https://publications.id/index.php/ijpm/issue/feedInovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat2026-10-08T22:32:04+07:00IJPMjurnalidcom@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (IJPM)</strong> adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. <strong>Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (IJPM)</strong> <strong> </strong>terdaftar di PERPUSNAS dengan P-ISSN : <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20230327530035730" target="_blank" rel="noopener">2986-6324</a> dan E-ISSN : <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20230327430072044" target="_blank" rel="noopener">2986-6308</a>. Selain itu, IJPM terdaftar di Crossref dengan DOI : https://doi.org/10.54082/ijpm.idpaper.</p> <p><strong>Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (IJPM) </strong>saat ini <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/15535" target="_blank" rel="noopener">terakreditasi SINTA 5</a> berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi <strong>Nomor 156/C/C3/KPT/2026</strong> (<a href="https://drive.google.com/drive/folders/1ST0pD0D2GuSUglwSD_qZn8J1C2YAE115?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">Download SK Akreditasi</a>).</p> <p><strong>Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (IJPM) </strong>dipublikasikan empat bulan sekali, yaitu pada bulan April, Agustus, dan Desember. Naskah bisa dimasukkan dalam <strong>BAHASA INDONESIA </strong>atau <strong>BAHASA INGGRIS. </strong></p> <p><img src="https://publications.id/master/images/FrontendIJPM.jpg" alt="" /></p> <table border="0"> <tbody> <tr> <td colspan="3"><strong>Informasi Jurnal</strong></td> </tr> <tr> <td width="150">Nama</td> <td>:</td> <td>Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat</td> </tr> <tr> <td>Contact Person</td> <td>:</td> <td>085111544445</td> </tr> <tr> <td>Frekuensi Terbit</td> <td>:</td> <td>3 edisi setiap tahun (April, Agustus, dan Desember)</td> </tr> <tr> <td>Penerbit</td> <td>:</td> <td>CV Firmos Publishing</td> </tr> <tr> <td>Akreditasi</td> <td>:</td> <td><a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/15535" target="_blank" rel="noopener">Sinta 5</a></td> </tr> <tr> <td>DOI</td> <td>:</td> <td>10.54082/ijpm.IDPaper</td> </tr> <tr> <td>P-ISSN</td> <td>:</td> <td>2986-6324</td> </tr> <tr> <td>e-ISSN</td> <td>:</td> <td>2986-6308</td> </tr> <tr> <td>Biaya Publikasi</td> <td>:</td> <td>Rp 500.000,00</td> </tr> <tr> <td>Scope</td> <td>:</td> <td>Semua kegiatan pengabdian masyarakat di berbagai bidang, antara lain : pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan, maupun kegiatan pengabdian masyarakat bidang lainnya.</td> </tr> </tbody> </table> <h1>Fokus dan Ruang Lingkup</h1> <p><strong>Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (IJPM)</strong> menerima artikel multidisiplin untuk hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. </p> <p><iframe style="border: 0px #ffffff none;" src="https://author.my.id/widget/graph-oa.php?issn=2986-6308&warna=f1863b" name="statistik" width="100%" height="550px" frameborder="0" marginwidth="0px" marginheight="0px" scrolling="no"></iframe></p>https://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1441Edukasi dan Demonstrasi Latihan Penguatan Otot Quadriceps Femoris pada Pasien Osteoartritis Lutut di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Indonesia2026-08-23T18:56:20+07:00Rita Vivera Panedr.rita@unusa.ac.idAisyah Aisyahaisyahdr@unusa.ac.idAufar Zimamuz Zaman Al Hajiridr.aufar@gmail.com<p><em>Pendahuluan: Latihan fisik merupakan modalitas terapi non-farmakologis yang dapat dipertimbangkan untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi pada pasien osteoartritis (OA) lutut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien OA lutut mengenai latihan penguatan otot quadriceps femoris. Metode: Kegiatan berupa edukasi dengan demonstrasi dan pendampingan praktik berlangsung selama 60 menit pada pasien OA lutut. Rangkaian kegiatan mencakup pemaparan materi (anatomi dasar lutut, patofisiologi OA, faktor risiko, dan prinsip latihan fisik), diikuti demonstrasi dan pendampingan praktik latihan penguatan otot quadriceps femoris, serta diskusi dan tanya jawab. Hasil: Kegiatan dihadiri oleh 20 peserta (15 perempuan, 5 laki-laki) di Instalasi Rawat Jalan Klinik Rehabilitasi Medik RSUD Haji Provinsi Jawa Timur dengan rata-rata usia 61,32 ± 6,90 tahun. Selama sesi praktik, peserta berpartisipasi aktif. Sejumlah peserta yang semula ragu mampu melakukan gerakan dengan benar setelah mendapat koreksi langsung dari fasilitator. Terdapat peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta, dari 3,60 ± 1,27 pada pre-test menjadi 4,45 ± 0,76 pada post-test (uji Wilcoxon signed-rank, p = 0,002). Kesimpulan: Kegiatan edukasi dengan demonstrasi dan pendampingan praktik telah berjalan dengan baik, ditandai dengan partisipasi aktif peserta serta peningkatan pengetahuan mengenai cara melakukan latihan penguatan otot quadriceps femoris.</em></p>2026-10-27T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Rita Vivera Panea, Aisyah Aisyah, Aufar Zimamuz Zaman Al Hajirihttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1568Sosialisasi dan Pembelajaran Nilai Pancasila Berbasis Modul Aksi Lingkungan untuk Membangun Kebiasaan Peduli Lingkungan Siswa Kelas 3 SDN Temas 02 Kota Batu, Jawa Timur2026-09-24T19:05:51+07:00Andi Setiawanandisetiawan459@gmail.comGeorge Towar Ikbal Tawakkala@a.comPrisca Kiki Wulandaria@a.comTanazza Salsabilaa@a.com<p class="FirstParagraph" style="margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"><em><span lang="EN-US" style="font-size: 10.0pt; font-family: 'Cambria',serif;">Kesadaran lingkungan siswa sekolah dasar perlu ditumbuhkan sejak dini melalui pembelajaran yang kontekstual. SDN Temas 02 Kota Batu telah memiliki tempat sampah di setiap kelas, pemilahan sampah plastik dan basah, serta jadwal piket, tetapi pengelolaan sampahnya masih sederhana dan kebiasaan siswa perlu diperkuat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membantu siswa kelas 3 menghubungkan nilai Pancasila dengan perilaku menjaga lingkungan sekolah melalui modul lima sila–lima aksi. Kegiatan berlangsung pada 31 Juli 2026 selama dua jam bersama 19 siswa dan tiga fasilitator, dengan tahapan penyampaian materi, pengerjaan modul, dan permainan edukatif. Ketercapaian dinilai melalui observasi dan lembar ketercapaian berbasis rubrik. Seluruh siswa hadir (19/19; 100%), mayoritas siswa aktif dan menyelesaikan modul sesuai arahan, seluruh siswa mengikuti Janji Pahlawan Lingkungan, dan kelima sila beserta aksinya tersampaikan. Lima dari 19 siswa (26,3%) mampu memberi contoh aksi lingkungan secara mandiri, sehingga kemampuan ini tergolong mulai terbentuk. Penilaian dilakukan segera setelah satu sesi sehingga perubahan perilaku belum dapat disimpulkan. Bagi mitra, kegiatan menghasilkan modul lima sila–lima aksi dan komitmen lisan siswa; guru merasa terbantu dalam menumbuhkan kepedulian siswa, dan modul diusulkan untuk piket kelas serta pembiasaan harian.</span></em></p>2026-10-19T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Andi Setiawan, George Towar Ikbal Tawakkal, Prisca Kiki Wulandari, Tanazza Salsabilahttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1419Penguatan Unit Badan Usaha Milik Desa melalui Diversifikasi Olahan Pepaya dan Peningkatan Kapasitas Pemasaran di Desa Lempeni, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur2026-08-11T15:24:22+07:00Nidya Shara Mahardikanidyashara@unej.ac.idSuwita Tri Prihania@a.comNita Kuswardhania@a.comAndi Eko Wiyonoa@a.comMohammad Fais Rudia@a.com<p><em>Desa Lempeni, Kabupaten Lumajang memiliki potensi komoditas pepaya yang cukup besar, tetapi pemanfaatannya masih didominasi dalam bentuk segar sehingga nilai tambah dan peluang pengembangan usaha belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dan BUMDes melalui diversifikasi pepaya menjadi abon pepaya dan gummy pepaya serta pendampingan aspek pengolahan, sanitasi, pengemasan, dan pengelolaan usaha. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui tahapan identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan dan praktik pengolahan, pendampingan, serta evaluasi menggunakan kuesioner terhadap 20 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata 98,75% respons positif peserta pada tahap sosialisasi terhadap potensi diversifikasi, daya tarik produk, pentingnya kemasan, dan minat penerapan pengemasan serta pemasaran. Evaluasi setelah pelatihan menunjukkan bahwa 90% peserta telah menunjukkan pemahaman terhadap proses pengolahan, yang terdiri atas 60% kategori paham dan 30% sedikit paham, sedangkan 10% peserta belum memahami. Pendampingan aspek ekonomi menghasilkan HPP abon pepaya sebesar Rp19.151 per kemasan dengan harga jual Rp25.000 serta HPP gummy pepaya sebesar Rp14.992 per kemasan dengan harga jual Rp23.000. Sebanyak 95% peserta berminat menerapkan teknik pengemasan dan pemasaran produk. Kegiatan ini memberikan dasar awal bagi pengembangan produk olahan pepaya bernilai tambah dan rintisan usaha berbasis potensi lokal melalui BUMDes Desa Lempeni.</em></p>2026-09-09T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Nidya Shara Mahardika, Suwita Tri Prihani, Nita Kuswardhani, Andi Eko Wiyono, Mohammad Fais Rudihttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1509Implementasi Program Stretching Sebagai Upaya Pencegahan Cervicalgia pada Pekerja Bagian Produksi Pabrik Rokok Taufik Maju Sejahtera Gondanglegi Malang Jawa Timur2026-09-13T14:44:28+07:00Eka Kurnia Sarieka.michelle1@gmail.comAnita Faradilla Rahima@gmail.com<p><em>Industri rokok di Indonesia memiliki peranan penting dalam perekonomian dan menyerap banyak tenaga kerja, namun, pekerja pada bagian lintinf dan campur memiliki Risiko tinggi mengalami gangguan MSDs, dan juga cervicalgia, akibat aktivitas kerja dengan postur yang kurang ergonomis dan dilakukan secara berulang. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan pekerja mengenai keselamatan dan Kesehatan kerja serta pencegahan Risiko cervicalgia melalui edukasi dan demonstrasi stretching. Kegiatan dilaksanakan pada 20 pekerja bagian linting dan campur di Pabrik Rokok CV Taufik Maju Sejahtera Gondanglegi Malang. Tahapan kergiatan meliputi observasi aktivitas dan postur kerja, identifikasi awal melalui kuesioner, edukasi, demonstrasi latihan stretching, dan evaluasi pengetahuan para pekerja. Latihan yang didemonstrasikan meliputi Chin-Tuck, Stretching m. upper trapezius, Stretching m. Levator Scapulae, dan Active ROM Exercise. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai cervicalgia </em><em>meningkat dari 10% menjadi 100%, pengetahuan Tanda dan Gejala Cervicalgia meningkat dari 15% menjadi 100%, pengetahuan penyebab cervicalgia meningkat dari 10% menjadi 100%, pengetahuan latihan pencegahan cervicalgia meningkat dari 10% menjadi 100%. </em></p>2026-10-23T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Eka Kurnia Sari, Anita Faradilla Rahimhttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1372Peningkatan Kenyamanan Ruang Tamu Kantor DKM Masjid Fathul Ummah melalui Perencanaan Tata Letak Ruang, Kualitas Visual, dan Fasilitas Furnitur2026-08-12T06:20:24+07:00Ariesa Faridaariesafarida@telkomuniversity.ac.idKiki Putri Ameliakikiamelia@telkomuniversity.ac.idWidyanesti Liritantriwidyanesti@telkomuniversity.ac.id<p><em>Kenyamanan ruang merupakan salah satu faktor yang memengaruhi efektivitas aktivitas administrasi, koordinasi, dan pelayanan di kantor Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Ruang tamu Kantor DKM Masjid Fathul Ummah masih memiliki beberapa kendala, antara lain penataan tata letak yang kurang efisien, kualitas visual yang belum mencerminkan identitas masjid, serta keterbatasan furnitur dalam mendukung kegiatan rapat, penyimpanan barang, dan penerimaan tamu. Kondisi tersebut menyebabkan fungsi ruang belum berjalan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kenyamanan ruang melalui perancangan interior yang berfokus pada penataan tata letak, peningkatan kualitas visual, dan penyediaan fasilitas furnitur yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan, proses desain, produksi gambar kerja dan prototype furnitur, serah terima dan evaluasi. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penataan ruang menghasilkan sirkulasi yang lebih efektif, kualitas visual yang selaras dengan karakter Masjid Fathul Ummah mampu memperkuat identitas ruang, dan furnitur yang dirancang sesuai kebutuhan meningkatkan fungsi penyimpanan serta kenyamanan pengguna. Perancangan ini memberikan solusi ruang yang lebih fungsional, nyaman, dan representatif sebagai penunjang aktivitas pengelolaan masjid. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dievaluasi oleh responden menunjukkan bahwa responden sangat setuju bahwa materi kegiatan sesuai dengan kebutuhan mitra. </em></p>2026-10-01T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Ariesa Farida, Kiki Putri Amelia, Widyanesti Liritantrihttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1482Pembiasaan Tahsin Berjenjang sebagai Strategi Kompensatif Madrasah di Mts Wahid Hasyim Kapuran Badegan Ponorogo2026-09-07T09:02:42+07:00Rosita Nurma Safitrirositanurma@gmail.comBinti Muwaffic Himmatul Azizahbmuwaffic@gmail.comKayyis Fithri Ajhuridikayyis@uinponorogo.ac.id<p><em>Kemampuan membaca Al-Qur'an menjadi fondasi penting bagi setiap muslim, tetapi tingkat literasi Al-Qur'an di kalangan masyarakat Indonesia masih tergolong rendah, termasuk di antara 77 peserta didik Madrasah Tsanawiyah (MTs) Wahid Hasyim Kapuran, Badegan, Ponorogo. Keragaman kemampuan membaca Al-Qur'an peserta didik saat memasuki jenjang MTs dipengaruhi oleh minimnya dukungan orang tua, rendahnya motivasi belajar, serta terbatasnya akses pendidikan Al-Qur'an nonformal di wilayah pedesaan. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif Asset Based Community Development (ABCD) yang terdiri atas lima tahapan, yaitu discovery, dream, design, define, dan destiny, yang didukung dengan teknik observasi dan wawancara. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa pembiasaan tahsin dilaksanakan melalui pengelompokan kelas berjenjang (A–E) sesuai kemampuan awal peserta didik, pengintegrasian materi tajwid secara kontekstual, pendekatan yang menyerupai sorogan, serta penjadwalan rutin dua kali dalam sepekan. Kelas dirancang dengan indicator capaian berbeda sesuai jenjang kelancaran membaca untuk kelas bawah, serta hafalan juz 30 dan surah pilihan untuk jelas atas, sehingga capaian disesuaikan dengan kemampuan awal peserta didik. Pembiasaan tahsin berfungsi sebagai strategi kompensatif madrasah untuk mengatasii kesenjangan kemampuan membaca Al-Qur’an akibat perbedaan latar belakang pendidikan, khususnya anatara lulusan SD dan MI.</em></p>2026-10-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Rosita Nurma Safitri, Binti Muwaffic Himmatul Azizah, Kayyis Fithri Ajhurihttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1336Peningkatan Kemampuan Komunikasi Melalui Pelatihan Public Speaking Bagi Para Pelaku Umkm di Kabupaten Belitung Provinsi Bangka Belitung 2026-07-06T14:46:23+07:00I Gede Adiputragedea@fe.untar.ac.idPatresya Yanmela@a.comJulius Fernanda Lahagua@a.comLevin Nicholas Cuacaa@a.comNicholas Castilloa@a.com<p><em>Kemajuan sektor pariwisata di Kabupaten Belitung sangat bergantung pada andil pelaku UMKM dalam memasarkan keunggulan desa wisata ke pihak luar, namun kendala utama yang sering ditemui di lapangan adalah minimnya keberanian mereka untuk berkomunikasi secara efektif. Mengatasi hambatan tersebut, sebuah program pengabdian masyarakat menginisiasi agenda pembekalan bicara bertajuk “Pelatihan Public Speaking dalam upaya mengembangkan kompetensi berkomunikasi pada pelaku UMKM di kabupaten belitung” guna menyodorkan solusi edukasi taktis bagi para mitra. Proses peningkatan kapasitas wicara ini dirancang dan dibedah menggunakan pisau analisis teori pembelajaran kognitif, afektif, serta psikomotorik. Hasil dari pelaksanaan program memperlihatkan adanya lompatan kecakapan retorika yang signifikan pada diri para pelaku usaha kecil. Perkembangan nyata ini tecermin melalui perluasan wawasan komunikasi, pengondisian mental bertutur yang lebih berani, serta ketangkasan praktik berbicara di depan khalayak </em><em>luas. </em><em>Fondasi komunikasi dalam program ini berakar pada nilai</em><em>-nilai budaya lokal</em><em>, dengan orientasi mencetak figur yang sanggup meng</em><em>k</em><em>onstruksi pesan secara bijaksana, santun, dan persuasif. Rasa saling menghargai, pemilihan diksi yang sopan, serta stimulasi dialektika yang sehat diintegrasikan ke dalam atmosfer setiap pertemuan.</em> <em>Capaian positif ini secara langsung menyokong pemenuhan visi pembangunan jangka menengah Kabupaten Belitung dalam mewujudkan kawasan maritim barat yang maju, inovatif, sejahtera, dan berkelanjutan lewat penguatan mutu sumber daya manusia di sektor ekonomi kreatif. </em></p>2026-09-09T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 I Gede Adiputra, Patresya Yanmel, Julius Fernanda Lahagu, Levin Nicholas Cuaca, Nicholas Castillohttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1443Edukasi Gizi Seimbang pada Santri Pondok Pesantren Hidayatullah Al Muhajirin, Bangkalan, Jawa Timur2026-08-31T11:30:15+07:00Nanda Fadhilah Witris Salamywitrisalamy@unusa.ac.idAchmad Yarziq Mubarak Salis Salamyazikmubarak@unusa.ac.idParamita Sarimitasari798@unusa.ac.idNur Sophia Matinnursophia81@gmail.comAlveni Dwi Pramaswaria@a.comMentari Najwa Auliyaa@a.comNisrina Salsabila Ramadhania@a.comRaghidah Amalia Qothrunnadaa@a.comAhmad Istan Andriansyaha@a.comRizqi Mahmud Idrisa@a.com<p><em>Remaja di lingkungan pesantren membutuhkan pemahaman gizi seimbang untuk mendukung aktivitas belajar, ibadah, dan kebugaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi gizi seimbang dan mengevaluasi perubahan pengetahuan santri di Pondok Pesantren Hidayatullah Al Muhajirin, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Kegiatan melibatkan enam santri usia 16–17 tahun dengan data pretest-posttest lengkap. Edukasi dilakukan secara interaktif menggunakan leaflet, diskusi, dan pendampingan kelompok dengan materi variasi pangan, protein, sayur-buah, kecukupan cairan, serta pembatasan gula, garam, dan lemak. Pengetahuan dinilai menggunakan kuesioner yang berisi soal 10 butir dengan skor 0–100. Rerata skor meningkat dari 93,33±10,33 menjadi 96,67±5,16; dua peserta meningkat, empat peserta tetap pada skor maksimum, dan tidak ada yang menurun. Uji Wilcoxon exact menghasilkan p=0,500. Hasil menunjukkan arah perubahan positif namun belum signifikan secara statistik. Skor awal yang tinggi dan cakupan evaluasi yang kecil membatasi sensitivitas terhadap perubahan. Edukasi perlu dilanjutkan dengan instrumen yang lebih diskriminatif serta evaluasi perilaku makan.</em></p>2026-09-20T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Nanda Fadhilah Witris Salamy, Achmad Yarziq Mubarak Salis Salamy, Paramita Sari, Nur Sophia Matin, Alveni Dwi Pramaswari, Mentari Najwa Auliya, Nisrina Salsabila Ramadhani, Raghidah Amalia Qothrunnada, Ahmad Istan Andriansyah, Rizqi Mahmud Idrishttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1122Pelatihan Pengolahan Ikan Wader Lokal sebagai Bahan Baku Pakan Puyuh untuk Peningkatan Kemandirian Pakan di Tiyuh Gunung Katun Tanjungan2026-07-06T13:00:44+07:00Deni Subaradeni.subara@tip.itera.ac.idUntung Trimo Laksonountung.laksono@tip.itera.ac.idAmalia Afifahamalia.afifah@tip.itera.ac.idDyah Ayu Larasatidyah.larasati@tip.itera.ac.idNurbaiti Nurbaitinurbaiti@tip.itera.ac.id<p><em>Beberapa masyarakat Tiyuh Gunung Katun Tanjungan berprofesi sebagai peternak burung puyuh petelur saat ini menghadapi kendala dalam penyediaan pakan. Kendala tersebut karena tingginya kebutuhan pakan akibat harga pakan pabrikan yang terus meningkat. Sedangkan dilain hal keberlimpahan ikan wader di desa tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai solusi alternatif bahan baku pakan ternak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra dalam memproduksi pakan ternak alternatif berbahan dasar ikan wader. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi sosialisasi materi dan pelatihan praktik langsung mengenai teknik pengolahan pakan secara mandiri. Berdasarkan indikator evaluasi pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan, rata-rata hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra terkait pembuatan pakan secara mandiri dari 20% menjadi 100%. Pelatihan ini berdampak pada terciptanya kemandirian peternak dalam memproduksi pakan pasca-kegiatan, yang secara langsung mengefisiensikan biaya operasional dan berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat desa. </em></p>2026-10-08T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Deni Subara, Untung Trimo Laksono, Amalia Afifah, Dyah Ayu Larasati, Nurbaiti Nurbaitihttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1574Pelatihan Literasi dan Penggunaan Generative Artificial Intelligence Secara Bertanggung Jawab bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Dharma, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau2026-10-05T08:59:31+07:00Ahmad Zuhdii Barraq2417052802015@usti.ac.idM. Iqbal Al-Fatih2417052802078@usti.ac.idAfdhalsyah Hafiz2310031802032@sar.ac.idRahmaddeni Rahmaddenirahmaddeni@usti.ac.id<p><em>Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Setia Dharma, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, sudah memakai Generative Artificial Intelligence (AI) untuk belajar, tetapi jawabannya sering diterima tanpa diperiksa dan data pribadi berisiko ikut dimasukkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi penggunaan Generative AI secara bertanggung jawab pada 15 siswa kelas XI dan XII Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan pada 26 Agustus 2026. Kegiatan berdurasi empat jam ini mencakup pre-test, penyampaian materi, demonstrasi penyusunan prompt, praktik kelompok memakai ChatGPT versi gratis disertai pemeriksaan keluaran AI, post-test, dan kuesioner evaluasi. Rata-rata skor meningkat dari 66,2 menjadi 84,4 (naik 18,2 poin) dengan N-Gain 0,54 (sekitar 54% dari peningkatan maksimum yang mungkin dicapai). Pada kuesioner yang diisi segera setelah pelatihan, pernyataan tentang pentingnya menjaga privasi data memperoleh skor rata-rata 4,60 dan pernyataan tentang pentingnya memeriksa kembali informasi dari AI memperoleh 4,40. Hasil ini menggambarkan peningkatan skor tes dan persepsi yang positif segera setelah pelatihan, tanpa kelompok pembanding dan tanpa uji statistik. Perubahan kebiasaan memeriksa informasi belum dipantau sehingga tindak lanjut bersama guru diperlukan</em><em>. </em></p>2026-10-23T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Ahmad Zuhdii Barraq, M. Iqbal Al-Fatih, Afdhalsyah Hafiz, Rahmaddeni Rahmaddenihttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1435Pelatihan Pembuatan Tepung MOCAF sebagai Upaya Diversifikasi Produk Singkong di Desa Sungai Gampa, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan2026-08-20T12:09:58+07:00Yulistia Budianti Soemarieyulistiab@gmail.comAris Faradillaa@gmail.comPebri Wulandaria@gmail.comAuliana Aulianaa@gmail.comSyifa Kamilaa@gmail.comRaden Roro Ariessanty Alicia Kusuma Wardhania@gmail.comAdzra Kamilah Ryzwandykaa@gmail.com<p><em>Singkong merupakan salah satu komoditas pangan lokal yang telah dimanfaatkan oleh kelompok Ibu PKK Desa Sungai Gampa sebagai bahan baku pembuatan kerupuk singkong dengan kapasitas produksi sekitar 1 ton per bulan. Namun, pemanfaatannya masih terbatas pada satu jenis produk sehingga peluang peningkatan nilai tambah belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan memberikan pengalaman keterampilan dasar kepada Ibu PKK Desa Sungai Gampa dalam mengolah singkong menjadi tepung Modified Cassava Flour (MOCAF) sebagai bahan baku diversifikasi produk pangan. Kegiatan dilaksanakan pada 23 Mei 2026 di Desa Sungai Gampa, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, dengan melibatkan 23 peserta. Metode kegiatan meliputi penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pretest dan posttest yang masing-masing terdiri atas 10 soal. Rata-rata nilai peserta meningkat dari 68,3 pada pretest menjadi 77,0 pada posttest atau sebesar 12,7%. Selama praktik, kemampuan peserta diamati pada tahapan pengupasan, perajangan, fermentasi, pengeringan, penggilingan, pengayakan, dan pengemasan. Hasil observasi menunjukkan peserta dapat mengikuti rangkaian dasar pengolahan MOCAF dengan pendampingan tim. Temuan ini menunjukkan adanya perubahan positif pada pengetahuan peserta dan penguasaan dasar proses pengolahan yang dapat menjadi modal awal untuk pengembangan diversifikasi produk singkong.</em></p>2026-10-23T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Yulistia Budianti Soemarie, Aris Faradilla, Pebri Wulandari, Auliana Auliana, Syifa Kamila, Raden Roro Ariessanty Alicia Kusuma Wardhani, Adzra Kamilah Ryzwandykahttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1520Optimalisasi Layanan Meja 5 Posyandu Melalui Penerapan QR Code Sebagai Edukasi Kesehatan Ibu dan Balita2026-09-19T07:10:54+07:00Indah Larasati2311102413148@umkt.ac.idNazwa Tiara Novriana2311102413118@umkt.ac.idSyarifah Fatiyah Putri Fatimah Al Hasani23111024131093@umkt.ac.idLia Kurniasariliakesmas@umkt.ac.id<p><em>Rendahnya kunjungan balita di Posyandu Al-Inayah, wilayah kerja UPTD Puskesmas Sambutan Kota Samarinda, yang hanya mencapai 37% dan 39% pada dua periode berturut-turut, disertai keterbatasan kader dalam melaksanakan penyuluhan kesehatan pada Langkah 5 Posyandu, menjadi latar belakang kegiatan pengabdian ini. Sebanyak 75% dari 8 kader belum pernah melakukan penyuluhan dan 62,5% belum pernah mengikuti pelatihan penyuluhan kesehatan akibat keterbatasan media edukasi. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan dan menerapkan media edukasi berbasis QR Code guna meningkatkan kemampuan kader dalam memberikan penyuluhan kesehatan ibu dan balita. Mitra kegiatan adalah 8 orang kader Posyandu Al-Inayah. Metode yang digunakan bersifat partisipatif, meliputi identifikasi masalah, penyusunan poster QR Code berisi materi kesehatan ibu dan balita, penyuluhan, demonstrasi, praktik pemindaian QR Code, serta pendampingan, dengan evaluasi melalui observasi dan tanya jawab tanpa pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan seluruh kader (100%) mengikuti kegiatan hingga selesai, 87,5% mampu mengakses QR Code secara mandiri, dan 75% menyatakan lebih percaya diri dalam melakukan penyuluhan kesehatan setelah pelatihan. Poster QR Code juga telah terpasang di lokasi strategis Posyandu sebagai media pendukung berkelanjutan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa media edukasi berbasis QR Code dapat menjadi alternatif praktis dan mudah diterapkan untuk memperkuat kapasitas kader serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan Posyandu bagi ibu dan balita.</em></p>2026-10-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Indah Larasati, Nazwa Tiara Novriana, Syarifah Fatiyah Putri Fatimah Al Hasani, Lia Kurniasarihttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1392Pemberdayaan Ibu Balita dan Kader Kesehatan melalui Edukasi Gizi dan Pengolahan Ikan dalam Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan di Desa Wawolaa Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan Provinsi Sulawesi Tenggara2026-08-04T12:12:23+07:00Murti Wuryanimurtiinara@gmail.comPebrianti Pebriantipebrianti.mre.pm@gmail.comArni Evayantiarnievayanti1@gmail.comSiti Umu Nasibahnasibahumu@gmail.comDwi Wahyuningsihdwiwahyuningsihpatongai4@gmail.com<p><em>Permasalahan gizi keluarga masih menjadi tantangan dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok balita yang membutuhkan asupan protein hewani untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan. Potensi ikan sebagai sumber pangan bergizi lokal perlu dioptimalkan melalui peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan ibu balita serta kader kesehatan dalam pemanfaatan ikan sebagai sumber pangan keluarga melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Desa Wawolaa, Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pre-test, edukasi gizi, diskusi interaktif, demonstrasi dan praktik pengolahan nugget ikan, serta post-test dan evaluasi keterampilan menggunakan lembar observasi yang mencakup pemilihan bahan, persiapan, proses pengolahan, kebersihan, dan penyajian makanan<strong>.</strong> Kegiatan melibatkan 20 peserta yang terdiri atas 15 ibu balita dan 5 kader kesehatan desa. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 62,5 menjadi 82,5 (32%) dan skor sikap dari 3,15 menjadi 4,35 pada skala Likert 1–5. Hasil observasi menunjukkan seluruh aspek keterampilan pengolahan pangan berbasis ikan berada pada kategori baik. Kegiatan ini meningkatkan kemampuan ibu balita dan kader kesehatan dalam mengolah pangan berbasis ikan sebagai sumber protein hewani keluarga secara berkelanjutan.</em></p>2026-09-09T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Murti Wuryani, Pebrianti Pebrianti, Arni Evayanti, Siti Umu Nasibah, Dwi Wahyuningsihhttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1505Pencegahan Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar Melalui Edukasi Kesadaran Hukum2026-09-14T10:59:26+07:00Emmi Rahmiwita Nasutionemminasution0303@gmail.comMuhammad Rizky mhddrizky444@gmail.comSharina Sharinasharinaa292@gmail.comNatasya Faradillanatasyafaradilla647@gmail.comLola Anggraini lolaanggrainii549@gmail.comSiska Widiyanti Br Simargolangsiska030721@gmail.comDini Ihsani Manurungdinmnr19@gmail.comSilvana Bela Aqilasilvanabela12@gmail.comDodi Muhammad Irvan Siregar ivansiregar021@gmail.comBagemia Ephin Dontha Tarigan bagemiaephindonthatarigan@gmail.comImam Ardillahimamardillah685@gmail.comMuhammad Idrusmuhammadidrus290585@gmail.comHerman Budi Prasetya Manurunghermanbudiprasetya12@gmail.comMaulidia Shela Revimaulidiashelladvii@gmail.comMelati Anjelika Putri Sinaga melatisinaga681@gmail.com<p><em>Kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan yang perlu mendapat perhatian karena dapat berdampak pada perkembangan pribadi, pendidikan, hubungan sosial, dan masa depan pelajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi hukum kepada pelajar mengenai bentuk kenakalan remaja, bahaya penyalahgunaan narkoba, konsekuensi hukum, serta upaya pencegahannya. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 27 Agustus 2026 terhadap 99 siswa kelas XII SMK Negeri 1 Perikanan Talawi. Kegiatan dilaksanakan oleh 15 mahasiswa KKN-T Berdampak Fakultas Hukum Universitas Asahan dengan Dini Ihsani dan Dodi Muhammad Irvan Siregar sebagai pemateri. Metode yang digunakan adalah pendekatan empiris deskriptif kualitatif melalui penyampaian materi, observasi selama kegiatan, interaksi dan tanya jawab dengan siswa, serta dokumentasi. Materi yang disampaikan meliputi bentuk dan faktor penyebab kenakalan remaja, jenis dan dampak penyalahgunaan narkoba, konsekuensi hukum, serta strategi pencegahan melalui peran siswa, keluarga, sekolah, dan lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya partisipasi siswa dalam mengikuti penyampaian materi dan sesi tanya jawab, yang terlihat dari keterlibatan siswa dalam memberikan respons dan mengajukan pertanyaan terkait materi yang disampaikan. Respons tersebut menunjukkan bahwa kegiatan dapat menjadi sarana edukatif untuk memperkenalkan aspek hukum mengenai perilaku berisiko, kenakalan remaja, dan penyalahgunaan narkoba kepada pelajar. Namun, perubahan tingkat pengetahuan siswa belum dapat diukur secara kuantitatif karena kegiatan tidak menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Oleh karena itu, kegiatan ini lebih tepat diposisikan sebagai upaya edukasi dan pencegahan melalui pengenalan hukum kepada pelajar serta sebagai dasar untuk pelaksanaan edukasi hukum yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.</em></p>2026-10-01T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Emmi Rahmiwita Nasution, Muhammad Rizky , Sharina Sharina, Natasya Faradilla, Lola Anggraini , Siska Widiyanti Br Simargolang, Dini Ihsani Manurung, Silvana Bela Aqila, Dodi Muhammad Irvan Siregar , Bagemia Ephin Dontha Tarigan , Imam Ardillah, Muhammad Idrus, Herman Budi Prasetya Manurung, Maulidia Shela Revi, Melati Anjelika Putri Sinaga https://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1350Penguatan Pemahaman Siswa Madrasah Aliyah Negeri di Kabupaten Polewali Mandar Terhadap PTKIN2026-07-27T18:21:11+07:00Sulkifli Sulkiflisulkiflibanor@stainmajene.ac.idYusriah Yusriaha@a.com<p><em>Penelitian sebelumnya menemukan bahwa siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kabupaten Polewali Mandar memaknai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) secara keliru, yaitu sebagai kampus yang lebih menekankan pelajaran agama dibanding pelajaran umum serta dipandang sebagai pilihan kedua setelah perguruan tinggi negeri lainnya. Kekeliruan pemaknaan ini berimplikasi pada rendahnya minat siswa MAN untuk menjadikan PTKIN sebagai pilihan utama melanjutkan studi. Pengabdian ini bertujuan menjangkau dan meluruskan pemaknaan tersebut melalui penyuluhan spirit PTKIN kepada siswa MAN di Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan lima tahapan, yaitu to know, to understand, to plan, to act, dan to change, yang diimplementasikan melalui sosialisasi, diskusi interaktif, dan tanya jawab di dua madrasah, yaitu MAN 1 Polewali, dan MAN 2 Polewali. Hasil pengabdian menunjukkan antusiasme tinggi siswa yang ditandai dengan partisipasi aktif dalam diskusi serta banyaknya pertanyaan terkait jalur seleksi, program studi unggulan, dan beasiswa di PTKIN. Lebih jauh, Pengabdian ini berkontribusi mengubah cara pandang siswa MAN di Kabupaten Polewali Mandar bahwa PTKIN menawarkan keseimbangan pendidikan agama dan umum, sekaligus. </em></p>2026-09-09T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Sulkifli Sulkifli, Yusriah Yusriahhttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1458Pendampingan Belajar Bahasa Inggris dan Matematika, Mewarnai, Senam dan Permainan Edukatif untuk Anak di Panti Asuhan Berkah Palangka Raya melalui Program KKN2026-08-31T11:34:24+07:00Haidir Rahmadhaidirvrl@gmail.comMuhammad Irfan Satria Nugrahairfansatria503@gmail.comRizky Wijanarkoa@a.comMuhammad Alief Raihan Ramadhanaliefraihanramadhan10@gmail.comDoni Donidonnyma641@gmail.comNazla Nur Ruhhamalalaaa2171@gmail.comUzdma Latifahlatifahuzdma@gmail.comRahimah Auliarahimahaulia3@gmail.comJelita Jelitajelitamuslimah@uin-palangkaraya.ac.id<p><em>Panti Asuhan Berkah di Kota Palangka Raya menaungi anak-anak dengan rentang usia dan tingkat pendidikan yang beragam, namun menghadapi keterbatasan tenaga pendamping, sarana belajar, dan variasi kegiatan sehingga anak-anak membutuhkan pendampingan belajar tambahan, khususnya Bahasa Inggris dan Matematika, serta kegiatan kreatif dan fisik untuk menunjang perkembangan kognitif, motorik, dan sosial mereka. Pengabdian ini melibatkan sekitar 20 anak asuh dan dilaksanakan dalam 5 kali pertemuan dengan durasi kurang lebih 2 jam per pertemuan selama masa Kuliah Kerja Nyata (KKN), bertujuan memberikan pendampingan belajar interaktif dan melatih kreativitas, kekompakan, serta kebugaran anak. Metode yang digunakan adalah pendampingan langsung, meliputi kegiatan perkenalan, pembelajaran Bahasa Inggris dan Matematika, mewarnai gambar, senam bersama, dan game edukasi, dengan evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi partisipasi dan respons anak. Hasil observasi menunjukkan tingginya partisipasi, antusiasme, dan respons positif anak-anak panti pada seluruh rangkaian kegiatan, yang tercermin dari keberanian berkomunikasi dalam Bahasa Inggris, keaktifan mengerjakan latihan Matematika, penyelesaian karya mewarnai, keikutsertaan dalam senam, serta ketepatan menjawab pada game edukasi. Program ini menunjukkan hasil yang positif dalam jangka pendek, meskipun keterbatasan waktu pelaksanaan membuat penguatan materi belum dapat dilakukan secara mendalam dan evaluasi masih bersifat deskriptif tanpa pengukuran baku, sehingga keberlanjutan pendampingan secara rutin dan evaluasi yang lebih terukur sangat diperlukan.</em></p>2026-09-28T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Haidir Rahmad, Muhammad Irfan Satria Nugraha, Rizky Wijanarko, Muhammad Alief Raihan Ramadhan, Doni Doni, Nazla Nur Ruhhama, Uzdma Latifah, Rahimah Aulia, Jelita Jelitahttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1322Penerapan Edukasi Gizi melalui Demonstrasi Kue Lumpur Fortifikasi dalam Upaya Pencegahan Stunting pada Ibu Balita Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto2026-07-06T12:20:49+07:00Farica Yasmin Carmelafaricarmela@gmail.comAlfina Fauziyaha@a.comFahma Hilda Nur Imamia@a.com<p><em>Program Bimbing Nutrisi Anak (BINA) merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita terkait stunting serta keterampilan pengolahan pangan lokal sebagai alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, yang memiliki potensi pangan lokal tinggi namun tingkat pemanfaatannya masih rendah. Sasaran kegiatan adalah 23 ibu balita, baik yang memiliki risiko stunting maupun tidak. Metode kegiatan terdiri dari penyuluhan menggunakan media video edukatif, demonstrasi pembuatan kue lumpur berbahan dasar ubi jalar kuning dan susu UHT, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, dari rata-rata skor pre-test sebesar 92,86 menjadi rata-rata skor post-test sebesar 97,14, serta antusiasme tinggi untuk mempraktikkan kembali resep PMT secara mandiri di rumah. Produk kue lumpur fortifikasi berbahan ubi jalar kuning dan susu UHT yang dihasilkan memiliki kandungan gizi yang mendukung kebutuhan harian anak, terutama vitamin A. Kegiatan ini menjadi model edukasi gizi partisipatif yang berkelanjutan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita mengolah pangan lokal, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan stunting di wilayah pedesaan.</em></p>2026-09-29T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Farica Yasmin Carmela, Alfina Fauziyah, Fahma Hilda Nur Imamihttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1607Pelatihan Guru dan Uji Coba Jaringan Lokal untuk Mendukung Pembelajaran Digital melalui Pemanfaatan Laboratorium Komputer di SD Masehi Wairasa, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur2026-10-08T22:32:04+07:00Sarlince Octaviana Manusarlince_manu@staf.undana.ac.idBeby H A Manafebebymanafe@staf.undana.ac.idJohanis F M Bowakhbowakh@staf.undana.ac.id<p><em>SD Masehi Wairasa, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, memiliki laboratorium komputer dengan 20 unit komputer. Pemanfaatannya menghadapi kendala berupa keterbatasan konektivitas internet eksternal dan kebutuhan penguatan keterampilan guru dalam mengelola sumber belajar digital. Ketika koneksi internet tidak tersedia atau tidak stabil, jaringan lokal dapat menjadi alternatif untuk mengakses bahan ajar yang telah tersimpan pada perangkat lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran serta memperkenalkan jaringan lokal sebagai pendukung pemanfaatan laboratorium komputer. Kegiatan dilaksanakan pada 27–29 Juli 2026 melalui edukasi dan praktik guru, pengenalan, pemasangan sementara dan uji coba perangkat jaringan, simulasi mini server dan repositori digital, serta pembelajaran bersama siswa kelas V. Peserta terdiri atas 15 guru SD Masehi Wairasa dan satu guru dari sekolah tetangga. Perangkat yang diperkenalkan meliputi antena, modem, router, access point, kabel jaringan, dan mini PC/server. Uji coba lapangan menunjukkan jangkauan akses nirkabel sekitar 10 m hingga area kelas terjauh dari access point. Evaluasi dilakukan melalui wawancara langsung dengan guru dan observasi terbatas. Kegiatan memberikan pengalaman praktik kepada guru dalam mengenali perangkat jaringan dan mencoba akses bahan ajar melalui simulasi repositori lokal yang memuat satu materi pembelajaran. Hasil ini menjadi langkah awal bagi sekolah untuk mengembangkan pemanfaatan sumber belajar digital sesuai kebutuhan dan kondisi infrastruktur yang tersedia.</em></p>2026-11-01T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Sarlince Octaviana Manu, Beby H A Manafe, Johanis F M Bowakh