Pendampingan Pengolahan Puding Jagung sebagai Inovasi Pangan Lokal dalam Mendukung Pencegahan Stunting di Desa Kertonegoro, Kabupaten Jember, Jawa Timur
DOI:
https://doi.org/10.54082/ijpm.1114Kata Kunci:
pangan lokal, puding jagung, pelatihan, stunting, edukasi giziAbstrak
Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Desa Kertonegoro yang dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman gizi seimbang serta belum optimalnya pemanfaatan pangan lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan jagung sebagai pangan lokal melalui inovasi puding jagung sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, edukasi gizi, pelatihan, dan pendampingan dengan pendekatan partisipatif. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test serta observasi keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata kenaikan skor lebih dari 20%, serta lebih dari 80% peserta mampu mempraktikkan pembuatan puding jagung secara mandiri. Kegiatan ini juga menunjukkan dampak positif berupa peningkatan kesadaran gizi (perilaku), meningkatnya interaksi dan kerja sama masyarakat (sosial), serta munculnya peluang usaha berbasis pangan lokal (ekonomi). Dengan demikian, pemanfaatan puding jagung sebagai inovasi pangan lokal terbukti efektif dalam mendukung pencegahan stunting dan berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan di masyarakat.
Referensi
Badan Pangan Nasional. (2021). Diversifikasi pangan lokal untuk ketahanan pangan. Jakarta: Bapanas.
FAO. (2018). Sustainable food systems for improved nutrition. Rome: Food and Agriculture Organization.
Hidayati, N., & Prasetyo, B. (2021). Pemanfaatan pangan lokal dalam upaya pencegahan stunting di masyarakat pedesaan. Jurnal Gizi dan Pangan, 16(2), 89–97.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Laporan Status Gizi Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2020). Potensi dan pemanfaatan jagung sebagai pangan lokal. Jakarta: Kementan RI.
Rahman, A., Nurhayati, E., & Sari, D. (2019). Pengaruh edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat tentang gizi seimbang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(3), 567–575.
Smith, L. C., Ruel, M. T., & Ndiaye, A. (2020). Why is child malnutrition lower in urban than in rural areas? Evidence from 36 developing countries. Food Policy, 92, 101–110.
UNICEF. (2020). Improving child nutrition: The achievable imperative for global progress. New York: UNICEF.
WHO. (2021). Levels and trends in child malnutrition. Geneva: World Health Organization.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Nidya Shara Mahardika, Nurul Zafira, Anggela Setiya Putri

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



