Implementasi Permainan Ekspresi Emosi untuk Meningkatkan Kebahagiaan Difabel Ganda di SLB Ganda Daya Ananda Sleman
DOI:
https://doi.org/10.54082/ijpm.1059Kata Kunci:
Difabel ganda, Ekspresi emosi, Kebahagiaan, Permainan edukatifAbstrak
Anak difabel ganda sering mengalami keterbatasan dalam mengenali dan mengekspresikan emosi, yang berdampak pada interaksi sosial dan pengalaman kebahagiaan mereka di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman emosi dan pengalaman kebahagiaan anak difabel ganda melalui permainan ekspresi emosi yang bersifat konkret dan menyenangkan. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode pelatihan dengan pendekatan langsung, meliputi stimulasi pengenalan emosi dasar, aktivitas mewarnai gambar ekspresi emosi, serta penggunaan media pohon emosi sebagai sarana pendampingan. Subjek kegiatan berjumlah empat anak difabel ganda berusia enam tahun di SLB Ganda Daya Ananda. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak dalam mengenali emosi dasar, keberanian mengekspresikan emosi secara nonverbal, serta keterlibatan aktif anak selama proses kegiatan. Selain itu, guru menunjukkan respons yang positif dan terlibat aktif dalam kegiatan dengan penuh antusiasme. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi anak dan lingkungan sekolah, sehingga berpotensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari layanan pendampingan emosional di pendidikan khusus.
Referensi
Amaliah, A., Harahap, N., & Marlina, M. (2025). Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Permainan Papan Emoji. Inovasi Pendidikan Dan Anak Usia Dini, 2(1), 194–202.
Gumilang, G. S. (2017). Metaphor Windows and Mirror Technique in Cooperative Games for Develop Emotional Literacy on Children. GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan Dan Konseling; Vol 7, No 2 (2017)DO - 10.24127/Gdn.V7i2.1006 . https://ojs.fkip.ummetro.ac.id/index.php/bk/article/view/1006
Iwank, K. P., Tumanggor, R. O., & Tasdin, W. (2023). the Meaning of Happiness for People With Physical Disability in Early Adulthood. International Journal of Application on Social Science and Humanities, 1(1), 718–726. https://doi.org/10.24912/ijassh.v1i1.25937
Kellond, V. (2014). Emotion egulation and recognition in individuals with intellectual Disablities.
Munawaroh, S., Zaliyanti, A., & Wijaya, S. (2024). Identifikasi Anak Tunaganda. Jurnal Multidisiplin Inovatif, 8(1), 2246–6110.
Sari, Y. A. R., Khalida, R., Taruna, R., & Suciana, S. (2025). Pelatihan Peningkatan Kemampuan Ekspresi dan Emosi Melalui Playmate bagi Anak Autis. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 10(7), 1715–1721. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v10i7.9086
Seligman, M. E. P., Steen, T. A., Park, N., & Peterson, C. (2005). Positive psychology progress: empirical validation of interventions. The American Psychologist, 60(5), 410–421. https://doi.org/10.1037/0003-066X.60.5.410
Sudjana, D. (2001). Metode dan teknik pembelajaran partisipatif. Falah Production. https://books.google.co.id/books?id=YsAdAAAACAAJ
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Berliana Salsabila Mahastika, Nasywa Agustina, Zulfa Mahiratul Aisyi, Said Hasan Basri, Fitria Hanifa Azzahra

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



