Membangun Disposisi Demokratis Anak Usia Sekolah Dasar melalui Pembelajaran Sosial Partisipatif Berbasis Cerita Reflektif, Simulasi Musyawarah, dan Dialog Reflektif di SD Negeri Temas 02, Kota Batu
DOI:
https://doi.org/10.54082/jippm.1537Kata Kunci:
anak usia sekolah dasar, disposisi demokratis, pembelajaran sosial partisipatif, pendidikan kewarganegaraan, penguatan demokrasiAbstrak
Pembelajaran kewarganegaraan di SD Negeri Temas 02 masih didominasi ceramah dan penghafalan, sehingga siswa belum cukup memperoleh pengalaman praktik demokrasi. Program pengabdian ini bertujuan memberi pengalaman pengambilan keputusan kolektif, mendorong refleksi nilai demokrasi, dan mengidentifikasi indikasi awal perilaku demokratis. Pada 31 Juli 2026, 19 siswa kelas 4–5 mengikuti tiga kegiatan: cerita reflektif berbasis kearifan lokal, simulasi pengambilan keputusan melalui musyawarah dan pemungutan suara, serta dialog reflektif. Evaluasi kualitatif menggunakan observasi, catatan lapangan, wawancara informal, jurnal reflektif guru, dan laporan orang tua; data dianalisis secara tematik dan ditriangulasi. Kerangka disposisi Bourdieu dan pembelajaran sosial kognitif Bandura digunakan untuk merancang kegiatan dan membaca temuan. Hasil menunjukkan 12 peserta (63%) berani menyampaikan pendapat, 15 (79%) mendengarkan pendapat orang lain, 14 (74%) menyelesaikan konflik melalui musyawarah, 13 (68%) menerima keputusan kolektif, dan 10 (53%) menunjukkan tanggung jawab kolektif. Angka ini merupakan ringkasan indikatif penilaian kualitatif, bukan bukti perubahan kausal. Temuan mendukung tindak lanjut bersama sekolah dan keluarga; durasi satu hari dan ketiadaan pengukuran sebelum-sesudah membatasi interpretasi.
Referensi
Amelliya, A., & Zainil, M. (2025). Etnosains sebagai sumber kontekstual dalam pendidikan demokrasi pada pembelajaran PPKn tematik SD. Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa, 3(2), 111–119. https://doi.org/10.59581/jmpb-widyakarya.v3i2.5027
Azqia, I. N., Usman, A. T., & Anisah, A. S. (2026). Mengembangkan profil gotong royong dan musyawarah (syura) melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (P5-PPRA) (Penelitian kualitatif deskriptif di kelas V MIN 2 Garut Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut). Advances in Education Journal, 2(5), 205–220. https://journal.al-afif.org/index.php/aej/article/view/1074
Bahri, A. S., & Herliana, K. (2026). Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam meningkatkan civic society di tingkat sekolah dasar. PEDAGOGIK: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 14(1), 1–12. https://doi.org/10.33558/pedagogik.v14i01.12218
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.
Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice Hall.
Bourdieu, P. (1984). Distinction: A social critique of the judgement of taste. Harvard University Press.
Bourdieu, P., & Wacquant, L. J. D. (1992). An invitation to reflexive sociology. University of Chicago Press.
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng. (2024). Pendidikan demokrasi pada anak. https://disdikpora.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/pendidikan-demokrasi-pada-anak-63
Gallart, C., & Castellví, J. (2025). Teachers’ and students’ perceptions of learning decision-making and democratic participation in school: A case study in Catalonia. Critical Education, 16(4), 44–64. https://doi.org/10.14288/ce.v16i4.187077
Gandamana, A., Fathurrohman, & Nurhayati. (2025). The effect of make-a-match cooperative model on elementary school civic lectures reviewed from students’ critical and democratic thinking. Indonesian Research Journal in Education (IRJE), 9(01), 217–230. https://doi.org/10.22437/irje.v9i01.42595
Hae, V., Mursalim, M., & Simatupang, E. W. (2026). Peran guru dalam membentuk karakter gotong royong siswa kelas II melalui pembelajaran PPKn di sekolah dasar. JIKAP PGSD, 10(1). https://doi.org/10.26858/jkp.v10i1.82401
Hamidaturrohmah, H., & Faidah, N. (2026). Strengthening elementary school students’ civic disposition through gamified NoHaKi e-module in Pancasila education. Jurnal Gentala Pendidikan Dasar, 11(1), 15–30. https://doi.org/10.22437/gentala.v11i1.52754
Hidayat, M. T., & Hazima, A. A. (2026). Systematic comparison of civics learning models in elementary schools: Indonesia versus Finland. Journal of Teaching and Learning, 20(1), 84–100. https://doi.org/10.22329/jtl.v20i1.9344
Khasanah, A. N., & Adi, F. P. (2026). Implementasi kearifan lokal dalam P5 sebagai upaya pembentukan karakter kewarganegaraan. Didaktika Dwija Indria, 14(1), 130–139. https://doi.org/10.20961/ddi.v14i1.104816
KPU Kabupaten Indramayu. (2025). Keluarga sebagai sekolah pertama dalam pendidikan pemilih. https://kab-indramayu.kpu.go.id/blog/read/10139_keluarga-sebagai-sekolah-pertama-dalam-pendidikan-pemilih
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Mariana, F., & Andriani, A. (2025). Strengthening of civic disposition through cooperative learning methods. Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 25, 564–572. https://pdfs.semanticscholar.org/9a79/7b3ce95aafb8a687c6617be1f815142e8919.pdf
Marsh, M. M., Kenyon, E. A., Cardy, T., & West, E. M. (2020). That’s my voice! Participation and democratic citizenship in the early childhood classroom. Democracy & Education, 28(2), 1. https://doi.org/10.65214/2164-7992.1479
Munazahro, N., & Utomo, A. C. (2026). Implementation of the Joyful Problem-Based Learning Model in Fostering a Sense of Responsibility and Critical Thinking Among Fifth-Grade Elementary School Students in Civic Education Classes at Bunderan Public Elementary School in Surakarta. Journal of Educational Sciences, 10(6), 562-579. https://doi.org/10.31258/jes.10.6.p.562-579
Payne, K. A., Hoffman, J. V., & DeJulio, S. (2017). Doing democracy through simulation, deliberation, and inquiry with elementary students. Social Studies Research and Practice, 12(1), 56–69. https://doi.org/10.1108/SSRP-03-2017-0013
Rahmi, M., Saudah, S., & Suryawati, I. (2025). Pengaruh Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) terhadap pengembangan karakter gotong royong pada siswa SD Negeri Lamlheu Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Nusantara, 2(2). https://doi.org/10.64958/jipn.v2i2.96
Santoso, E. (2025). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam musyawarah desa Wareng Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur. Universitas Terbuka.
Schulz, W., Ainley, J., Fraillon, J., Losito, B., Agrusti, G., & Friedman, T. (2025). Education for citizenship in times of global challenge: IEA International Civic and Citizenship Education Study 2022 international report. Springer Nature. https://doi.org/10.1007/978-3-031-65603-4
Subiyanto, H., & Karsadi. (2025). Penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) melalui permainan tradisional untuk meningkatkan pengetahuan kewarganegaraan pada siswa kelas V SDN 4 Wawotobi. SELAMI IPS, 18(2), 355–346. https://doi.org/10.36709/selami.v18i2.232
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Wimbawati, P. K. A., Sanjaya, D. B., & Swastika, I N. (2025). Pembelajaran PKn membangun karakter menyulut kesadaran politik sejak usia pendidikan dasar. Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan, 5(7), 1. https://doi.org/10.17977/um065.v5.i7.2025.1
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 George Towar Ikbal Tawakkal, Andi Setiawan, Tanazza Zalsabella Firsty

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



