini Prodi Keperawatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jippm.30

Kata Kunci:

Edukasi, Kader, Luka Tekan, Paliatif, Pencegahan, Perawatan

Abstrak

Kondisi terbaring dalam waktu yang lama akan berisiko terjadinya luka tekan. Pengetahuan seorang kader tentang pencegahan dan perawatan luka tekan secara sederhana diperlukan, untuk mencegah terjadinya komplikasi pada pasien kanker akibat minimal pergerakan karena penurunan kondisi kesehatan. Peningkatan pengetahuan kader paliatif diberikan agar kader mendapatkan tambahan pengetahuan tentang pencegahan dan perawatan pada luka tekan. Materi dan video edukasi diberikan secara online, mengingat kondisi pandemi yang belum berakhir. Kegiatan diikuti oleh tiga puluh peserta, dimana hasil yang didapat 75 % kader mampu menjelaskan kembali materi yang diberikan tentang pencegahan dan perawatan sederhana pada luka tekan. Pentingnya peran kader dalam pendampingan masyarakat untuk meningkatkan kesehatan diperlukan, sehingga perlu di tingkatkan pengetahuan dan kemampuan memahami masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat. Kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan kader, agar meminimalisir kejadian luka tekan, dengan melakukan evaluasi berkala dan kegiatan sejenis dengan memberikan pelatihan kader secara langsung tentang cara pencegahan dan perawatan sederhana pada luka tekan.

Referensi

Andriyani, D. (2021). Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu dalam Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut Wilayah Kerja Puskesmas Beringin Raya Bandar Lampung Tahun 2020. Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama, 2(1). Diunduh dari https://jpt.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/beguaijejama/article/view/90

Aticeh, A., Maryanah, M., & Sukamti, S. (2015). Pengetahuan kader meningkatkan motivasi dalam melakukan deteksi dini tumbuh kembang balita. Jurnal ilmu dan teknologi kesehatan, 2(2), 71-76. Diunduh dari https://ejurnal.poltekkesjakarta3.ac.id/index.php/jitek/article/view/88

Bansal C, Scott R, Stewart D, & Cockerell CJ. (2005). Decubitus ulcers: a review of the literature. Int J Dermatol. 44(10):805-10

Morrison, M.J. (2015). Manajemen Luka. Jakarta:EGC

Mahmuda, I. N. N. (2019). Pencegahan Dan Tatalaksana Dekubitus Pada Geriatri. Biomedika, 11(1), 11-17. Diunduh dari https://journals.ums.ac.id/index.php/biomedika/article/view/5966

National Pressure Ulcer Advisory Panel (NPUAP). (2009). Prevention and Treatment of Pressure Ulcers: Clinical Practice Guideline. Washington DC: NPUAP

Pratiwi, Y., & Anggiani, F. (2020). Hubungan Edukasi terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat pada Penggunaan Antibiotik di Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus. Cendekia Journal of Pharmacy, 4(2), 149-155. Diunduh dari https://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/112/75

Setyaningrum, N. K., Hadi, M. C., & Yulianti, A. E. (2021). Pengaruh Promosi Kesehatan Melalui Video Edukasi Terhadap Perubahan Pengetahuan dan Sikap Siswa Sekolah Dasar Tentang Pengelolaan Sampah Plastik. JURNAL SKALA HUSADA: THE JOURNAL OF HEALTH, 18(2), 68-72. Diunduh dari https://ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id/index.php/JSH/article/view/1846/728

Syabariyah, S., Juniarty, N., & Amalia, L. (2020, July). The Description of Implementation of Assisted Mobilization in Stroke Patients in Several Pontianak Hospitals in Predicting the Incidence of Pressure Ulcer. In 1st International Conference on Science, Health, Economics, Education and Technology (ICoSHEET 2019) (pp. 425-428). Atlantis Press.

Zaidi, R. & Sharma S. (2022). Pressure Ulcer. StatPearls Publishing LLC. [Internet]. [diunduh 2022 Sep 5]. Tersedia pada https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK553107/

Diterbitkan

15-11-2022

Cara Mengutip

Anggraini, D. (2022). Penguatan Kader Paliatif Yayasan Kanker Indonesia Wilayah DKI Jakarta tentang Pencegahan dan Perawatan Luka Tekan dengan Pemberian Edukasi Kesehatan. Jurnal Inovasi Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(2), 81–86. https://doi.org/10.54082/jippm.30