Edukasi Pencegahan Stunting dan Pelatihan Komunikasi Kader di Desa Petajen, Kabupaten Batanghari
DOI:
https://doi.org/10.54082/jippm.224Kata Kunci:
Edukasi, Pelatihan Komunikasi, StuntingAbstrak
Stunting atau sering disebut kerdil/pendek adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Stunting di Indonesia masih menjadi permasalahan yang belum bisa di selesaikan, hal ini terlihat dari prevalensi stunting yang masih ada di angka 21,6% pada tahun 2022. Mitra yang bekerjasama dalam program pengabdian ini yaitu Pokja Kampung KB (Keluarga Berkualitas) Desa Petajen karena angka stunting disini masih tergolong tinggi. Berdasarkan pemasalahan tersebut, program pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader Kampung KB terkait stunting dan cara pencegahannya serta meningkatkan keterampilan komunikasi kader dalam menyampaikan hal-hal terkait stunting sehingga diharapkan masyarakat bisa lebih memahami tentang stunting dan bisa melalukan pencegahannya. Kegiatan ini dilakukan di Desa Petajen dengan melibatkan 10 orang kader kesehatan yang ada disana. Metode dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi beberapa tahapan seperti tahap pertama yaitu persiapan kegiatan untuk analisis masalah dan kebutuhan mitra, tahap kedua yaitu pemberian edukasi mengenai stunting dan pelatihan komunikasi kader, serta tahap ketiga yaitu evaluasi untuk mengetahui adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader. Hasilnya terjadi peningkatan pengetahuan kader Kampung KB tentang stunting serta pemahaman tentang cara komunikasi yang baik kepada masyarakat menjadi meningkat.
Referensi
Adam, A., Mas’ud, H. (2022). Komunikasi Perubahan Perilaku Cegah Stunting itu Penting melalui Pemanfaatan E-Modul. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo, 3(2), 28-36.
Ditjen Bina Pembangunan Daerah - Kementerian Dalam Negeri. (2023). Monitoring Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi. https://aksi.bangda.kemendagri.go.id/emonev/DashPrev
Hamzah, W., Syam, N. (2021). Pengembangan Teknik Komunikasi Kader dalam Memberikan Penyuluhan Balita Stunting. Window of Cummunity Dedication Journal, 02(02), 104-114.
Herlina, S. (2021). Pelatihan Alat Ukur Data Stunting (Alur Danting) sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader dalam Optimalisasi Pengukuran Deteksi Stunting (Denting). Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI, 10(3).
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. (2018). Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting) Periode 2018-2024
Kemenkes RI. (2018). Hasil Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Batanghari. (2023). Penetapan desa/kelurahan lokasi prioritas percepatan penurunan dan pencegahan stunting di kabupatan batanghari tahun 2022 dan 2023. Pemerintah Kabupaten Batanghari, 8 tahun 2022 Indonesia
Tarmizi SN. (2023). Prevalensi Stunting di Indonesia Turun ke 21,6% dari 24,4%. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20230125/3142280/prevalensi-stunting-di-indonesia-turun-ke-216-dari-244/
Vinci, A.S., Bachtiar, A., Parahita, I.G. (2022). Efektivitas Edukasi Mengenai Pencegahan Stunting kepada Kader: Systematic Literature Review. Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan, 7(1), 66-73.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Liani Setyarsih, Faradina Aghadiati, Septa Pratama

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



