Penyusunan Model Bisnis Edu-Wisata Taman Lumbung Pangan Nusantara melalui Pendampingan Business Model Canvas di Desa Kejapanan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur
DOI:
https://doi.org/10.54082/jippm.1611Kata Kunci:
Business Model Canvas, Community-Based Tourism, Edu-wisata, Focus Group Discussion, Lumbung PanganAbstrak
Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, memiliki Taman Lumbung Pangan Nusantara dengan pendopo, kolam ikan, rumah kaca, area hidroponik, dan lahan padi, ditambah 93 rumah tangga pembuat pia serta 24 TK dan 8 SD di dalam desa. Pendopo sudah dipakai instansi untuk rapat dan sejumlah usaha warga sudah berjalan, tetapi taman belum memberi penerimaan wisata yang teratur karena desa belum memiliki SOP, paket wisata, dan model bisnis yang disepakati. Dana Desa yang dikelola pemerintah desa juga turun dari sekitar Rp1,8 miliar pada tahun anggaran 2025 menjadi sekitar Rp300 juta pada tahun anggaran 2026. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memetakan masalah secara partisipatif dan melatih pengelola menyusun model bisnis edu-wisata. Tim menjalankan dua tahap: Focus Group Discussion (FGD) dengan 40 peserta pada 18 Juli 2026 serta pemaparan materi dan praktik Business Model Canvas (BMC) dengan 25 peserta pada 5 Oktober 2026. FGD menghasilkan urutan prioritas masalah: SOP, strategi pemasaran, blueprint, peningkatan kapasitas, dan legalitas. Praktik BMC menghasilkan empat kanvas kelompok: budaya dan hidroponik, edukasi ecoprint dan batik, edukasi dan outbound, serta festival akhir pekan. Peserta mengisi blok proposisi nilai dan aktivitas kunci paling rinci; blok struktur biaya dan arus pendapatan masih lemah. Tarif paket edukasi ecoprint dan batik (Rp55.000 per peserta) dan paket outbound lumbung (Rp50.000 per peserta) berbeda karena isi paketnya berbeda; persoalannya, keduanya belum dihitung dari harga pokok dengan cara yang sama. Temuan ini menunjukkan bahwa BMC membantu warga menerjemahkan aset menjadi rancangan usaha yang pendapatannya belum diuji, tetapi perlu disusul penghitungan harga pokok bersama, penggabungan kanvas ke dalam satu paket terpadu, dan uji coba paket pada satu sekolah dalam 30 hari.
Referensi
Ammirato, S., Felicetti, A. M., Raso, C., Pansera, B. A., & Violi, A. (2020). Agritourism and sustainability: What we can learn from a systematic literature review. Sustainability, 12(22), 9575. https://doi.org/10.3390/su12229575
Cavalleri, S. A. E., Tanwattana, P., & Grünbühel, C. M. (2022). Systemizing a rural livelihood diversification framework for sustainable community-based agritourism: A participatory approach to ensure resilience. Frontiers in Sustainable Food Systems, 6, 993892. https://doi.org/10.3389/fsufs.2022.993892
Dolezal, C., & Novelli, M. (2022). Power in community-based tourism: Empowerment and partnership in Bali. Journal of Sustainable Tourism, 30(10), 2352–2370. https://doi.org/10.1080/09669582.2020.1838527
Fafurida, F., Daerobi, A., & Riyanto, G. (2022). Implementation model of community based tourism on rural tourism. International Journal of Sustainable Development and Planning, 17(2), 507–512. https://doi.org/10.18280/ijsdp.170215
Gilsing, R., Turetken, O., Grefen, P., Ozkan, B., & Adali, O. E. (2022). Business model evaluation: A systematic review of methods. Pacific Asia Journal of the Association for Information Systems, 14(4), 26–61. https://doi.org/10.17705/1pais.14402
Hidayatullah, A., Ali, M., & Pahrudin, P. (2023). Kolaborasi pentahelix dalam membangun desa wisata berbasis masyarakat. JPEK (Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan), 7(1), 304–314. https://doi.org/10.29408/jpek.v7i1.15085
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2025). Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. https://peraturan.bpk.go.id/Details/322506/permendikdasmen-no-13-tahun-2025
Kurniawan, G. I., & Homan, H. S. (2023). Peningkatan literasi pengelolaan keuangan objek wisata di Desa Wisata dan Homestay Sindangkasih Garut. Wikrama Parahita: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(2), 249–256. https://doi.org/10.30656/jpmwp.v7i2.5658
O.Nyumba, T., Wilson, K., Derrick, C. J., & Mukherjee, N. (2018). The use of focus group discussion methodology: Insights from two decades of application in conservation. Methods in Ecology and Evolution, 9(1), 20–32. https://doi.org/10.1111/2041-210X.12860
Osterwalder, A., & Pigneur, Y. (2010). Business model generation: A handbook for visionaries, game changers, and challengers. John Wiley & Sons.
Praetorius, X. W., Schutte, C. S. L., & Vlok, P. J. (2026). Evaluating business model innovation approaches: A criteria-based analysis and foundation for future research. South African Journal of Industrial Engineering, 37(1), 169–184. https://doi.org/10.7166/37-1-3281
Prastiti, N. M. A. L., Narsa, I. M., & Narsa, N. P. D. R. H. (2021). Formulation of tour service price with activity-cost plus pricing method (case study at PT. Airlangga Global Traveling). Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Airlangga, 6(1), 992–1005. https://doi.org/10.20473/jraba.v6i1.70
Pratiwi, R., & Azzahra, B. A. (2023). Calculation cost of goods sold for edutourism package services using the full costing method at One Home Farm Indonesia. E3S Web of Conferences, 454, Article 03022. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202345403022
Sakuntalawati, R. D., Susantiningrum, Akbarini, N. R., & Yudhistira, B. (2022). Strategi pengembangan BUMDes Pilang Berdikari dalam rangka menuju usaha desa wisata edukasi berbasis Business Model Canvas. Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis, 27(2), 93–103. https://doi.org/10.20961/jkb.v27i2.56029
Setiawan, J., Budiastuti, M. S., Gravitiani, E., & Setyono, P. (2021). Business model canvas (BMC) approach for tourism management strategy of The Top Selfie Kragilan, Mt. Merbabu National Park. GeoJournal of Tourism and Geosites, 35(2), 297–303. https://doi.org/10.30892/gtg.35205-651
Sunarti, S., Damayanti, M., Rahdriawan, M., Untari, R., Adelina, C., & Setyono, H. F. (2026). Participatory business model: Strategi pengembangan desa wisata rintisan Montongsari, Kabupaten Kendal. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 22(1), 1–14. https://doi.org/10.14710/pwk.v22i1.78149
Utomo, M. R., Purnomo, M., Laili, F., & Chaqqi, M. S. (2023). Establishment of tour packages and feasibility of costs with NPV in Barito Tourism Village in Malang District. Agricultural Socio-Economics Journal, 23(2), 131–139. https://doi.org/10.21776/ub.agrise.2023.023.2.2
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Mukhammad Kholid Mawardi, Abd. Qadir Muslim, Misbahuddin Azzuhri, Abdullah Abdullah, Ahmad Imron Rozuli, Dano Purba, Suryadi Suryadi, Bambang Santoso Haryono, Hermawan Hermawan, Ahmad Fuad Hasan, Andrean Nathaniel, Bintang Corvi Diphda

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



