Konservasi Satwa Liar Berbasis Kearifan Lokal di Negeri Hutumuri Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon

Penulis

  • Jhon Sahusilawane Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura, Indonesia
  • Lesly Latupapua Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jippm.171

Kata Kunci:

Konservasi, Kearifan Lokal, Satwa Liar

Abstrak

Pemanfaatan satwa liar oleh masyarakat biasanya dilakukan melalui kegiatan berburu. Kegiatan berburu yang dilakukan oleh masyarakat, telah berlangsung sejak dahulu dan merupakan salah satu aspek dalam kehidupan masyarakat. Aktivitas berburu ini juga dilakukan oleh masyarakat yang ada di Maluku, walaupun kita telah berada dalam kehidupan yang moderen. Kegiatan berburu ini, merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat. Tetapi bila tidak dilakukan dengan baik, dengan tidak memperhatikan aturan atau ketentuan satwa liar yang di buru, tentang apakah jenis satwa liarnya dilindungi ataupun tidak, lama kelamaan satwa liar yang ada akan mengalami kepunahan. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya konservasi terhadap satwa liar yang biasanya dijadikan satwa buru, sehingga keberadaannya tetap terjaga. Salah satu upaya konservasi satwa liar adalah melalui konservasi satwa liar yang berbasis pada kearifan lokal masyarakat yang ada. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang Konservasi Satwa Liar Berbasis Kearifan Lokal di Negeri Hutumuri Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon. Pelaksanaan penyuluhan ditujukan pada masyarakat Negeri Hutumuri dengan media dan alat yang digunakan yaitu leaflet. Penyampaian materi dengan metode ceramah dan diskusi mengenai konservasi satwa liar berbasis kearifan lokal. Pada akhir penyampaian materi penyuluhan adanya proses diskusi di mana ada yang memberikan pertanyaan maupun masukan tentang pentingnya upaya perlindungan atau konservasi satwa liar yang berbasis pada kearifan lokal masyarakat setempat, sehingga keberadaan satwa liar yang ada pada kawasan hutan dapat tetap terjaga keberadaannya dan dapat diketahui juga oleh generasi berikutnya.

Referensi

Aiyadurai, A., Singh, N.J., dan Milner-Gulland, E.J., 2010. Wildlife hunting by Indigenous Tribe: A Case Study from Arunacahal Pradesh, North-east India. Oryx, 44(4):564–572.

Bodmer, R.E., Bendayan, A.N.Y. Moya, I.L. dan Fang, T.G., 1990. Manejo de ungulados en la Amazonia Peruana: Analisis de su Caza y Commercializacion. Boletin de Lima, 70:49- 56.

Chahya, D.N., 2000. Teknologi Berburu Rusa (Cervus timorensis) dan Kasuari (Casuarius

Fa, J.E., Garcia Yuste, J.E. dan Castelo, D. 2000. Bushmeat markets on Bioko Island as measure of hunting pressure. Conservation Biology, 14 (6):1602-1613.

Hill, K., dan Padwe, J., 2000. Sustainability of Ache Hunting in the Mbaracayu Reserve, Paraguay, dalam. J.G. Robinson dan E.L. Bennett, (eds.). Hunting for Sustainability in Tropical Forests. Columbia University Press, New York: 79-105 Kwapena, N. 1984. Traditional Conservation and Utilization of Wildlife in Papua New Guinea,The Environmentalist, 4(7):22-26.

Leuwenberg, F.T dan Robinson, J.G. 2000. Traditional Management of Hunting in a Xavante Community in Central Brazil: the Search of Sustainability, dalam J.G. Robinson dan E.L. Bennett, (eds.). Hunting for Sustainability in Tropical Forests, ColumbiaUniversity Press, New York: 375-394.

Madhusudan, M.D. dan Karanth, K.U. 2002. Local Hunting and the Conservation of Large Mammals in India. Ambio, 3(1):49-54.

Pattinama, M.J., 2009. Pengentasan Kemiskinan dengan Kearifan Lokal (Studi Kasus di Pulau Buru-Maluku dan Surade-Jawa Barat). Makara, Sosial Humaniora, 13(1):1-12.

Pattiselanno, F., 2003. The wildlife value: example from West Papua, Indonesia. Tigerpaper 30 (1):27-29.

Pattiselanno, F. 2004. Wildlife utilization and food security in West Papua, Indonesia. The SEARCA Agriculture and Development Seminar Series, SEARCA Los Baños, The Philippines 13 April 2004.

Pattiselanno, F. 2005. Traditional Hunting for Sustainable Wildlife Management (Current Review on Wildlife Hunting in West Papua). Proceeding of the 7th of New Guinea BiologicalConference,Universitas Cenderawasih Jayapura, June 16-18 2005.

Pattiselanno, F., 2006. The Wildlife Hunting in Papua. Biota, 11(1):59-61.

Pattiselanno, F., 2008. Man-wildlife Interaction: Understanding the Concept of Conservation Ethics in Papua. Tigerpaper, 35(4):10-12.

Pattiselanno, F., dan Mentansan, G., 2010. Kearifan Tradisional Suku Maybrat dalam Perburuan Satwa sebagai Penunjang Pelestarian Satwa. Makara Sosial Humaniora, 14(2):75-82.

Diterbitkan

04-10-2023

Cara Mengutip

Sahusilawane, J., & Latupapua, L. (2023). Konservasi Satwa Liar Berbasis Kearifan Lokal di Negeri Hutumuri Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon. Jurnal Inovasi Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 3(2), 461–468. https://doi.org/10.54082/jippm.171