https://publications.id/index.php/jigi/issue/feed Jurnal Ilmu Gizi Indonesia 2026-06-30T00:00:00+07:00 Elida Soviana elidasoviana@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>Jurnal Ilmu Gizi Indonesia (JIGI)</strong> adalah jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan naskah maupun artikel di bidang ilmu gizi, yang berhubungan dengan gizi klinik, gizi masyarakat, gizi olahraga, gizi molekuler/nutrigenomic, nutrigenetik, dietetik, aspek biokimia gizi, komponen pangan untuk kesehatan, suplementasi dan fortifikasi gizi, ketahanan pangan dan gizi, pendidikan dan konseling gizi, serta aspek sosioekonomi terkait gizi.</p> <p><strong><img src="https://publications.id/master/images/FrontendJIGI.jpg" alt="" /></strong></p> <p><strong>Jurnal Ilmu Gizi Indonesia (JIGI)</strong> dipublikasikan oleh Asosiasi Peneliti Mixed Method Indonesia (APEMMI) yang bekerja sama dengan Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Maluku dan terdaftar di BRIN dengan P-ISSN : xxxx-xxxx dan E-ISSN : xxxx-xxxx serta terdaftar di Crossref dengan Prefix DOI : 10.54082. <strong>Jurnal Ilmu Gizi Indonesia (JIGI)</strong> dipublikasikan 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Semua penerimaan naskah diproses secara <em>double blind review</em> oleh mitra bestari. Naskah dapat dimasukkan dalam <strong>BAHASA INDONESIA </strong>maupun <strong>BAHASA INGGRIS. </strong></p> <table border="0"> <tbody> <tr> <td colspan="3"><strong>Informasi Jurnal</strong></td> </tr> <tr> <td width="150">Nama</td> <td>:</td> <td>Jurnal Ilmu Gizi Indonesia</td> </tr> <tr> <td>Nama Pendek</td> <td>:</td> <td>JIGI</td> </tr> <tr> <td>Contact Person</td> <td>:</td> <td>085111544445</td> </tr> <tr> <td>Frekuensi Terbit</td> <td>:</td> <td>2 edisi setiap tahun (Juni dan Desember)</td> </tr> <tr> <td>Artikel </td> <td>:</td> <td>5 Artikel setiap Edisi </td> </tr> <tr> <td>DOI</td> <td>:</td> <td>10.54082/jigi.IDPaper</td> </tr> <tr> <td>P-ISSN</td> <td>:</td> <td>xxxx-xxxx</td> </tr> <tr> <td>e-ISSN</td> <td>:</td> <td>xxxx-xxxx</td> </tr> <tr> <td>Author Fees / APC </td> <td>:</td> <td>Rp 0,00 (Gratis) </td> </tr> <tr> <td valign="top">Scope</td> <td valign="top">:</td> <td>Penelitian bidang ilmu gizi, gizi klinik, gizi masyarakat, gizi pangan.</td> </tr> </tbody> </table> <h1>Fokus dan Ruang Lingkup</h1> <p><strong>Jurnal Ilmu Gizi Indonesia (JIGI)</strong> mempublikasikan artikel ilmiah yang berfokus pada bidang gizi, kesehatan, dan pangan, meliputi penelitian dasar, terapan, maupun kajian literatur yang relevan dengan peningkatan status gizi dan kesehatan masyarakat. Ruang lingkup jurnal mencakup (namun tidak terbatas pada) topik-topik berikut:</p> <ol data-start="576" data-end="1938"> <li data-start="576" data-end="821"> <p data-start="579" data-end="616"><strong>Gizi Klinik dan Gizi Masyarakat</strong>: Peran gizi dalam pencegahan dan pengobatan penyakit; Intervensi gizi untuk penyakit degeneratif, infeksi, maupun metabolik; Kajian gizi masyarakat, surveilans gizi, dan kebijakan pangan</p> </li> <li data-start="576" data-end="821"> <p data-start="579" data-end="616"><span style="font-size: 0.875rem;"><strong>Ilmu Pangan dan Teknologi Pangan</strong>: Inovasi produk pangan fungsional dan fortifikasi; Keamanan pangan dan kualitas nutrisi; Pengembangan bahan pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan</span></p> </li> <li data-start="576" data-end="821"> <p data-start="579" data-end="616"><span style="font-size: 0.875rem;"><strong>Metabolisme, Biokimia, dan Nutrigenomik</strong>: Mekanisme biokimia zat gizi dalam tubuh; Hubungan genetik, epigenetik, dan respons nutrisi; Studi biomarker status gizi</span></p> </li> <li data-start="576" data-end="821"> <p data-start="579" data-end="616"><span style="font-size: 0.875rem;"><strong>Perilaku, Pendidikan, dan Sosio-Kultural Gizi</strong>: Faktor perilaku dan budaya dalam konsumsi pangan; Pendidikan gizi, promosi kesehatan, dan perubahan perilaku makan; Intervensi berbasis komunitas untuk perbaikan gizi</span></p> </li> <li data-start="576" data-end="821"> <p data-start="579" data-end="616"><span style="font-size: 0.875rem;"><strong>Gizi pada Siklus Kehidupan</strong>: Gizi ibu hamil, menyusui, bayi, anak, remaja, dewasa, dan lansia; Masalah gizi pada kelompok rentan; Dampak gizi terhadap pertumbuhan, perkembangan, dan kualitas hidup</span></p> </li> <li data-start="576" data-end="821"> <p data-start="579" data-end="616"><span style="font-size: 0.875rem;"><strong>Metode Penelitian dan Inovasi dalam Ilmu Gizi</strong>: Aplikasi teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam bidang gizi; Metodologi survei dan analisis status gizi; Model intervensi inovatif berbasis evidence-based nutrition</span></p> </li> </ol> https://publications.id/index.php/jigi/article/view/578 Perbedaan Kandungan Zat Besi Tanaman Bayam Hijau (Amaranthus hybridus L.) pada Media Limbah Fly Ash dengan Bakteri Pseudomonas fluorescens 2024-09-19T09:57:31+07:00 Sintia Puspa Dewi dewisintiapuspa@gmail.com Catur Retno Lestari a@gmail.com Chairunisa Nur Rarastiti a@gmail.com <p><em>Fly ash </em>merupakan limbah batu bara yang mengandung mineral penting untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Penggunaan <em>fly ash </em>sebagai media tanam untuk dapat meningkatkan zat gizi tanaman bayam. Hasil optimal penggunaan <em>fly ash </em>perlu tambahan seperti bakteri <em>Pseudomonas fluorescens</em>. Bakteri ini berperan penting dalam pertumbuhan tanaman bayam. Tanaman bayam memiliki zat gizi yang tinggi salah satunya zat besi yang penting untuk kesehatan manusia. Zat besi merupakan zat gizi penting dalam pencegahan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kandungan zat besi tanman bayam (<em>Amaranthus hybridus </em>L.) pada media limbah <em>fly ash </em>dengan bakteri <em>Pseudomonas fluorescens</em>. Jenis penelitian ini eksperimental murni dengan 1 kelompok kontrol dan 3 percobaan. Kelompok kontrol F0 200 g media tanam, F1 50 g media tanam + 50 g <em>fly ash</em></p> <p>+ 20 ml bakteri, F2 100 g media tanam + 100 <em>g fly ash </em>+ 20 ml bakteri, F3 150 g media tanam + 150 g <em>fly ash </em>+ 20 ml bakteri. Data dianalisis dengan uji normalitas dan uji homogenitas dilanjut dengan uji t test, jika nilai signifikan (2-<em>tailed</em>) &lt; 0,05 menunjukkan adanya perbedaan rata – rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan <em>fly ash </em>dengan bakteri <em>Pseudomonas fluorescens </em>masing – masing kelompok memiliki perbedaan yang signifikan yang berarti terdapat pengaruh kandungan zat besi tanaman bayam. Hasil rata – rata uji zat besi paling tinggi yaitu F3 0,53 mg dan hasil rata – rata paling rendah yaitu F0 0,28. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah <em>fly ash </em>dengan bakteri <em>Pseudomonas fluorescens </em>berpotensi sebagai media tanam yang efektif untuk meningkatkan zat besi tanaman bayam.</p> 2026-06-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Sintia Puspa Dewi, Catur Retno Lestari, Chairunisa Nur Rarastiti https://publications.id/index.php/jigi/article/view/1189 Nutritional Potential and Food Safety Aspects of Gonggong Snails (family Strombidae) as Sustainable Local Marine Protein Sources: A Narrative Literature Review 2026-05-13T08:26:29+07:00 Honey Yahdillah honey.yahdillah@uib.ac.id Miftahul Jannah miftahul.jannah@uib.ac.id <p><em>Gonggong snails belonging to the family Strombidae have potential as sustainable local marine protein sources and functional foods. This study aimed to synthesize scientific evidence regarding the nutritional potential and food safety aspects of gonggong snails through a narrative literature review approach. A narrative review was selected due to the limited and fragmented nature of available studies across ecology, fisheries, nutrition, and food safety disciplines. Literature searches were conducted using Google Scholar, ScienceDirect, and PubMed databases for publications published between 2015 and 2025. The search strategy used combinations of keywords related to species identification, nutritional composition, bioactive compounds, and food safety. A total of 1,271 articles were initially identified, and eight studies fulfilled the inclusion criteria after screening and qualitative evaluation. Existing evidence indicates that gonggong snails contain relatively high protein levels, reaching approximately 54% based on proximate analysis, and possess bioactive compounds with antimicrobial activity against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Several studies also reported the presence of contaminants such as lead (Pb), cadmium (Cd), and microplastics, indicating potential food safety concerns associated with environmental exposure. However, comprehensive nutritional profiling, including amino acid composition, micronutrients, and nutrient bioavailability, remains limited. Overall, gonggong snails possess strong potential as sustainable marine protein sources and functional foods; however, integrated nutritional evaluation, contaminant monitoring, and food safety assessment are urgently needed to support their safe and sustainable utilization.</em></p> 2026-06-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Honey Yahdillah, Miftahul Jannah https://publications.id/index.php/jigi/article/view/1149 Hubungan Asupan Magnesium dengan Tekanan Darah pada Kelompok Usia Dewasa Muda di Puskesmas Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban 2026-04-20T14:25:38+07:00 Tanti Dwi Nur Cahyani tantidwi205@gmail.com Nurus Syafa’ah a@a.com Tysa Runingsari a@a.com Dian Ayu Ainun Nafies a@a.com <p>Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi dan kerap tidak terdeteksi sejak dini, terutama pada kelompok usia dewasa muda. Pola konsumsi, khususnya asupan serat dan magnesium, diketahui berperan dalam memengaruhi tekanan darah, namun keduanya masih cenderung rendah di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara asupan serat dan magnesium dengan tekanan darah pada kelompok usia dewasa muda di wilayah kerja Puskesmas Semanding Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Responden berjumlah 101 orang berusia 20–40 tahun yang dipilih secara acak. Data asupan serat dan magnesium dikumpulkan menggunakan metode <em>food recall</em> 3×24 jam, sedangkan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki asupan serat dan magnesium yang tergolong kurang, serta lebih dari separuh responden mengalami tekanan darah tinggi. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara asupan serat dan magnesium dengan tekanan darah di mana semakin rendah asupan, maka tekanan darah cenderung lebih tinggi. Simpulan: Asupan serat dan magnesium berhubungan dengan tekanan darah pada dewasa muda. Peningkatan konsumsi pangan sumber serat dan magnesium perlu didorong sebagai upaya promotif dan preventif dalam pengendalian hipertensi.</p> 2026-06-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Tanti Dwi Nur Cahyani, Nurus Syafa’ah, Tysa Runingsari, Dian Ayu Ainun Nafies https://publications.id/index.php/jigi/article/view/1073 Hubungan Aktivitas Fisik dan Pola Makan dengan Kejadian Overweight pada Remaja di SMAN 8 Kota Jambi 2026-01-13T09:44:38+07:00 Dhinda Fitria fitriadinda0512@gmail.com Tina Yuli Fatmawati a@a.com Aisah Aisah a@a.com <p><em>Overweight</em> pada remaja merupakan masalah gizi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi, yang dipengaruhi oleh pola makan dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian <em>overweight</em> pada remaja di SMAN 8 Kota Jambi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain <em>cross sectional</em> dengan populasi seluruh siswa kelas X SMAN 8 Kota Jambi sebanyak 360 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 78 orang dengan menggunakan teknik <em>proportional random sampling</em> sesuai kriteria inklusi. Instrumen dalam penelitian ini aktivitas fisik menggunakan PAL dan pola makan menggunakan FFQ. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji <em>Chi-Square</em> untuk mengetahui variabel independent (aktivitas fisik dan pola makan) dengan variabel dependen (kejadian <em>overweight</em>). Hasil gambaran aktivitas ringan 49 remaja (68,3%), pola makan dalam kategori kurang baik sebanyak 44 remaja (62,0%), dan kejadian <em>overweight</em> sebanyak 45 remaja (57,7%). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pola makan dengan kejadian overweight (p=0.015), serta hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian overweight (p=0.002). Kesimpulan, pola makan dan aktivitas fisik berhubungan dengan kejadian overweight pada remaja. Disarankan kepada pihak sekolah dan remaja untuk meningkatkan aktivitas fisik dan menerapkan pola makan sehat untuk mencegah terjadinya overweight.</p> 2026-06-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Dhinda Fitria, Tina Yuli Fatmawati, Aisah Aisah https://publications.id/index.php/jigi/article/view/827 Peran Zinc, Vitamin, dan Asam Amino dalam Regulasi Nutrisi terhadap Metabolisme Lipid dan Glukosa berdasarkan Systematic Literature Review 2025-06-28T08:07:12+07:00 Rayinda Al Ganiya Canakhya rayindaalganiya959@gmail.com Shaqira Azzahra shaqiraazzahra21@gmail.com Elsa Rholas Naibaho elsanaibaho63@gmail.com Supriyatin Supriyatin supriyatin@unj.ac.id Sri Rahayu srirahayu@unj.ac.id Annisa Wulan Agus Utami annisawulan@gmail.com <p>Tingginya prevalensi diabetes dan gangguan metabolisme lainnya banyak disebabkan oleh ketidakseimbangan dalam regulasi metabolisme glukosa dan lipid. Ketidakteraturan ini berkontribusi signifikan terhadap meningkatnya kasus obesitas, resistensi insulin, dan penyakit kronis terkait metabolisme. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi secara sistematis peran zinc, vitamin, dan asam amino dalam mengatur metabolisme glukosa dan lipid melalui pendekatan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR). Penelusuran artikel dilakukan pada database terindeks seperti PubMed, ScienceDirect, dan platform ilmiah lainnya, dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan secara ketat. Hasil kajian menunjukkan bahwa zinc berperan penting dalam meningkatkan sensitivitas insulin serta memfasilitasi transpor glukosa ke dalam sel melalui aktivasi jalur sinyal seperti PI3K/Akt. Vitamin D dan E diketahui mengurangi stres oksidatif dan peradangan serta meningkatkan respons sel terhadap insulin. Sementara itu, asam amino seperti leusin dan arginin berperan dalam aktivasi AMPK dan mTOR yang mengatur ekspresi gen terkait metabolisme energi dan lipid. Temuan ini juga memperlihatkan penurunan kadar glukosa darah dan trigliserida secara konsisten pada subjek uji yang diberikan kombinasi zat gizi tersebut. Temuan ini berpotensi mendukung pengembangan intervensi nutrisi berbasis bukti untuk pencegahan dan penanganan gangguan metabolik secara aman dan alami, dengan pendekatan yang dapat disesuaikan secara individual pada populasi berisiko tinggi.</p> 2026-06-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Rayinda Al Ganiya Canakhya, Shaqira Azzahra, Elsa Rholas Naibaho, Supriyatin Supriyatin; Sri Rahayu, Annisa Wulan Agus Utami https://publications.id/index.php/jigi/article/view/1174 Pengaruh Pemberian Rebusan Rambut Jagung (Zea Mays l,.) terhadap Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi: Kajian Quasi-Experimental di Puskesmas Semanding 2026-05-04T01:49:53+07:00 Laeda Fitriatul Saedah laedafitriatulsaedah27@gmail.com Dian Ayu Ainun Nafies diannafies19@gmail.com <p>Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang terus meningkat prevalensinya pada populasi lansia dan dikenal luas sebagai <em>silent killer</em> karena perjalanan klinisnya yang kerap tanpa keluhan nyata. Penanganannya tidak selalu bertumpu pada obat-obatan kimiawi, mengingat sejumlah bahan alami telah menunjukkan potensi antihipertensi yang patut dikaji lebih mendalam. Rambut jagung (<em>Zea mays</em> L.) adalah salah satu bahan herbal yang mengandung vitamin C dan berbagai senyawa bioaktif lain yang berkontribusi pada pengendalian tekanan darah melalui penghambatan enzim <em>Angiotensin-Converting Enzyme</em> (ACE) dan peningkatan bioavailabilitas <em>nitric oxide</em> (NO). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian rebusan rambut jagung terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Semanding, Kabupaten Tuban. Pendekatan yang digunakan adalah <em>quasi-experimental</em> dengan rancangan <em>one group pretest-posttest</em> tanpa kelompok kontrol. Sebanyak 10 responden lansia dipilih melalui teknik <em>purposive sampling</em>. Intervensi berupa 200 ml rebusan rambut jagung yang diberikan satu kali sehari selama 14 hari berturut-turut, dikonsumsi 15 menit setelah sarapan pagi. Analisis data menggunakan <em>uji Paired T-Test</em> dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tekanan darah sistolik menurun dari rata-rata 166,20 mmHg menjadi 141,20 mmHg, dan diastolik dari 92,30 mmHg menjadi 81,50 mmHg. Nilai p = 0,001 (sistolik) dan p = 0,000 (diastolik), keduanya di bawah α = 0,05, mengindikasikan pengaruh yang signifikan secara statistik. Rebusan rambut jagung terbukti efektif sebagai terapi komplementer non-farmakologis dalam menurunkan tekanan darah lansia penderita hipertensi.</p> 2026-06-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Laeda Fitriatul Saedah, Dian Ayu Ainun Nafies https://publications.id/index.php/jigi/article/view/1143 Efektivitas Seduhan Bunga Telang Kering dan Kelopak Kering Bunga Rosella terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Total pada Pra-Lansia: Studi Eksperimental di Puskesmas Wire, Tuban 2026-04-21T17:49:40+07:00 Elfreda Bertha elfredabertha@gmail.com Tysa Runingsari tysaruningsari06@gmail.com <p>Hiperkolesterolemia pada pra-lansia merupakan masalah kesehatan serius yang disebabkan oleh faktor degeneratif dan pola konsumsi makanan tinggi lemak, sehingga diperlukan alternatif terapi non-farmakologis yang aman seperti pemanfaatan tanaman herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas seduhan bunga telang kering (<em>Clitoria ternatea</em>) dan seduhan kelopak kering bunga rosella (<em>Hibiscus sabdariffa Linn</em>) terhadap penurunan kadar kolesterol di wilayah kerja Puskesmas Wire Kabupaten Tuban. Studi kuantitatif dengan desain eksperimen yang melibatkan 30 responden pra-lansia penderita kolesterol tinggi, yang dibagi menjadi tiga kelompok: kelompok seduhan bunga telang kering, kelompok seduhan kelopak kering bunga rosella, dan kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran kadar kolesterol <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>, kemudian dianalisis menggunakan uji <em>Paired T-Test</em> dan uji <em>Kruskal-Wallis</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar kolesterol sebelum terapi pada kelompok bunga telang adalah 237,5 mg/dL dan turun menjadi 195,7 mg/dL (<em>p-value</em> 0,000) , sedangkan pada kelompok rosella turun dari 239,1 mg/dL menjadi 204,2 mg/dL (<em>p-value</em> 0,000). Uji <em>Kruskal-Wallis</em> menunjukkan terdapat perbedaan penurunan yang signifikan di antara ketiga kelompok (<em>p-value</em> 0,001), dengan rata-rata penurunan tertinggi pada kelompok bunga telang sebesar 20,80 mg/dL dibandingkan kelompok rosella sebesar 18,40 mg/dL dan kelompok kontrol sebesar 7,30 mg/dL. Secara keseluruhan, seduhan bunga telang kering terbukti lebih efektif dibandingkan seduhan rosella dalam menurunkan kadar kolesterol total pada pra-lansia; keduanya layak direkomendasikan sebagai terapi komplementer non-farmakologis. Penelitian ini memberikan bukti komparatif langsung antara dua intervensi herbal pada subjek manusia, yang selama ini masih terbatas dalam literatur ilmiah.</p> 2026-06-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Elfreda Bertha, Tysa Runingsari https://publications.id/index.php/jigi/article/view/895 Hubungan Persepsi Pasien Mengenai Makanan Rumah Sakit dan Sisa Makanan terhadap Tingkat Kepuasan Pasien di RS Buah Hati Ciputat 2025-08-28T13:11:06+07:00 Nurul Hidayahti nurulhidayahti91@gmail.com Prita Dhyani Swamilaksita a@gmail.com Putri Ronitawati a@gmail.com <p>Persepsi pasien mengenai makanan rumah sakit dapat memengaruhi asupan makanan dan tingkat kepuasan pasien selama dirawat inap. Penelitian ini berbeda dari penelitian sebelumnya karena menilai enam aspek persepsi makanan sekaligus yaitu: rasa, penampilan, aroma, tekstur, variasi, dan suhu makanan, bukan hanya sisa makanan. Mengetahui hubungan antara persepsi pasien mengenai makanan rumah sakit dan sisa makanan terhadap tingkat kepuasan pasien di Rumah Sakit Buah Hati Ciputat. Penelitian ini menggunakan desain <em>cross sectional</em> dengan teknik <em>purposive sampling</em> pada 88 responden rawat inap yang tidak mengalami gangguan nafsu makan dan mendapatkan diet makanan biasa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Sebagian besar responden adalah perempuan (94,3%) berusia 26–35 tahun, dengan masa rawat inap terbanyak selama 3 hari. Sebanyak 53,4% pasien berpersepsi baik dan 46,6% berpersepsi tidak baik terhadap makanan rumah sakit dan 95,5% pasien menghabiskan makanannya (&lt;20% sisa). Tingkat kepuasan pasien terhadap makanan cukup tinggi, yaitu 71,6% menyatakan puas. Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi pasien mengenai makanan dengan tingkat kepuasan (p = 0,000), namun tidak terdapat hubungan signifikan antara sisa makanan dengan tingkat kepuasan (p = 0,327). Semakin baik persepsi pasien terhadap makanan, maka semakin tinggi tingkat kepuasannya. Namun, sisa makanan bukan indikator tunggal kepuasan karena dapat dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil penelitian ini adalah perlunya manajemen rumah sakit memperhatikan kualitas rasa, penampilan, aroma, tekstur, variasi, dan suhu makanan sebagai masukan dalam upaya meningkatkan mutu layanan gizi dan kepuasan pasien.</p> 2026-06-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Nurul Hidayahti, Prita Dhyani Swamilaksita, Putri Ronitawati