Pemberdayaan Santri melalui Pelatihan Penggunaan Formulir DeSkab untuk Meningkatkan Pengetahuan tentang Deteksi Dini Skabies di Pondok Pesantren Hidayatullah Al Muhajirin, Bangkalan
DOI:
https://doi.org/10.54082/jippm.1447Kata Kunci:
DeSkab, deteksi dini, edukasi kesehatan, skabies, santri, pesantrenAbstrak
Skabies merupakan penyakit kulit menular yang dapat mudah menyebar pada lingkungan dengan kepadatan hunian tinggi, termasuk pondok pesantren. Pengenalan tanda dan gejala serta pemahaman mengenai deteksi dini diperlukan untuk mendukung upaya pencegahan penularan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santri mengenai deteksi dini skabies melalui edukasi dan pelatihan penggunaan formulir DeSkab di Pondok Pesantren Hidayatullah Al Muhajirin, Bangkalan. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Juni 2026 dengan melibatkan 40 santri berusia 15–18 tahun. Intervensi terdiri atas edukasi mengenai skabies dan pelatihan penggunaan formulir DeSkab yang dilanjutkan dengan evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Distribusi selisih skor pretest dan posttest diperiksa menggunakan uji Shapiro–Wilk dan menunjukkan distribusi yang tidak normal, sehingga perubahan skor dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 91,00 ± 16,61 sebelum kegiatan menjadi 96,00 ± 13,17 setelah kegiatan. Analisis menunjukkan terdapat perbedaan skor pengetahuan yang bermakna antara sebelum dan sesudah kegiatan (p = 0,021). Meskipun demikian, skor awal yang sudah tinggi dan median skor sebesar 100 menunjukkan kemungkinan ceiling effect, sehingga peningkatan skor perlu diinterpretasikan secara hati-hati. Selain itu, desain satu kelompok tanpa kelompok pembanding dan evaluasi segera setelah kegiatan belum memungkinkan penarikan kesimpulan mengenai peningkatan keterampilan deteksi secara langsung maupun perubahan perilaku jangka panjang. Edukasi dan pelatihan penggunaan formulir DeSkab dapat menjadi strategi awal untuk memperkuat pengetahuan santri mengenai deteksi dini skabies. Evaluasi selanjutnya perlu mencakup observasi keterampilan penggunaan DeSkab dan pengukuran tindak lanjut untuk menilai retensi pengetahuan serta penerapannya dalam kegiatan kesehatan pesantren.
Referensi
Andriawan, N. D., & Cahyawari, D. (2024). Pengetahuan santri tentang skabies, cara penularan, dan pencegahannya di Pondok Pesantren X, Bogor, Jawa Barat. Majalah Kedokteran, 39(1), 3–6. https://doi.org/10.33541/mk.v39i1.5750
Avidah, A., Krisnarto, E., & Ratnaningrum, K. (2019). Faktor risiko skabies di pondok pesantren konvensional dan modern. Herb-Medicine Journal, 2(2), 58–63. https://doi.org/10.30595/hmj.v2i2.4496
Chandler, D. J., & Fuller, L. C. (2019). A review of scabies: An infestation more than skin deep. Dermatology, 235(2), 79–90. https://doi.org/10.1159/000495290
Efendi, R., Adriansyah, A. A., & Ibad, M. (2020). Hubungan personal hygiene dengan kejadian scabies pada santri di pondok pesantren. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(2), 25–28. https://doi.org/10.26714/jkmi.15.2.2020.25-28
Engelman, D., Fuller, L. C., Steer, A. C., & International Alliance for the Control of Scabies Delphi Panel. (2018). Consensus criteria for the diagnosis of scabies: A Delphi study of international experts. PLoS Neglected Tropical Diseases, 12(5), e0006549. https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0006549
Farhany, F. F., Ichwan, I., Putri, F. A. S. E., Hayatli, M. E., Stiana, D., Rinonce, H. T., Kusumawati, H. I., & Dewi, S. T. (2024). Improving personal hygiene practices through health cadre training: A case study in a boarding school. Berita Kedokteran Masyarakat, 40(12), e17915. https://doi.org/10.22146/bkm.v40i12.17915
Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (Eds.). (2015). Health behavior: Theory, research, and practice (5th ed.). Jossey-Bass.
Hay, R. J., Johns, N. E., Williams, H. C., Bolliger, I. W., Dellavalle, R. P., Margolis, D. J., Marks, R., Naldi, L., Weinstock, M. A., Wulf, S. K., Michaud, C., Murray, C. J. L., & Naghavi, M. (2014). The global burden of skin disease in 2010: An analysis of the prevalence and impact of skin conditions. Journal of Investigative Dermatology, 134(6), 1527–1534. https://doi.org/10.1038/jid.2013.446
Hidayat, L. H., Aini, S. R., Hidajat, D., & Pratama, I. S. (2020). Peningkatan pengetahuan dan pemeriksaan skabies santri Pondok Pesantren Nurul Islam Sekarbela. Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 16(2), 213–222. https://doi.org/10.20414/transformasi.v16i2.2652
Karimkhani, C., Colombara, D. V., Drucker, A. M., Norton, S. A., Hay, R., Engelman, D., Steer, A., Whitfeld, M., Naghavi, M., & Dellavalle, R. P. (2017). The global burden of scabies: A cross-sectional analysis from the Global Burden of Disease Study 2015. The Lancet Infectious Diseases, 17(12), 1247–1254. https://doi.org/10.1016/S1473-3099(17)30483-8
Kekalih, A., Widaty, S., & Friska, D. (2024). Empowering nonmedical personnel to detect scabies in endemic area using DeSkab instrument: A diagnostic study. Journal of General-Procedural Dermatology & Venereology Indonesia, 8(1), 5–10. https://doi.org/10.7454/jdvi.v8i1.1170
Romani, L., Steer, A. C., Whitfeld, M. J., & Kaldor, J. M. (2015). Prevalence of scabies and impetigo worldwide: A systematic review. The Lancet Infectious Diseases, 15(8), 960–967. https://doi.org/10.1016/S1473-3099(15)00132-2
Schneider, S., Wu, J., Tizek, L., Ziehfreund, S., & Zink, A. (2023). Prevalence of scabies worldwide—An updated systematic literature review in 2022. Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology, 37(9), 1749–1757. https://doi.org/10.1111/jdv.19167
Widaty, S., Kekalih, A., Bramono, K., Sari, S. M., Darmawan, I., & Friska, D. (2025). Scabies training for improving non-medical personnel knowledge in high-risk population in Indonesia. eJournal Kedokteran Indonesia, 12(3), 245–250. https://doi.org/10.23886/ejki.12.635.245
World Health Organization. (2023). Scabies. World Health Organization.
Yulfi, H., Zulkhair, M. F., & Yosi, A. (2022). Scabies infection among boarding school students in Medan, Indonesia: Epidemiology, risk factors, and recommended prevention. Tropical Parasitology, 12(1), 34–40. https://doi.org/10.4103/tp.tp_57_21
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Maria Ulfa, Meidyta Sinantryana Widyaswari, Winawati Eka Putri , Yuriske Agnovianto, Zahra Xaveria Fidella Ilmanafi, Kanaka Deshi Nilakandi Pamuji, Muhammad Aqil Siroj Jazuli, Zainul Hadi Wildan Ismail, Khuzaimah Nur Juhanifah Rihhadatulys, Elysia Rahmawati

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



