Penguatan Pelayanan Administrasi melalui Integrasi SOP dan Digitalisasi di Desa Jangan-Jangan, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan

Penulis

  • Eljihad Akbari Syukriah Mathory Administrasi Bisnis Sektor Publik, Administrasi Pembangunan Negara, Manajemen Sumber Daya Manusia Aparatur, Politeknik STIA LAN Makassar, Indonesia
  • Isra Wulandari Administrasi Bisnis Sektor Publik, Administrasi Pembangunan Negara, Manajemen Sumber Daya Manusia Aparatur, Politeknik STIA LAN Makassar, Indonesia
  • Aldi Nur Aiman Administrasi Bisnis Sektor Publik, Administrasi Pembangunan Negara, Manajemen Sumber Daya Manusia Aparatur, Politeknik STIA LAN Makassar, Indonesia
  • Adzhani Nur Sadrina Kamaruddin Administrasi Bisnis Sektor Publik, Administrasi Pembangunan Negara, Manajemen Sumber Daya Manusia Aparatur, Politeknik STIA LAN Makassar, Indonesia
  • Dliya Ramadhani Administrasi Bisnis Sektor Publik, Administrasi Pembangunan Negara, Manajemen Sumber Daya Manusia Aparatur, Politeknik STIA LAN Makassar, Indonesia
  • Rezki Ramadani Administrasi Bisnis Sektor Publik, Administrasi Pembangunan Negara, Manajemen Sumber Daya Manusia Aparatur, Politeknik STIA LAN Makassar, Indonesia
  • Muh. Fery Salam Administrasi Bisnis Sektor Publik, Administrasi Pembangunan Negara, Manajemen Sumber Daya Manusia Aparatur, Politeknik STIA LAN Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jippm.1487

Kata Kunci:

digitalisasi desa, Google Form, pelayanan publik, QR Code, SOP

Abstrak

Pelayanan publik desa memerlukan prosedur kerja yang jelas sekaligus pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kondisi lokal. Desa Jangan-Jangan, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, menghadapi persoalan belum optimalnya penerapan SOP pelayanan administrasi dan masih manualnya pengajuan layanan serta absensi aparatur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat pelayanan melalui pembaruan SOP yang telah tersedia dan digitalisasi sederhana menggunakan Google Form, Google Spreadsheet, dan QR Code. Pendekatan partisipatif dilakukan melalui observasi, identifikasi kebutuhan, wawancara, telaah dokumen, pembaruan SOP, perancangan sistem, implementasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menghasilkan dua SOP prioritas, yaitu SOP Surat Keterangan Tidak Mampu dan SOP Surat Keterangan Kematian, serta sistem digital untuk pengajuan administrasi dan absensi aparatur. Evaluasi awal menunjukkan seluruh indikator keterpakaian sistem tercapai: formulir dapat digunakan, data dapat dikelola, QR Code dapat diakses, dan absensi digital dapat digunakan aparatur. Hasil ini menunjukkan bahwa digitalisasi lebih berkelanjutan ketika dibangun di atas proses kerja yang terstandar dan kapasitas aparatur yang memadai.

Referensi

Ahwani, M., Sihombing, W. L., & Nofiana, T. (2025). Sosialisasi aplikasi pelayanan Desa Jawilan melalui pemasangan QR Code di lingkungan warga. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bangsa, 3(6), 3116–3122.

Aidin, M. (2025). Transformasi digital administrasi desa melalui sistem informasi desa: Kajian pustaka tentang faktor pendukung dan penghambat. Nusantara Journal of Multidisciplinary Science, 2(8), 1661–1674.

Alkadafi, M., Rachmad, F., & April, M. (2025). Digitalisasi administrasi pemerintahan desa: Upaya meningkatkan pelayanan publik di Desa Sungai Pinang. Jurnal SOLMA, 14(3). https://doi.org/10.22236/solma.v14i3.19881

Ariyandi, H. Z., & Handayani, A. N. (2022). Peran penggunaan teknologi QR Code untuk meningkatkan keterhubungan dan efisiensi masyarakat menuju era. Jurnal Inovasi Teknik dan Edukasi Teknologi, 2(7), 299–306. https://doi.org/10.17977/um068v1i72022p299-306

de Fretes, J., Muhtar, & Abdul Rasyid, S. B. (2026). DigiDes dan reorientasi tata kelola pemerintahan desa menuju pelayanan publik digital yang inklusif di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora. https://doi.org/10.63822/ma1s8x37

Endya, C. T., Manik, J. D. N., Mareta, L., & Santoso, Y. P. (2024). Merancang sistem Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan publik berbasis good governance di Desa Karya Makmur, Pemali. Jurnal Besaoh, 4(2), 67–73. https://doi.org/10.33019/besaoh.v4i02.5690

Harjianto, H., & Sari, A. R. (2024). Penerapan prinsip-prinsip good governance oleh pemerintahan Desa Buluagung Siliragung Banyuwangi dalam pelayanan publik. HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, 16(2), 43–52. https://doi.org/10.52166/humanis.v16i2.6651

Hilmi, A. N., et al. (2024). Pelatihan penyusunan Standar Operasional Prosedur administrasi pemerintahan untuk optimalisasi pelayanan publik desa. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 2374–2381. https://doi.org/10.31004/cdj.v5i1.25892

Ikhsan, A. N., Alifian, R. S., & Astri, D. N. (2022). Pelatihan penggunaan Google Form dan Google Drive untuk meningkatkan kualitas pelayanan administrasi di Desa Karangnangka. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 6, 1199–1202.

Lilis, & Rijali, S. (2025). Implementasi program digitalisasi desa dalam meningkatkan pelayanan publik pada Desa Maburai Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong. JAPB, 8(2), 1165–1181. https://doi.org/10.35722/japb.v8i2.1272

Maireza, M., Wulandari, A., & Hidayah, D. (2024). Media digital untuk manajemen pengarsipan surat dinamis desa Kabupaten Tanah Laut. Jurnal Inovasi Terapan Abdimas, 1(1).

Prabowo, A., et al. (2024). Digital Sensus: Perancangan sistem informasi layanan desa berbasis web. Jurnal Riset dan Aplikasi Mahasiswa Informatika, 5(2), 387–395.

Rifdan, Haerul, Sakawati, H., & Yamin, M. N. (2024). Analisis penerapan e-government dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kecamatan Tallo Kota Makassar. Governance and Politics, 4(1), 49–61.

Silva, N. N., & Rosdiana, W. (2025). Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan publik di Kelurahan Tambaksari. Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan, 3(2).

Supyan, I. S., & Fadilah, D. N. (2025). Analisis implementasi digitalisasi desa sebagai upaya efisiensi pelayanan publik di Desa Patrolsari Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(6). https://doi.org/10.56799/jceki.v4i6.11028

Susanto, H., Rosita, H., Hidayat, R., Fuady, M., & Rachmawati, I. A. K. (2025). Peningkatan layanan desa melalui penyusunan standar prosedur operasional (SOP) di Desa Ngemplak Klaten. Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat, 3(4), 48–55. https://doi.org/10.58290/jupemas.v3i4.354

Suyitno, S., Yunfha, T., & Agustina, E. (2026). Digital public service implementation through the SiKawan Cloud Office System: Evidence from a village government in Banyuwangi, Indonesia. Contemporary Public Administration Review, 4(1), 18–47. https://doi.org/10.26593/copar.v4i1.10625

Syafarudin, S., & Haris, A. (2025). Digital transformation in public services: A study of e-government implementation in Indonesia. International Journal of Law and Society, 2(4), 169–179. https://doi.org/10.62951/ijls.v2i4.797

Wahyiah, I. R. (2026). Tata kelola pemerintahan desa dalam implementasi pelayanan publik berbasis digital. Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi, 15(1), 116–127. https://doi.org/10.33592/jiia.v15i1.8513

Yanti, O., Gultom, D. S., Irawan, C., Zaadah, S., & Saputri, E. (2025). Digitalisasi desa dalam meningkatkan efektivitas pelayanan publik di Desa Sungai Baung Kecamatan Pengabuan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3), 153–162. https://doi.org/10.55606/nusantara.v5i3.6197

Yunas, N. S., Hakim, A. I., & Pohan, I. A. (2023). Triple disruption dan percepatan akselerasi transformasi digital di desa: Studi inovasi kebijakan Smart Kampung di Banyuwangi. Matra Pembaruan: Jurnal Inovasi Kebijakan, 7(2), 87–97. https://doi.org/10.21787/mp.7.2.2023.87-97

Diterbitkan

18-09-2026

Cara Mengutip

Mathory, E. A. S. ., Wulandari, I. ., Aiman, A. N. ., Kamaruddin, A. N. S. ., Ramadhani, D. ., Ramadani, R. ., & Salam, M. F. . (2026). Penguatan Pelayanan Administrasi melalui Integrasi SOP dan Digitalisasi di Desa Jangan-Jangan, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Jurnal Inovasi Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 6(3), 649–662. https://doi.org/10.54082/jippm.1487