Menumbuhkan Kesadaran Ekologi Berbasis Kawasan yang Berkearifan Lokal melalui Dongeng Interaktif Cerita Rakyat Gorontalo kepada Anak-Anak di Desa Bilungala
DOI:
https://doi.org/10.54082/jippm.1579Kata Kunci:
cerita rakyat, dongeng interaktif, ekologi, kearifan lokal, pesisirAbstrak
Desa Bilungala memiliki kekayaan lingkungan pesisir dan cerita rakyat Gorontalo yang memuat nilai kearifan lokal tentang hubungan manusia dan alam. Namun, pemanfaatan cerita rakyat sebagai media pendidikan ekologis bagi anak-anak semakin berkurang, sementara pembelajaran lingkungan cenderung teoritis dan kurang kontekstual. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menumbuhkan kesadaran ekologi berbasis kawasan melalui dongeng interaktif cerita rakyat Gorontalo sekaligus memperkuat literasi sastra dan apresiasi budaya lokal. Metode yang digunakan bersifat partisipatif, kontekstual, dan berbasis praktik langsung melalui tahap persiapan dan koordinasi, dongeng interaktif, penguatan kesadaran ekologi, pendampingan, serta refleksi. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan partisipasi, kemampuan memahami unsur cerita, kemampuan mengisi bagian rumpang, dan refleksi sikap peduli lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan positif: peserta lebih mampu mengidentifikasi tokoh, alur, pesan moral, dan pesan ekologis, serta menghubungkan cerita dengan persoalan lingkungan di sekitar mereka. Kegiatan juga menghasilkan model edukasi dongeng interaktif berbasis kearifan lokal dan luaran pendukung keberlanjutan program. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi sastra, budaya lokal, dan pendidikan lingkungan dapat menjadi strategi kontekstual untuk membangun kesadaran ekologis sejak usia dini.
Referensi
Chawla, L. (1998). Significant life experiences revisited: A review of research on sources of environmental sensitivity. Environmental Education Research, 4(4), 369–382. https://doi.org/10.1080/1350462980040402
Hamilton, E., & Marckini-Polk, L. (2023). The impact of place-based education on middle school students’ environmental literacy and stewardship. Cogent Education, 10(1), 2163789. https://doi.org/10.1080/2331186X.2022.2163789
Handayani, A. P., Beng, J. T., Salsabilla, F. T., Morin, S., Ardhia, T. S. S., & Rusli, V. A. (2024). Hilangnya budaya lokal di era modern dan upaya pelestariannya dalam perspektif Pancasila. Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 3(4), 178–188. https://doi.org/10.30640/dewantara.v3i4.3452
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice-Hall.
Maghfiroh, L. (2024). Pembentukan karakter melalui dongeng pada anak usia dini. MAANA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 3(2). https://doi.org/10.52166/mjpiaud.v3i2.8755
Nurafiffuddin, N., & Aliyyah, R. R. (2025). Studi deskriptif tentang penggunaan dongeng lokal “Mpama” untuk meningkatkan pemahaman moral dan keterampilan berpikir kritis siswa kelas VI SD. Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 6(3), 386–391. https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v6i3.702
Orr, D. W. (1992). Ecological literacy: Education and the transition to a postmodern world. State University of New York Press.
Rahman, Y. (2022). Dongeng online interaktif. Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital, 2(2), 135–140. https://doi.org/10.29313/jrjmd.v2i2.1369
Ramaita, Randy, M., Rahmadani, A., Amiadi, A. F., Putri, A., & Nofitri, R. D. (2025). Pengabdian masyarakat: Membangun edukasi dan kesadaran lingkungan sejak dini di Nagari Sumanik. Edu Research, 6(3), 2666–2671. https://doi.org/10.47827/jer.v6i3.1503
Rukiyah, R. (2018). Dongeng, mendongeng, dan manfaatnya. Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi, 2(1), 99–106. https://doi.org/10.14710/anuva.2.1.99-106
Smith, G. A. (2007). Place-based education: Breaking through the constraining regularities of public school. Environmental Education Research, 13(2), 189–207. https://doi.org/10.1080/13504620701285180
Sobel, D. (2004). Place-based education: Connecting classrooms & communities (2nd ed.). Orion Society.
Soetantyo, S. P. (2013). Peranan dongeng dalam pembentukan karakter siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan, 14(1), 44–51. https://doi.org/10.33830/jp.v14i1.355.2013
Sumiati, Y., Widiyastuti, A., & Priyanti, N. Y. (2024). Meningkatkan perilaku peduli lingkungan pada anak usia 5–6 tahun melalui pemanfaatan media loose parts. COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 4(5). https://doi.org/10.59141/comserva.v4i5.984
Tabaru Örnek, G., & Yel, S. (2025). A place-based practice in primary school: Effects on environmental literacy. Journal of Adventure Education and Outdoor Learning, 25(3), 692–718. https://doi.org/10.1080/14729679.2024.2366922
UNESCO. (2020). Education for sustainable development: A roadmap. UNESCO.
UNESCO. (2026). Biodiversity: Education and awareness. https://www.unesco.org/en/biodiversity/education
Wason-Ellam, L. (2010). Children’s literature as a springboard to place-based embodied learning. Environmental Education Research, 16(3–4), 279–294. https://doi.org/10.1080/13504620903549771
Welem, T. (2023). Karapasan dan kasiturusan: Peran tradisi lisan dalam upaya menjaga relasi masyarakat lintas iman di Tana Toraja. Tambo: Journal of Manuscript and Oral Tradition, 1(1), 27–38. https://doi.org/10.55981/tambo.2023.1994
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 La Ode Gusman Nasiru, Salam Salam, Eka Sartika, Ayu Hidayanti Ali, Apriadi Bumbungan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



