Program PERMATA: Pemberdayaan Perempuan melalui Budidaya Maggot untuk Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tangga di Desa Mandiangin Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan

Penulis

  • Ervina Nurhapsari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Agathis Arvala Naya Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Nuraida Keisya Filsahani Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Zahra Falisha Achyar Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Lambung Mangkurat, IndonesiaZahra Falisha
  • Muhammad Irwan Setiawan Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jpmii.1096

Kata Kunci:

limbah organik, maggot BSF, pemberdayaan perempuan

Abstrak

Permasalahan limbah organik menjadi penyumbang terbesar sampah rumah tangga di Indonesia (>60%). Di Desa Mandiangin Timur, kurangnya pemilahan sampah dan rendahnya pemahaman pengelolaan limbah menyebabkan penumpukan sampah organik yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan. Biokonversi menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot merupakan metode efektif untuk menguraikan sampah organik dan menghasilkan produk bernilai. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Program PERMATA (Perempuan Mandiangin Tanggap Limbah dan Maggot) terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap masyarakat. Luaran konkret program mencakup pembentukan kelompok perempuan mandiri yang mampu mengelola 50-70% limbah organik rumah tangga menjadi maggot untuk pakan ternak dan pupuk organik, serta pengurangan volume sampah harian hingga 40% di tingkat rumah tangga peserta. Keberlanjutan program dijaga melalui pendampingan bulanan oleh tim dan pemerintah desa selama 6 bulan pasca-intervensi, membentuk jaringan kolaboratif antarpeserta untuk replikasi di rumah tangga lain

Referensi

Astanti, Y. D., Nandari W. W., Santoso, D. H., Hasanah, K., Puryani. (2023). Inisiasi Kelompok Masyarakat Pengelola Sampah Organik dengan Budidaya Maggot BSF (Black Soldier Fly) di Padukuhan Dukuh, Sinduhrjo, Ngaglik, Sleman, D.I. Yogyakarta. Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 67–76.

Dewi, D. M. (2021). Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme bersama Komunitas Eco Enzyme Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan. ILUNG: Jurnal Pengabdian Inovasi Lahan Basah Unggul, 1(1), 67–76.

Haruna, H., Rasbawati, R., Sukmawati, S., Fitriani, F., Syahra, N. J. (2024). Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah Organik Rumah Tangga di Desa Lapeo: cultivation of maggot Black Soldier Fly (BSF) as an effort to utilize household organic waste in Lapeo Village. Jurnal Dinamika Pengabdian, 9(2), 255–262.

Nasution, A. R., Trimitasari, K., Balyuni, Z. Z., Shahab, K. S. A., Ramadhani, F. A., Aulia, F. N., Ardiansyah, M. B., Saphira, S. F., Maharani, A., Qurniyawati, E. (2025). Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Maggot Black Soldier Fly sebagai Solusi Lingkungan. Abdimasku: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(3), 1161–1170.

Rosidah, C., & Nugroho, S. A. (2024). Sosialisasi dan Praktik Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga dengan Maggot di RW 5 Lontar Kecamatan Sambikerep Surabaya. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 4(4), 783–790.

Sitompul, H. S., & Maulina, I. (2022). Biokonversi Sampah Organik melalui Maggot sebagai Alternatif Pakan Ternak. Dedikasi Sains dan Teknologi (DST), 2(2), 119–125.

Diterbitkan

01-03-2026

Cara Mengutip

Nurhapsari, E., Naya, A. A. ., Filsahani, N. K., Achyar, Z. F., & Setiawan, M. I. . (2026). Program PERMATA: Pemberdayaan Perempuan melalui Budidaya Maggot untuk Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tangga di Desa Mandiangin Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia, 4(1), 47–54. https://doi.org/10.54082/jpmii.1096