https://publications.id/index.php/ijpm/issue/feedInovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat2026-06-08T16:09:59+07:00IJPMjurnalidcom@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (IJPM)</strong> adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. <strong>Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (IJPM)</strong> <strong> </strong>terdaftar di PERPUSNAS dengan P-ISSN : <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20230327530035730" target="_blank" rel="noopener">2986-6324</a> dan E-ISSN : <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20230327430072044" target="_blank" rel="noopener">2986-6308</a>. Selain itu, IJPM terdaftar di Crossref dengan DOI : https://doi.org/10.54082/ijpm.idpaper.</p> <p><strong>Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (IJPM) </strong>saat ini <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/15535" target="_blank" rel="noopener">terakreditasi SINTA 5</a> berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi <strong>Nomor 156/C/C3/KPT/2026</strong> (<a href="https://drive.google.com/drive/folders/1ST0pD0D2GuSUglwSD_qZn8J1C2YAE115?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">Download SK Akreditasi</a>).</p> <p><strong>Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (IJPM) </strong>dipublikasikan empat bulan sekali, yaitu pada bulan April, Agustus, dan Desember. Naskah bisa dimasukkan dalam <strong>BAHASA INDONESIA </strong>atau <strong>BAHASA INGGRIS. </strong></p> <p><img src="https://publications.id/master/images/FrontendIJPM.jpg" alt="" /></p> <table border="0"> <tbody> <tr> <td colspan="3"><strong>Informasi Jurnal</strong></td> </tr> <tr> <td width="150">Nama</td> <td>:</td> <td>Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat</td> </tr> <tr> <td>Contact Person</td> <td>:</td> <td>085111544445</td> </tr> <tr> <td>Frekuensi Terbit</td> <td>:</td> <td>3 edisi setiap tahun (April, Agustus, dan Desember)</td> </tr> <tr> <td>Penerbit</td> <td>:</td> <td>CV Firmos Publishing</td> </tr> <tr> <td>Akreditasi</td> <td>:</td> <td><a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/15535" target="_blank" rel="noopener">Sinta 5</a></td> </tr> <tr> <td>DOI</td> <td>:</td> <td>10.54082/ijpm.IDPaper</td> </tr> <tr> <td>P-ISSN</td> <td>:</td> <td>2986-6324</td> </tr> <tr> <td>e-ISSN</td> <td>:</td> <td>2986-6308</td> </tr> <tr> <td>Biaya Publikasi</td> <td>:</td> <td>Rp 500.000,00</td> </tr> <tr> <td>Scope</td> <td>:</td> <td>Semua kegiatan pengabdian masyarakat di berbagai bidang, antara lain : pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan, maupun kegiatan pengabdian masyarakat bidang lainnya.</td> </tr> </tbody> </table> <h1>Fokus dan Ruang Lingkup</h1> <p><strong>Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (IJPM)</strong> menerima artikel multidisiplin untuk hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. </p> <p><iframe style="border: 0px #ffffff none;" src="https://author.my.id/widget/graph-oa.php?issn=2986-6308&warna=f1863b" name="statistik" width="100%" height="550px" frameborder="0" marginwidth="0px" marginheight="0px" scrolling="no"></iframe></p>https://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1123Pelatihan dan Workshop Pengolahan Kerupuk dan Chips Ikan Wader di Tiyuh Gunung Katun Tanjungan2026-04-13T10:56:54+07:00Ayu Rahayu Saraswatiayu.saraswati@tip.itera.ac.idOkta Ameliaokta.amelia@tip.itera.ac.idDyah Putri Larassatidyah.putri@tip.itera.ac.idJatmiko Eko Witoyojatmiko.witoyo@tip.itera.ac.id<p><em>Tiyuh Gunung Katun Tanjungan, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat memiliki potensi sumber daya perikanan berupa ikan wader yang melimpah, terutama saat terjadi penyusutan air sungai. Namun, pemanfaatan ikan wader oleh masyarakat masih terbatas pada pengolahan sederhana seperti digoreng sehingga nilai tambah ekonominya belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah ikan wader menjadi produk pangan bernilai tambah berupa kerupuk dan chips ikan wader. Metode kegiatan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan sosialisasi, praktik pembuatan produk, serta evaluasi melalui kuesioner kepada peserta. Peserta kegiatan terdiri dari kader PKK Tiyuh Gunung Katun Tanjungan yang berjumlah 20 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai potensi, kandungan gizi, serta teknik pengolahan ikan wader menjadi produk olahan pangan. Berdasarkan hasil evaluasi kuesioner, terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 83–95% setelah kegiatan sosialisasi dan workshop. Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga memberikan keterampilan praktis dalam pembuatan kerupuk dan chips ikan wader yang berpotensi menjadi produk unggulan desa serta membuka peluang usaha berbasis sumber daya lokal.</em></p>2026-05-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Ayu Rahayu Saraswati, Okta Amelia, Dyah Putri Larassati, Jatmiko Eko Witoyohttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1205Penguatan UMKM Arum Kacang Telur di Era Digital: Implementasi QRIS dan Pemanfaatan Google Maps sebagai Sarana Transaksi serta Media Promosi Usaha di Kretek, Bantul, Yogyakarta2026-05-23T14:27:14+07:00Melia Nurfadiamelianurfadia@gmail.comDiana Airawatydiana@mercubuana-yogya.ac.id<p><em>Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan teknologi digital pada Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Arum Kacang Telur di Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang masih mengandalkan transaksi tunai dan pemasaran konvensional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta pengetahauan pelaku UMKM penjual kacang telur dalam memodernisasi pembayaran dan mengoptimalisasi jangkauan pasar dengan mengimplementasikan Quick Response Code Indonesian (QRIS) dan Google Maps. Metode pelaksanaan mencakup beberapa tahap dengan menggunakan pendekatan partisipatif. Pertama, mengidentifikasi potensi dan tantangan UMKM melalui wawancara dan observasi secara langsung guna mengidentifikasi kebutuhan pelaku usaha. Kedua, sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dalam memanfaatkan teknologi digital khususnya sistem pembayaran non-tunai QRIS dan Google Maps. Ketiga, pelatihan dilakukan dengan cara melakukan pendampingan mengenai pembuatan akun QRIS dan mendaftarkan akun lokasi usaha di Google Maps. Keempat, mengevaluasi hasil implementasi yang telah dilakukan melalui tahap observasi, wawancara, serta praktik mandiri yang dilakukan pelaku usaha guna mengetahui kemampuan pelaku usaha dalam penggunaan platform digital QRIS dan Google Maps. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa QRIS berhasil diterapkan sebagai sistem pembayaran digital non-tunai serta mendaftarkan titik lokasi usaha pada Google Maps. Selain itu, pelaku usaha dapat menerapkan QRIS sebagai pembayaran non-tunai secara mandiri dan mengelola informasi usaha pada Google Maps. Melalui penerapan kedua platform digital tersebut dapat menambah pemahaman pelaku usaha terkait pentingnya digitalisai usaha, memudahkan dalam proses transaksi pembayaran, dan meningkatkan aksesibilitas serta visibilitas usaha secara digital. Dengan demikian, implementasi QRIS dan Google Maps dapat memberikan dampak yang signifikan bagi pelaku UMKM, yaitu meningkatnya pemahaman pelaku UMKM terhadap pentingnya optimalisasi teknologi digital demi mendukung keberlanjutan usaha, memudahkan dalam proses transaksi, serta berkontribusi terhadap peningkatan aksesibilitas dan visibilitas usaha melalui platform digital.</em></p>2026-06-08T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Melia Nurfadia, Diana Airawatyhttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1187Apocil Herbal School: Edukasi Pemanfaatan Bahan Alam melalui Praktik Pembuatan Jamu Tradisional pada Siswa SD Khoiru Ummah Banjarmasin2026-05-23T10:07:09+07:00Yulistia Budianti Soemarieyulistiab@gmail.comLia Mardianaa@a.comAdzra Kamilah Ryzwandykaa@a.comMuhammad FauziMfauzi@uniska-bjm.ac.id<p><em>Pengetahuan anak sekolah dasar mengenai manfaat jamu tradisional dan tanaman herbal sebagai upaya menjaga kesehatan masih tergolong terbatas. Selain itu, kegiatan edukasi yang mengenalkan pemanfaatan bahan alam secara praktis, khususnya dalam pembuatan jamu tradisional, masih jarang dilakukan di lingkungan sekolah terutama di kalangan SD Khoiru Ummah Banjarmasin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa mengenai pemanfaatan bahan alam melalui program Apocil Herbal School. Metode kegiatan meliputi penyuluhan interaktif mengenai Apocil Herbal School, manfaat jamu tradisional, pengenalan berbagai jenis bahan herbal, serta praktik langsung pembuatan jamu sehat berbasis bahan alam. Hasil pengabdian yang dilakukan terhadap siswa SD Khoiru ummah dengan jumlah peserta 23 orang diperoleh hasil bahwa selama kegiatan berlangsung peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, terutama pada sesi pengenalan bahan herbal dan praktik pembuatan jamu tradisional. Nilai pre-test siswa diperoleh sebesar 56,4 meningkat menjadi 84,7 pada post-test dengan persentase peningkatan pengetahuan sebesar 50,2%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa program Apocil herbal School efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai manfaat jamu tradisional dan pemanfaatan bahan alam bagi kesehatan. </em></p>2026-05-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Yulistia Budianti Soemarie, Lia Mardiana, Adzra Kamilah Ryzwandyka, Muhammad Fauzihttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1181Pembinaan Kegiatan Mentoring Keagamaan Dalam Penyelenggaraan Sholat Jenazah Bagi Remaja di Nagari Sungai Kunyit Barat2026-05-11T00:07:20+07:00Ilham Akbar Maulanailhamakbarmaulana321@gmail.comMartin Kustatimartinkustati@uinib.ac.idGusmirawati Gusmirawatigusmirawati27@gmail.com<p><em>Tujuan pembinaan mentoring keagamaan bagi remaja untuk meningkatkan pemahaman nilai-nilai keagamaan, membentuk karakter yang berakhlak mulia, serta memperkuat kesadaran remaja terhadap pentingnya peran mereka di Masyarakat terutama dalam hal keagamaan. </em><em>Pembinaan ini dilaksanakan melalui pendekatan mentoring yang terstruktur, interaktif, dan berkesinambungan. Kegiatan pembinaan ini diharapkan tercipta generasi muda yang beriman, berkarakter, serta mampu menjadi agen perubahan positif di lingkungan masyarakat. Metode yang digunakan dalam pembinaan adalah metode Partisipatory Action Research (PAR) yaitu pendekatan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui keterlibatan aktif mereka dalam proses identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Pembinaan ini dilakukan pendekatan ceramah, diskusi interaktif, serta praktik keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Pembinaan ini melibatkan 10 remaja di Nagari Sungai Kunyit Barat. Hasil pembinaan mentoring keagamaan di Nagari Sungai Kunyit Barat menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja terhadap nilai-nilai keagamaan terutama perihal penyelenggaraan sholat jenazah. Hasil menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan dalam penyelenggaraan jenazah.</em></p>2026-05-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Ilham Akbar Maulana, Martin Kustati, Gusmirawati Gusmirawatihttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1258Peningkatan Pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Pemberian Alat Pelindung Diri pada Pengrajin Perahu Fiber di Pulau Bulang Lintang2026-06-08T16:09:59+07:00Trisna Dewitatrisna.dewita@uis.ac.idAgung Sundaru Dwi Hendartaagung.sundaru@uis.ac.idSalvia Amanda Reveraa@a.comKristopen Grianto Siallagana@a.com<p><em>Pengrajin perahu fiber di Kelurahan Bulang Lintang, Kota Batam terpapar berbagai risiko kesehatan kerja meliputi debu serat kaca halus, bahan kimia berbahaya seperti Solderon Acid HC (UN3265), serta bahaya fisik selama proses pembuatan perahu. Paparan tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan paru, iritasi kulit, dan iritasi mata apabila pekerja terpapar dalam waktu lama tanpa perlindungan yang memadai. Keterbatasan pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta ketiadaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan ancaman serius bagi kesehatan pekerja. Sebelum kegiatan berlangsung, seluruh pekerja tidak menggunakan APD dan memiliki rerata skor pengetahuan K3 yang rendah (46,9 dari 100). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran K3 pekerja terhadap risiko bahaya fiberglass dan bahan kimia melalui edukasi kesehatan dan pemberian APD. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan secara verbal dan menggunakan media leaflet mengenai risiko kesehatan kerja, cara pengendalian bahaya, dan pentingnya penggunaan APD. APD yang diberikan meliputi masker N95, sarung tangan nitril tahan bahan kimia, dan kaca mata pelindung. Sebanyak 13 pekerja berpartisipasi dalam kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di lokasi kerja pengrajin. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang diberikan segera sebelum dan setelah sesi edukasi. Hasil menunjukkan peningkatan rerata pengetahuan dari 46,9 menjadi 80,0 (peningkatan 70,6%) serta peningkatan kepatuhan penggunaan APD mencapai 100% peserta segera setelah edukasi. Perlu dicatat bahwa capaian kepatuhan APD tersebut merupakan hasil evaluasi jangka pendek yang dilakukan segera setelah intervensi, sehingga pemantauan lanjutan diperlukan untuk memastikan keberlanjutan perubahan perilaku.</em></p>2026-06-17T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Trisna Dewita, Agung Sundaru Dwi Hendarta, Salvia Amanda Revera, Kristopen Grianto Siallaganhttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1131Material Berkelanjutan dalam Perancangan Partisipatif Area Produktif untuk Komunitas Griya Harapan Difable Cimahi2026-04-15T10:28:57+07:00Hana Faza Surya Rusydahanafsr@telkomuniversity.ac.idIrwana Zulfia Budionoirwanazulfiab@telkomuniversity.ac.idRaisya Rahmaniar Hidayatraisyarahmaniar@telkomuniversity.ac.id<p><em>Ghriya Harapan Difable di kota Cimahi memiliki area terbuka yang strategis dan belum dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang yang produktif dan inklusif. Adanya lahan yang tersedia dan kebutuhan fungsinal komunitas menjadi dasar urgensi dilaksanakan kegiatan kepada masyarakat. Kegiatan ini mempunyai tujuan untuk merancang area produktif berbasis pendekatan partisipatif dengan menerapkan prinsip material berkelanjutan sebagai solusi arsitektural dan mendukung kemandirian komunitas GHD dalam jangka panjang. Pelaksanaan ini dilakukan melalui empat tahap yakni persiapan, pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), perancangan, dan evaluasi validasi desain bersama komunitas sasar. Solusi dirancang dalam dua komponen utama, yaitu taman sebagai ruang sosial dan fasilitas cuci kendaraan sebagai unit usaha mikro yang diintegrasikan dengan desain kawasan bertema budaya sunda dan ramah disabilitas. Selain itu, menggunakan material lokal yang adaptif terhadap kondisi iklim tropis setempat. Hasil berupa gambar kerja dan model tiga dimensi yang siap untuk diimplementasikan secara langsung. Penerapan material berkelanjutan menghasilkan efisiensi pemeliharaan jangka panjang dan penguatan kesadaran lingkungan pada komunitas GHD. Secara sosial-ekonomi, kegiatan ini juga berkontribusi dalam peningkatan kualitas ruang sosial inklusif dan penguatan kapasitas usaha mikro komunitas GHD dalam kerangka pemberdayaan penyandang disabilitas. </em></p>2026-06-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Hana Faza Surya Rusyda, Irwana Zulfia Budiono, Raisya Rahmaniar Hidayathttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1212Pembuatan Makanan Tambahan Berbasis Pangan Local Untuk Meningkatkan Status Gizi Pada Ibu Hamil Dengan Kekurangan Energy Kronis2026-05-25T09:23:32+07:00Dionesia Octaviani Laputdinnylaput9@gmail.comNatalia Damaiyanti Putri Radena@a.comEufrasia Prinata Padenga@a.com<p><em>Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang berdampak pada meningkatnya risiko komplikasi kehamilan, bayi berat lahir rendah, dan stunting. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan pangan lokal sebagai makanan tambahan bergizi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam mengolah pangan lokal sebagai makanan tambahan untuk mencegah KEK. Kegiatan dilaksanakan selama dua bulan di Puskesmas Pembantu Golodukal, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, dengan peserta sebanyak 15 ibu hamil. Metode yang digunakan meliputi survei awal, persiapan kegiatan, penyampaian materi tentang KEK dan gizi ibu hamil, demonstrasi pembuatan pudding jagung, kroket ubi tempe, dan kukis coklat ubi, serta evaluasi melalui diskusi, tanya jawab, kuesioner, dan praktik mandiri peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pemanfaatan pangan lokal serta kemampuan peserta dalam mengolah makanan tambahan bergizi secara mandiri. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan status gizi ibu hamil serta mencegah KEK melalui pemanfaatan pangan lokal yang mudah diperoleh masyarakat. </em></p>2026-06-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Dionesia Octaviani Laput, Natalia Damaiyanti Putri Raden, Eufrasia Prinata Padenghttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1203Inovasi SeSuKaMu: Edukasi Lingkungan Berbasis Masyarakat Melalui Penghijauan Sungai Karang Mumus Samarinda2026-05-20T17:36:17+07:00Fahri Husaini2511102435025@umkt.ac.idFikriansyah Fikriansyahfikriansyah.study@gmail.comPrasetyani Dhia Qoni’ah2511102435029@umkt.ac.idFenty Fauziahff230@umkt.ac.idMuhammad Fitriansyahfit217@umkt.ac.id<p><em>Sungai Karang Mumus di Kota Samarinda mengalami degradasi lingkungan akibat pencemaran limbah rumah tangga, sementara inovasi sosial seperti Sekolah Sungai Karang Mumus (SeSuKaMu) masih menghadapi kendala keterbatasan brand awareness di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan aksi penghijauan bantaran sungai sebagai strategi penguatan brand awareness wisata edukasi lingkungan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi partisipatif dan dokumentasi dengan melibatkan 26 mahasiswa, 2 dosen pendamping, dan pengelola SeSuKaMu. Program dilaksanakan melalui kelas edukasi lingkungan berbasis outdoor learning dan aksi Green Movement berupa penanaman pohon di bantaran Sungai Karang Mumus. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ekologis peserta serta keberhasilan penanaman 20 bibit pohon pada area kritis bantaran sungai. Penguatan brand awareness juga terlihat melalui unggahan foto, video, dan konten edukatif peserta di media sosial yang membantu memperluas eksposur SeSuKaMu sebagai wisata edukasi lingkungan berbasis konservasi. Selain memberikan dampak ekologis, kegiatan ini turut memperkuat identitas dan promosi digital SeSuKaMu di masyarakat. Dengan demikian, integrasi edukasi lingkungan dan aksi penghijauan efektif mendukung pengembangan wisata edukasi berbasis konservasi. Namun, keberlanjutan program tetap memerlukan monitoring pertumbuhan pohon dan penguatan promosi digital secara berkala.</em></p>2026-05-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Fahri Husaini, Fikriansyah Fikriansyah, Prasetyani Dhia Qoni’ah, Fenty Fauziah, Muhammad Fitriansyahhttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1184Inovasi Pakan Babi berbasis Daun Gamal Terfermentasi: Upaya Peningkatan Ketersediaan Sumber Protein Lokal di Jemaat GMIT Klasis Fatuleu Timur Nusa Tenggara Timur2026-05-12T23:04:39+07:00David A. Ngurukorengurudavid@gmail.comKirenius Ulykireniusuly@staf.undana.ac.idPetrus Kunepetruskune@staf.undana.ac.idTenang Tenangtenang@staf.undana.ac.idMarthen Yunusmarthenyunus@staf.undana.ac.idNi Putu Febri Suryaninisuryatni@staf.undana.ac.idNi Nengah Suryaninengahsuryani1964@gmail.comSirilius Subaraya Nironsiriliusniron@staf.undana.ac.idSimon Edison Muliksimon.edison.mulik@staf.undana.ac.idAlberth Nugrahadi Ndunalberth.ndun@staf.undana.ac.idAlvrado Bire Lawaalvrado.bire.lawa@staf.undana.ac.idYustiani Yuliana Betteyustibete@gmail.comNitty C. Manafenitty.mafefa@staf.undana.ac.idAdyanto N. Banamtuanadyanto.banamtuan@staf.undana.ac.idSalden E. NifuSaldennifu@yahoo.co.idUpik S. Rosnahupikrosnah@staf.undana.ac.idTwenfosel Ocsierly Dami Datotwenfosel.dami.dato@staf.undana.ac.idLuh Sri Enawatiluh.sri.ernawati@staf.undana.ac.idMaritje Aleonor Hilakoremaritje.hilakore@staf.undana.ac.idAgustinus Ridlof Riwuagustinus.riwu@staf.undana.ac.idDominggus Benyamin Osadominggus.osa@staf.undana.ac.idDaud Amalodaud.amalo@staf.undana.ac.idMarkus Sinlaemarkus.sinlae@staf.undana.ac.idMuhammad Syalahuddin AbdullahMuhammad.abdulah@staf.undana.ac.idAgustinus Konda Malikagustinus.konda.malik@staf.undana.ac.id<p><em>Permasalahan ketersediaan pakan sumber protein yang murah dan berkelanjutan masih menjadi tantangan utama dalam usaha peternakan babi di Jemaat GMIT Klasis Fatuleu Timur, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. </em><em>Ketergantungan peternak terhadap pakan komersial masih tinggi, sementara potensi lokal seperti daun gamal (Gliricidia sepium) belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi ini menyebabkan biaya pakan mencapai sekitar 70% dari total biaya produksi, pertambahan bobot badan harian rendah (0,8–1,2 kg/hari), serta keuntungan usaha yang terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam pemanfaatan teknologi fermentasi daun gamal menggunakan Saccharomyces cerevisiae serta menghasilkan ransum pakan babi dengan kandungan protein minimal 16% yang lebih ekonomis dibanding pakan komersial. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tiga tahap, yaitu pra-kegiatan (observasi, koordinasi, dan persiapan), pelaksanaan (sosialisasi, demonstrasi, dan pendampingan selama dua bulan), serta evaluasi (pre-test, post-test, pengukuran bobot badan, dan FGD). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peternak dari 28,5% menjadi 80,7%. Sebanyak 78,6% peternak mampu memproduksi pakan fermentasi secara mandiri. Penerapan pakan inovasi (30% daun gamal terfermentasi dan 70% pakan basal) meningkatkan pertambahan bobot badan menjadi 1,1–1,4 kg/hari serta menurunkan biaya pakan sebesar 45,8% dari Rp12.000/kg menjadi Rp4.532/kg. Kegiatan ini membuktikan bahwa teknologi fermentasi berbasis sumber daya lokal efektif meningkatkan kemandirian pakan, efisiensi biaya produksi, dan keberlanjutan usaha peternakan babi berbasis masyarakat.</em></p>2026-06-21T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 David A. Nguru, Kirenius Uly, Petrus Kune, Tenang Tenang, Marthen Yunus, Ni Putu Febri Suryani, Ni Nengah Suryani, Sirilius Subaraya Niron, Simon Edison Mulik, Alberth Nugrahadi Ndun, Alvrado Bire Lawa, Yustiani Yuliana Bette, Nitty C. Manafe, Adyanto N. Banamtuan, Salden E. Nifu, Upik S. Rosnah, Twenfosel Ocsierly Dami Dato, Luh Sri Enawati, Maritje Aleonor Hilakore, Agustinus Ridlof Riwu, Dominggus Benyamin Osa, Daud Amalo, Markus Sinlae, Muhammad Syalahuddin Abdullah, Agustinus Konda Malikhttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1156Terapi Aktivitas Kelompok melalui Senam Hipertensi untuk Pengendalian Tekanan Darah Lansia di Panti Wredha Kabupaten Tangerang Provinsi Banten2026-05-24T10:24:52+07:00Izza TunnisaZh.nissa02@gmail.comJuarti Saputrijuartisaputri4@gmail.comIntan Intanintannurhazizah.02@gmail.comMerlina Merlinamerlinaaa154@gmail.comRisky Tasyana Putririskytasyanap@gmail.comSiti Firli Martantisiti.firli.martanti@gmail.comSiti Hardiyantihardiyantis975@gmail.comRina Puspita Saririnapuspitasari@uym.ac.id<p><em>Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami hipertensi yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya kejadian hipertensi pada lansia sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis yang efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia melalui pengendalian tekanan darah dengan senam hipertensi dalam bentuk Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). Metode yang digunakan adalah praktik keperawatan komunitas dengan melibatkan 10 lansia di Panti Wredha Kasih Ayah Bunda. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap orientasi, kerja, dan terminasi dengan pengukuran pre-test dan post-test tekanan darah serta observasi partisipasi lansia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 20,8 mmHg dari 140,2 mmHg menjadi 119,4 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 7 mmHg dari 77,4 mmHg menjadi 70,4 mmHg. Selain itu, terjadi peningkatan partisipasi, antusiasme, dan interaksi sosial antar lansia selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi mitra berupa peningkatan kesehatan fisik, psikologis, dan sosial lansia serta berpotensi dikembangkan sebagai program rutin pengendalian hipertensi.</em></p>2026-05-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Izza Tunnisa, Juarti Saputri, Intan Intan, Merlina Merlina, Risky Tasyana Putri, Siti Firli Martanti, Siti Hardiyanti, Rina Puspita Sarihttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1236Peningkatan Self-Compassion terhadap Social Comparison pada Remaja di RPTRA X, Jakarta Barat2026-06-02T17:30:46+07:00Sarah Zahranisarah.705230378@stu.untar.ac.idDinda Fitriyadidinda.705230406@stu.untar.ac.idRadhiatul Iffaradhiatul.705230411@stu.untar.ac.idDenrich Suryadidenrichs@fpsi.untar.ac.id<p><em>Masa perkembangan remaja merupakan fase yang rentan terhadap social comparison, yaitu membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Kecenderungan ini dapat memicu penilaian diri yang negatif apabila tidak mempunyai kemampuan self-compassion yang baik. Maka dari itu, kegiatan pengabdian dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan self-compassion pada remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk mengatasi social comparison di RPTRA X, Jakarta Barat. Observasi dan wawancara dilakukan pada 17 Desember 2025 dan pada 23 Februari sampai 11 Maret 2026, serta pre-test terhadap 9 partisipan menggunakan Skala Welas Diri dan Skala Perbandingan Sosial. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata skor self-compassion 3,18 dan social comparison 3,06, keduanya berada pada kategori sedang. Namun, hasil wawancara menunjukkan kondisi yang kontradiktif, di mana partisipan cenderung mempunyai penilaian diri yang negatif dan belum mempunyai strategi coping yang adaptif. Program intervensi dirancang melalui pendekatan yang edukatif, interaktif, dan reflektif melalui tiga kegiatan, yaitu Mindful Awareness, Surat Untuk Sahabat, dan The Human Connection Game. Hasil post-test terhadap 6 partisipan menunjukkan peningkatan rata-rata skor self-compassion menjadi 4,10 yang berada di kategori tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian dinilai efektif dalam meningkatkan self-compassion pada remaja.</em></p>2026-06-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Sarah Zahrani, Dinda Fitriyadi, Radhiatul Iffa, Denrich Suryadi