Revitalisasi Seni dan Budaya sebagai Upaya Pengembangan Wisata di Desa Medahan, Gianyar
DOI:
https://doi.org/10.54082/jpmii.258Kata Kunci:
Generasi Muda, Perang Ketupat, RevitalisasiAbstrak
Revitalisasi seni dan budaya adalah bentuk upaya dalam pelestarian agar budaya setempat tidak hilang atau punah. Salah satu kegiatan seni dan budaya adalah Perang Ketupat di Desa Medahan. Perang Ketupat merupakan bentuk ungkapan rasa syukur para petani atas hasil panen yang melimpah. Tradisi ini biasanya diikuti oleh masyarakat yang telah dewasa, kurangnya peran generasi muda dalam tradisi ini karena kurangnya ketertarikan untuk mengikuti pelaksanaan tradisi Perang Ketupat. Tujuan penelitian ini adalah untuk pemberdayaan masyarakat khususnya kalangan muda dan membantu melestarikan serta mengembangkan tradisi Perang Ketupat. Penelitian ini dilakukan di Desa Medahan pada bulan Agustus sampai bulan Desember dengan metode observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah tercaipanya revitalisasi seni dan budaya dengan menunjukkan peningkatan kesadaran generasi muda dalam melestarikan Perang Ketupat, terbentuknya sanggar budaya yang melibatkan 20 orang pemuda dan pemudi, dan pembuatan buku serta website yang mempromosikan tradisi ini. Hal ini berpotensi tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang dapat dikembangkan di Desa Medahan.
Referensi
GYS Wibawa. (2020). Uergensi pengaturan kewenangan Desa Adat dalam menunjang era new normal kepariwisataan budaya Bali. Ejournal.ihdn.
IGAA SURYAWAT, IGNN SANTHIARSA. (2020). Literasi Budaya Bali: Kajian Filsafat Ilmu Tentang Keadilan Dalam Sitem Subak. Jurnal Nomosleca. Jurnal. Unmer. Cited.9.
IM Suweta. Kebudayaan Bali Dalam Konteks Pengembangan Pariwisata Budaya. Jurnal Ilmiah Pariwisata Hindu, Jurnal. Stahmpukuturan
IW sukarma. (2019). Pengembangan Kearifan Local Seni Budaya Melalui Pendidikan Berbasis Banjar Di Bali. Proceding Of International Conference On Art. Jurnal Uns.
Muizzu Nurhadi, Vol 2 No 1 (2023). Revitalisasi Tempat Wisata Dalam Pengembangan Wisata Budaya Desa Plunturan Ponorogo.
Palguna, I Kadek Edi. (2023). Revitalisasi Kesenian Identitas Bali Utara Melalui Penegembangan Inovasi Pembelajaran dan Karya Seni Berbasis Digital. vol 3 No. 1.
Sri Dewi Handayani, Ni Made Eka Mahadewi, I Ketut Surata. (2021). Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Masceti Gianyar Dalam Peningkatan Jumlah Pengunjung Dan Nilai Ekonomi. Jurnal umgo. Vol 4 No 2.
Sudarsono, RM. 1998 Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Jakarta: Dirjen Dikti. Depdikbud.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D Edisi 2. Bandung : Alfabeta
Taris Aprilia, dkk. (2023, November senin). Revitalisasi Seni Dan Budaya Sebagai Upaya Pengembangan Wisata Di Desa Medahan,Gianyar. Retrieved from Tariusabakupat.com: http://www.desamedahan.com.
Yaya Mulya Mantri. (2014). Peran Pemuda Dalam Pelestarian Seni Tradisional Benjang Guna Meningkatkan Ketahanan Budaya Daerah. Jurnal ugm. Vol 20, No 3.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Ni Putu Taris Aprilia Dewi, Ni Wayan Oka Tirta Asih, Ni Made Ana Marantika

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



