Pemanfaatan Aplikasi Google Forms untuk Pencegahan Wabah Penyakit Demam Berdarah di Permukiman RW 04 Kelurahan Kayuringin Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat

Penulis

  • Rahel Situmorang Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Endrawati Fatimah Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Anindita Ramadhani Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Herika Taki Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Sheilla Megagupita Putri Marendra Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jpmii.593

Kata Kunci:

Aplikasi Google Forms, Demam Berdarah Dengue, Pemantauan Jentik

Abstrak

Mewabahnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) antara lain disebabkan oleh kondisi rumah dan lingkungan yang tidak sehat. Pemerintah sejak tahun 2015 telah mencanangkan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) dengan pemantauan mandiri dan sukarela pada jentik nyamuk Aedes aegypti di dalam dan sekitar rumah.  Sehubungan dengan itu, maka tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk untuk memperkenalkan aplikasi Google Forms dalam meningkatkan pemantauan jentik nyamuk dan mencegah penyebaran DBD di lingkungan padat penduduk serta memudahkan warga melakukan dan melaporkan hasil pemantauan jentik kepada Petugas Jumatik Kelurahan. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada 20 Januari 2024 yang dihadiri oleh 40 peserta di Kantor RW 04, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kota Bekasi. Evaluasi hasil penyuluhan menunjukkan bahwa pemahaman peserta dari sebelum penyuluhan (pretest 23,7% - 78.9%), meningkat setelah penyuluhan (post-test 71,7% - 98,9%). Pengenalan aplikasi Google Forms diikuti 19 peserta (45%) dan berhasil membuat, mengisi dan membuat laporan pemantauan. Kendala yang dihadapi adalah belum terbiasanya peserta lainnya dalam menggunakan aplikasi ini. Kader Jumantik menyatakan akan terus mensosialisasikan penggunaan kepada warganya dan mengusulkan kepada Puskesmas untuk menerapkan penggunaannya dalam lingkup wilayah pelayanannya karena menilai aplikasi ini efisien dan efektif untuk digunakan.

Referensi

Farasari, R. dan Azinar, M. 2018. Model Buku Saku dan Rapor Pemantauan Jentik dalm Meningkatkan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk. Journal of Health Education. 3 (2). https://doi.org/10.15294/jhe.v3i2.23314

Firmandani, A.W., 2016. Pengembangan Jumantik Mandiri dalam Meningkatkan Self Resilience dan Angka Bebas Jentik (ABJ). Journal of Health Education. 1 (1)(2016). http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jhealthedu/

Hamid A., Maliga, I., dan Lestari, A. 2023. Turunkan Populasi Nyamuk Penular Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Sporadik dengan Pemantauan Jentik Berkala. AMMA: Jurnal Pengabdian Masyarakat. 2 (1). ISSN 2828-6634. https://journal.mediapublikasi.id/index.php/amma/ article/view/2075

Maruzi, M. M., Iskandar, D., & Kurniawan, Y. I. (2022). Android-Based Shuttle Order Application Using Framework Flutter. Jurnal Teknik Informatika, 3(2), 465-472.

Menteri Kesehatan. 2010. Peraturan Menetri Kesehatan Nomor 374/MENKES/PER/III/2010 tentang Pengendalian Vektor

Menteri Kesehatan. 2016. Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor PM.01.11/MENKES/591/2016 tentang Pemerantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3 M Plus dengan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik.

Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 05 Tahun 2016 Tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Bekasi Tahun 2015-2035

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan

Priyono, Priyono, et al. 2013. Pengukuran Kualitas Permukiman Hubungannya Dengan Tingkat Kesehatan Masyarakat Di Kecamatan Sragen: Upaya Awal Untuk Peningkatan Kapasitas Masyarakat Dalam Strategi Pengurangan Resiko Penyakit. Geo Edukasi, 2 (1). https://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/GeoEdukasi/article/view/708.

Puspita, Siska. (2023) Tingkat Kerawanan Penyakit Demam Berdarah Dengue di Kota Bekasi.. Sarjana thesis, Universitas Negeri Jakarya. http://repository.unj.ac.id/id/eprint/37273

Ridha, M.R., et al. 2022 Implementasi Model Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dalam Pengendalian Vektor Demam Dengue pada Masyarakat Heterogen. BRIN. Jakarta. https://fliphtml5.com/slobm/yxwl/basic

Syamsir, S dan Daramusseng, A. 2018. Analisis Spasial Efektivitas Fogging di Wilayah Kerja Puskesmas Makroman, kota Samarinda. Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan. 1 (2). ISSN 2621-6507. https://journal.unhas.ac.id/index.php/jnik/article/view/599

Undang-Undang Nomor 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Wahyuni, Y.T. dan Manaf, A. 2016. Partisipasi Masyarakat dan Keberlanjutan Program Gerak Bersemi di Griya Prima Lestari Munthe Kabupaten Kutai timur. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota. 12(4). https://doi.org/10.14710/pwk.v12i4.13511.

Yasmine, K. dan Rahdriawan, M. 2020. Kajian Manfaat Implementasi Program Pamsimas di Desa Pekuncen, Kecamatan Pegandon, kabupaten Kendal. Jurnal Teknik PWK (Perencanaan Wilayah dan Kota). 9 (3). https://doi.org/10.14710/tpwk.2020.28324

Zubaidah, T., Ratodi. M dan Marlinae, L. 2016. Pemanfaatan Informasi Iklim Sebagai Sinyal Peringatan Dini Kasus DBD di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Vektora: Jurnal Vektor dan Reservoir Penyakit, 8 (2). http://dx.doi.org/10.22435/vk.v8i2.4167.99-106

Zulfa A.A., et al. 2021. Faktor yang berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Daerah Endemis Tinggi Kota Semarang. Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat (online). 021 Otk, 1 (2). https://doi.org/10.14710/jrkm.2021.12220

Diterbitkan

12-10-2024

Cara Mengutip

Situmorang, R., Fatimah, E. ., Ramadhani, A. ., Taki, H. ., & Marendra, S. M. P. . (2024). Pemanfaatan Aplikasi Google Forms untuk Pencegahan Wabah Penyakit Demam Berdarah di Permukiman RW 04 Kelurahan Kayuringin Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia, 2(5), 587–594. https://doi.org/10.54082/jpmii.593