Pencegahan dan Penanganan Awal Demam Berdarah Dengue di Dusun III Desa Mulia Sari Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin

Penulis

  • Lily Marleni Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Khadijah Palembang, Indonesia
  • Sintiya Halisya P Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Khadijah Palembang, Indonesia
  • Tafdhila Tafdhila Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Khadijah Palembang, Indonesia
  • Mardiah Mardiah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Khadijah Palembang, Indonesia
  • Adi Saputra Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Khadijah Palembang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jippm.26

Kata Kunci:

Banyuasin, DBD, Desa Mulia Sari, Penanganan DBD

Abstrak

Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan merupakan penyakit endemis hampir di seluruh provinsi. Bertambahnya peningkatan kasus DBD tersebut masyarakat harus lebih mewaspadai akan timbulnya gejala yang dapat terjadi, dan masyarakat diharapkan lebih siap untuk melakukan tindakan pencegahan, karna itu diperlukan peran perawat dalam kegiatan upaya pelayanan masyarakat dan puskesmas dalam mencapai tujuan kesehatan melalui kerjasama dengan tim kesehatan lainnya sehingga tercipta keterpaduan dalam sistem pelayanan kesehatan juga dalam memberikan pendidikan dan pemahaman kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarkat baik dirumah, puskesmas dan di masyarakat khususnya mengenai cara penanganan bagaimana mengurangi peningkatan kasus DBD. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatakan pengetahuan masyarakat tentang Pencegahan dan Penanganan Awal Demam Berdarah Dengue di Dusun III Desa Mulia Sari Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin. Proses pelaksanaan dalam kegiatan Penyuluhan dengan tema Pencegahan dan Penanganan Awal Demam Berdarah Dengue di Dusun III Kecamatan Tanjung Lago Banyuasin Tahun 2022 telah dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2022. Pelaksanaan penyuluhan ditujukan pada masyarakat setempat dengan media dan alat yang digunakan yaitu leaflet. Penyampaian materi dengan metode ceramah dan diskusi mengenai pencegahan dan penanganan awal pada Demam Berdarah Dengue. Pada saat materi berakhir di berikan evaluasi ke masyarakat yang mengikuti penyuluhan dengan mudah mereka bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang di berikan serta ada beberapa masyarakat memberikan pertanyaan terkait hal yang belum mereka pahami, kegiatan ini harapannya ke depan bisa dilaksanakan secara berkesinambungan dan berkelanjutan.

Referensi

Cahyono B, S. (2010). Peran USG sebagai Alat Bantu Diagnostik pada Demam Berdarah Dewasa. Vol 23. No. 1.

Ditjen P2PMPL. (2000). Kemenkes RI Nomor: 1204/MENKES/SK/X/2000 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia;

Siregar, SA. (2005). Instalasi Pengolahan Air Limbah. Yogyakarta: Kanisius

Sucipto, C.D. (2011). Vektor Penyakit Tropis. Yogyakarta: Goysen Publishing.

Warsidi. Edi (2009). Bahaya dan Pencegahan DBD. Bekasi: Mitra Utama

World Health Organization. (2015). The World Health Report

WHO. (1999). Demam Berdarah Dengue, Diagnosis, Pengobatan, Pencegahan, dan

Pengendalian (alih bahasa). EGC. Jakarta

Widoyono. (2011). Penyakit Tropis: Epidemiologi, Penularan, Pencegahan, dan

Pemberantasannya. Jakarta: Erlangga;

Diterbitkan

15-11-2022

Cara Mengutip

Marleni, L., Halisya P, S. ., Tafdhila, T., Mardiah, M., & Saputra, A. (2022). Pencegahan dan Penanganan Awal Demam Berdarah Dengue di Dusun III Desa Mulia Sari Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin. Jurnal Inovasi Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(2), 87–92. https://doi.org/10.54082/jippm.26