https://publications.id/index.php/jippm/issue/feedJurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat2026-10-27T12:42:30+07:00JIPPMjurnalidcom@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JIPPM)</strong> adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. <strong>Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JIPPM) </strong>terdaftar di PERPUSNAS dengan P-ISSN: <strong><a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20220608250691408" target="_blank" rel="noopener">2830-2303</a></strong> dan E-ISSN: <strong><a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20220608310774816" target="_blank" rel="noopener">2830-1773</a></strong>. Selain itu, JIPPM terdaftar di Crossref dengan DOI: https://doi.org/10.54082/jippm.idpaper. </p> <p><strong>Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JIPPM) </strong>saat ini terakreditasi <strong>SINTA 4</strong> berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia <strong>Nomor 355/DST/D.D1/HM.01.01/2026</strong> (<a href="https://drive.google.com/drive/folders/1C-jql3yUTLemVpDLI30pPXlrVWARX4hq?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">Download SK Akreditasi</a>).</p> <p align="center"><a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/12714" target="_blank" rel="noopener"> <img src="https://publications.id/master/images/sinta4.png" width="150" /> </a></p> <p><strong>Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JIPPM) </strong>dipublikasikan empat kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Semua penerimaan naskah akan diproses secara <em>double blind review</em> oleh mitra bestari. Naskah harus dimasukkan dalam <strong>BAHASA INDONESIA. </strong></p> <p><img src="https://publications.id/master/images/FrontendJIPPM.jpg" alt="" /></p> <table border="0"> <tbody> <tr> <td colspan="3"><strong>Informasi Jurnal</strong></td> </tr> <tr> <td width="150">Nama</td> <td>:</td> <td>Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat</td> </tr> <tr> <td>Nama Pendek</td> <td>:</td> <td>JIPPM</td> </tr> <tr> <td>Contact Person</td> <td>:</td> <td>085111544445</td> </tr> <tr> <td>Frekuensi Terbit</td> <td>:</td> <td>4 edisi setiap tahun (Februari, Mei, Agustus, dan November)</td> </tr> <tr> <td>Artikel </td> <td>:</td> <td>25-30 Artikel setiap Edisi </td> </tr> <tr> <td>DOI</td> <td>:</td> <td>10.54082/jippm.IDPaper</td> </tr> <tr> <td>P-ISSN</td> <td>:</td> <td>2830-2303</td> </tr> <tr> <td>e-ISSN</td> <td>:</td> <td>2830-1773</td> </tr> <tr> <td>Author Fees / APC </td> <td>:</td> <td>Rp 800.000,00</td> </tr> <tr> <td>Scope</td> <td>:</td> <td>Semua kegiatan pengabdian masyarakat di berbagai bidang, antara lain : pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan, maupun kegiatan pengabdian masyarakat bidang lainnya.</td> </tr> </tbody> </table> <p> </p> <p><iframe style="border: 0px #ffffff none;" src="https://author.my.id/widget/graph-oa.php?issn=2830-1773&warna=f1863b" name="statistik" width="100%" height="550px" frameborder="0" marginwidth="0px" marginheight="0px" scrolling="no"></iframe></p>https://publications.id/index.php/jippm/article/view/1518Edukasi Hukum Dalam Pencegahan Peredaran Narkoba Bagi Generasi Muda Di Desa Kwala Gunung, Kabupaten Batu Bara 2026-09-15T15:52:26+07:00Dany Tri Hutama Hutabaratdanytryhutamahutabarat@gmail.comBahmid Bahmidbahmid1979@gmail.comKhairil Iif Azmiazmikisaran6@gmail.comAnnisa Bella Puspita Siregarbellapuspitasiregara@gmail.comTri Ayu Andiratriayuandira0411@gmail.comTasya Januardanitasyajanuardani31@gmail.comAmat Wirantoamatwiranto92@gmail.comSimon Sieman Geasiemansimon40@gmail.comTiwi Agustianiagustianitiwi66@gmail.comPutri Viranda Rayrayputri00@gmail.comA Firawan SyahidSyahidfitrawan@gmail.comSamsir AlamSamsiralamindrapura@gmail.comFelix Ivander Siregarfelixivander036@gmail.comDhea Nadia Vegadheanadia222@gmail.comNayla WarohmaNaylaawarohmaa@gmail.comArjanis Syahfikaarjanissyahfika@gmail.com<p><em>Peredaran dan penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu persoalan yang memerlukan perhatian bersama karena memberikan dampak terhadap kesehatan, keamanan, dan masa depan generasi muda. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi hukum kepada masyarakat desa agar memiliki pengetahuan dan kesadaran dalam mengenali bahaya narkoba serta berperan aktif dalam mencegah peredarannya. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada Rabu, 26 Agustus 2026 di Desa Kwala Gunung, Kabupaten Batu Bara, dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang yang berusia 17–30 tahun, kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan secara langsung dengan penyampaian materi mengenai bahaya narkoba, dampak penyalahgunaan, ketentuan hukum, faktor risiko, langkah pencegahan, dan mekanisme pelaporan. Kegiatan melibatkan masyarakat desa dengan menekankan pentingnya peran keluarga, generasi muda, pemerintah desa, dan lingkungan sosial dalam membangun ketahanan terhadap narkoba. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkoba serta pentingnya kesadaran hukum dalam melakukan pencegahan. Pemuda Desa Kwala Gunung juga memperoleh pemahaman bahwa indikasi peredaran narkoba perlu ditangani melalui mekanisme pelaporan kepada pihak yang berwenang dan tidak dilakukan dengan tindakan main hakim sendiri. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran hukum dan partisipasi masyarakat terutama para pemuda Desa Kwala Gunung dalam menciptakan lingkungan desa yang aman serta mencegah peredaran narkoba secara berkelanjutan.</em></p>2026-09-20T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Dany Tri Hutama Hutabarat, Bahmid Bahmid, Khairil Iif Azmi, Annisa Bella Puspita Siregar, Tri Ayu Andira, Tasya Januardani, Amat Wiranto, Simon Sieman Gea, Tiwi Agustiani, Putri Viranda Ray, A Firawan Syahid, Samsir Alam, Felix Ivander Siregar, Dhea Nadia Vega, Nayla Warohma, Arjanis Syahfikahttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1606Peningkatan Literasi Digital dan Etika Bermedia Sosial Melalui Edukasi bagi Siswa SMPN 1 Binuang2026-10-07T17:27:36+07:00Syamsul Arifinsyamsuldiah24@gmail.comUswatun Hasanahucaa8411@gmail.comAnis Zohriahanis.zohriah@uinbanten.ac.idAbdul Muinabdul.muin@uinbanten.ac.id<p><em>Penggunaan teknologi digital dan media sosial yang semakin intensif di kalangan siswa SMP perlu diimbangi dengan kemampuan literasi digital dan etika bermedia sosial yang memadai. Kurangnya pemahaman mengenai keamanan data pribadi, etika komunikasi daring, hoaks, dan cyberbullying dapat meningkatkan risiko siswa menjadi korban maupun pelaku perilaku negatif di ruang digital. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai literasi digital dan etika bermedia sosial melalui edukasi yang interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada 5 Mei 2026 di SMPN 1 Binuang dengan melibatkan 33 siswa kelas IX. Metode pelaksanaan meliputi pemaparan materi, tanya jawab, diskusi, studi kasus, simulasi pengelolaan akun secara aman, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata peserta dari 62,4 pada pre-test menjadi 87,6 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 25,2 poin atau 40,38%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi interaktif memberikan dampak positif terhadap pemahaman siswa mengenai keamanan digital, perlindungan data pribadi, etika bermedia sosial, dan pencegahan cyberbullying. Kegiatan ini penting untuk dilanjutkan melalui pendampingan sekolah agar pemahaman yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam aktivitas digital siswa.</em></p>2026-10-17T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Syamsul Arifin, Uswatun Hasanah, Anis Zohriah, Abdul Muinhttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1487Penguatan Pelayanan Administrasi melalui Integrasi SOP dan Digitalisasi di Desa Jangan-Jangan, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan2026-09-13T14:30:05+07:00Eljihad Akbari Syukriah Mathoryeljihad.asm@stialanmakassar.ac.idIsra Wulandariisrawulan24@gmail.comAldi Nur Aimanaldi082242256165@gmail.comAdzhani Nur Sadrina Kamaruddinzhanizhani27@yahoo.comDliya Ramadhanidliyaramadhani8@gmail.comRezki Ramadanirezkiramadani1718@gmail.comMuh. Fery Salamferi17022004@gmail.com<p><em>Pelayanan publik desa memerlukan prosedur kerja yang jelas sekaligus pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kondisi lokal. Desa Jangan-Jangan, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, menghadapi persoalan belum optimalnya penerapan SOP pelayanan administrasi dan masih manualnya pengajuan layanan serta absensi aparatur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat pelayanan melalui pembaruan SOP yang telah tersedia dan digitalisasi sederhana menggunakan Google Form, Google Spreadsheet, dan QR Code. Pendekatan partisipatif dilakukan melalui observasi, identifikasi kebutuhan, wawancara, telaah dokumen, pembaruan SOP, perancangan sistem, implementasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menghasilkan dua SOP prioritas, yaitu SOP Surat Keterangan Tidak Mampu dan SOP Surat Keterangan Kematian, serta sistem digital untuk pengajuan administrasi dan absensi aparatur. Evaluasi awal menunjukkan seluruh indikator keterpakaian sistem tercapai: formulir dapat digunakan, data dapat dikelola, QR Code dapat diakses, dan absensi digital dapat digunakan aparatur. Hasil ini menunjukkan bahwa digitalisasi lebih berkelanjutan ketika dibangun di atas proses kerja yang terstandar dan kapasitas aparatur yang memadai.</em></p>2026-09-18T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Eljihad Akbari Syukriah Mathory, Isra Wulandari, Aldi Nur Aiman, Adzhani Nur Sadrina Kamaruddin, Dliya Ramadhani, Rezki Ramadani, Muh. Fery Salamhttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1567Edukasi Pencegahan Cyberbullying Melalui Sosialisasi Budaya Cerdas Digital Bagi Siswa SMK Negeri 1 Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau 2026-09-24T12:40:46+07:00Muhammad Al Jazairimaljazairi@student.umrah.ac.idMuhamad Zulfakarmuhamad.zulfakar@umrah.ac.idWahyu Hidayatwhidayat@student.umrah.ac.idNovita Wati Harahapnwharahap@student.umrah.ac.idHaya Dzikra Anandisyahdanandisya@student.umrah.ac.idChorie Fitricfitri@student.umrah.ac.idChintia Ameliacamelia@student.umrah.ac.idRisma Yunikaryunika@student.umrah.ac.idKartini Dwina Karsakdkarsa@student.umrah.ac.idSharfina Julianasjuliana@student.umrah.ac.idBayu Saputrabs@student.umrah.ac.id<p><em>Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memudahkan interaksi, tetapi juga meningkatkan risiko cyberbullying yang berdampak pada aspek psikologis, sosial, dan akademik remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa mengenai pencegahan cyberbullying melalui penanaman budaya cerdas digital. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada 20 Agustus 2026 di SMK Negeri 1 Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, dengan melibatkan 200 siswa kelas X dan XI. Metode kegiatan berupa sosialisasi melalui ceramah interaktif dengan dukungan slide presentasi dan video edukasi. Materi meliputi bentuk dan dampak cyberbullying, konsekuensi hukum, etika bermedia sosial berdasarkan prinsip THINK (True, Helpful, Inspiring, Necessary, Kind), serta langkah pencegahan dan penanganannya. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan tanya jawab secara lisan. Hasil menunjukkan peserta memberikan perhatian dan keterlibatan yang baik selama kegiatan serta mampu mengidentifikasi bentuk cyberbullying, memahami dampaknya, dan menjelaskan pentingnya etika dalam bermedia sosial. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman awal siswa mengenai perilaku bermedia sosial yang bijak dan bertanggung jawab.</em></p>2026-10-06T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Al Jazairi, Muhamad Zulfakar, Wahyu Hidayat, Novita Wati Harahap, Haya Dzikra Anandisya, Chorie Fitri, Chintia Amelia, Risma Yunika, Kartini Dwina Karsa, Sharfina Juliana, Bayu Saputrahttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1618Pelatihan Storytelling Berbasis Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Sastra untuk Mengembangkan Efikasi Diri dan Kecakapan Berbicara Siswa Madrasah Tsanawiyah Swasta Al-Ikhlas Bilungala, Gorontalo2026-10-14T12:40:04+07:00Herson Kadirherson.kadir@ung.ac.idMeilina Widya Dalimeilinawidyadali@gmail.comApriadi Bumbunganapriadi.bumbungan@ung.ac.idAyu Hidayanti Aliayuhidayanti@ung.ac.id<p><em>Pembelajaran sastra di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Ikhlas Bilungala memerlukan kegiatan praktik yang memberi ruang kepada siswa untuk mengolah cerita dan menyampaikannya secara lisan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan pemahaman siswa terhadap struktur cerita dan keterampilan storytelling melalui sumber budaya lokal, sekaligus menyediakan pengalaman latihan berbicara secara bertahap. Kegiatan dilaksanakan pada 9 Juni 2026 dengan melibatkan 20 siswa kelas VIII. Tahapannya meliputi koordinasi, pengenalan dan pemodelan storytelling, eksplorasi cerita lokal, penyusunan peta cerita, latihan vokal dan nonverbal, praktik, umpan balik, dan refleksi. Catatan pelaksanaan menunjukkan bahwa siswa mengikuti latihan untuk membedakan storytelling dari membaca teks, mengenali unsur cerita, mengurutkan peristiwa, serta mempraktikkan intonasi, ekspresi, bahasa tubuh, kontak mata, dan interaksi dengan pendengar. Arsip yang tersedia tidak memuat rekap skor kuesioner atau rubrik, jumlah dan contoh produk siswa, maupun kutipan refleksi yang dapat digunakan untuk mengukur perubahan. Karena itu, hasil dilaporkan sebagai gambaran proses kegiatan, bukan peningkatan efikasi diri atau kecakapan berbicara yang terukur.</em></p>2026-10-23T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Herson Kadir, Meilina Widya Dali, Apriadi Bumbungan, Ayu Hidayanti Alihttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1504Optimalisasi Partisipasi Masyarakat dalam Mendukung Pembangunan Desa Berkelanjutan melalui Program KKN di Desa Batu Putih2026-09-12T15:28:08+07:00Muhammad Taufika@gmail.comMuarip Mandala Putraa@gmail.comMuhammad Raihan Habibiea@gmail.comSaifa Ananda Putrisayipaananda@gmail.comLisa Gunawana@gmail.comDhifa Afni Nabillaa@gmail.comAsfaroyah Asfaroyaha@gmail.comMahda Mahdaa@gmail.comSiti Mauridaa@gmail.comNida Kamaliaa@gmail.comAjahari Ajaharia@gmail.com<p><em>Pembangunan desa berkelanjutan membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi salah satu bentuk pengabdian yang dapat mempertemukan mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan dan pemberdayaan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya optimalisasi partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan melalui program KKN di Desa Batu Putih. Kegiatan dilaksanakan selama periode pelaksanaan KKN dengan melibatkan 10 mahasiswa yang terdiri atas 7 perempuan dan 3 laki-laki serta melaksanakan 17 program kerja yang mencakup bidang pendidikan, keagamaan, sosial, lingkungan, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi awal, komunikasi dengan pemerintah desa dan masyarakat, diskusi, sosialisasi, serta keterlibatan langsung mahasiswa dan warga dalam pelaksanaan program. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain mengajar di SDN 1 Batu Putih, mengajar mengaji di TPA Desa Batu Putih, serta berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan lainnya. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa program KKN menjadi ruang interaksi dan kolaborasi antara mahasiswa dengan masyarakat dalam menjalankan kegiatan yang telah direncanakan. Keterlibatan warga terlihat dalam penerimaan, pendampingan, dan dukungan terhadap pelaksanaan berbagai program kerja. Namun, karena kegiatan tidak menggunakan pengukuran sebelum dan sesudah, hasil tersebut tidak dimaknai sebagai peningkatan partisipasi secara kuantitatif. Dengan demikian, program KKN di Desa Batu Putih berperan sebagai sarana untuk membuka ruang keterlibatan, memperkuat komunikasi, dan membangun kerja sama dalam mendukung kegiatan pembangunan desa yang berorientasi pada keberlanjutan.</em></p>2026-10-02T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Taufik, Muarip Mandala Putra, Muhammad Raihan Habibie, Saifa Ananda Putri, Lisa Gunawan, Dhifa Afni Nabilla, Asfaroyah Asfaroyah, Mahda Mahda, Siti Maurida, Nida Kamalia, Ajahari Ajaharihttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1597Peningkatan Daya Saing Kelompok Usaha Tenun Anugerah Melalui Digitalisasi Manajemen Usaha dan Strategi Pemasaran (Lokasi Negeri Halong, Kota Ambon, Provinsi Maluku)2026-10-06T11:26:24+07:00Golda Tomasilatomasilagolda@gmail.comMozes Tomasilaocestoms@gmail.comMarthevienty Herny Theopilia Soumokilmarthevienty.hts@gmail.comChelin Welma Kakerissachelinwelma@gmail.comRizky Apris Zachariasiky123zacharias@gmail.com<p><em>Kelompok Usaha Tenun Anugerah memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan, namun, potensi tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan pengelolaan usaha dan strategi pemasaran yang optimal. Perkembangan teknologi digital dan perubahan perilaku konsumen menuntut pelaku usaha untuk mampu beradaptasi dengan sistem pengelolaan usaha dan pemasaran yang lebih modern. tujuan utama kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan kelompok usaha mengenai manajemen usaha dan strategi pemasaran serta membantu memperluas pemasaran dengan mengembangkan platform penjualan e-commerce bagi kelompok usaha. Metode pelaksanaan kegiatan dengan sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan kegiatan PkM.</em> <em>Peserta yang mengikuti kegiatan yaitu anggota kelompok usaha kurang lebih 10 orang termasuk ketua kelompok pada hari Rabu, 19 Agustus 2026 serta Tim PkM. Hasil kegiatan menunjukan peningkatan pengetahuan kelompok usaha mengenai literasi keuangan dan strategi pemasaran dengan menggunakan website, yaitu website dapat digunakan</em> <em>kelompok usaha tenun anugerah untuk menjual produknya dan kelompok usaha tenun anugerah dapat melihat grafik penjualan produk setiap bulan. Kesimpulan yang diperoleh yaitu kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat sangat bermanfaat bagi kelompok usaha tenun anugerah dengan terlaksananya berbagai kegiatan yaitu sosialisasi literasi keuangan dan strategi pemasaran serta pelatihan penggunaan e-commerce Tenun Anugerah yang dikembangkan oleh Tim PkM</em><em>. </em></p>2026-10-17T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Golda Tomasila, Mozes Tomasila, Marthevienty Herny Theopilia Soumokil, Chelin Welma Kakerissa, Rizky Apris Zachariashttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1468Digitalisasi Penghimpunan Infak dan Sedekah Melalui Penerapan Quick Response Code Indonesian Standard pada Masjid Al Fattah Jalan Sepakat Komplek Bangas Permai Kota Palangka Raya2026-08-29T18:29:48+07:00Restu Juliyanajuliyanarestu@gmail.comAgil Azmia@a.comAsri Nafilaha@a.comLastri Lastria@a.comRositah Rositaha@a.comFahrina Fahrinaa@a.comDesty Novita Saria@a.comAhmad Hafizi Maulidina@a.comRoshim Ahmad Musyaffaa@a.comMaimunah Maimunaha@a.com<p><em>Perkembangan transaksi digital telah mendorong berbagai lembaga sosial dan keagamaan untuk menyediakan layanan pembayaran non-tunai, termasuk dalam penghimpunan infak dan sedekah. Masjid Al Fattah di Jalan Sepakat, Komplek Bangas Permai, Kota Palangka Raya, sebelumnya masih menghimpun infak secara konvensional melalui kotak amal dan belum menyediakan fasilitas QRIS sebagai alternatif donasi digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendukung digitalisasi penghimpunan infak dan sedekah melalui penerapan QRIS pada Masjid Al Fattah. Kegiatan dilaksanakan pada 15 Agustus 2026 dengan melibatkan sembilan mahasiswa KKN dan pihak mitra, yaitu ketua masjid serta ketua RT selaku bendahara masjid. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan mitra, pendampingan pengurusan QRIS melalui Bank Kalteng, pengujian QRIS, penyediaan media informasi berupa banner dan stiker, penempatan QRIS pada pintu masuk masjid dan kotak amal, sosialisasi awal, serta evaluasi ketercapaian program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa QRIS berhasil diterapkan dan dapat digunakan sebagai alternatif penghimpunan infak dan sedekah secara non-tunai. Pengurus masjid memberikan respons positif terhadap program yang dilaksanakan. Penerapan QRIS menjadi langkah awal dalam memperluas akses digital bagi jamaah dan melengkapi mekanisme penghimpunan infak secara konvensional di Masjid Al Fattah.</em></p>2026-09-17T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Restu Juliyana, Agil Azmi, Asri Nafilah, Lastri Lastri, Rositah Rositah, Fahrina Fahrina, Desty Novita Sari, Ahmad Hafizi Maulidin, Roshim Ahmad Musyaffa, Maimunah Maimunahhttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1547Peningkatan Pemahaman Pelaku UMKM Melalui Edukasi Branding, Promosi Digital, Dan Implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Di Desa Batu Berdaun, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau2026-09-21T10:06:59+07:00Nata Mariori Arosranmarosra@student.umrah.ac.idMuhamad Zulfakarmuhamad.zulfakar@umrah.ac.idYufira Amiliayamilia@student.umrah.ac.idSerli Novi Fitriokasnovifitrioka@student.umrah.ac.idZulfa Aidil Wibyarthazaidilwibyartha@student.umrah.ac.idAzrina Saputriasaputri@student.umrah.ac.idUlandari Ulandariulandari@student.umrah.ac.idSabriyah Sabriyahsabriyah@student.umrah.ac.idAbdul Arafah2201020058@student.umrah.ac.idDinda Astutidastuti@student.umrah.ac.idMuhammad Fauzan Satibifsatibi@student.umrah.ac.id<p><em>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Batu Berdaun menghadapi beberapa kendala dalam pengelolaan usaha, khususnya pada aspek branding, promosi digital, dan pemanfaatan pembayaran digital. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM melalui edukasi mengenai branding, promosi digital, dan pembayaran digital. Kegiatan dilaksanakan pada 11 Agustus 2026 di Balai Desa Batu Berdaun, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, dengan melibatkan 13 pelaku UMKM. Metode kegiatan meliputi observasi, pemberian pre-test, edukasi dan pendampingan, pemberian post-test, serta evaluasi. Pengukuran dilakukan dengan membandingkan skor pemahaman peserta sebelum dan setelah kegiatan pada aspek branding, promosi usaha, dan pembayaran digital. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pada seluruh aspek yang diukur, yaitu branding dari 13 menjadi 24 dengan peningkatan sebesar 84,62%, promosi usaha dari 22 menjadi 26 dengan peningkatan sebesar 18,18%, dan pembayaran digital dari 10 menjadi 16 dengan peningkatan sebesar 60%. Peningkatan tersebut menunjukkan adanya perubahan positif terhadap pemahaman peserta mengenai branding, promosi digital, dan pembayaran digital setelah kegiatan edukasi dan pendampingan. Peningkatan pemahaman tertinggi terdapat pada aspek branding, sedangkan peningkatan terendah terdapat pada aspek promosi usaha. </em></p>2026-09-28T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Nata Mariori Arosra, Muhamad Zulfakar, Yufira Amilia, Serli Novi Fitrioka, Zulfa Aidil Wibyartha, Azrina Saputri, Ulandari Ulandari, Sabriyah Sabriyah, Abdul Arafah, Dinda Astuti, Muhammad Fauzan Satibihttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1614Pemberdayaan Petani Tebu melalui Diversivikasi Produk Olahan Tebu dan Pemanfaatan Limbah sebagai Sumber Energi Biomassa di Kelurahan Mappadaelo, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan2026-10-27T12:25:03+07:00Tenri Sautenrisau779@gmail.comErni Kasimerniernikasim@gmail.comSitti Aminahamychem99@gmail.comRahmawati Rahmawatirahmwatiunprima@gmail.comRosmaladewi Rosmaladewirosmaladewi040368@gmail.com<p><em>Pemberdayaan petani merupakan strategi penting dalam pembangunan pertanian berkelanjutan melalui pendekatan situasional, partisipatif, dan berbasis potensi lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani tebu di Kelurahan Mappadaelo, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, dengan sasaran Kelompok Tani Adil yang beranggotakan 20 petani. Permasalahan mitra meliputi rendahnya diversifikasi usaha, ketergantungan pada penjualan tebu mentah, dan belum optimalnya pemanfaatan limbah tebu yang berdampak pada lingkungan. Metode yang digunakan adalah participatory community empowerment melalui sosialisasi, pelatihan keterampilan, demonstrasi teknologi tepat guna, pendampingan, dan penguatan kelembagaan, yang dilaksanakan pada September–November 2025. </em><em>Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman petani tentang pentingnya diversifikasi usaha dan pengelolaan limbah. Petani mampu memproduksi sirup tebu, gula merah, dan briket biomassa dari limbah tebu, serta meningkatkan keterampilan ekstraksi nira dan pengolahan produk. Pendampingan dan monitoring menunjukkan bahwa peserta mampu menerapkan teknologi secara mandiri, sedangkan penguatan kelembagaan tercermin dari pembagian tugas dalam pengelolaan usaha kelompok. Program ini meningkatkan nilai tambah ekonomi, mengurangi dampak lingkungan, dan membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal, sehingga berpotensi menjadi model pemberdayaan petani tebu yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain.</em></p>2026-10-27T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Tenri Sau, Erni Kasim, Sitti Aminah, Rahmawati Rahmawati, Rosmaladewi Rosmaladewihttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1501Edukasi Lima Pilar Gaya Hidup Sehat dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat2026-09-12T09:47:25+07:00Tamina Melindahtamina.melindah@unm.ac.idRayhani Ichsanrayhani.ichsan@unm.ac.idNi Ny. Wedarthani Achintya Aachintyaamrita@unm.ac.idEga Delvaega.delva@unm.ac.idYulinar Anwara@a.comBhirau Wilaksonoa@a.comNur Hamidar Aslana@a.com<p><strong><em>Pendahuluan:</em></strong><em> Peningkatan angka harapan hidup di Indonesia disertai dengan meningkatnya beban penyakit tidak menular yang berkaitan dengan pola makan tidak sehat, rendahnya aktivitas fisik, kualitas tidur yang kurang optimal, stres, dan keterbatasan literasi kesehatan masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Berdasarkan hasil observasi awal dan diskusi bersama Puskesmas Madising Na Mario, terdapat kebutuhan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai lima pilar gaya hidup sehat, yaitu nutrisi seimbang, aktivitas fisik, kualitas tidur, manajemen stres, dan hubungan sosial yang sehat. Oleh karena itu, edukasi kesehatan diberikan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan mendorong masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat. <strong>Metode:</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan pendekatan partisipatif, edukatif dengan melibatkan tenaga kesehatan dan masyarakat sasaran. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, edukasi lima pilar gaya hidup sehat dan evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. </em><strong><em>Hasil dan Diskusi:</em></strong><em> Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 6,15 sebelum edukasi menjadi 8,25 setelah edukasi, dengan peningkatan rata-rata sebesar 2,10. Sebanyak 17 peserta (85%) mengalami peningkatan skor, sedangkan 3 peserta (15%) tidak mengalami peningkatan. Hasil menunjukkan edukasi memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. <strong>Kesimpulan:</strong> Edukasi berpotensi menjadi strategi promotif dan preventif untuk memperkuat pengetahuan masyarakat dalam menerapkan gaya hidup sehat.</em></p>2026-09-29T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Tamina Melindah, Rayhani Ichsan, Ni Ny. Wedarthani Achintya A, Ega Delva, Yulinar Anwar, Bhirau Wilaksono, Nur Hamidar Aslanhttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1593Penguatan Kapasitas Administrasi Kelembagaan Badan Musyawarah Kampung melalui Sosialisasi Partisipatif di Kampung Biawer, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua2026-10-04T18:24:44+07:00Yesaya Sambra Saneraro Wamaersanerarowamaer123@gmail.comYudith Natalia Amanda Karetjikaretjiyudith61@gmail.comHanelsa Jofrile Rumadasrumadashanelsa@gmail.com<p><em>Badan Musyawarah Kampung (BAMUSKAM) Kampung Biawer, Distrik Warsa, Kabupaten Biak Numfor, belum memiliki buku administrasi kelembagaan sendiri, arsip lamanya rusak, dan anggotanya belum pernah mengikuti pelatihan khusus sejak 2021. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat pemahaman fungsi dan administrasi kelembagaan BAMUSKAM melalui sosialisasi partisipatif. Kegiatan dilaksanakan pada 2 Juni 2026 di Kantor Kampung Biawer dan diikuti 19 peserta (17 laki-laki dan 2 perempuan) dari unsur pemerintah kampung, BAMUSKAM, lembaga adat, tokoh agama, pemuda, dan perwakilan perguruan tinggi di Biak. Metode meliputi penyampaian delapan pokok bahasan, diskusi, dan tanya jawab. Capaian dinilai berbasis bukti dokumen, yaitu surat persetujuan, berita acara, daftar hadir, dokumentasi, dan wawancara pascakegiatan dengan Kepala Kampung. Hasilnya, forum terlaksana, materi tersampaikan, dan tersusun panduan sederhana berisi lima belas format buku administrasi, termasuk notulen, berita acara, buku data aspirasi, dan register arsip, beserta lembar pengawasan anggaran kampung. Peningkatan kapasitas peserta belum diukur. Panduan dan format tersebut menyediakan perangkat untuk mendokumentasikan musyawarah, aspirasi masyarakat, dan tindak lanjut pengawasan BAMUSKAM.</em></p>2026-10-23T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Yesaya Sambra Saneraro Wamaer, Yudith Natalia Amanda Karetji, Hanelsa Jofrile Rumadashttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1394Pengendalian Hama Tikus dan Optimalisasi Pertumbuhan Padi melalui Teknologi Zat Pengatur Tumbuh dan Perangkap Ramah Lingkungan di Desa Raja Mawellang, Kabupaten Wajo2026-08-03T20:34:37+07:00Sitti Aminahamychem99@gmail.comAslidayanti Aslidayantiaslidayanti@gmail.comFatmawati Fatmawatifathedarwishijau@gmail.comRahmawati Rahmawatirahmawatiuniprima@gmail.comErni Kasimerniernikasim@gmail.com<p><em>Desa Raja Mawellang merupakan sentra produksi padi yang menghadapi permasalahan rendahnya produktivitas, dengan hasil panen rata-rata hanya 4–5 ton/ha, akibat serangan hama tikus yang menyebabkan penurunan hasil panen 20–30% dalam tiga musim tanam terakhir serta terbatasnya penerapan teknologi budidaya ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengendalikan hama tikus secara non-kimia serta mengoptimalkan pertumbuhan dan hasil padi melalui pemanfaatan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) alami berbahan lokal. Sasaran kegiatan adalah Kelompok Tani Sinar Tani yang beranggotakan 25 petani padi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi program sebanyak [jumlah] kali, pelatihan pembuatan ZPT alami dan perakitan perangkap tikus ramah lingkungan selama [durasi] hari, demonstrasi lapangan (demoplot) pada lahan seluas [luas] ha, serta pendampingan intensif dengan frekuensi [frekuensi] selama satu musim tanam. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata [nilai pre-test] menjadi [nilai post-test] atau meningkat sebesar [persentase]%. Penerapan teknologi pada lahan percontohan mampu menurunkan aktivitas hama tikus sebesar [persentase]% serta meningkatkan jumlah anakan produktif dari rata-rata [nilai awal] menjadi [nilai akhir] batang per rumpun. Pendampingan berkelanjutan juga mendorong perubahan perilaku budidaya petani menuju praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, dengan [jumlah] dari 25 petani yang telah menerapkan teknologi secara mandiri. Secara keseluruhan, program pengabdian ini dinilai berhasil karena memberikan dampak nyata dan terukur terhadap pengendalian hama, peningkatan pertumbuhan tanaman padi, serta penguatan kapasitas dan kemandirian petani dalam pengelolaan usaha tani padi di Desa Raja Mawellang.</em></p>2026-10-08T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Sitti Aminah, Aslidayanti Aslidayanti, Fatmawati Fatmawati, Rahmawati Rahmawati, Erni Kasimhttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1533Digitalisasi Informasi Desa Bantala melalui Pengembangan Website dan Pendampingan Perangkat Desa di Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur2026-10-01T16:58:43+07:00Inosensius Diki Langga Njanjiinosensiusdiki05@gmail.comYoseph Rianga@gmail.comVeronika Boleng Kelena@gmail.com<p><em>Desa Bantala, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, memiliki potensi informasi desa yang beragam, tetapi pemanfaatan website sebagai media informasi belum berjalan aktif dan optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menyediakan media informasi digital bagi Desa Bantala melalui pengembangan website yang memuat profil dan informasi desa, sekaligus meningkatkan kemampuan operator desa melalui pelatihan dan pendampingan pengelolaan konten. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa MBKM KKN-T Universitas Katolik Widya Mandira Kupang dengan pendekatan problem solving dan partisipasi mitra. Lima tahapan kegiatan meliputi persiapan dan observasi, koordinasi dengan Pemerintah Desa, pelatihan dan pendampingan, pengumpulan serta pengelolaan data, dan monitoring-evaluasi. Hasil kegiatan berupa website Desa Bantala yang dikembangkan dan digunakan sebagai media informasi selama pelaksanaan KKN-T. Informasi yang disusun meliputi profil desa, demografi, aset, komoditas, struktur organisasi, serta informasi kegiatan dan pelayanan desa. Dokumentasi menunjukkan adanya praktik langsung pengelolaan website bersama perangkat/operator desa. Dampak yang teramati selama kegiatan adalah tersedianya media informasi digital untuk mendukung penyampaian informasi desa serta adanya proses transfer keterampilan dasar pengelolaan website kepada operator desa. Website tersebut merupakan luaran kegiatan pengabdian pada periode pelaksanaan KKN-T dan tidak diposisikan sebagai layanan daring yang terus aktif setelah kegiatan berakhir.</em></p>2026-10-23T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Inosensius Diki Langga Njanji, Yoseph Riang, Veronika Boleng Kelenhttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1611Penyusunan Model Bisnis Edu-Wisata Taman Lumbung Pangan Nusantara melalui Pendampingan Business Model Canvas di Desa Kejapanan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur2026-10-09T10:14:18+07:00Mukhammad Kholid Mawardimk_mawardi@ub.ac.idAbd. Qadir Muslimqadirmuslim@ub.ac.idMisbahuddin Azzuhrimisbah@ub.ac.idAbdullah Abdullaha.assegaf@ub.ac.idAhmad Imron Rozuliimron@ub.ac.idDano Purbadanu@ub.ac.idSuryadi Suryadisuryadi_fia@ub.ac.idBambang Santoso Haryonobambangsfia@ub.ac.idHermawan Hermawanhermawanfia@ub.ac.idAhmad Fuad Hasanahmadfuadhasan56@gmail.comAndrean Nathanielandreannathaniel02@gmail.comBintang Corvi Diphdabintangcorvi058@gmail.com<p><em>Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, memiliki Taman Lumbung Pangan Nusantara dengan pendopo, kolam ikan, rumah kaca, area hidroponik, dan lahan padi, ditambah 93 rumah tangga pembuat pia serta 24 TK dan 8 SD di dalam desa. Pendopo sudah dipakai instansi untuk rapat dan sejumlah usaha warga sudah berjalan, tetapi taman belum memberi penerimaan wisata yang teratur karena desa belum memiliki SOP, paket wisata, dan model bisnis yang disepakati. Dana Desa yang dikelola pemerintah desa juga turun dari sekitar Rp1,8 miliar pada tahun anggaran 2025 menjadi sekitar Rp300 juta pada tahun anggaran 2026. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memetakan masalah secara partisipatif dan melatih pengelola menyusun model bisnis edu-wisata. Tim menjalankan dua tahap: Focus Group Discussion (FGD) dengan 40 peserta pada 18 Juli 2026 serta pemaparan materi dan praktik Business Model Canvas (BMC) dengan 25 peserta pada 5 Oktober 2026. FGD menghasilkan urutan prioritas masalah: SOP, strategi pemasaran, blueprint, peningkatan kapasitas, dan legalitas. Praktik BMC menghasilkan empat kanvas kelompok: budaya dan hidroponik, edukasi ecoprint dan batik, edukasi dan outbound, serta festival akhir pekan. Peserta mengisi blok proposisi nilai dan aktivitas kunci paling rinci; blok struktur biaya dan arus pendapatan masih lemah. Tarif paket edukasi ecoprint dan batik (Rp55.000 per peserta) dan paket outbound lumbung (Rp50.000 per peserta) berbeda karena isi paketnya berbeda; persoalannya, keduanya belum dihitung dari harga pokok dengan cara yang sama. Temuan ini menunjukkan bahwa BMC membantu warga menerjemahkan aset menjadi rancangan usaha yang pendapatannya belum diuji, tetapi perlu disusul penghitungan harga pokok bersama, penggabungan kanvas ke dalam satu paket terpadu, dan uji coba paket pada satu sekolah dalam 30 hari.</em></p>2026-10-19T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Mukhammad Kholid Mawardi, Abd. Qadir Muslim, Misbahuddin Azzuhri, Abdullah Abdullah, Ahmad Imron Rozuli, Dano Purba, Suryadi Suryadi, Bambang Santoso Haryono, Hermawan Hermawan, Ahmad Fuad Hasan, Andrean Nathaniel, Bintang Corvi Diphdahttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1497Pemberdayaan Pembatik Melalui Focus Group Discussion sebagai Upaya Penguatan Bisnis dan Kekayaan Intelektual Batik Manes Anculai2026-09-11T12:55:20+07:00Yudha Rifal Kelanayrkelana@student.umrah.ac.idWidya Puspita Sulistyawpsulistya@student.umrah.ac.idAllisa Putri Henandelaputrihenandel@student.umrah.ac.idAprillia Zarinaazarina@student.umrah.ac.idDela Dinawaty Tampubolonddtampubolon@student.umrah.ac.idJesica Anatasya Siahaanjasiahaan@student.umrah.ac.idJhon Williams Hutabaratjwilliamshutabarat@student.umrah.ac.idRidho Siahaanrsiahaan@student.umrah.ac.idAura Panca Athaya Krishandaaurap3035@gmail.comElvina Febiarisahefebiarisah@student.umrah.ac.idReza Gemilangrezagemilang@umrah.ac.id<p><em>Desa Ekang Anculai di Kabupaten Bintan memiliki potensi ekonomi kreatif berbasis motif batik “Manes Anculai”, namun keterampilan membatik yang telah diperoleh 50 warga melalui pelatihan berisiko terhenti akibat keterbatasan modal, alat produksi, dan minimnya perlindungan hukum kekayaan intelektual. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membangun ekosistem “Kampung Batik” yang berkelanjutan melalui Rumah Batik Bintan. </em><em>Kegiatan pengabdian ini bertujuan memfasilitasi penguatan ekosistem Rumah Batik Bintan melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan solusi produksi, pembiayaan, dan pelindungan kekayaan intelektual. </em><em>Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan sekitar 50 alumni pembatik serta 10 pemangku kepentingan multisektor, yaitu Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP), Dinas Pariwisata, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM, serta Bank BPR Bintan. Hasil kegiatan menunjukkan tersusunnya strategi pengembangan terpadu berupa penguatan perlindungan hukum melalui Indikasi Geografis dan pendaftaran hak cipta motif “Batik Manes”, </em><em>perolehan informasi terkait skema pinjaman bunga 0% serta peluang integrasi pemasaran digital sebagai acuan pengembangan, perumusan permohonan CSR alat produksi kepada pihak perbankan sebagai rencana tindak lanjut konkret, serta penataan sistem produksi berbasis rumah tangga yang terhubung dengan Rumah Batik Bintan. Hasil ini menunjukkan bahwa FGD berhasil membuka akses informasi dan kolaborasi lintas sektor dalam mentransformasikan keterampilan membatik masyarakat menjadi penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.</em></p>2026-09-18T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Yudha Rifal Kelana, Widya Puspita Sulistya, Allisa Putri Henandel, Aprillia Zarina, Dela Dinawaty Tampubolon, Jesica Anatasya Siahaan, Jhon Williams Hutabarat, Ridho Siahaan, Aura Panca Athaya Krishanda, Elvina Febiarisah, Reza Gemilanghttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1579Menumbuhkan Kesadaran Ekologi Berbasis Kawasan yang Berkearifan Lokal melalui Dongeng Interaktif Cerita Rakyat Gorontalo kepada Anak-Anak di Desa Bilungala2026-09-28T21:05:18+07:00La Ode Gusman Nasirulaode@ung.ac.idSalam Salamsalamtolaki@ung.ac.idEka Sartikaeka@ung.ac.idAyu Hidayanti Aliayuhidayanti@ung.ac.idApriadi Bumbunganapriadi.bumbungan@ung.ac.id<p><em>Desa Bilungala memiliki kekayaan lingkungan pesisir dan cerita rakyat Gorontalo yang memuat nilai kearifan lokal tentang hubungan manusia dan alam. Namun, pemanfaatan cerita rakyat sebagai media pendidikan ekologis bagi anak-anak semakin berkurang, sementara pembelajaran lingkungan cenderung teoritis dan kurang kontekstual. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menumbuhkan kesadaran ekologi berbasis kawasan melalui dongeng interaktif cerita rakyat Gorontalo sekaligus memperkuat literasi sastra dan apresiasi budaya lokal. Metode yang digunakan bersifat partisipatif, kontekstual, dan berbasis praktik langsung melalui tahap persiapan dan koordinasi, dongeng interaktif, penguatan kesadaran ekologi, pendampingan, serta refleksi. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan partisipasi, kemampuan memahami unsur cerita, kemampuan mengisi bagian rumpang, dan refleksi sikap peduli lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan positif: peserta lebih mampu mengidentifikasi tokoh, alur, pesan moral, dan pesan ekologis, serta menghubungkan cerita dengan persoalan lingkungan di sekitar mereka. Kegiatan juga menghasilkan model edukasi dongeng interaktif berbasis kearifan lokal dan luaran pendukung keberlanjutan program. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi sastra, budaya lokal, dan pendidikan lingkungan dapat menjadi strategi kontekstual untuk membangun kesadaran ekologis sejak usia dini. </em></p>2026-10-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 La Ode Gusman Nasiru, Salam Salam, Eka Sartika, Ayu Hidayanti Ali, Apriadi Bumbunganhttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1622Penguatan Strategi Branding Sanggar Soulutuhua Tifa Totobuang Negeri Naku Melalui Promosi Media Sosial Dan Pembuatan Video Profil2026-10-16T10:11:44+07:00Jimmy Purwata Mangasi Siraitjimmysirait@ukim.ac.idRoberth Manahaukimobet82@gmail.comGolda Tomasilatomasilagolda@gmail.com<p><em>Upaya memperkuat keberadaan dan daya saing Sanggar Tifa Totobuang Soulutuhua Negeri Naku diwujudkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis penguatan branding dan digitalisasi. Permasalahan utama berupa ketergantungan identitas visual serta terbatasnya jangkauan promosi diatasi melalui serangkaian tahapan komprehensif. Metode yang diterapkan meliputi perancangan logo resmi, pendampingan pembuatan konten digital, aktivasi media sosial resmi (TikTok, YouTube, dan Instagram), serta pembuatan video profil beresolusi tinggi. Evaluasi program membuktikan bahwa inisiatif ini berhasil melahirkan identitas visual yang khas, mendongkrak kemandirian digital para anggota, dan memperluas penetrasi promosi kesenian tradisional ke ranah publik yang lebih luas. Di samping itu, video profil yang diproduksi terbukti efektif sebagai media edukasi dan dokumentasi pelestarian budaya lokal.</em></p>2026-10-26T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Jimmy Purwata Mangasi Sirait, Roberth Manaha, Golda Tomasilahttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1530Pemetaan Partisipatif untuk Penyediaan Media Informasi Wilayah di Desa Tanjung Batu Kecil, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau2026-09-18T09:24:04+07:00Andina Finandaafinanda@student.umrah.ac.idRifayani Rifayania@gmail.comM. Syahrel Egi Juliantaraa@gmail.comRiski Ameliaa@gmail.comKen Ayu Balqisa@gmail.comAde Maryania@gmail.comNina Nuzila Watia@gmail.comMuhammad Arbyansyahs@gmail.comNabila Safitris@gmail.comMuhammad Syaifudin Amins@gmail.comAzrul Asyikins@gmail.com<p><em>Desa Tanjung Batu Kecil merupakan desa pesisir di Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau yang memiliki kondisi geografis kompleks dengan permukiman menyebar, namun minim sarana informasi spasial sehingga masyarakat sulit memahami letak fasilitas umum seperti balai desa, sekolah, dan tempat ibadah. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata ini bertujuan untuk merancang dan membuat denah desa sebagai media navigasi dan informasi spasial bagi masyarakat, perangkat desa, dan pengunjung. Metode pelaksanaan pengabdian berbasis pemetaan partisipatif dilakukan melalui observasi lapangan, pengumpulan data, penyusunan denah, validasi data, serta pemasangan dan sosialisasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program Kuliah Kerja Nyata Kelompok 58 Universitas Maritim Raja Ali Haji berhasil menghasilkan satu unit denah fisik berukuran besar yang mencakup 9 fasilitas umum, meliputi kantor desa, sekolah dasar, tempat ibadah, Gapura Selamat Datang, dan PLTD, yang dipasang di area strategis Balai Desa serta arsip data digital. Proses pembuatan melibatkan survei lapangan partisipatif dengan bantuan GPS dan aplikasi pemetaan, digitalisasi desain menggunakan QGIS dengan kaidah kartografi lengkap, yang divalidasi oleh Kepala Desa dan perangkat Desa Tanjung Batu Kecil untuk memastikan akurasi data. Denah ini dipasang di area strategis Balai Desa sebagai sarana informasi spasial yang dapat diakses oleh warga, perangkat desa, maupun pengunjung, mengingat sebelumnya belum tersedia media serupa di desa tersebut. Pengukuran dampak denah terhadap kemudahan masyarakat dalam menemukan lokasi fasilitas belum dilakukan pada kegiatan ini dan direkomendasikan sebagai fokus evaluasi pada kegiatan pengabdian lanjutan.</em></p>2026-10-02T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Andina Finanda, Rifayani Rifayani, M. Syahrel Egi Juliantara, Riski Amelia, Ken Ayu Balqis, Ade Maryani, Nina Nuzila Wati, Muhammad Arbyansyah, Nabila Safitri, Muhammad Syaifudin Amin, Azrul Asyikinhttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1609Penguatan Kompetensi Hukum Acara Pidana Mahasiswa Melalui Praktik Magang pada Bidang Tindak Pidana Khusus di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah2026-10-09T10:12:24+07:00Ali Safwan Kandradoalisafwankandrado07@gmail.comSujatmiko Rasid Ismailsujatmikorasidismail@gmail.comDewandra Satya Prahastamadewandrasatya0@gmail.comRiri Anggrianisyahrianiiin@gmail.comDwiki Putra Perkasadwikiputra184@gmail.com<p><em>Program magang bagi mahasiswa Fakultas Hukum merupakan salah satu bentuk pembelajaran berbasis praktik yang bertujuan untuk menghubungkan pengetahuan hukum yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik penegakan hukum di lapangan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui program magang Berdampak Universitas Tadulako dan diikuti oleh 3 (tiga) mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum yang ditempatkan pada Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah selama periode 10 Agustus 2026 sampai dengan 20 november 2026, dengan durasi pelaksanaan 3 bulan 10 hari , dengan fokus pada penguatan kompetensi hukum acara pidana mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengalaman praktis kepada mahasiswa mengenai pelaksanaan hukum acara pidana, khususnya dalam proses penanganan perkara tindak pidana khusus. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, partisipasi dalam kegiatan yang diperbolehkan, diskusi atau wawancara dengan jaksa, serta dokumentasi selama pelaksanaan magang. Selama magang, mahasiswa tercatat melaksanakan delapan kali observasi pemeriksaan saksi, empat kali penelaahan berkas perkara, tiga kali penyusunan dokumen hukum, lima kali observasi proses persidangan, dan dua kali diskusi/wawancara dengan jaksa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam lingkungan kerja Bidang Pidsus memberikan pengalaman nyata dalam memahami tahapan penanganan perkara, pemeriksaan saksi, penelaahan dokumen dan berkas perkara, penyusunan dokumen hukum, serta proses persidangan. Kegiatan tersebut turut memperluas pemahaman dan pengalaman praktis mahasiswa dalam penerapan hukum acara pidana secara praktis, menganalisis dokumen hukum, serta memahami peran dan tugas jaksa dalam penanganan perkara tindak pidana khusus. Dengan demikian, program magang pada Bidang Pidsus dapat menjadi sarana pembelajaran yang mendukung perluasan pengalaman praktik hukum acara pidana bagi mahasiswa Fakultas Hukum serta memberikan pengalaman praktis mengenai proses penegakan hukum.</em></p>2026-10-27T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Ali Safwan Kandrado, Sujatmiko Rasid Ismail, Dewandra Satya Prahastama, Riri Anggriani, Dwiki Putra Perkasahttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1490Edukasi Gizi Keluarga dan Stimulan Pemberian Makanan Tambahan sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Subang, Kabupaten Kuningan2026-09-09T10:36:45+07:00Adisya Nur Fadillaha@gmail.comSartono Sartonoa@gmail.comJIhan Fatimah Azzahraa@gmail.comEsa Halimatus Sadiyahhalimatussadiyaah05@gmail.comWini Winia@gmail.comNuraeni Setiawatia@gmail.comRobi Robiansyaha@gmail.comMaulana Rivaldia@gmail.comMuhammad Syahdan Alwia@gmail.comTopan Ardanaa@gmail.com<p><em>Stunting adalah kondisi gizi jangka panjang yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Melalui edukasi gizi keluarga dan stimulan pemberian makanan tambahan (PMT), pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencegah stunting di Desa Subang, Kabupaten Kuningan. Dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan perangkat desa dan Puskesmas, dan pembagian makanan tambahan kepada keluarga target. Untuk melakukan ini, pendekatan deskriptif kualitatif digunakan. Hasil pendataan lapangan menunjukkan bahwa jumlah anak meningkat dari 7 anak pada bulan April menjadi 14 anak pada bulan Juli. Hal ini disebabkan oleh pengoptimalan proses pencatatan penimbangan staf posyandu. Kasus balita di bawah satu tahun paling sering terjadi di Dusun Manis. Salah satu kendala utama stunting di desa ini adalah keterbatasan ekonomi keluarga, yang berdampak pada pemenuhan gizi anak lebih dari tingkat pendidikan orang tua. Meskipun program PMT Puskesmas selama 56 hari dianggap sangat membantu, waktunya terbatas. Oleh karena itu, kegiatan PMT, yang terdiri dari susu balita, suplemen multivitamin, dan biskuit Marie Regal, digunakan oleh siswa untuk menunjukkan kepedulian sosial secara edukatif. Diharapkan bahwa acara ini akan meningkatkan kesadaran keluarga tentang pentingnya pemenuhan gizi anak secara berkelanjutan.</em></p>2026-09-25T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Adisya Nur Fadillah, Sartono Sartono, JIhan Fatimah Azzahra, Esa Halimatus Sadiyah, Wini Wini, Nuraeni Setiawati, Robi Robiansyah, Maulana Rivaldi, Muhammad Syahdan Alwi, Topan Ardanahttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1569Peningkatan Pemahaman Pekerja Pada Era Digitalisasi Melalui Psychological Well-Being di PT X Kota Batam Kepulauan Riau Tahun 20262026-09-24T18:57:22+07:00Trisna Jayatitrisna.jayati@uis.ac.idHening Rizky Permataa@a.comWan Intan Parismaa@a.comFatimah Azzahraa@a.comSiti Kaylaa@a.com<p><em>Transformasi digital mengubah dunia kerja dan menimbulkan risiko psikososial baru bagi pekerja, seperti beban informasi yang tinggi, tuntutan kecepatan kerja yang meningkat, kelelahan digital (digital fatigue), dan stres kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman pekerja mengenai psychological well-being pada era digitalisasi melalui penyuluhan di PT X Kota Batam, Kepulauan Riau.. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Maret 2026 dalam bentuk penyuluhan interaktif berbantuan leaflet dengan desain one-group pre-test–post-test pada 34 pekerja. Pemahaman diukur menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan Wilcoxon Signed Rank Test karena data post-test tidak berdistribusi normal (Shapiro-Wilk p = 0,047). Rerata skor pemahaman meningkat dari 63,00 menjadi 75,00 (selisih 12,00 poin) dan seluruh responden (100%) mengalami peningkatan skor (Z = −5,089; p < 0,001). Penyuluhan menunjukkan peningkatan pemahaman pekerja mengenai psychological well-being dan kesehatan mental di tempat kerja; dampak langsungnya bagi peserta untuk mengenali dan mengelola tekanan kerja pada lingkungan kerja digital. Perusahaan disarankan menjalankan program berkesinambungan berupa pembatasan komunikasi kerja di luar jam kerja, penyediaan ruang diskusi terbuka, serta sesi psychological well-being secara berkala.</em></p>2026-10-01T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Trisna Jayati, Hening Rizky Permata, Wan Intan Parisma, Fatimah Azzahra, Siti Kaylahttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1620Penyuluhan Cara Pembersihan Stump dan Soket Prostesis untuk Pencegahan Infeksi Pada Pengguna Prostesis Komunitas Amputee Generaction di Yogyakarta2026-10-25T13:03:24+07:00Muhammad Syaifuddinaipud99@gmail.comSeptiana Laksmi RamayaniseptianaLR@gmail.com<p><em>Kebersihan stump dan soket prostesis merupakan aspek penting dalam mencegah masalah kulit dan risiko infeksi pada pengguna prostesis. Permasalahan berupa kelembapan, gesekan, dan kurang optimalnya praktik kebersihan perlu diatasi melalui edukasi dan pelatihan perawatan yang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota komunitas Amputee Generaction dalam perawatan stump dan pembersihan soket prostesis. Kegiatan dilaksanakan pada 19 September 2026 di Yogyakarta dan diikuti oleh 30 pengguna prostesis. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung. Pengetahuan dievaluasi menggunakan pre-test dan post-test, sedangkan keterampilan dinilai melalui observasi praktik. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 58 menjadi 86, dengan kenaikan 28 poin. Peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 6 orang (20,0%) menjadi 25 orang (83,3%). Pada evaluasi keterampilan, 26 peserta (86,7%) mampu melakukan praktik pembersihan dengan benar, sedangkan 4 peserta (13,3%) masih memerlukan pendampingan. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi yang disertai demonstrasi dan praktik langsung memberikan hasil positif terhadap pengetahuan dan keterampilan peserta dalam perawatan stump dan pembersihan soket prostesis.</em></p>2026-10-26T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Syaifuddin, Septiana Laksmi Ramayanihttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1517Pelatihan dan Pembentukan Tim Siaga Bencana Gempa Bumi dan Tsunami pada Program Studi Keperawatan Masohi2026-09-16T23:15:24+07:00Andi Miftahul Khairmiftakhair85@gmail.comUsman Barus Ohorellauphankora@gmail.comWa Nuliananulianamajid@gmail.com<p><em>Indonesia merupakan negara dengan tingkat risiko gempa bumi dan tsunami yang tinggi sehingga diperlukan penguatan kapasitas kesiapsiagaan, terutama pada institusi pendidikan kesehatan yang berpotensi menjadi pusat dukungan saat kondisi darurat. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan civitas akademika dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami serta membentuk Tim Siaga Bencana di Program Studi Keperawatan Masohi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2026 menggunakan pendekatan participatory training and empowerment melalui tahapan persiapan, pelatihan manajemen bencana gempa bumi dan tsunami, simulasi tanggap darurat, evaluasi, pembentukan tim siaga bencana, serta penetapan jalur evakuasi dan titik kumpul. </em><em>Peserta kegiatan berjumlah 83 orang yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, satpam, dan mahasiswa. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan hasil pretest dan posttest terhadap aspek pengetahuan dan keterampilan kesiapsiagaan bencana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 21,7% sebelum pelatihan menjadi 85,5% setelah pelatihan, sedangkan keterampilan kategori baik meningkat dari 12,0% menjadi 85,5%. Selain peningkatan kapasitas individu, kegiatan ini menghasilkan pembentukan Tim Siaga Bencana SIGMA-B sebagai wadah kelembagaan untuk mendukung kesiapsiagaan gempa bumi dan tsunami secara berkelanjutan di lingkungan kampus. Program ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis simulasi dan penguatan organisasi mampu meningkatkan kesiapan individu serta institusi dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami.</em></p>2026-09-21T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Andi Miftahul Khair, Usman Barus Ohorella, Wa Nulianahttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1605Pemberdayaan Kelompok Tani Bina Harapan 2 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat melalui Pengolahan Limbah Organik untuk Mendukung Budidaya Sayuran Pekarangan Berkelanjutan2026-10-06T14:10:19+07:00Nurhasanah Nurhasanahnenganah@ecampus.ut.ac.idLina Warlinawarlina@ecampus.ut.ac.idHasrianti Hasriantihasrianti@ecampus.ut.ac.idFeti Fatimatuzzahrohfeti.fatimatuzzahroh@ecampus.ut.ac.idAhmad Hadian Pratama Hamzahhadian@ecampus.ut.ac.id<p><em>Limbah organik pertanian yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan, padahal bahan tersebut dapat diolah menjadi kompos untuk mendukung budidaya sayuran di pekarangan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memberdayakan Kelompok Tani Bina Harapan 2 di Kampung Sampay, Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, melalui pengolahan limbah organik menjadi kompos dan pemanfaatannya untuk budidaya sayuran pekarangan. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi pre-test, penyuluhan dan diskusi, penyerahan mesin pencacah sebagai aset bersama kelompok, demonstrasi dan praktik pencacahan serta pengomposan, praktik budidaya sayuran, dan monitoring pasca-PkM. Kegiatan melibatkan 30 petani dengan rata-rata pengetahuan awal 80,67%. Saat praktik, 10 peserta (33,33%) mampu mengoperasikan mesin pencacah secara mandiri, sedangkan 20 peserta (66,67%) masih memerlukan pendampingan. Monitoring dua setengah bulan kemudian terhadap delapan peserta menunjukkan bahwa kompos hasil kegiatan telah digunakan sebagai media tanam (2 bagian tanah : 1 bagian kompos) pada 88 polybag/wadah, dengan sembilan jenis sayuran yang dibudidayakan dan empat jenis di antaranya telah dipanen. Hasil tersebut menunjukkan penerapan awal prinsip ekonomi sirkular di tingkat kelompok tani, yaitu residu organik setempat diolah dan dimanfaatkan kembali sebagai input budidaya.</em></p>2026-10-23T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Nurhasanah Nurhasanah, Lina Warlina, Hasrianti Hasrianti, Feti Fatimatuzzahroh, Ahmad Hadian Pratama Hamzahhttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1484Warisan Lokal sebagai Pendidikan Karakter: Pemahaman Siswa terhadap Nilai-Nilai Profil Pelajar Pancasila dalam Tradisi Pacu Jalur2026-09-07T15:14:28+07:00Asril Asrilasril@lecturer.unri.ac.idNurdiansyah Nurdiansyaha@gmail.comAhmal Ahmala@gmail.com<p><em>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi tentang nilai-nilai karakter dan sejarah lokal berbasis kearifan lokal Pacu Jalur kepada siswa sekolah menengah atas di Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi. Pacu Jalur sebagai warisan budaya takbenda masyarakat Kuantan Singingi tidak hanya berfungsi sebagai tradisi dan olahraga masyarakat, tetapi juga mengandung nilai kerja sama, gotong royong, sportivitas, disiplin, kreativitas, dan identitas budaya yang relevan dengan penguatan karakter siswa. Kegiatan diikuti oleh sekitar 80 siswa dan dilaksanakan dalam tiga sesi utama, yaitu (1) penyajian materi tentang sejarah dan nilai-nilai karakter dalam tradisi Pacu Jalur; (2) diskusi kelompok untuk mengidentifikasi dan memahami nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari; dan (3) refleksi dan evaluasi untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme siswa yang tinggi, peningkatan pemahaman terhadap nilai-nilai karakter dan sejarah lokal Pacu Jalur, serta tumbuhnya kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya lokal. Kegiatan ini menunjukkan bahwa Pacu Jalur berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah dan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di sekolah.</em></p>2026-09-16T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Asril Asril, Nurdiansyah Nurdiansyah, Ahmal Ahmalhttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1564Pemberdayaan Literasi Sains melalui Edukasi Budidaya Ikan Lele dalam Ember dan Genetika Sederhana pada Anak Indonesia di Sanggar Bimbingan Kampung Baru, Kuala Lumpur, Malaysia2026-09-23T09:48:12+07:00Mustika Widia Sariwiwimustika90@gmail.comMarsha Chairani Mirzammarshachairani521@gmail.comAlfiya Wardahwardahalfiya8@gmail.comCatur Wahyudia@a.comSutaman Sutamana@a.comAnggara Mahardikaa@a.com<p><em>Literasi sains dapat dikembangkan melalui pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman langsung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bagi 35 anak Indonesia kelas II, III, IV, dan V di Sanggar Bimbingan Kampung Baru, Kuala Lumpur, Malaysia. Kegiatan dilatarbelakangi oleh kebutuhan mengenalkan pengetahuan dasar perikanan dan konsep genetika melalui contoh konkret yang dekat dengan kehidupan peserta. Metode kegiatan meliputi penyampaian materi, demonstrasi persiapan air menggunakan antiklorin, aerasi selama sekitar satu jam, pengenalan peralatan dan tahapan budidaya, aklimatisasi, pemberian pakan, praktik budidaya ikan lele dalam ember, serta pengenalan genetika sederhana. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab dan pengamatan selama kegiatan. Berdasarkan rekap evaluasi yang tersedia, sekitar 90% peserta mampu menjawab pertanyaan evaluasi terkait materi yang diberikan. Namun, hasil per indikator tidak direkap secara terpisah sehingga capaian tersebut tidak dapat diuraikan menjadi persentase khusus untuk setiap materi. Kegiatan ini memberikan pengalaman awal untuk mengenal persiapan media pemeliharaan, fungsi peralatan, tahapan budidaya, dan konsep pewarisan sifat pada ikan.</em></p>2026-10-23T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Mustika Widia Sari, Marsha Chairani Mirzam, Alfiya Wardah, Catur Wahyudi, Sutaman Sutaman, Anggara Mahardikahttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1615Pemberdayaan Kelompok Tani melalui Teknologi Pengendalian Hama Tikus pada Tanaman Padi dan Konversi Sekam Padi menjadi Energi di Desa Bola, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan2026-10-27T12:42:30+07:00Erni Kasimerniernikasim@gmail.comTenri Sautenrisau779@gmail.comMurmayani Murmayanimurmayaniilmi.18@gmail.comAmbo Upeamboupestip1969@gmail.comGuna Darmangunadarmanmaman@gmail.com<p><em>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam pengendalian hama tikus serta pemanfaatan limbah sekam padi menjadi produk bernilai ekonomi di Desa Bola, Kecamatan Bola, Kabupaten Wajo. Permasalahan utama petani adalah tingginya serangan hama tikus yang menyebabkan kerugian produksi hingga 60-70% serta belum optimalnya pengelolaan limbah pertanian. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan dan demonstrasi teknologi, serta pendampingan dan monitoring. Teknologi yang diterapkan meliputi Linear Trap Barrier System (LTBS) sebagai metode pengendalian hama tikus yang ramah lingkungan, serta pengolahan sekam padi menjadi biochar dan briket sebagai sumber energi alternatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani, di mana lebih dari 80% peserta memahami konsep dan penerapan teknologi, serta sekitar 75% mampu memasang LTBS dan memproduksi biochar serta briket secara mandiri. LTBS terbukti menekan aktivitas hama tikus di lahan percontohan, sedangkan pengolahan sekam memberikan nilai tambah ekonomi dan mengurangi dampak lingkungan. Pendampingan intensif mendorong kemandirian petani, memperkuat kelembagaan kelompok tani, dan membuka peluang usaha berbasis energi biomassa. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada peningkatan produktivitas, efisiensi pengelolaan limbah, dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.</em></p>2026-10-27T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Erni Kasim, Tenri Sau, Murmayani Murmayani, Ambo Upe, Guna Darmanhttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1503Penguatan Branding dan Pemasaran Digital sebagai Upaya Pengembangan UMKM Keripik Mitoha di Kampung Pereng, RW 14, Desa Cikawao, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung2026-09-11T20:41:27+07:00Sakina Yeti Kiptiyahsakina.kiptiyah@umbandung.ac.idFajriah Fajriaha@a.comMuhammad Ilham Maulanaa@a.comAmmara Fairuzaa@a.comShofa Nurul Azmia@a.comRadella Bilqisthi Gunawana@a.comRhafid Sastra Budiyaa@a.comTasya Nikitaa@a.comRasmia Agustine Rahmawantya@a.comAhmad Ikhwal Fauzana@a.comYuniza Yunizaa@a.com<p><em>UMKM Keripik Mitoha milik Ibu Imas di Kampung Pereng RT 02/RW 14, Desa Cikawao, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung telah berproduksi sejak tahun 2010 dengan mengolah pisang dan singkong menjadi keripik. Selama ini branding usaha hanya mengandalkan penjualan ke warung-warung dan promosi mulut ke mulut, tanpa identitas visual maupun pemanfaatan media digital, sehingga jangkauan pasarnya tetap terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat branding dan memperluas jangkauan pemasaran Keripik Mitoha melalui media visual dan digital. Metode yang digunakan meliputi wawancara langsung dengan pemilik usaha, perancangan banner sebagai identitas visual produk, serta promosi melalui unggahan video dan foto di akun TikTok dan Instagram milik kelompok KKN. Promosi tidak dilakukan melalui akun media sosial khusus UMKM karena pemilik usaha belum siap menghadapi permintaan dalam skala besar, mengingat produksi masih sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku pisang dan singkong dari pemasok serta faktor cuaca. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa banner yang dipasang memberikan identitas visual baru bagi produk, sementara konten video dokumenter di TikTok memperoleh ratusan tayangan dan puluhan interaksi dalam waktu singkat, menandakan adanya peningkatan pengenalan produk kepada khalayak yang lebih luas meski belum diikuti perluasan skala produksi.</em></p>2026-09-18T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Sakina Yeti Kiptiyah, Fajriah Fajriah, Muhammad Ilham Maulana, Ammara Fairuza, Shofa Nurul Azmi, Radella Bilqisthi Gunawan, Rhafid Sastra Budiya, Tasya Nikita, Rasmia Agustine Rahmawanty, Ahmad Ikhwal Fauzan, Yuniza Yunizahttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1596Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal dalam Penguatan Literasi dan Karakter Anak di Desa Wonosari Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten2026-10-06T10:41:50+07:00Safela Safelakknwonosaritrucuk183@gmail.comAntika Rohqianawatiantikraw@gmail.comUlfiyanna Qathifah Rahmawatiulfiyanna23@gmail.comAdnan Yahya Firman Syahadnanyahya575@gmail.comNaufal Fawwas Naafi’naafifawwas@gmail.comOktavia Syifa Rahmawatioktasyifa831@gmail.comNadine Chika Aidanadinechika116@gmail.comMelani Eka Sasmitamelaniekasasmita23@gmail.comNatasya Putri Salsabilanatasyabila211@gmail.comMutiara Indah Pratamamutiaraindah165@gmail.comAbdul Rahman Fadlyrahmanfadly13@gmail.com<p><em>Rendahnya minat literasi pada anak-anak menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi masyarakat di Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten. Program pengabdian ini bertujuan memperkuat literasi dan karakter anak melalui pemanfaatan potensi lokal berupa Taman Bacaan Aysha dan Ilyaf serta Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ). Kegiatan dilaksanakan oleh Kelompok KKN 183 selama 40 hari, terhitung sejak 22 Juni sampai 31 Juli 2026, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi pemberdayaan masyarakat berbasis partisipasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara tidak terstruktur, dokumentasi, dan diskusi kelompok terfokus, lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif. Program utama meliputi Wonosari Mengajar, dengan sasaran sekitar 200 anak, partisipasi aktif 35 anak di taman bacaan, dan rata-rata 25 anak setiap pertemuan kelas; serta Wonosari Mendongeng sebagai kegiatan puncak yang dihadiri sekitar 200 anak. Hasil observasi menunjukkan peningkatan keterlibatan dan antusiasme anak, ditandai dengan keberanian membaca, menyimak cerita, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, mengikuti permainan edukatif, serta kegiatan kreatif. Perubahan kemampuan membaca dan karakter belum diukur secara khusus melalui instrumen kuantitatif. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan literasi dan karakter anak dapat dilakukan melalui kolaborasi partisipatif dan optimalisasi potensi lokal.</em></p>2026-10-19T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Safela Safela, Antika Rohqianawati, Ulfiyanna Qathifah Rahmawati, Adnan Yahya Firman Syah, Naufal Fawwas Naafi’, Oktavia Syifa Rahmawati, Nadine Chika Aida, Melani Eka Sasmita, Natasya Putri Salsabila, Mutiara Indah Pratama, Abdul Rahman Fadlyhttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1466Digitalisasi Pelanggaran dan Kehadiran Siswa melalui SIMKES di SMP Negeri 40 Bandung2026-08-29T16:47:28+07:00Andhika Fajar Prayogaandhikafajarprayoga@gmail.comSabrina Ananta Panggabeansabrinaananta5@gmail.comRachmalia Putri Sundarirchlputri0@gmail.comPasha Nur Apriliapashanuraprilia@gmail.com<p><em>Pencatatan pelanggaran dan kehadiran siswa di SMP Negeri 40 Bandung sebelumnya masih dilakukan secara manual sehingga berisiko menimbulkan keterlambatan, kesalahan pencatatan, dan kesulitan dalam penyusunan laporan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan dan menerapkan Sistem Informasi Kesiswaan Digital (SIMKES) berbasis web untuk mendukung pengelolaan data kesiswaan secara terintegrasi. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan System Development Life Cycle (SDLC) yang meliputi identifikasi kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan aplikasi, pengujian fungsi, sosialisasi dan pendampingan pengguna, serta evaluasi penerapan. Sosialisasi diikuti oleh 61 peserta, sedangkan praktik langsung dilakukan oleh tiga perwakilan pengguna yang terdiri atas satu staf kesiswaan dan dua guru. SIMKES menyediakan fitur pengelolaan data siswa dan kelas, pencatatan pelanggaran, perhitungan poin otomatis, pengelolaan sanksi, pencatatan kehadiran, penyimpanan bukti, serta pembuatan dan ekspor laporan. Berdasarkan hasil pengamatan, ketiga perwakilan tersebut berhasil menjalankan fitur utama dan mengekspor data tanpa mengalami kendala teknis. Pengguna memberikan masukan agar format hasil ekspor disesuaikan dengan format administrasi sekolah. Penerapan SIMKES mendukung pengelolaan data kesiswaan secara lebih terintegrasi dan terstruktur.</em></p>2026-09-25T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Andhika Fajar Prayoga, Sabrina Ananta Panggabean, Rachmalia Putri Sundari, Pasha Nur Apriliahttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1537Membangun Disposisi Demokratis Anak Usia Sekolah Dasar melalui Pembelajaran Sosial Partisipatif Berbasis Cerita Reflektif, Simulasi Musyawarah, dan Dialog Reflektif di SD Negeri Temas 02, Kota Batu2026-10-04T17:48:20+07:00George Towar Ikbal Tawakkalgeorge.ikbal@ub.ac.idAndi Setiawanandi.setiawan@ub.ac.idTanazza Zalsabella Firstytanazza@ub.ac.id<p><em>Pembelajaran kewarganegaraan di SD Negeri Temas 02 masih didominasi ceramah dan penghafalan, sehingga siswa belum cukup memperoleh pengalaman praktik demokrasi. Program pengabdian ini bertujuan memberi pengalaman pengambilan keputusan kolektif, mendorong refleksi nilai demokrasi, dan mengidentifikasi indikasi awal perilaku demokratis. Pada 31 Juli 2026, 19 siswa kelas 4–5 mengikuti tiga kegiatan: cerita reflektif berbasis kearifan lokal, simulasi pengambilan keputusan melalui musyawarah dan pemungutan suara, serta dialog reflektif. Evaluasi kualitatif menggunakan observasi, catatan lapangan, wawancara informal, jurnal reflektif guru, dan laporan orang tua; data dianalisis secara tematik dan ditriangulasi. Kerangka disposisi Bourdieu dan pembelajaran sosial kognitif Bandura digunakan untuk merancang kegiatan dan membaca temuan. Hasil menunjukkan 12 peserta (63%) berani menyampaikan pendapat, 15 (79%) mendengarkan pendapat orang lain, 14 (74%) menyelesaikan konflik melalui musyawarah, 13 (68%) menerima keputusan kolektif, dan 10 (53%) menunjukkan tanggung jawab kolektif. Angka ini merupakan ringkasan indikatif penilaian kualitatif, bukan bukti perubahan kausal. Temuan mendukung tindak lanjut bersama sekolah dan keluarga; durasi satu hari dan ketiadaan pengukuran sebelum-sesudah membatasi interpretasi.</em></p>2026-10-08T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 George Towar Ikbal Tawakkal, Andi Setiawan, Tanazza Zalsabella Firstyhttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1612Pelatihan Menyimak Kritis Berita Digital untuk Mengidentifikasi dan Menangkal Hoaks bagi Siswa MTs Al-Ikhlas Bilungala, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo2026-10-09T12:15:08+07:00Eka Sartikaeka@ung.ac.idSalam Salama@gmail.comMunkizul Umam Kaua@gmail.comLa Ode Gusman Nasirua@gmail.comAyu Hidayanti Alia@gmail.com<p><em>Perkembangan media digital memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memperoleh informasi, tetapi belum selalu diimbangi dengan kemampuan mengevaluasi kebenaran informasi secara kritis sehingga meningkatkan kerentanan terhadap hoaks. </em><em>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan menyimak kritis berita digital serta kemampuan siswa dalam mengidentifikasi dan menangkal hoaks. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 9 Juni 2026 di MTs Al-Ikhlas Bilungala, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, dengan melibatkan 40 siswa. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif, kontekstual, dan berbasis praktik melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, latihan menyimak berita berbasis audio dan audiovisual, identifikasi ciri-ciri hoaks, serta praktik verifikasi informasi. Evaluasi dilakukan menggunakan lembar latihan analisis berita dan pengamatan selama kegiatan terhadap kemampuan mengidentifikasi sumber, mengenali ciri hoaks, membedakan fakta dan informasi menyesatkan, serta memberikan alasan terhadap hasil analisis. Hasil latihan menunjukkan bahwa 39 dari 40 peserta mampu memeriksa sumber berita, 36 peserta mampu mengenali ciri-ciri hoaks, dan 39 peserta mampu membedakan fakta dengan informasi menyesatkan. Selama latihan, peserta juga menunjukkan kehati-hatian dengan menerapkan prinsip “Saring Sebelum Sharing” dalam menganalisis informasi yang diberikan. Pelatihan ini menunjukkan bahwa menyimak kritis dapat menjadi strategi untuk memperkuat kemampuan siswa dalam mengevaluasi informasi digital secara lebih kritis dan bertanggung jawab</em></p>2026-10-23T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Eka Sartika, Salam Salam, Munkizul Umam Kau, La Ode Gusman Nasiru, Ayu Hidayanti Alihttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1499Pendampingan Pembelajaran Kosa Kata Bahasa Inggris Melalui Flashcard Berbasis Microlearning Bagi Siswa Kelas VI SDN 004 Teluk Sebong2026-09-11T20:36:38+07:00Josua Sitompuljsitompul@student.umrah.ac.idGaluh Titian Pangestugtpangestu@student.umrah.ac.idRani Puji Lestarirpujilestari@student.umrah.ac.idWiwin Juniarsihwjuniarsih@student.umrah.ac.idR Nurhafrizarhafriza@student.umrah.ac.idRiando Syahputrarsyahputra2@student.umrah.ac.idMarsha Noviantimnovianti@student.umrah.ac.idRendy Friyantorfriyanto@student.umrah.ac.idHeti Sarlinihsarlini@student.umrah.ac.idSabina Azzahrasazzahra@student.umrah.ac.idReza Gemilangrezagemilang@umrah.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas program “Verbception” dalam meningkatkan penguasaan kosakata kata kerja (verb) bahasa Inggris pada siswa kelas VI SD Negeri 004 Teluk Sebong melalui integrasi media kartu kilas (flashcards) dan pendekatan microlearning. Menggunakan desain pra-eksperimental one-group pretest-posttest, intervensi ini diikuti oleh 27 siswa. Data dikumpulkan menggunakan tes penguasaan kosakata, kuesioner persepsi, dan lembar observasi keterlibatan siswa selama tiga sesi pembelajaran. Guna menghindari bias ceiling effect, sebanyak 15 siswa yang telah memperoleh skor maksimum pada tes awal dikeluarkan dari analisis peningkatan hasil belajar. Hasil analisis terhadap 12 siswa sisanya menunjukkan kenaikan skor rata-rata dari 71,67 menjadi 77,50, yang menghasilkan skor N-Gain sebesar 0,206 (kategori rendah). Meskipun capaian peningkatan hasil belajar tergolong rendah, hasil kuesioner mencerminkan persepsi siswa yang sangat positif terhadap penggunaan media (79,20%), yang meliputi indikator kemudahan penggunaan (80,54%) dan kebermanfaatan (77,86%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kartu kilas berbasis microlearning efektif sebagai media pendukung yang interaktif dan mudah diakses untuk pembelajaran kosakata di sekolah dasar, meskipun pengoptimalan hasil belajar tetap membutuhkan durasi intervensi yang lebih panjang serta latihan yang berkelanjutan.</em></p>2026-09-18T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Josua Sitompul, Galuh Titian Pangestu, Rani Puji Lestari, Wiwin Juniarsih, R Nurhafriza, Riando Syahputra, Marsha Novianti, Rendy Friyanto, Heti Sarlini, Sabina Azzahra, Reza Gemilanghttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1582Dokumentasi Aktivitas Perikanan Masyarakat Pesisir di Pasar Ikan Barek Motor, Kijang Kota, Kabupaten Bintan2026-10-12T08:46:12+07:00Rodiyan Ramadhanirdramadhani@student.umrah.ac.idNevrita Nevritanevrita@umrah.ac.idShaskia Trismadanistrismadani@student.umrah.ac.idVira Permata Sarivpermatasari@student.umrah.ac.idNadia Dwi Oktarindoktari@student.umrah.ac.idYessy Maryuniymaryuni@student.umrah.ac.idMaria Friska Wendahmfriskawenda@student.umrah.ac.idAprilia Rahmawatiarahmawati2@student.umrah.ac.idDimas Muhammad Irvandmuhamadirvan@student.umrah.ac.idRazan Shihan Mizbanirwahid@student.umrah.ac.idMardesnifo Togatoropmtogatorop@student.umrah.ac.id<p><em>Masyarakat pesisir Kijang Kota memiliki kehidupan yang erat kaitannya dengan sumber daya laut dan aktivitas perikanan. Pasar Ikan Barek Motor menjadi salah satu kawasan yang memperlihatkan berbagai aktivitas masyarakat pesisir, mulai dari pendaratan hasil tangkapan, pengangkutan, pengolahan, hingga perdagangan hasil perikanan. Aktivitas tersebut juga menciptakan hubungan sosial dan ekonomi antara nelayan, pedagang ikan, pekerja, pembeli, dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini bertujuan untuk mendokumentasikan serta menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir Kijang Kota, khususnya aktivitas perikanan dan peran Pasar Ikan Barek Motor dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi berupa foto dan video. </em><em>Informan dalam kegiatan ini meliputi nelayan, pedagang ikan, dan masyarakat sekitar kawasan Barek Motor. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa aktivitas perikanan memiliki peranan penting dalam mendukung perekonomian masyarakat pesisir serta membentuk interaksi sosial berupa komunikasi, kerja sama, dan saling ketergantungan antaraktor. Kehidupan masyarakat juga dipengaruhi oleh kondisi musim, cuaca, ketersediaan hasil tangkapan, serta pengalaman dan pengetahuan lokal yang dimiliki nelayan. Namun, masyarakat pesisir masih menghadapi berbagai tantangan, seperti ketidakstabilan pendapatan, perubahan kondisi lingkungan, pencemaran, dan keterbatasan dalam pengembangan usaha. Oleh karena itu, diperlukan pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kearifan lokal dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. </em></p>2026-10-27T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Rodiyan Ramadhani, Nevrita Nevrita, Shaskia Trismadani, Vira Permata Sari, Nadia Dwi Oktari, Yessy Maryuni, Maria Friska Wendah, Aprilia Rahmawati, Dimas Muhammad Irvan, Razan Shihan Mizbani, Mardesnifo Togatorophttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1643Pelatihan Partisipatif Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Berbahan Organik Lokal bagi KWT Anggrek di Desa Watalara, Kabupaten Kolaka2026-10-26T15:33:19+07:00Fitrianti Handayanifitriantihandayani87@yahoo.comMusadia Afamusadiaafa@gmail.comDjunarlin Tojangdjunarlintoyang@yahoo.comMarlina Mustafalinamarlinamus@gmail.comLa Mpiala_mpia@yahoo.comMuhammad Al Afandiafandi@usn.ac.idJuniaty Arruan Bulawanjuniatyusn@gmail.comYolanda Fitria Syahriyolandafitriasyahri@gmail.comTomy Ansyara@a.com<p><em>Pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) berbahan organik lokal merupakan salah satu upaya memperkenalkan teknologi pengolahan bahan organik kepada kelompok masyarakat tani. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pengalaman praktik kepada anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek di Desa Watalara, Kabupaten Kolaka, dalam pembuatan POC. Kegiatan dimulai pada 5 Agustus 2026 dengan melibatkan 20 anggota KWT melalui pendekatan demonstrasi dan pelatihan partisipatif. Tahapan kegiatan meliputi persiapan dan pengolahan bahan, pencampuran bahan organik dengan larutan aktivator, fermentasi, serta penyaringan produk. Bahan yang digunakan meliputi kotoran hewan, bonggol pisang, daun bambu, daun gamal, rumput belulang, telur, gula dan molase, EM4, serta air leri dan air biasa. Campuran bahan difermentasi selama kurang lebih 40 hari dengan pengadukan setiap hari. Proses fermentasi selesai pada 15 September 2026, dilanjutkan dengan penyaringan hingga menghasilkan 76 liter POC yang siap diaplikasikan. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai tahapan pengolahan bahan organik lokal menjadi pupuk cair. Namun, peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta belum dapat dikuantifikasi karena tidak dilakukan pengukuran sebelum dan sesudah pelatihan. Pengujian mutu produk dan pemantauan aplikasinya pada tanaman hortikultura diperlukan untuk mengevaluasi karakteristik POC dan respons tanaman terhadap penggunaannya.</em></p>2026-10-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Fitrianti Handayani, Musadia Afa, Djunarlin Tojang, Marlina Mustafa, La Mpia, Muhammad Al Afandi, Juniaty Arruan Bulawan, Yolanda Fitria Syahri, Tomy Ansyarhttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1342Perancangan Ruang Wudhu Berbasis Green Design pada Masjid Daarut Tauhiid Bandung2026-07-04T19:12:50+07:00Hana Faza Surya Rusydahanafsr@telkomuniversity.ac.idIrwana Zulfia Budionoirwanazulfiab@telkomuniversity.ac.idHendi Anwarhendiarch@telkomuniversity.ac.idAthifa Sri Ismirantiathifaismiranti@telkomuniversity.ac.id<p><em>Area wudhu menjadi ruang utama dalam aktivitas umat muslim, seringkali terabaikan dari aspek perancangan sehingga memunculkan isu kelembaban ruangan, pencahayaan, dan penggunaan material yang kurang ramah lingkungan dan tidak mudah dalam perawatan. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan merancang ulang salah satu area wudhu di Daarut Tauhiid Bandung dengan pendekatan green design berdasarkan indikator Greenship dari Green Building Council Indonesia (GBCI). Solusi yang ditawarkan meliputi pemilihan material ramah lingkungan, optimalisasi pencahayaan alami, peningkatan kenyamanan dan aksesibilitas pengguna, serta integrasi tanman indoor di area wudhu. Metode pelaksanaan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui tiga tahap, yakni observasi lapangan, proses desain, dan presentasi karya. Observasi lapangan dilakukan pengukuran dan dokumentasi ruang eksisting dan diskusi bersama masyarakat sasar untuk menemukan temuan permasalahan dan harapan yang di inginkan masyarakat. Selanjutnya perancangan desain ruang wudhu yang didasari oleh tahap awal dan diperkuat dengan teori hasil dari studi literatur. Terakhir presentasi karya dan diseminasi sosialisasi ruang wudhu yang dihadiri oleh pengurus Daarut Tauhiid sekitar 10 orang untuk melakukan evaluasi desain. Hasil program ini menghadirkan model perancangan 2D dan 3D area wudhu berbasis green desain untuk Masjid Daarut Tauhiid Bandung. </em></p>2026-10-23T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Hana Faza Surya Rusyda, Irwana Zulfia Budiono, Hendi Anwar, Athifa Sri Ismirantihttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1531Pembuatan dan Pemasangan Papan Nama Jalan untuk Mendukung Informasi Wilayah di Desa Tanjung Batu Kecil, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau2026-09-18T09:33:14+07:00Diva Agus Riyantidaryanti@student.imrah.ac.idMaryam Maryammaryam@student.umrah.ac.idZulkarnain Zulkarnainznain@student.umrah.ac.idGrace Juliana Sianturigjsianturi@student.umrah.ac.idM Tsaqif Rafiimtsaqifrafii@student.umrah.ac.idSuriani Surianissuriani@student.umrah.ac.idAriqa Khairunnisaakhairunnisa@student.umrah.ac.idAhmad Maftuh Suryaasurya@student.umrah.ac.idDewi Yantidyanti@student.umrah.ac.idRudolf Markianormarkiano@student.umrah.ac.idAzrul Asyikinazrulasyikin@umrah.ac.id<p><em>Desa Tanjung Batu Kecil, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun, masih memiliki keterbatasan sarana informasi wilayah, ditandai dengan belum tersedianya papan nama pada beberapa ruas jalan. Kondisi tersebut dapat menyulitkan masyarakat maupun pendatang dalam mengenali nama dan menemukan lokasi jalan tertentu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menyediakan papan nama jalan sebagai sarana informasi dan identitas wilayah sekaligus mendukung keteraturan lingkungan desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan metode deskriptif kualitatif melalui tahapan koordinasi, survei dan penentuan lokasi, persiapan alat dan bahan, pembuatan, pemasangan, serta evaluasi. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN 58 UMRAH pada 13–15 Agustus 2026 dengan melibatkan perangkat desa, koordinator wilayah, kepala dusun, dan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 12 papan nama jalan berhasil dibuat dan dipasang pada 12 titik yang tersebar di tiga dusun, masing-masing empat titik. Keberadaan papan nama memberikan informasi identitas jalan secara langsung dan mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Keberlanjutan manfaat program memerlukan pemeliharaan secara berkala oleh pemerintah desa dan masyarakat agar fasilitas tetap berfungsi dalam jangka panjang.</em></p>2026-09-28T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Diva Agus Riyanti, Maryam Maryam, Zulkarnain Zulkarnain, Grace Juliana Sianturi, M Tsaqif Rafii, Suriani Suriani, Ariqa Khairunnisa, Ahmad Maftuh Surya, Dewi Yanti, Rudolf Markiano, Azrul Asyikinhttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1610Edukasi Partisipatif untuk Meningkatkan Pemahaman Orang Tua tentang Pendampingan Teknologi dan Semangat Belajar Anak di Desa Abeuk Reuling, Kabupaten Aceh Utara, Aceh2026-10-09T10:13:28+07:00Iryana Muhammadiryana.muhammad@unimal.ac.idMutia Fonnamutia.fonna@unimal.ac.idNur Elisyahnur.elisyah@unimal.ac.id<p><em>Perkembangan teknologi digital menuntut orang tua mampu mendampingi penggunaan teknologi sekaligus menumbuhkan semangat belajar anak, tetapi pemahaman orang tua mengenai kedua hal tersebut masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pendampingan penggunaan teknologi secara bijaksana serta peran keluarga dalam membangun semangat belajar anak. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Juni 2026 di Desa Abeuk Reuling, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, dan diikuti oleh 23 orang tua yang memiliki anak pada jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan menggunakan angket penilaian diri berskala Likert yang telah divalidasi ahli dengan desain pretest-posttest dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa skor penilaian diri orang tua meningkat pada seluruh indikator, dengan rata-rata dari 65,00 (kategori cukup) menjadi 82,90 (kategori baik) atau naik 17,90 poin setelah edukasi. Kenaikan tertinggi terjadi pada indikator pengaturan waktu dan akses teknologi (22,50 poin), sedangkan kenaikan terendah terjadi pada indikator membangun semangat belajar anak (14,00 poin). Hasil ini mencerminkan perubahan persepsi peserta terhadap pemahamannya sendiri dan menjadi dasar pendampingan lanjutan pada aspek komunikasi yang mendukung belajar anak.</em></p>2026-10-17T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Iryana Muhammad, Mutia Fonna, Nur Elisyahhttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1495Implementasi Program Politeknik Agraria STPN: Digitalisasi Data Pertanahan Kalurahan untuk Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Kalurahan Pampang2026-09-11T12:48:06+07:00Ardhi Arnantoardhi.arnanto@stpn.ac.idHarvini Wulansariharvini@stpn.ac.idTatag Bagus Narendratatagbagus@stpn.ac.id<p><em>Pengelolaan data pertanahan di Kalurahan Pampang yang masih manual dengan menggunakan buku letter C dan peta konvensional menghadapi kendala fisik dokumen yang rapuh, keterbatasan kompetensi sumberdaya manusia pamong kalurahan, serta lambatnya pelayanan administrasi. Permasalahan ini menghambat pencapaian target ke-9 Sustainable Development Goals (SDGs) terkait industri, inovasi, dan infrastruktur digital di tingkat kalurahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan program alih teknologi dan digitalisasi data pertanahan melalui peran Politeknik Agraria STPN serta mengevaluasi tingkat kepuasan pengguna terhadap program tersebut. Metodologi penelitian menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, dan Product) dengan pengukuran skala Likert untuk menilai tingkat kepuasan pamong kalurahan. Responden penelitian ini adalah 8 orang pamong kalurahan yang menggunakan sistem informasi pertanahan kalurahan (SIMPEL). Program dilaksanakan dengan mengintegrasikan program pembelajaran Praktik Kerja Lapangan (PKL), Magang Berdampak, dan Pemberdayaan Masyarakat.. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran PKL berhasil memetakan dan menyusun basis data spasial serta tekstual bagi 2.725 bidang tanah. Output program pemberdayaan masyarakat adalah aplikasi SIMPEL berbasis web yang berhasil mengatasi kendala spesifikasi komputer dengan kemampuan grafis rendah di kantor kalurahan. Hasil evaluasi CIPP menunjukkan predikat Sangat Puas pada seluruh variabel, yaitu Konteks (4,34), Masukan (4,21), Proses (4,25), dan Produk (4,54). Kesimpulannya, implementasi program pendidikan tinggi politeknik yang terintegrasi mampu mendorong transformasi digital pertanahan kalurahan dan mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs).</em></p>2026-09-17T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Ardhi Arnanto, Harvini Wulansari, Tatag Bagus Narendrahttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1571Penguatan Kapasitas Guru untuk Pendidikan Kewargaan Global Kritis di Sekolah Islam Al-Kautsar, Kota Malang, Jawa Timur2026-09-28T21:03:42+07:00Yusli Effendiy.effendi@ub.ac.idAbdullah Abdullaha.assegaf@ub.ac.idMuhammad Abdul Azismuhabdulazis@ub.ac.idDeshinta Dyan Sagitadeshintagita@student.ub.ac.idBintang Corvi Diphdabintangcorvi058@gmail.com<p><em>Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kesiapan pedagogis guru dalam mengelola keberagaman melalui pengembangan kapasitas partisipatif yang mengintegrasikan Critical Global Citizenship Education (Critical GCED), pedagogi multikultural-dialogis, Islam Rahmatan lil ‘Alamin (ISRA), dan literasi digital kritis. Program dilaksanakan pada 3–5 Agustus 2026 dan melibatkan 20 guru dari jenjang TK, SD, SMP, dan SMA di Sekolah Islam Al-Kautsar, Kota Malang. Kegiatan mencakup pre-test, diagnosis partisipatif, lokakarya konseptual, diskusi kelompok, penyusunan rencana aksi berbasis kelas, simulasi pedagogis, post-test, dan refleksi. Evaluasi deskriptif menunjukkan kesenjangan antara komitmen normatif yang sejak awal tinggi dan kesiapan merespons persoalan yang memerlukan pertimbangan kontekstual. Pemahaman terhadap konsepsi toleransi meningkat dari 3 guru (15%) menjadi 15 guru (75%), sedangkan respons sesuai terhadap pertanyaan keagamaan sensitif meningkat dari 4 guru (20%) menjadi 10 guru (50%). Pada post-test, 7 guru (35%) memenuhi kriteria pemahaman mengenai dimensi relevan Standar Kompetensi Lulusan 2025 dan 6 guru (30%) memahami kompleksitas toleransi intra-agama. Empat kelompok menghasilkan peta masalah dan empat rencana aksi pembelajaran yang memuat tujuan, aktivitas, prinsip GCED-ISRA, risiko pedagogis, dan indikator pencapaian. Program memperkuat beberapa aspek pemahaman konseptual dan pertimbangan pedagogis serta menyediakan perangkat awal untuk implementasi pembelajaran.</em></p>2026-10-23T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Yusli Effendi, Abdullah Abdullah, Muhammad Abdul Azis, Deshinta Dyan Sagita, Bintang Corvi Diphdahttps://publications.id/index.php/jippm/article/view/1621Pelatihan Menulis Puisi Bertema Pesisir Berbasis Ekopedagogi untuk Penguatan Literasi Sastra dan Kepedulian Lingkungan Siswa MTsS Al-Ikhlas Gorontalo 2026-10-20T17:32:13+07:00Ayu Hidayanti Aliayuhidayanti@ung.ac.idEka SartikaEka@ung.ac.idHerson Kadirherson.kadir@ung.ac.idLa Ode Gusman Nasirulaode@ung.ac.id<p><em>Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di MTsS Al-Ikhlas Gorontalo, Desa Bilungala, Kabupaten Bone Bolango, pada 9 Juni 2026 dengan sasaran 18 siswa kelas VIII A. Identifikasi awal melalui koordinasi dan wawancara dengan pihak sekolah menunjukkan bahwa pengetahuan siswa mengenai kearifan lokal masyarakat pesisir masih minim dan mereka memerlukan pendampingan untuk menemukan gagasan serta mengembangkannya menjadi puisi. Pelatihan mencakup pengenalan puisi, penggalian pengalaman pesisir, pendampingan penulisan, dan pembacaan karya. Evaluasi dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan kondisi awal dan capaian akhir. Sebelum kegiatan, siswa belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang kearifan lokal pesisir sebagai bahan belajar sastra. Setelah kegiatan, peserta mampu menghasilkan puisi ekopedagogik yang mengangkat pengalaman dan kearifan lokal pesisir; tercatat 18 puisi, dan dua di antaranya dibacakan serta diabadikan melalui kanal YouTube kegiatan. Capaian ini menunjukkan keberhasilan pada indikator pengetahuan kontekstual dan kemampuan menghasilkan karya. Perubahan tersebut dilaporkan secara kualitatif karena kegiatan tidak menggunakan tes berskor atau pengukuran kuantitatif. Pelatihan ini memperlihatkan bahwa lingkungan yang dekat dengan kehidupan siswa dapat menjadi sumber gagasan sastra dan ruang untuk menyampaikan pemaknaan mereka terhadap pesisir.</em></p>2026-10-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Ayu Hidayanti Ali, Eka Sartika, Herson Kadir, La Ode Gusman Nasiru