Edukasi Partisipatif dan Demonstrasi Pangan Lokal dalam Meningkatkan Kesadaran Gizi serta Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri di Desa Mandiangin Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan
DOI:
https://doi.org/10.54082/jpmii.1118Kata Kunci:
Anemia, Edukasi Gizi, Remaja Putri, Tablet Tambah DarahAbstrak
Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan akibat rendahnya kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dan kurangnya pemahaman terkait pemenuhan zat besi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepatuhan remaja putri dalam mencegah anemia melalui edukasi gizi yang interaktif dan aplikatif. Program SEHATI dilaksanakan di Desa Mandiangin Barat dengan melibatkan 30 remaja putri melalui penyuluhan gizi, diskusi interaktif, serta demonstrasi pembuatan cookies daun kelor sebagai pangan lokal kaya zat besi, dengan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 82 menjadi 92 serta peningkatan kategori pengetahuan sangat baik dari 47% menjadi 87%, disertai peningkatan pemahaman mengenai pentingnya konsumsi TTD, kemampuan mengenali sumber zat besi, dan minat menerapkan pola makan sehat. Keterlibatan kader kesehatan turut memperkuat keberlanjutan program. Dengan demikian, intervensi ini efektif meningkatkan literasi gizi, mendorong perubahan perilaku, dan mendukung upaya pencegahan anemia secara berkelanjutan.
Referensi
Alwi, J., Dahlia, B., Ibrahim, M. S., & Fandir, A. (2025). Comparative of Moringa (Moringa oleifera) cookies and capsules on hemoglobin levels in adolescent girls with iron deficiency anemia. Media Gizi Kesmas, 14(1), 87–93.
Dewi, A. M. D., Handayani, N., & Rahmadani, S. (2025). Pengetahuan dan sikap terhadap kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah di SMA Negeri 1 Kediri. Jurnal Kebidanan Terapan, 9(1), 45–52.
Febrianti, K. D., Cahyaning Ayu, W., & Mahmudiono, T. (2023). Effectiveness of nutrition education on knowledge of anemia and hemoglobin level in female adolescents aged 12–19 years: A systematic review and meta-analysis. Amerta Nutrition, 7(3), 478–486.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia tahun 2024. Kemenkes RI.
Nimbalkar, S. B., Kalamnurikar, S. S., Nagawade, O. S., Khose, S. B., & Mandage, M. V. (2022). Evaluation of various properties of cookies after Moringa leaf powder addition. The Pharma Innovation Journal, 11(11, Special Issue), 178–183.
Novaria, E. D. Y., Maritasi, D. Y., & Patria, A. (2023). Faktor yang mempengaruhi konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di SMAN 1 Tumijajar. Jurnal Masyarakat Indonesia Sehat, 4(2), 45–53
Paramita, I. S., Rahayu, D., Erowati, D., & Atasasih, H. (2024). The influence of Moringa oleifera leaf flour addition on white chocolate as an alternative snack for anemia prevention in adolescent girls. Al GIZZAI: Public Health Nutrition Journal, 4(2), 142–152.
Wisnuwardani, R. W., Wulandari, S., & Kartika, A. D. (2023). Health education to prevent anemia among adolescents in Samarinda, Indonesia. ABDimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang, 8(2), 288–296.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Hapi, Shinta Dwi Lestari, Nadhira Suci Juniar, Dian Rosadi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



