Pemberdayaan Pembatik Melalui Focus Group Discussion sebagai Upaya Penguatan Bisnis dan Kekayaan Intelektual Batik Manes Anculai

Penulis

  • Yudha Rifal Kelana Teknik Informatika, Fakultas Teknik dan Teknologi Kemaritiman, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia
  • Widya Puspita Sulistya Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia
  • Allisa Putri Henandel Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia
  • Aprillia Zarina Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia
  • Dela Dinawaty Tampubolon Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia
  • Jesica Anatasya Siahaan Ilmu Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia
  • Jhon Williams Hutabarat Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik dan Teknologi Kemaritiman, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia
  • Ridho Siahaan Ilmu Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia
  • Aura Panca Athaya Krishanda Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia
  • Elvina Febiarisah Ilmu Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia
  • Reza Gemilang Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jippm.1497

Kata Kunci:

Desa Ekang Anculai, Ekosistem Batik, Indikasi Geografis, Pemberdayaan Ekonomi, Rumah Batik Bintan

Abstrak

Desa Ekang Anculai di Kabupaten Bintan memiliki potensi ekonomi kreatif berbasis motif batik “Manes Anculai”, namun keterampilan membatik yang telah diperoleh 50 warga melalui pelatihan berisiko terhenti akibat keterbatasan modal, alat produksi, dan minimnya perlindungan hukum kekayaan intelektual. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membangun ekosistem “Kampung Batik” yang berkelanjutan melalui Rumah Batik Bintan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memfasilitasi penguatan ekosistem Rumah Batik Bintan melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan solusi produksi, pembiayaan, dan pelindungan kekayaan intelektual.  Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan sekitar 50 alumni pembatik serta 10 pemangku kepentingan multisektor, yaitu Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP), Dinas Pariwisata, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM, serta Bank BPR Bintan. Hasil kegiatan menunjukkan tersusunnya strategi pengembangan terpadu berupa penguatan perlindungan hukum melalui Indikasi Geografis dan pendaftaran hak cipta motif “Batik Manes”, perolehan informasi terkait skema pinjaman bunga 0% serta peluang integrasi pemasaran digital sebagai acuan pengembangan, perumusan permohonan CSR alat produksi kepada pihak perbankan sebagai rencana tindak lanjut konkret, serta penataan sistem produksi berbasis rumah tangga yang terhubung dengan Rumah Batik Bintan. Hasil ini menunjukkan bahwa FGD berhasil membuka akses informasi dan kolaborasi lintas sektor dalam mentransformasikan keterampilan membatik masyarakat menjadi penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.

Referensi

Aisyah, S., Maulana, A. M. R., Hutasuhut, M. A., Lubis, M. I., Nabila, V. S., Rizkia, A., & Ananda. F. D. (2023). “Pengabdian Masyarakat Pada Umkm Toko Baju Rizky Central Pasar Dalam Mengimplementasikan Teknologi Marketplace Facebook.” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara 3(2): 1643–57. https://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/jpkm/article/view/645/491

Anggraeni, A. D., Santoso, B., & Prabandari, A. P. (2021). Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (Hki) Pada Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (Umkm) Di Bidang Pengrajin Batik Dan Kuliner. 14, 650–665. https://doi.org/10.14710/nts.v14i2.43711

Fuadi, D. S., Akhyadi, A. S., & Saripah, L. (2021). Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Systematic Review: Strategi Pemberdayaan Pelaku Umkm Menuju Systematic Review: Strategies For Empowering Umkm Subject Toward A. 1, 1–13. https://doi.org/10.21831/diklus.v5i1.37122

Gustia Rizki, S., & Hurriyati, D. (2025). Focus Group Discussion Untuk Meningkatkan Motivasi Terhadap Kelelahan Pada Pelaku Umkm Di Desa Tanjung Tambak. Bernas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 1187–1193. https://doi.org/10.31949/jb.v6i2.12468

Hasanuddin, M., Rizki, C. A., Khodijah, S., & Prayoga, A. A. (2025). Pemberdayaan Umkm Melalui Pelatihan Digital Marketing Dan Desain Konten Media Sosial. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak (Jupemba), Volume 1 N, 107–114. https://doi.org/10.64803/jupemba.v1i3.60

Hawa S. D., Raharja, M. C., & Rianto, S. (2023). Pengaruh Transformasi Digital Terhadap Keberlanjutan Bisnis UMKM Batik Banyumas Melalui Kinerja Pemasaran Sebagai Variabel Mediasi. Jurnal Sistem Informasi Dan Teknologi Peradaban, 4(1), 40–44. https://doi.org/10.58436/jsitp.v4i1.1607

Istanti, E., Nuroini, I., & Kusumo Negoro, R. M. B. (2025). Merancang Strategi Digitalisasi Umkm Didesa: Pendekatan Partisipatif Di Desa Terik, Sidoarjo. Semeru: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 178–187. https://doi.org/10.55499/semeru.v2i1.1547

Jumartin, R. H., Erfinda, Y., & Fitra, M. (2024). Pendampingan Pembuatan Paket Wisata Memancing Tradisional Sebagai Daya Tarik Wisata Berkelanjutan Di Desa Wisata Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, Daerah Khusus Jakarta. Satwika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 23–37. https://doi.org/10.21009/satwika.040103

Novri, B., Suriyanti E., Winanto, B., Nurmalasari. (2025). “Pelatihan Digital Marketing Umkm Dan Focus Group Discussion Multi-Stakeholder Diwilayah Perbatasan Jagoi Babang.” Indonesian Community Service Journal Of Computer Science 2(1): 36–39. https://doi.org/10.31294/indocoms.v2i1.10600

Nurfikhasari, D. P., & Santoso, B. (2023). Analisis Yuridis Batik Pekalongan Sebagai Produk Indikasi Geografis. 16, 1107–1120. https://doi.org/10.14710/nts.v16i2.44641

Nurrohmah, L. (2026). Analisis Preferensi Pedagang Pasar Tumenggungan Kabupaten Kebumen Dalam Memilih Peminjaman Kredit Usaha Rakyat (Kur) Sebagai Sumber Permodalan Usaha.

Pradana, M. R. A., Parela, E., Putra, N. P., & Junaidi. (2024). Dampak Transformasi Digital Pada Kinerja Umkm Di Indonesia. Ekonomi, Manajemen Dan Bisnis. 8(1). https://doi.org/10.61401/relevansi.v8i1.112

Rahmawati, Kurniadi, E., Rikah, Nurlaela, S., Rudianto, Handayani, S. R., & Arifah, S. (2023). Creativepreneurship Umkm Batik Lasem Rembang, Peningkatan Kapasitas Usaha Melalui Kualitas Produksi Dan Pemasaran Digital. Jurnal Budimas, Volume 5 N. https://doi.org/10.24176/mjlm.v6i1.10897

Sa’diyah, H., Anliwiarta, Z., Surya, E. A., & Naurah, J. (2024). Pemberdayaan Umkm Batik Melalui Edukasi Pemasaran Digital. Volume 7 N, 1723–1729. https://doi.org/10.31604/jpm.v7i5.1723-1729

Sianturi, F., Hidayat, A., Handayani, A., Aiza, F., & Pradina, O. (2025). Pemberdayaan Umkm Melalui Sosialisasi Media Promosi Visual Dan Digital Di Desa Sri Bintan Kepulauan Riau. 4(2), 7497–7505. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.2747

Widdiyanti, Yulimarni, Ditto, A., & Rahmi, H. (2026). Pelatihan Membatik sebagai Strategi Penguatan IKM Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Abdidas, 7(3), 328–335. https://doi.org/10.31004/abdidas.v7i3.1350

Diterbitkan

18-09-2026

Cara Mengutip

Kelana, Y. R., Sulistya, W. P., Henandel, A. P., Zarina, A., Tampubolon, D. D., Siahaan, J. A., Hutabarat, J. W., Siahaan, R., Krishanda, A. P. A., Febiarisah, E., & Gemilang, R. (2026). Pemberdayaan Pembatik Melalui Focus Group Discussion sebagai Upaya Penguatan Bisnis dan Kekayaan Intelektual Batik Manes Anculai. Jurnal Inovasi Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 6(3), 663–674. https://doi.org/10.54082/jippm.1497