Penerapan Pelatihan Asertivitas pada Anak-anak yang Mengalami Peer Victimization di RPTRA
DOI:
https://doi.org/10.54082/ijpm.1266Kata Kunci:
asertivitas, peer victimization, pelatihan asertivitas, intervensi berbasis permainan, anak usia sekolahAbstrak
Peer victimization merupakan salah satu permasalahan sosial yang sering dialami anak usia sekolah dan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan emosional serta sosial mereka. Kondisi ini dapat menyebabkan rendahnya asertivitas sehingga anak menjadi lebih rentan dalam interaksi sosial. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan asertivitas anak usia sekolah dasar yang mengalami peer victimization melalui pelatihan asertivitas berbasis permainan di RPTRA Amanah Bunda, Jakarta Barat. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga sesi dengan melibatkan lima peserta yang teridentifikasi mengalami peer victimization, sementara seluruh rangkaian kegiatan diikuti oleh sembilan anak. Evaluasi program dilakukan menggunakan Peer Victimization Scale dan Rathus Assertiveness Scale (RAS) melalui metode pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor asertivitas peserta setelah mengikuti pelatihan. Rata-rata skor asertivitas meningkat dari 10,00 pada pre-test menjadi 61,80 pada post-test. Peserta dengan tingkat peer victimization tertinggi juga menunjukkan peningkatan asertivitas yang paling besar. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan asertivitas berbasis permainan dapat menjadi salah satu alternatif intervensi yang efektif untuk meningkatkan perilaku asertif anak serta mendukung terciptanya lingkungan sosial yang lebih positif.
Referensi
Asiyah, B. (2023). Mencegah bullying melalui roleplay EMAS (Empati dan Asertif). Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming, *6*(2), 386-392. https://doi.org/10.30591/japhb.v8i3.8408
Damra, H. R., Wahyuningsih, H., & Rahcmawati, M. A. (2020). Pengaruh pelatihan keterampilan sosial untuk menurunkan tingkat peer victimization pada siswa di SMPN “X” Yogyakarta. Jurnal Intervensi Psikologi, 10(1), 25-38.
Ella Andhany, Dina Selvia, Fara Syifa Nabila Siregar, Nuria Ulfah Lubis, & Sahrul Romadona. (2024). Sosialisasi bahaya bullying di SDN 106840 Kampung Benar Dusun VI Kota Pari Kecamatan Pantai Cermin. Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 3(4), 1-6.
Imanniar, O., & Mastuti, E. (2025). Optimalisasi perkembangan sosial-emosional pada anak dengan reticent behavior melalui play skills: Social skills facilitated play. Psikoislamedia: Jurnal Psikologi, 10(1), 37–50. https://doi.org/10.22373/psikoislamedia.v10i1.28425
Izzatie, B. N., & Aulia, Q. (2021). Peran konsep diri terhadap perilaku asertif anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas 1 Kutoarjo. Journal of Correctional Issues, 4(2), 85–94.
Kristanti, E. P., & Andromeda, N. (2018). Mengapa Saya Tidak Asertif? Tinjauan Asertivitas dari Tingkat Self-Esteem Mahasiswa. Psikovidya, 22(1), 86–99.
Mansyur, Z. (2021). Pola penanganan perilaku bullying pada sekolah dasar. JIVA: Journal of Behavior and Mental Health, 2(2), 180-189. http://dx.doi.org/10.30984/jiva.v2i2.1770
Nafwari, L. F., & Qudsyi, H. (2024). Efektivitas pelatihan asertivitas untuk meningkatkan harga diri korban bullying. Jurnal Intervensi Psikologi, 16(2), 245–260. https://doi.org/10.20885/intervensipsikologi.vol16.iss2.art7
Papalia, D. E., & Martorell, G. (2021). Experience human development (14th ed.). McGraw-Hill Education.
Parapat, V. N., & Royanto, L. R. (2018). Efektivitas Program Pelatihan untuk Meningkatkan Perilaku Asertif dan Perilaku Pembela pada Situasi Perundungan Sekolah Dasar Kelas V. Jurnal Psikogenesis, *6*(2), 130–144. https://doi.org/10.24854/jps.v6i2.696
Pimentel, F. de O., Della Méa, C. P., & Dapieve Patias, N. (2020). Victims of bullying, symptoms of depression, anxiety and stress, and suicidal ideation in teenagers. Acta Colombiana de Psicología, 23(2), 230–240. https://doi.org/10.14718/ACP.2020.23.2.9
Pusiknas Polri. (2025, Desember 5). Data gabungan: Jumlah kasus perundungan naik dua kali lipat. Pusat Informasi dan Komunikasi Nasional Kepolisian Negara Republik Indonesia. https://pusiknas.polri.go.id/detail_artikel/data_gabungan:_jumlah_kasus_perundungan_nai k_dua_kali_lipat
Rahma, G. N., Fradianto, I., Neri, E. I., & Fauzan, S. (2023). Edukasi bahaya bullying pada anak sekolah dasar. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(5), 1664-1667.
Salau, O., et al. (2023). Play-based interventions in child psychology: A review of effectiveness.
Journal of Child Development Research, 15(1), 1–18.
Syaodih, E., & Handayani, H. (2017). Developing assertive ability of young children as a countermeasure effort for bullying behaviour. In Proceedings of the 2nd International Conference on Educational Management and Administration (CoEMA 2017) (pp. 163-167). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/icece-16.2017.28
Wurjinem, W. (2020). Strategi peningkatan perilaku asertif melalui pembelajaran bermain peran pada siswa kelas 1 Sekolah Dasar Negeri 5 Kota Bengkulu. JURIDIKDAS: Jurnal Riset Pendidikan Dasar, *3*(1), 95–101. https://doi.org/10.33369/juridikdas.3.1.95-101
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Stevanie Regina, Ezra Manora Glorya Simalango, Bijanca Aufina Diefa, Denrich Suryadi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



