Pengadaan Bank Sampah untuk Mengatasi Penumpukan Sampah Desa Jetis, Kabupaten Bondowoso
DOI:
https://doi.org/10.54082/jippm.176Kata Kunci:
Bank Sampah, Lingkungan, Pengelolaan SampahAbstrak
Sampah telah menjadi permasalahan umum yang dihadapi oleh banyak daerah, termasuk Desa Jetis, Bondowoso. Salah satu akar masalah adalah kurangnya fasilitas pengolahan sampah yang berujung pada akumulasi limbah yang merugikan lingkungan. Dalam rangka mengatasi tantangan ini, tim pengabdian masyarakat di Bondowoso mengambil inisiatif untuk mendirikan Bank Sampah. Proses pengolahan sampah melalui bank sampah terdiri dari dua tahapan penting, yakni tahap persiapan & koordinasi, dan tahap implementasi. Bank Sampah telah diakui sebagai solusi alternatif yang efektif untuk mengatasi masalah penumpukan sampah. Pelaksanaan operasional bank sampah ini dikendalikan oleh Asosiasi Pemuda Desa Jetis (APDIS) dan didukung oleh bimbingan dari tim pengabdian masyarakat. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, implementasi bank sampah telah memberikan dampak positif dalam meminimalkan akumulasi sampah dan menumbukan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Referensi
Aryeti. (2011). Peningkatan Peranserta Masyarakat Melalui Gerakan Menabung pada Bank Sampah di Kelurahan Babakan Surabaya, Kiaracondong Bandung. JurnalPermukiman, Vol. 6 No. 1 April 2011: 40-46.
Azwar, Azrul. (1990). Pengantar Ilmu Lingkungan. Jakarta: Mutiara Sumber Widya.
Iswanto. (2006). Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Secara Mandiri dan Produktif Berbasis Masyarakat: Kampung Sukunan, Banyuraden, Gamping, Sleman, D.I.Yogyakarta, Paguyuban Sukunan Bersemi, Yogyakarta
Januarsa, K., A. Sudharma, N. Luh, dan M. Juniari. (2023). ZERO waste kesejahteraan krama bali . namun disisi lain hal tersebut dapat menyebabkan. 7(2):532–540.
Laia, B. (2022). Sosialisasi dampak kegiatan kuliah kerja nyata di desa (studi: desa sirofi). Haga: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 1(2):74–84.
Radar Jember. (2022). Sekitar 60 ton sampah per hari, prasarana TPA di Bondowoso kurang memadai. [internet]. [diakses pada 12 Agustus 2023]. Terdapat pada: https://radarjember.jawapos.com/bondowoso/791120278/sekitar-60-ton-sampah-per-hari-prasarana-tpa-di-bondowoso-kurang-memadai
Selomo M., Birawida AAB, Mallongi A, Muammar. (2016). Bank Sampah sebagai Salah Satu Solusi Penanganan Sampah di Kota Makassar. Jurnal MKMI. 12 (4) 232-240.
Unilever. (2013). Buku Panduan Sistem Bank Sampah & 10 Kisah Sukses. Jakarta. Yayasan Unilever Indonesia.
Prayoga, P., P. Angriani, D. Arisanty, dan E. Alviawati. (2021). Penerapan 3r (reuse, reduce, recyle) dalam pengelolaan sampah di kelompok karang lansia sejahtera tps alalak utara. JPG (Jurnal Pendidikan Geografi). 8(1):29–36.
Yuwana, S. I. P. (2022). Pemberdayaan dan peningkatan kualitas sdm masyarakat dengan menggunakan metode asset bassed community development (abcd) di desa pecalongan kec. sukosari bondowoso. Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service). 4(3):330–338.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Moh. Ruli Alfian, Annisa Rosdianti, Zakirin Manzhila Nurilma, Galuh Prasasti Isbach, Rokhani Rokhani

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



