Penguatan Kapasitas Guru untuk Pendidikan Kewargaan Global Kritis di Sekolah Islam Al-Kautsar, Kota Malang, Jawa Timur

Penulis

  • Yusli Effendi Departemen Politik, Pemerintahan, dan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia https://orcid.org/0000-0002-0729-0616
  • Abdullah Abdullah Departemen Politik, Pemerintahan, dan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia
  • Muhammad Abdul Azis Departemen Politik, Pemerintahan, dan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia
  • Deshinta Dyan Sagita Departemen Politik, Pemerintahan, dan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia
  • Bintang Corvi Diphda Departemen Politik, Pemerintahan, dan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia https://orcid.org/0009-0002-1590-1138

DOI:

https://doi.org/10.54082/jippm.1571

Kata Kunci:

Critical Global Citizenship Education, Pendidikan Islam, Pengembangan Kapasitas Partisipatif, Kesiapan Pedagogis, Keberagaman Agama

Abstrak

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kesiapan pedagogis guru dalam mengelola keberagaman melalui pengembangan kapasitas partisipatif yang mengintegrasikan Critical Global Citizenship Education (Critical GCED), pedagogi multikultural-dialogis, Islam Rahmatan lil ‘Alamin (ISRA), dan literasi digital kritis. Program dilaksanakan pada 3–5 Agustus 2026 dan melibatkan 20 guru dari jenjang TK, SD, SMP, dan SMA di Sekolah Islam Al-Kautsar, Kota Malang. Kegiatan mencakup pre-test, diagnosis partisipatif, lokakarya konseptual, diskusi kelompok, penyusunan rencana aksi berbasis kelas, simulasi pedagogis, post-test, dan refleksi. Evaluasi deskriptif menunjukkan kesenjangan antara komitmen normatif yang sejak awal tinggi dan kesiapan merespons persoalan yang memerlukan pertimbangan kontekstual. Pemahaman terhadap konsepsi toleransi meningkat dari 3 guru (15%) menjadi 15 guru (75%), sedangkan respons sesuai terhadap pertanyaan keagamaan sensitif meningkat dari 4 guru (20%) menjadi 10 guru (50%). Pada post-test, 7 guru (35%) memenuhi kriteria pemahaman mengenai dimensi relevan Standar Kompetensi Lulusan 2025 dan 6 guru (30%) memahami kompleksitas toleransi intra-agama. Empat kelompok menghasilkan peta masalah dan empat rencana aksi pembelajaran yang memuat tujuan, aktivitas, prinsip GCED-ISRA, risiko pedagogis, dan indikator pencapaian. Program memperkuat beberapa aspek pemahaman konseptual dan pertimbangan pedagogis serta menyediakan perangkat awal untuk implementasi pembelajaran.

Biografi Penulis

Yusli Effendi, Departemen Politik, Pemerintahan, dan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia

Assistant Professor di Departemen Politik, Pemerintahan, dan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia dengan kepakaran di bidang Politik Global dan Islam, Studi Kritis Terorisme, serta Hubungan Internasional Timur Tengah.

Abdullah Abdullah, Departemen Politik, Pemerintahan, dan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia

Dosen, Departemen Politik, Pemerintahan, dan Hubungan Internasional,
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia

Muhammad Abdul Azis, Departemen Politik, Pemerintahan, dan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia

Dosen, Departemen Politik, Pemerintahan, dan Hubungan Internasional,
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia

Deshinta Dyan Sagita, Departemen Politik, Pemerintahan, dan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia

Mahasiswa, Departemen Politik, Pemerintahan, dan Hubungan Internasional,
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia

Bintang Corvi Diphda, Departemen Politik, Pemerintahan, dan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia

Mahasiswa, Departemen Politik, Pemerintahan, dan Hubungan Internasional,
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia

Referensi

Afifuddin, A., Amri, M., Latif, A., Rosmini, R., & Bin Tahir, S. Z. (2025). Negotiating multicultural values within centralized education systems: a case study of Indonesia. Frontiers in Education, 10, 1620685. https://doi.org/10.3389/feduc.2025.1620685

Akbar, E., Chasani, M. T., Tamwifi, I., & Al Hidaya, A. (2025). Strengthening Religious Moderation through an Integrated Curriculum Based on Islam Rahmatan Lil ’Alamin for Secondary School Teachers. GUYUB: Journal of Community Engagement, 6(2), 375–392. https://doi.org/10.33650/guyub.v6i2.10802

Andreotti, V. (2006). ‘Soft versus critical global citizenship education’. Policy and Practice: A Development Education Review, 3, 40–51. https://www.developmenteducationreview.com/issue/issue-3/soft-versus-critical-global-citizenship-education

Ardiansyah, A. A., Fitrah, A., & Bin Salman, F. M. (2025). Exploring Religious Moderation and Rahmatan lil-‘Alamin Understanding among Prospective Professional Islamic Education Teachers. Indonesian Journal of Islamic Religious Education, 3(2), 251–262. https://doi.org/10.63243/Injire.v3i2.10

Blömeke, S., Gustafsson, J.-E., & Shavelson, R. J. (2015). Beyond Dichotomies: Competence Viewed as a Continuum. Zeitschrift Für Psychologie, 223(1), 3–13. https://doi.org/10.1027/2151-2604/a000194

Chudgar, A., & Choi, S. Y. (2026). Scaling Professional Development: The Critical Role of Organizational Supports and Barriers. AERA Open, 12. https://doi.org/10.1177/23328584251404941

Cuenca-López, J. M., Martín-Cáceres, M. J., & Estepa-Giménez, J. (2021). Teacher training in heritage education: good practices for citizenship education. Humanities and Social Sciences Communications, 8(1), 62. https://doi.org/10.1057/s41599-021-00745-6

Darling-Hammond, L., Hyler, M., & Gardner, M. (2017). Effective Teacher Professional Development. Learning Policy Institute. https://doi.org/10.54300/122.311

Forst, R. (2013). Toleration in Conflict: Past and Present. In Ideas in Context. Cambridge University Press. https://doi.org/DOI: 10.1017/CBO9781139051200

González-Valencia, G., Massip Sabater, M., & Santisteban Fernández, A. (2022). Critical Global Citizenship Education: A Study on Secondary School Students. Frontiers in Education, 7, 867113. https://doi.org/10.3389/feduc.2022.867113

Guskey, T. R., & Yoon, K. S. (2009). What Works in Professional Development? Phi Delta Kappan, 90(7), 495–500. https://doi.org/10.1177/003172170909000709

Karousiou, C., Vrikki, M., & Evagorou, M. (2025). Teachers’ perceptions on introducing sensitive and controversial issues in the classroom. Frontiers in Education, 10, 1481173. https://doi.org/10.3389/feduc.2025.1481173

Kemmis, S., McTaggart, R., & Nixon, R. (2014). The Action Research Planner: Doing Critical Participatory Action Research. Springer Singapore. https://doi.org/10.1007/978-981-4560-67-2

Lee, C. B., Albedah, F., & Liu, W. (2023). Research-Based Principles for Case-Based Learning for Teachers’ Professional Development. In C. L. G. Quek & Q. Wang (Eds.), Designing Technology-Mediated Case Learning in Higher Education (pp. 3–16). Springer Nature Singapore. https://doi.org/10.1007/978-981-19-5135-0_1

Morales, M. P. E. (2016). Participatory Action Research (PAR) cum Action Research (AR) in Teacher Professional Development: A Literature Review. International Journal of Research in Education and Science, 2(1), 156–165. https://doi.org/10.21890/ijres.01395

Noe, W., Abdullah, O. M., Tanshzil, S. W., Pangalila, T., Bunta, A. F., & Sarina. (2026). Integrated multicultural-inclusive-peace-Islamic pedagogy: an empirical model of value internalization in an Indonesian Islamic school. Frontiers in Education, 11, 1760579. https://doi.org/10.3389/feduc.2026.1760579

Pashby, K., & da Costa, M. (2021). Interfaces of critical global citizenship education in research about secondary schools in ‘global North’ contexts. Globalisation, Societies and Education, 19(4), 379–392. https://doi.org/10.1080/14767724.2021.1904213

Permendikdasmen Nomor 10 (2025). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/Download/383163/Permendikdasmen-no-10-tahun-2025.pdf

Raihani, R., Issabekova, G., Maulana, T., & Abdrakhman, G. (2025). Multicultural Education in Indonesia’s “Merdeka” Curriculum. Journal of Education Culture and Society, 16(1), 413–432. https://doi.org/10.15503/jecs2025.2.413.432

Reilly, J., & Niens, U. (2014). Global citizenship as education for peacebuilding in a divided society: structural and contextual constraints on the development of critical dialogic discourse in schools. Compare: A Journal of Comparative and International Education, 44(1), 53–76. https://doi.org/10.1080/03057925.2013.859894

Santamaría-Cárdaba, N., Gajardo-Espinoza, K., & Cáceres-Iglesias, J. (2024). Global Citizenship Education: A Systematic Review of Educational Research. Educational Process: International Journal, 13(4), 115–131. https://doi.org/10.22521/edupij.2024.134.7

Wang, Y., & Fan, Z. (2025). The Impact of Communities of Practice on Professional Development Among Chinese Teachers: A Mixed-Methods Longitudinal Study. SAGE Open, 15(3), 1–22. https://doi.org/10.1177/21582440251359824

Wulandari, R. T., Jurado De Los Santos, P., & Navío Gámez, A. (2026). Evaluating Reflective Thinking-Based Teacher Training Using Kirkpatrick’s Model: A Multi-Source and Cross-Level Analysis. Education Sciences, 16(6), 837. https://doi.org/10.3390/educsci16060837

Diterbitkan

23-10-2026

Cara Mengutip

Effendi, Y. ., Abdullah, A. ., Azis, M. A. ., Sagita, D. D. ., & Diphda, B. C. . (2026). Penguatan Kapasitas Guru untuk Pendidikan Kewargaan Global Kritis di Sekolah Islam Al-Kautsar, Kota Malang, Jawa Timur. Jurnal Inovasi Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 6(3), 889–902. https://doi.org/10.54082/jippm.1571