Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut: Pencegahan Gigi Berlubang dan Bau Mulut dalam Pandangan Islam bagi Santri di Pondok Pesantren Al-Haris, Kota Makassar, Sulawesi Selatan

Penulis

  • Muhammad Jayadi Abdi Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Muslim Indonesia, Indonesia
  • Syarifa Raehana Departemen Afiliasi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Muslim Indonesia, Indonesia
  • Vera Vazira Fakultas Kedokteran Gigi Profesi, Universitas Muslim Indonesia, Indonesia
  • Nur Aqilah Fakultas Kedokteran Gigi Profesi, Universitas Muslim Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jpmii.1265

Kata Kunci:

bau mulut, edukasi kesehatan, karies gigi, kesehatan gigi dan mulut, santri

Abstrak

Karies gigi dan bau mulut masih menjadi masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering ditemukan pada anak usia sekolah, termasuk di lingkungan pesantren. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan, kenyamanan, kepercayaan diri, serta aktivitas belajar santri dan santriwati. Rendahnya pengetahuan mengenai cara menjaga kesehatan gigi dan mulut menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan gigi dan mulut yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam guna mengatasi permasalahan rendahnya pemahaman santri di Pondok Pesantren Al-Haris. Kegiatan dilaksanakan melalui metode penyuluhan interaktif menggunakan media visual, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan praktik. Evaluasi kegiatan dilakukan kepada 30 peserta menggunakan instrumen pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta secara signifikan dari 15,27 menjadi 19,77 (p=0,0001). Peningkatan pemahaman ini berdampak langsung pada tumbuhnya kesadaran peserta untuk mulai menerapkan kebiasaan menyikat gigi dengan benar dan menjaga kebersihan rongga mulut sebagai wujud penerapan thaharah. Disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan gigi yang dipadukan dengan nilai Islam sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta kesadaran santri dalam mencegah gigi berlubang dan bau mulut.

Referensi

Anang, A., & Robbihi, H. I. (2021). Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Kesehatan Gigi dan Mulut. JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan), 4(2). https://doi.org/10.33006/ji-kes.v4i2.176

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. (2024). Kesehatan gigi dan mulut di Indonesia: Fact sheet Survei Kesehatan Indonesia 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Melati, M. C., Kusmana, A., Miko, H., Triyanto, R., & Rahayu, C. (2019). Kesehatan Gigi dan Mulut Dalam Perspektif Islam. ARSA (Actual Research Science Academic), 4(3).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Laporan tematik Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023: Potret kesehatan Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2024 tentang Standar Pelayanan Minimal Kesehatan.

Nasser, A. A., Farag, A. E., Alrashidi, S. A., et al. (2023). Community-based oral health education improves knowledge and behavior in rural populations. Healthcare, 11(3), 439.

Universitas Gadjah Mada. (2024). FKG UGM dan Kemenkes kolaborasi susun Rencana Aksi Nasional Kesehatan Gigi dan Mulut 2024–2030. Universitas Gadjah Mada.

World Health Organization. (2022). Global oral health status report: Towards universal health coverage for oral health by 2030. WHO.

Waruwu, A. P., Murti, B., Nurlaylia, A., Ummah, N. K., Sari, D. L., & Santoso, B. (2025). Edukasi Kesehatan Gigi Dan Mulut Sebagai Upaya Pencegahan Karies Gigi Pada Siswa Kelas V Sd Al-Islam 2 Jamsaren, Surakarta. Jurnal Pengabdian Komunitas, 4(03), 11-17. https://www.jurnalpengabdiankomunitas.com/index.php/pengabmas/article/view/256

Diterbitkan

25-06-2026

Cara Mengutip

Abdi, M. J. ., Raehana, S. ., Vazira, V. ., & Aqilah, N. (2026). Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut: Pencegahan Gigi Berlubang dan Bau Mulut dalam Pandangan Islam bagi Santri di Pondok Pesantren Al-Haris, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia, 4(3), 261–268. https://doi.org/10.54082/jpmii.1265