Pemanfaatan Aplikasi Google Forms untuk Pencegahan Wabah Penyakit Demam Berdarah di Permukiman RW 04 Kelurahan Kayuringin Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat
DOI:
https://doi.org/10.54082/jpmii.593Kata Kunci:
Aplikasi Google Forms, Demam Berdarah Dengue, Pemantauan JentikAbstrak
Mewabahnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) antara lain disebabkan oleh kondisi rumah dan lingkungan yang tidak sehat. Pemerintah sejak tahun 2015 telah mencanangkan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) dengan pemantauan mandiri dan sukarela pada jentik nyamuk Aedes aegypti di dalam dan sekitar rumah. Sehubungan dengan itu, maka tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk untuk memperkenalkan aplikasi Google Forms dalam meningkatkan pemantauan jentik nyamuk dan mencegah penyebaran DBD di lingkungan padat penduduk serta memudahkan warga melakukan dan melaporkan hasil pemantauan jentik kepada Petugas Jumatik Kelurahan. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada 20 Januari 2024 yang dihadiri oleh 40 peserta di Kantor RW 04, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kota Bekasi. Evaluasi hasil penyuluhan menunjukkan bahwa pemahaman peserta dari sebelum penyuluhan (pretest 23,7% - 78.9%), meningkat setelah penyuluhan (post-test 71,7% - 98,9%). Pengenalan aplikasi Google Forms diikuti 19 peserta (45%) dan berhasil membuat, mengisi dan membuat laporan pemantauan. Kendala yang dihadapi adalah belum terbiasanya peserta lainnya dalam menggunakan aplikasi ini. Kader Jumantik menyatakan akan terus mensosialisasikan penggunaan kepada warganya dan mengusulkan kepada Puskesmas untuk menerapkan penggunaannya dalam lingkup wilayah pelayanannya karena menilai aplikasi ini efisien dan efektif untuk digunakan.
Referensi
Farasari, R. dan Azinar, M. 2018. Model Buku Saku dan Rapor Pemantauan Jentik dalm Meningkatkan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk. Journal of Health Education. 3 (2). https://doi.org/10.15294/jhe.v3i2.23314
Firmandani, A.W., 2016. Pengembangan Jumantik Mandiri dalam Meningkatkan Self Resilience dan Angka Bebas Jentik (ABJ). Journal of Health Education. 1 (1)(2016). http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jhealthedu/
Hamid A., Maliga, I., dan Lestari, A. 2023. Turunkan Populasi Nyamuk Penular Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Sporadik dengan Pemantauan Jentik Berkala. AMMA: Jurnal Pengabdian Masyarakat. 2 (1). ISSN 2828-6634. https://journal.mediapublikasi.id/index.php/amma/ article/view/2075
Maruzi, M. M., Iskandar, D., & Kurniawan, Y. I. (2022). Android-Based Shuttle Order Application Using Framework Flutter. Jurnal Teknik Informatika, 3(2), 465-472.
Menteri Kesehatan. 2010. Peraturan Menetri Kesehatan Nomor 374/MENKES/PER/III/2010 tentang Pengendalian Vektor
Menteri Kesehatan. 2016. Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor PM.01.11/MENKES/591/2016 tentang Pemerantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3 M Plus dengan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik.
Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 05 Tahun 2016 Tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Bekasi Tahun 2015-2035
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan
Priyono, Priyono, et al. 2013. Pengukuran Kualitas Permukiman Hubungannya Dengan Tingkat Kesehatan Masyarakat Di Kecamatan Sragen: Upaya Awal Untuk Peningkatan Kapasitas Masyarakat Dalam Strategi Pengurangan Resiko Penyakit. Geo Edukasi, 2 (1). https://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/GeoEdukasi/article/view/708.
Puspita, Siska. (2023) Tingkat Kerawanan Penyakit Demam Berdarah Dengue di Kota Bekasi.. Sarjana thesis, Universitas Negeri Jakarya. http://repository.unj.ac.id/id/eprint/37273
Ridha, M.R., et al. 2022 Implementasi Model Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dalam Pengendalian Vektor Demam Dengue pada Masyarakat Heterogen. BRIN. Jakarta. https://fliphtml5.com/slobm/yxwl/basic
Syamsir, S dan Daramusseng, A. 2018. Analisis Spasial Efektivitas Fogging di Wilayah Kerja Puskesmas Makroman, kota Samarinda. Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan. 1 (2). ISSN 2621-6507. https://journal.unhas.ac.id/index.php/jnik/article/view/599
Undang-Undang Nomor 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Wahyuni, Y.T. dan Manaf, A. 2016. Partisipasi Masyarakat dan Keberlanjutan Program Gerak Bersemi di Griya Prima Lestari Munthe Kabupaten Kutai timur. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota. 12(4). https://doi.org/10.14710/pwk.v12i4.13511.
Yasmine, K. dan Rahdriawan, M. 2020. Kajian Manfaat Implementasi Program Pamsimas di Desa Pekuncen, Kecamatan Pegandon, kabupaten Kendal. Jurnal Teknik PWK (Perencanaan Wilayah dan Kota). 9 (3). https://doi.org/10.14710/tpwk.2020.28324
Zubaidah, T., Ratodi. M dan Marlinae, L. 2016. Pemanfaatan Informasi Iklim Sebagai Sinyal Peringatan Dini Kasus DBD di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Vektora: Jurnal Vektor dan Reservoir Penyakit, 8 (2). http://dx.doi.org/10.22435/vk.v8i2.4167.99-106
Zulfa A.A., et al. 2021. Faktor yang berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Daerah Endemis Tinggi Kota Semarang. Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat (online). 021 Otk, 1 (2). https://doi.org/10.14710/jrkm.2021.12220
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Rahel Situmorang, Endrawati Fatimah, Anindita Ramadhani, Herika Taki, Sheilla Megagupita Putri Marendra

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



