Penyuluhan Pemilihan Makanan untuk Menjaga Kadar Glukosa Darah dan Tekanan Darah Normal pada Kelompok Penderita Hipertensi dan Diabetes (PROLANIS) di Puskesmas Ngemplak 1 Sleman Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.54082/jippm.291Kata Kunci:
Diabetes Mellitus, Gula Darah, Hipertensi, Tekanan DarahAbstrak
Kegiatan PROLANIS merupakan salah satu kegiatan BPJS yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang Diabetes Mellitus dan Hipertensi. Puskesmas Ngemplak 1 merupakan salah satu puskesmas yang aktif menjalankan program ini dengan peserta PROLANIS umumnya berusia 50 tahun. Anggota PROLANIS masih banyak menanyakan mengenai makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes dan hipertensi, namun kegiatan peningkatan pengetahuan mengenai pola makan jarang dilakukan karena keterbatasan sumber daya yang bekerja di puskesmas tersebut. Oleh sebab itu, penyuluhan dengan metode ceramah dengan media buku saku mengenai pemilihan makanan untuk menjaga kadar glukosa darah dan tekanan darah tetap normal dilakukan. Untuk menambah pengetahuan dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup anggota PROLANIS. Pada akhir akhir sesi, peserta diberikan kuesioner untuk memilih makanan yang dianjurkan dan dibatasi untuk mengatur gula darah dan tekanan darah dan >50% peserta menjawab secara benar, yang menandakan bahwa lebih dari 50% peserta telah memahami materi penyuluhan.
Referensi
Awuchi C G, Echeta C K, and Victory I S. Diabetes and The Nutrition and Diets fot Its Prevention and Treatment: A Systematic Review and Dietetic Perspective. Health Sciences Research, 6 (1): 5-19.
Bantas K risnawati, Gayatri Dwi. (2019). Gender and Hypertantion (Data analysis of The Indonesia Basic Health Research 2007). J. Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol 3,1.
Barlow J, Kawol D, Kilov G, Sharma A, Hwa L Y. (2015). Diet and Diabetes. Reprintes From AFP, vol 44, 5.
Jazilah (2013). Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Praktik (PSP) Penderita Diabetes Mellitus Mengenai Pengelolaan Diabetes Mellitus dengan Kendali Kadar Glukosa Darah. Tesis Megister Ilmu Kesehatan (Gizi dan Kesehatan). Pascasarjana Universitas Gajah Mada, Yogyakarta
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.(2018). Laporan Nasional Kementrian Kesehatan Republik Indonesia: Balitbangkes
Kusumawaty Jajuk, Hidayat Nur, Ginanjar Eko. (2016). Hubungan Jenis Kelamin dengan Intensitas Hipertensi Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Lakbok Kabupaten Ciamis. J. Kedokteran dan Kesehatan. https://doi.org/10.18196/mmjkk.v16i2.4450.
Perkeni. (2021). Pedoman Pengelolaan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia 2021. Jakrta: PB Perkeni
Reckelhoff JF. Sex steroids, cardiovascular disease, and hypertension: unanswered questions and some speculations. Hypertension. 2005 Feb;45(2):170-4. doi: 10.1161/01.HYP.0000151825.36598.36. Epub 2004 Dec 6. PMID: 15583070.
Sari G P, Chasani S, Pemayun T G D., Hadisaputro S, and Nugroho H. (2017). Faktor Risiko yang Berpengaruh terhadap Terjadinya Hipertensi pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Wilayah Puskesmas Kabupaten Pati. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, [Online] https://doi.org/10.14710/jekk.v2i2.3996
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Fitriana Mustikaningrum, Sudrajah Warajati Kisnawathy, Dyah Intan Puspitasari, Nur Lathifah Mardiyati

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



