Penerapan Boiler untuk Pemasakan Bubur Kedelai pada UMKM Produksi Tahu Kabupaten Banyuwangi
DOI:
https://doi.org/10.54082/jippm.228Kata Kunci:
Boiler, Kedelai, PengabdianAbstrak
Salah satu proses pembuatan tahu adalah proses pemasakan kedelai. Proses pemasakan kedelai yang dilakukan oleh UMKM saat ini umumnya masih menggunakan cara tradisional yaitu menggunakan tungku dengan bahan bakar kayu. Pada proses pemasakan menggunakan cara tradisional membutuhkan waktu yang lama, yaitu 40 hingga 50 menit, sedangkan untuk mendapatkan hasil pemasakan kedelai yang maksimal dibutuhkan hingga 3 kali mendidih. Salah satu mitra yang masih menggunakan pemasakan dengan tradisional adalah UMKM di Desa Glagah, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan analisa situasi dan permasalahan mitra yang telah diuraikan, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan kegiatan diantaranya adalah: survei lapangan ke mitra, diskusi dengan mitra untuk memecahkan masalah, pembuatan boiler, ujicoba alat yang meliputi penerapan, pengoperasian, dan perawatan Boiler. Jika dibandingkan dengan alat tradisional yang dipakai oleh mitra, pemasakan dengan boiler lebih efisien. Waktu yang dibutuhkan untuk memasak kedelai dengan bahan baku kedelai dengan berat 1-2.5 kg adalah 11-21 menit. Mitra mengaku senang telah diberikan teknologi tepat guna dan pelatihan penggunaan boiler
Referensi
Afifah, N & Novrinaldi (2016). Analisis Energi dan Mutu Produk Pada Proses Pemasakan Bubur Kedelai di Industri Kecil Menengah Tahu. J. Has. Penelit. Ind. 29(2) 60–68.
Atmaka, W., Parnanto, N. H. R. & Utami, R (2013). Kajian Fisikokimia Dan Sensori Snack Bars Tempe Bagi Penderita Autis. J. Teknol. Has. Pertan. 6(2) 119–126. https://doi.org/ 10.20961/jthp.v0i0.13528.
Effendy, M., Dwi, A &, Sunyoto (2013). Rancang Bangun Boiler pada Industri Tahu untuk Proses Pemanasan Sistem Uap dengan Menggunakan CATIA V5. Environ. Sci. Technol. 15(12) 1408–1412.
Elsa, S., La Ode A & Herdhiansyah, D (2020). Kajian Proses Pengolahan Tahu pada Industri Tahu Karya Mulia di Desa Labusa Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan, J. Teknol. dan Manaj. Ind. Pertan. l, 185–190.
Londo, M., Benu, M.N & Katiandagho, M. T. (2017) Analisis Keuntungan Pengrajin Tahu Berdasarkan Cara Pembayaran di Kecamatan Malalayang Kota Manadi. Agri-SosioEkonomi Unsrat. 13, 155–168.
Nurrahman, N (2015). Evaluasi Komposisi Zat Gizi Dan Senyawa Antioksidan Kedelai Hitam Dan Kedelai Kuning. J. Apl. Teknol. Pangan, 4(3), 89–93. https://doi: 10.17728/jatp.v4i3.133
Seftiono, H (2017). Perubahan Sifat Fisiko Kimia Protein Selama Perubahan Sifat Fisiko Kimia Protein Selama Proses Pembuatan Tahu sebagai Rujukan Bagi Posdaya. J. Kesejaht. Sos. 3(1) 85–92.
Wahyuningsih (2019). Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian. Bul. Konsumsi Pangan. 9(1) 32–42
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Driyanto Wahyu Wicaksono, Dian Ridlo Pamuji, Mega Lazuardi Umar

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



