Pendampingan Terstruktur Berbasis Silabus Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) untuk Penguatan Kompetensi Sains Siswa MIN 8 Jakarta

Penulis

  • Della Apriyani Kusuma Putri Pendidikan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Bogor Raya, Indonesia
  • Ina Ana Khoeriah Pendidikan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Bogor Raya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jpmii.1100

Kata Kunci:

pendampingan terstruktur, kompetensi sains, sekolah dasar, OMI, HOTS

Abstrak

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SD Negeri X Kabupaten Bogor sebagai upaya meningkatkan kompetensi sains siswa yang masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal berbasis penalaran dan belum memiliki pengalaman menghadapi kompetisi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI). Program diikuti oleh 15 siswa kelas V selama 12 pertemuan yang berlangsung dari Januari hingga Maret 2025. Metode pelaksanaan meliputi penguatan konsep sains dasar, latihan soal HOTS, eksperimen sains sederhana, dan simulasi kompetisi. Evaluasi dilakukan melalui observasi, analisis hasil latihan, dan dokumentasi capaian siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor latihan dari 58,4 menjadi 81,2. Sebanyak 80% peserta mengalami peningkatan kategori kemampuan dari rendah menjadi sedang atau tinggi. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan partisipasi selama proses pembelajaran. Salah satu peserta berhasil memperoleh medali emas pada Olimpiade Madrasah Indonesia tingkat nasional. Program pendampingan terstruktur berbasis silabus OMI terbukti efektif dalam mendukung penguatan kompetensi sains siswa sekolah dasar.

Referensi

Arifin, Z., & Retnawati, H. (2017). Developing science test instruments to measure higher order thinking skills. International Journal of Instruction, 10(4), 1–16.

Brookhart, S. M. (2018). How to assess higher-order thinking skills in your classroom. ASCD.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.

Fitriani, A., & Setiawan, W. (2020). Implementasi pembelajaran eksperimen dalam meningkatkan pemahaman konsep sains siswa SD. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(1), 45–54.

Handayani, L., & Suryadi, D. (2020). Structured mentoring model in improving elementary students’ science competence. Journal of Education and Learning, 14(3), 390–398.

Hattie, J. (2017). Visible learning for teachers: Maximizing impact on learning. Routledge.

Hasanah, U., & Kurniasih, I. (2024). Strengthening science literacy through structured mentoring programs in elementary education. Journal of Science Education Research, 8(1), 25–36.

Kurniawati, I., Wartono, & Diantoro, M. (2017). Pengaruh pembelajaran berbasis HOTS terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 13(2), 73–80.

Lestari, P., & Yuliani, H. (2022). Pengembangan program pembinaan olimpiade sains di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 29(2), 155–164.

Nurhayati, S., & Wahyuni, S. (2021). Penguatan kompetensi sains melalui pembelajaran berbasis eksperimen. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 7(2), 215–223.

OECD. (2019). PISA 2018 results (Volume I): What students know and can do. OECD Publishing.

OECD. (2023). PISA 2022 results (Volume I): The state of learning and equity in education. OECD Publishing.

Pratiwi, S. N., Cari, C., & Aminah, N. S. (2019). Problem-based learning to improve students’ higher order thinking skills in science learning. Journal of Physics: Conference Series, 1157, 022088. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1157/2/022088

Rahmawati, Y., & Ridwan, A. (2018). Mentoring program in science education: Impact on students’ academic achievement. International Journal of Learning, Teaching and Educational Research, 17(10), 45–60.

Sani, R. A. (2019). Strategi pembelajaran saintifik untuk implementasi kurikulum 2013. Bumi Aksara.

Setiawan, A., & Sudarmin. (2019). Integrasi kegiatan eksperimen dalam pembelajaran sains sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 7(1), 1–9.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sutrisno, & Prasetyo, Z. K. (2016). The effectiveness of science competition training on students’ achievement. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 5(2), 182–189.

Widodo, A., & Riandi. (2017). Pembelajaran sains berbasis inkuiri untuk meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 6(2), 196–202.

Wibowo, T., & Sumarno. (2021). Simulation-based learning to enhance students’ problem-solving skills. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 10(3), 347–356.

Diterbitkan

17-06-2026

Cara Mengutip

Putri, D. A. K. ., & Khoeriah, I. A. . (2026). Pendampingan Terstruktur Berbasis Silabus Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) untuk Penguatan Kompetensi Sains Siswa MIN 8 Jakarta. Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia, 4(3), 213–220. https://doi.org/10.54082/jpmii.1100