https://publications.id/index.php/ijpm/issue/feedInovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat2026-08-05T11:11:55+07:00IJPMjurnalidcom@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (IJPM)</strong> adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. <strong>Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (IJPM)</strong> <strong> </strong>terdaftar di PERPUSNAS dengan P-ISSN : <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20230327530035730" target="_blank" rel="noopener">2986-6324</a> dan E-ISSN : <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20230327430072044" target="_blank" rel="noopener">2986-6308</a>. Selain itu, IJPM terdaftar di Crossref dengan DOI : https://doi.org/10.54082/ijpm.idpaper.</p> <p><strong>Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (IJPM) </strong>saat ini <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/15535" target="_blank" rel="noopener">terakreditasi SINTA 5</a> berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi <strong>Nomor 156/C/C3/KPT/2026</strong> (<a href="https://drive.google.com/drive/folders/1ST0pD0D2GuSUglwSD_qZn8J1C2YAE115?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">Download SK Akreditasi</a>).</p> <p><strong>Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (IJPM) </strong>dipublikasikan empat bulan sekali, yaitu pada bulan April, Agustus, dan Desember. Naskah bisa dimasukkan dalam <strong>BAHASA INDONESIA </strong>atau <strong>BAHASA INGGRIS. </strong></p> <p><img src="https://publications.id/master/images/FrontendIJPM.jpg" alt="" /></p> <table border="0"> <tbody> <tr> <td colspan="3"><strong>Informasi Jurnal</strong></td> </tr> <tr> <td width="150">Nama</td> <td>:</td> <td>Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat</td> </tr> <tr> <td>Contact Person</td> <td>:</td> <td>085111544445</td> </tr> <tr> <td>Frekuensi Terbit</td> <td>:</td> <td>3 edisi setiap tahun (April, Agustus, dan Desember)</td> </tr> <tr> <td>Penerbit</td> <td>:</td> <td>CV Firmos Publishing</td> </tr> <tr> <td>Akreditasi</td> <td>:</td> <td><a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/15535" target="_blank" rel="noopener">Sinta 5</a></td> </tr> <tr> <td>DOI</td> <td>:</td> <td>10.54082/ijpm.IDPaper</td> </tr> <tr> <td>P-ISSN</td> <td>:</td> <td>2986-6324</td> </tr> <tr> <td>e-ISSN</td> <td>:</td> <td>2986-6308</td> </tr> <tr> <td>Biaya Publikasi</td> <td>:</td> <td>Rp 500.000,00</td> </tr> <tr> <td>Scope</td> <td>:</td> <td>Semua kegiatan pengabdian masyarakat di berbagai bidang, antara lain : pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan, maupun kegiatan pengabdian masyarakat bidang lainnya.</td> </tr> </tbody> </table> <h1>Fokus dan Ruang Lingkup</h1> <p><strong>Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (IJPM)</strong> menerima artikel multidisiplin untuk hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. </p> <p><iframe style="border: 0px #ffffff none;" src="https://author.my.id/widget/graph-oa.php?issn=2986-6308&warna=f1863b" name="statistik" width="100%" height="550px" frameborder="0" marginwidth="0px" marginheight="0px" scrolling="no"></iframe></p>https://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1258Peningkatan Pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Pemberian Alat Pelindung Diri pada Pengrajin Perahu Fiber di Pulau Bulang Lintang2026-06-08T16:09:59+07:00Trisna Dewitatrisna.dewita@uis.ac.idAgung Sundaru Dwi Hendartaagung.sundaru@uis.ac.idSalvia Amanda Reveraa@a.comKristopen Grianto Siallagana@a.com<p><em>Pengrajin perahu fiber di Kelurahan Bulang Lintang, Kota Batam terpapar berbagai risiko kesehatan kerja meliputi debu serat kaca halus, bahan kimia berbahaya seperti Solderon Acid HC (UN3265), serta bahaya fisik selama proses pembuatan perahu. Paparan tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan paru, iritasi kulit, dan iritasi mata apabila pekerja terpapar dalam waktu lama tanpa perlindungan yang memadai. Keterbatasan pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta ketiadaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan ancaman serius bagi kesehatan pekerja. Sebelum kegiatan berlangsung, seluruh pekerja tidak menggunakan APD dan memiliki rerata skor pengetahuan K3 yang rendah (46,9 dari 100). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran K3 pekerja terhadap risiko bahaya fiberglass dan bahan kimia melalui edukasi kesehatan dan pemberian APD. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan secara verbal dan menggunakan media leaflet mengenai risiko kesehatan kerja, cara pengendalian bahaya, dan pentingnya penggunaan APD. APD yang diberikan meliputi masker N95, sarung tangan nitril tahan bahan kimia, dan kaca mata pelindung. Sebanyak 13 pekerja berpartisipasi dalam kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di lokasi kerja pengrajin. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang diberikan segera sebelum dan setelah sesi edukasi. Hasil menunjukkan peningkatan rerata pengetahuan dari 46,9 menjadi 80,0 (peningkatan 70,6%) serta peningkatan kepatuhan penggunaan APD mencapai 100% peserta segera setelah edukasi. Perlu dicatat bahwa capaian kepatuhan APD tersebut merupakan hasil evaluasi jangka pendek yang dilakukan segera setelah intervensi, sehingga pemantauan lanjutan diperlukan untuk memastikan keberlanjutan perubahan perilaku.</em></p>2026-06-17T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Trisna Dewita, Agung Sundaru Dwi Hendarta, Salvia Amanda Revera, Kristopen Grianto Siallaganhttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1354Pemberdayaan Masyarakat Desa Wangunsari Melalui Program Edukasi Interaktif, Sinergi Kesehatan, dan LOSEDA2026-07-21T06:55:29+07:00Cepi Wantiaracepi20322007@digitechuniversity.ac.idTeti Febriantiteti20322016@digitechuniversity.ac.idAsep Setiawanasep2-0322018@digitechuniversity.ac.idMutiah Ainul MardiahMutiah20322011@digitechuniversity.ac.idMeisal Maulanameisal20322008@digitechuniversity.ac.idReza Abdul Rohmanreza20322004@digitechuniversity.ac.idRaehan Wisnu WardanaRaehan20322009@digitechuniversity.ac.id<p><em>Desa Wangunsari di Kecamatan Naringgul menghadapi tantangan "triple burden": rendahnya motivasi belajar siswa, masalah kesehatan dan perundungan, serta penumpukan sampah organik rumah tangga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengatasi masalah tersebut secara terintegrasi melalui tiga pilar program: Sahabat Belajar, Sahabat Sehat, dan LOSEDA. Metode pelaksanaan menggunakan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan sasaran siswa SDN Padamulya, Posyandu, dan warga desa. Hasil kegiatan menunjukkan capaian yang signifikan. Pada pilar pendidikan, metode gamification berhasil memecah kejenuhan belajar dan meningkatkan literasi dasar siswa. Pada pilar kesehatan, sinergi tenaga medis mengoptimalkan layanan Posyandu, sementara edukasi film pendek berhasil menumbuhkan empati anti-bullying. Pada pilar lingkungan, warga berhasil mengadopsi teknologi LOSEDA (Lodong Sesa Dapur) menggunakan pipa PVC bekas untuk mengolah limbah organik menjadi kompos. Kesimpulannya, pendekatan holistik ini terbukti efektif dalam memberdayakan masyarakat guna mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan.</em></p>2026-08-03T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Cepi Wantiara, Teti Febrianti, Asep Setiawan, Mutiah Ainul Mardiah, Meisal Maulana, Reza Abdul Rohman, Raehan Wisnu Wardanahttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1184Inovasi Pakan Babi berbasis Daun Gamal Terfermentasi: Upaya Peningkatan Ketersediaan Sumber Protein Lokal di Jemaat GMIT Klasis Fatuleu Timur Nusa Tenggara Timur2026-05-12T23:04:39+07:00David A. Ngurukorengurudavid@gmail.comKirenius Ulykireniusuly@staf.undana.ac.idPetrus Kunepetruskune@staf.undana.ac.idTenang Tenangtenang@staf.undana.ac.idMarthen Yunusmarthenyunus@staf.undana.ac.idNi Putu Febri Suryaninisuryatni@staf.undana.ac.idNi Nengah Suryaninengahsuryani1964@gmail.comSirilius Subaraya Nironsiriliusniron@staf.undana.ac.idSimon Edison Muliksimon.edison.mulik@staf.undana.ac.idAlberth Nugrahadi Ndunalberth.ndun@staf.undana.ac.idAlvrado Bire Lawaalvrado.bire.lawa@staf.undana.ac.idYustiani Yuliana Betteyustibete@gmail.comNitty C. Manafenitty.mafefa@staf.undana.ac.idAdyanto N. Banamtuanadyanto.banamtuan@staf.undana.ac.idSalden E. NifuSaldennifu@yahoo.co.idUpik S. Rosnahupikrosnah@staf.undana.ac.idTwenfosel Ocsierly Dami Datotwenfosel.dami.dato@staf.undana.ac.idLuh Sri Enawatiluh.sri.ernawati@staf.undana.ac.idMaritje Aleonor Hilakoremaritje.hilakore@staf.undana.ac.idAgustinus Ridlof Riwuagustinus.riwu@staf.undana.ac.idDominggus Benyamin Osadominggus.osa@staf.undana.ac.idDaud Amalodaud.amalo@staf.undana.ac.idMarkus Sinlaemarkus.sinlae@staf.undana.ac.idMuhammad Syalahuddin AbdullahMuhammad.abdulah@staf.undana.ac.idAgustinus Konda Malikagustinus.konda.malik@staf.undana.ac.id<p><em>Permasalahan ketersediaan pakan sumber protein yang murah dan berkelanjutan masih menjadi tantangan utama dalam usaha peternakan babi di Jemaat GMIT Klasis Fatuleu Timur, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. </em><em>Ketergantungan peternak terhadap pakan komersial masih tinggi, sementara potensi lokal seperti daun gamal (Gliricidia sepium) belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi ini menyebabkan biaya pakan mencapai sekitar 70% dari total biaya produksi, pertambahan bobot badan harian rendah (0,8–1,2 kg/hari), serta keuntungan usaha yang terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam pemanfaatan teknologi fermentasi daun gamal menggunakan Saccharomyces cerevisiae serta menghasilkan ransum pakan babi dengan kandungan protein minimal 16% yang lebih ekonomis dibanding pakan komersial. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tiga tahap, yaitu pra-kegiatan (observasi, koordinasi, dan persiapan), pelaksanaan (sosialisasi, demonstrasi, dan pendampingan selama dua bulan), serta evaluasi (pre-test, post-test, pengukuran bobot badan, dan FGD). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peternak dari 28,5% menjadi 80,7%. Sebanyak 78,6% peternak mampu memproduksi pakan fermentasi secara mandiri. Penerapan pakan inovasi (30% daun gamal terfermentasi dan 70% pakan basal) meningkatkan pertambahan bobot badan menjadi 1,1–1,4 kg/hari serta menurunkan biaya pakan sebesar 45,8% dari Rp12.000/kg menjadi Rp4.532/kg. Kegiatan ini membuktikan bahwa teknologi fermentasi berbasis sumber daya lokal efektif meningkatkan kemandirian pakan, efisiensi biaya produksi, dan keberlanjutan usaha peternakan babi berbasis masyarakat.</em></p>2026-06-21T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 David A. Nguru, Kirenius Uly, Petrus Kune, Tenang Tenang, Marthen Yunus, Ni Putu Febri Suryani, Ni Nengah Suryani, Sirilius Subaraya Niron, Simon Edison Mulik, Alberth Nugrahadi Ndun, Alvrado Bire Lawa, Yustiani Yuliana Bette, Nitty C. Manafe, Adyanto N. Banamtuan, Salden E. Nifu, Upik S. Rosnah, Twenfosel Ocsierly Dami Dato, Luh Sri Enawati, Maritje Aleonor Hilakore, Agustinus Ridlof Riwu, Dominggus Benyamin Osa, Daud Amalo, Markus Sinlae, Muhammad Syalahuddin Abdullah, Agustinus Konda Malikhttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1304Enhancing Santri Digital Literacy through English News Blogging Training: A Community Empowerment Program at Pondok Pesantren Al-Mansyuriyah, Tangerang 2026-06-23T17:10:03+07:00Gufron Gufrongufron.raihan@pradita.ac.idDwi Sloria Suhartidwisloria@umt.ac.idTatu Zakiyatun Nufustatuzakiyatun2@gmail.comAde Mahmudademahmud44@gmail.com<p><em>This community service article reports an English news blogging training program designed to strengthen santri’s digital literacy and English news-writing skills at Pondok Pesantren Al-Mansyuriyah, Tangerang. The program aimed to improve participants’ understanding of responsible digital media use, basic journalistic writing, and blog-based publication. A descriptive qualitative community service approach was applied with 50 senior high school-level santri as participants. The training was conducted in three sessions, consisting of preparation, interactive lectures, discussions, guided English news-writing practice, blog introduction, publication assistance, and reflection. Data were collected through facilitator observation, participant responses, writing practice, and institutional feedback. The results show that participants produced several English news drafts and published several blog-based articles related to pesantren activities. Participants demonstrated improved understanding of news structure, 5W1H elements, digital ethics, and responsible content sharing. The program also encouraged santri interest in writing and provided an additional digital publication medium for pesantren activities. However, the limited duration restricted deeper mentoring in writing revision and blog management. Future programs should provide longer mentoring, structured assessment, and an English blogging club to sustain students’ writing practice and digital publication skills. </em></p>2026-07-15T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Gufron Gufron, Dwi Sloria Suharti, Tatu Zakiyatun Nufus, Ade Mahmudhttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1229Pemberdayaan Sosial Masyarakat Lokal Melalui Ketahanan Pangan Tradisional di SP 1 Kabupaten Sorong Papua Barat Daya2026-06-01T10:21:23+07:00Istika Ahdiyantiistikasosio19@gmail.comAndi AhrianiAndiahriani84@gmail.comNurfitriani Nurfitriania@a.comAnisa Mutmainnaha@a.comDhea Fatmawatia@a.comAhmad Fajar Pramujia@a.comAbdul Rizkya@a.comMuhammad Firmansyaha@a.comNur Fitriaha@a.com<p><em>Pemberdayaan Sosial Masyarakat Lokal melalui Ketahanan Pangan Tradisional di SP 1 Kabupaten Sorong Papua Barat Daya didasarkan pada masih terbatasnya pengetahuan masyarakat lokal mengenai pengolahan sagu menjadi produk pangan yang lebih inovatif dan bernilai ekonomi. Artikel ini bertujuan agar masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru mengenai cara mengolah sagu menjadi makanan yang lebih variatif, menarik, dan memiliki nilai jual. Dengan adanya pemberdayaan tersebut, sagu tidak hanya dipandang sebagai pangan tradisional, tetapi juga sebagai peluang usaha yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal di SP 1 Kabupaten Sorong Papua Barat Daya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Participatory Action Research (PAR) dan pendekatan pelatihan partisipatif dan di ikuti oleh 20 orang partisipan terdiri dari latar umur yang berbeda. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa melalui pemberdayaan berbasis ketahanan pangan, masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru mengenai pengolahan sagu menjadi produk pangan yang lebih inovatif, Selain itu masyarakat beberapa masyarakat sudah melakukan praktek mandiri secara langsung terlihat dari pengakuan remaja yang ikut pada pelatihan tersebut. Masyarakat tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga mampu mempraktikkan secara mandiri proses pengolahan sagu menjadi berbagai jenis makanan yang memiliki nilai jual. Selain menambah wawasan masyarakat tentang pemanfaatan pangan lokal, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar. Pengolahan sagu menjadi produk yang lebih modern dan menarik dapat dijadikan sebagai usaha rumahan yang berpotensi meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat lokal.</em></p>2026-07-15T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Istika Ahdiyanti, Andi Ahriani, Nurfitriani Nurfitriani, Anisa Mutmainnah, Dhea Fatmawati, Ahmad Fajar Pramuji, Abdul Rizky, Muhammad Firmansyah, Nur Fitriahhttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1327Manajemen Pendidikan Anggota Dalam Penguatan SDM Koperasi di Paguyuban Koperasi Wanita Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik2026-07-02T09:18:36+07:00Rachman Halim Yustiyawanrachman.hy@lecturer.usg.ac.idEndang Muryaniemuryani97@gmail.comZaqia Rahma Dewizaqiarahma.d@lecturer.usg.ac.idMuhamad Muslihm.muslih@lecturer.usg.ac.id<p><em>Koperasi wanita memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai lembaga ekonomi yang tangguh dan inklusif. Potensi tersebut tercermin dari tingginya keterlibatan perempuan dalam aktivitas ekonomi mikro dan usaha rumah tangga yang menjadi basis utama kegiatan koperasi wanita. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan partisipasi anggota koperasi wanita dalam menerapkan prinsip-prinsip koperasi secara konsisten dan berkelanjutan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh temuan lapangan yakni rendahnya literasi koperasi dan belum optimalnya penerapan prinsip-prinsip koperasi dalam praktik kelembagaan tata kelola koperasi. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif, melalui pelatihan penerapan prinsip koperasi dalam kegiatan operasional koperasi. Sasaran kegiatan meliputi anggota, pengurus, dan pengawas koperasi wanita. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anggota terhadap jati diri dan prinsip operasi koperasi, meningkatnya kesadaran anggota sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi, serta tumbuhnya komitmen pengurus untuk melaksanakan pendidikan anggota secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa pendidikan anggota merupakan instrumen strategis dalam memperkuat tata kelola, keberlanjutan usaha, dan jatidiri koperasi. Oleh karena itu, direkomendasikan agar pendidikan anggota menjadi agenda rutin koperasi wanita dengan dukungan pendampingan berkelanjutan dari perguruan tinggi dan pemangku kepentingan terkait.</em></p>2026-07-13T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Rachman Halim Yustiyawan, Endang Muryani, Zaqia Rahma Dewi, Muhamad Muslihhttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1156Terapi Aktivitas Kelompok melalui Senam Hipertensi untuk Pengendalian Tekanan Darah Lansia di Panti Wredha Kabupaten Tangerang Provinsi Banten2026-05-24T10:24:52+07:00Izza TunnisaZh.nissa02@gmail.comJuarti Saputrijuartisaputri4@gmail.comIntan Intanintannurhazizah.02@gmail.comMerlina Merlinamerlinaaa154@gmail.comRisky Tasyana Putririskytasyanap@gmail.comSiti Firli Martantisiti.firli.martanti@gmail.comSiti Hardiyantihardiyantis975@gmail.comRina Puspita Saririnapuspitasari@uym.ac.id<p><em>Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami hipertensi yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya kejadian hipertensi pada lansia sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis yang efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia melalui pengendalian tekanan darah dengan senam hipertensi dalam bentuk Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). Metode yang digunakan adalah praktik keperawatan komunitas dengan melibatkan 10 lansia di Panti Wredha Kasih Ayah Bunda. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap orientasi, kerja, dan terminasi dengan pengukuran pre-test dan post-test tekanan darah serta observasi partisipasi lansia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 20,8 mmHg dari 140,2 mmHg menjadi 119,4 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 7 mmHg dari 77,4 mmHg menjadi 70,4 mmHg. Selain itu, terjadi peningkatan partisipasi, antusiasme, dan interaksi sosial antar lansia selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi mitra berupa peningkatan kesehatan fisik, psikologis, dan sosial lansia serta berpotensi dikembangkan sebagai program rutin pengendalian hipertensi.</em></p>2026-05-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Izza Tunnisa, Juarti Saputri, Intan Intan, Merlina Merlina, Risky Tasyana Putri, Siti Firli Martanti, Siti Hardiyanti, Rina Puspita Sarihttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1301Pelatihan Penggunaan Google Slides untuk Meningkatkan Literasi Digital Siswa di SMPN 1 Arjasa, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur2026-06-25T08:56:42+07:00Zaehol Fatahzaeholfatah@gmail.comRafikaturruhmi Rafikaturruhmirafikaturruhmi747@gmail.com<p><em>Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital siswa di SMPN 1 Arjasa Sumenep melalui pelatihan pemanfaatan Google Slides. Program pendampingan ini dilakukan dengan metode mentoring berbasis aksi yang terstruktur, mencakup tahap identifikasi kebutuhan mitra, penyampaian materi teori dasar, praktik mandiri langsung, hingga evaluasi kegiatan.</em><em>. Hasil evaluasi instrumen menunjukkan tingkat kepuasan peserta yang sangat signifikan, di mana indikator peningkatan pengetahuan praktis mencapai persentase tertinggi sebesar 90%, diikuti oleh aspek kemudahan pemahaman materi sebesar 87%, efisiensi penggunaan waktu sebesar 85%, kejelasan struktur penyampaian sebesar 77%, dan kualitas fasilitas pendukung sebesar 70%. Semua parameter menerima umpan balik 100% positif tanpa tanggapan negatif. </em><em>Pelaksanaan program ini menghasilkan dampak yang jelas dan signifikan bagi siswa dan sekolah, tercermin dari peningkatan kemampuan kerja sama tim, bertambahnya rasa percaya diri siswa saat berpresentasi di depan publik, serta meningkatnya pemahaman mendalam mengenai penggunaan layanan media pembelajaran berbasis cloud.</em></p>2026-07-02T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Zaehol Fatah, Rafikaturruhmi Rafikaturruhmihttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1213Pendampingan Peternak Puyuh dalam Optimalisasi Usaha Berkelanjutan melalui Penerapan Mesin Tetas dan Pakan Alternatif Berbasis Bahan Baku Lokal di Desa Oelatsala, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang2026-05-28T07:42:20+07:00Upik Syamsiar Rosnahupikrosnah@staf.undana.ac.idEdi Djoko Sulistijoedisulistijo@staf.undana.ac.idYacob Robert Noachyakob.noach@staf.undana.ac.idGrace Maranathagracemaranatha@staf.undana.ac.idMarthen Yunusmarthenyunus@staf.undana.ac.idKirenius Ulykireniusuly@staf.undana.ac.idBastari Sabtubastarisabtu@staf.undana.ac.idPrihutomo Suhartoprihutomo_suharto@staf.undana.ac.idRahmat GusriRahmat_gusri@staf.undana.ac.idDavid A. Ngurukorengurudavid@gmail.comAgustinus R. Riwuagustinusriwu@staf.undana.ac.idMaria Krovamariakrova@staf.undana.ac.idNi P.F. Suryatninisuryatni@staf.undana.ac.idHoiril Sabarimanhoiril.sabariman@staf.undana.ac.idHerayanti P Nastitiherayantinastiti@staf.undana.ac.id<p><em>Peternak puyuh di Desa Oelatsala, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang menghadapi kendala utama berupa ketergantungan terhadap pasokan DOQ (Day Old Quail) dari luar daerah serta tingginya biaya pakan komersial yang berdampak pada rendahnya keberlanjutan usaha. Kondisi ini diperburuk oleh keterbatasan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam memproduksi bibit secara mandiri serta mengoptimalkan bahan baku lokal sebagai pakan alternatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemandirian dan keberlanjutan usaha peternak puyuh melalui penerapan teknologi mesin tetas dan formulasi pakan alternatif berbasis bahan lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan 20 peternak mitra. Tahapan kegiatan meliputi observasi dan koordinasi awal, sosialisasi, demonstrasi teknologi, serta pendampingan langsung di lapangan. </em><em>Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, serta observasi keterampilan praktis peserta. </em><em>Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peternak dari rata-rata skor 48 menjadi 80,4. Tingkat keterampilan peserta mencapai 90% dalam pengoperasian mesin tetas, pemilihan telur tetas, pemeliharaan DOQ, dan peracikan pakan alternatif. Selain itu, tingkat keberhasilan penetasan mencapai 54% dengan tingkat kelangsungan hidup DOQ hingga umur 14 hari sebesar 81,48%. Peternak juga mulai mampu memproduksi pakan secara mandiri dan melakukan penetasan telur menggunakan mesin tetas rakitan. Kegiatan ini meningkatkan kemandirian peternak dalam penyediaan bibit dan pakan, sekaligus menurunkan ketergantungan terhadap input eksternal. Program ini berpotensi menjadi model pengembangan usaha ternak puyuh berkelanjutan di Desa Oelatsala sebagai desa binaan.</em></p>2026-06-23T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Upik Syamsiar Rosnah, Edi Djoko Sulistijo, Yacob Robert Noach, Grace Maranatha, Marthen Yunus, Kirenius Uly, Bastari Sabtu, Prihutomo Suharto, Rahmat Gusri, David A. Nguru, Agustinus R. Riwu, Maria Krova, Ni P.F. Suryatni, Hoiril Sabariman, Herayanti P Nastitihttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1321Peningkatan Kompetensi Literasi Digital Guru melalui Pelatihan Google Workspace, Canva, Artificial Intelligence, dan Google Form di Pondok Pesantren Ma'arif As-Sa'adiyah Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat2026-06-29T17:23:32+07:00Khairul Azmikhairulazmi27@gmail.comAdelia Alfama Zamistaadelia.zamista@uinib.ac.idTri Yuliatitriyuliati00@gmail.com<p><em>Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut guru memiliki kompetensi literasi digital yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran. Namun, hasil observasi di Pondok Pesantren Ma'arif As-Sa'adiyah menunjukkan bahwa sebagian besar guru belum optimal memanfaatkan platform digital seperti Google Workspace, Canva, Artificial Intelligence (AI), dan Google Form dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi literasi digital guru melalui pelatihan dan pendampingan pemanfaatan platform digital tersebut. Kegiatan dilaksanakan pada 3 Mei 2026 dengan melibatkan 18 orang guru sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan, sedangkan evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata kompetensi peserta meningkat dari 47,60% menjadi 86,20% atau mengalami peningkatan sebesar 38,60%. Peningkatan tertinggi terjadi pada kompetensi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI). Selain mengalami peningkatan pemahaman, peserta juga mampu membuat media pembelajaran menggunakan Canva, memanfaatkan Google Workspace untuk kolaborasi dokumen, menggunakan AI sebagai pendukung penyusunan materi ajar, serta menyusun evaluasi pembelajaran berbasis Google Form. Dengan demikian, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kompetensi literasi digital guru dan mendukung penerapan teknologi digital dalam proses pembelajaran di lingkungan pesantren.</em></p>2026-07-06T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Khairul Azmi, Adelia Alfama Zamista, Tri Yuliatihttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1123Pelatihan dan Workshop Pengolahan Kerupuk dan Chips Ikan Wader di Tiyuh Gunung Katun Tanjungan2026-04-13T10:56:54+07:00Ayu Rahayu Saraswatiayu.saraswati@tip.itera.ac.idOkta Ameliaokta.amelia@tip.itera.ac.idDyah Putri Larassatidyah.putri@tip.itera.ac.idJatmiko Eko Witoyojatmiko.witoyo@tip.itera.ac.id<p><em>Tiyuh Gunung Katun Tanjungan, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat memiliki potensi sumber daya perikanan berupa ikan wader yang melimpah, terutama saat terjadi penyusutan air sungai. Namun, pemanfaatan ikan wader oleh masyarakat masih terbatas pada pengolahan sederhana seperti digoreng sehingga nilai tambah ekonominya belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah ikan wader menjadi produk pangan bernilai tambah berupa kerupuk dan chips ikan wader. Metode kegiatan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan sosialisasi, praktik pembuatan produk, serta evaluasi melalui kuesioner kepada peserta. Peserta kegiatan terdiri dari kader PKK Tiyuh Gunung Katun Tanjungan yang berjumlah 20 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai potensi, kandungan gizi, serta teknik pengolahan ikan wader menjadi produk olahan pangan. Berdasarkan hasil evaluasi kuesioner, terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 83–95% setelah kegiatan sosialisasi dan workshop. Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga memberikan keterampilan praktis dalam pembuatan kerupuk dan chips ikan wader yang berpotensi menjadi produk unggulan desa serta membuka peluang usaha berbasis sumber daya lokal.</em></p>2026-05-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Ayu Rahayu Saraswati, Okta Amelia, Dyah Putri Larassati, Jatmiko Eko Witoyohttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1285Pembinaan Karakter dan Akhlak Berbasis Mentoring bagi Anak Juara Rumah Zakat Indonesia2026-06-16T20:20:40+07:00Fadlul Rahmanadnanfadlul@gmail.comMartin Kustatimartinkustati@uinib.ac.idGusmirawatigusmirawati27@gmail.com<p><em>Tujuan pembinaan ini untuk membentuk karakter religius (akhlak) bagi penerima beasiswa Anak Juara di Rumah Zakat Cabang Kota Padang melalui sistem pembinaan berbasis mentor. Beasiswa Anak Juara merupakan salah satu program pembinaan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang dikelola oleh Rumah Zakat untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. </em><em>Namun, tantangan lingkungan sosial di Kota Padang seringkali memengaruhi kondisi psikososial dan degradasi akhlak anak usia sekolah. Pembinaan ini menggunakan metode PAR (Participatory Action Research) dengan pendekatan personal dan kelompok. Tahapan meliputi assessment awal, pelaksanaan sesi mentoring mingguan yang mencakup materi motivasi diri, manajemen emosi, serta kajian akhlak aplikatif, dan evaluasi berkala. Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemandirian emosional dan perilaku sosial anak. Para peserta menunjukkan peningkatan kedisiplinan dalam ibadah harian sebesar 85% dan kemampuan komunikasi interpersonal yang lebih positif setelah didampingi oleh mentor. Sistem mentor terbukti efektif sebagai role model yang memberikan rasa aman secara psikologis sekaligus menjadi pengarah dalam pembentukan etika keseharian. Kesimpulan pembinaan mentor efektif dalam memperbaiki kualitas akhlak dan mentalitas Anak Juara, sehingga diharapkan program ini dapat direplikasi secara berkelanjutan dengan kurikulum yang ilebih adaptif terhadap tantangan zaman di Kota Padang. </em></p>2026-07-06T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Fadlul Rahman, Martin Kustati, Gusmirawatihttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1362Optimalisasi Pencegahan Kecacingan melalui Edukasi, Skrining Kebersihan Kuku, dan Cuci Tangan Pakai Sabun pada Siswa SD UMP Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah2026-07-22T16:13:19+07:00Defi Nurul Hayatinhdefi64@gmail.comLatif Hisbullohlatifhisbulloh@ump.ac.idKurnia Ritma Dhantikurniaritmadhanti@ump.ac.idSyaukaty Yasintasyasinta@ump.ac.idMuhammad Aldi Alfrizalaldialfarizal67@gmail.comNajwa Dzakira Syalsanajwadzakira21@gmail.comAyra Mysha Nairaayramysha3102@gmail.comDino Aprilianto Gustydinoapriliantogusty@gmail.com<p><em>Infeksi kecacingan masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan pada anak usia sekolah yang erat kaitannya dengan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama kebersihan kuku dan kebiasaan mencuci tangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat siswa dalam pencegahan kecacingan melalui edukasi, skrining kebersihan kuku, dan praktik cuci tangan pakai sabun (CTPS). Kegiatan dilaksanakan pada 70 siswa kelas V SD UMP Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah melalui tahapan penyuluhan mengenai penyakit kecacingan, observasi kebersihan kuku yang dipadukan dengan wawancara menggunakan kuesioner, serta demonstrasi dan praktik tujuh langkah CTPS sesuai standar. Keberhasilan kegiatan dievaluasi berdasarkan distribusi kategori kebersihan kuku serta keterampilan siswa dalam mempraktikkan CTPS. Hasil skrining menunjukkan bahwa 38 siswa (54,3%) memiliki kebersihan kuku kategori baik, 12 siswa (17,1%) kategori cukup, dan 20 siswa (28,6%) kategori kurang, sehingga target minimal 50% kategori baik telah tercapai. Selain itu, siswa mampu mempraktikkan tujuh langkah CTPS dengan benar setelah mengikuti demonstrasi dan pendampingan, yang menunjukkan adanya peningkatan keterampilan mencuci tangan sesuai prosedur. Kegiatan ini memberikan manfaat berupa meningkatnya pemahaman siswa mengenai hubungan antara kebersihan kuku, kebiasaan mencuci tangan, dan pencegahan infeksi kecacingan, serta mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah. Kombinasi edukasi, skrining kesehatan, dan praktik CTPS merupakan pendekatan yang efektif dalam mendukung upaya pencegahan kecacingan pada anak usia sekolah.</em></p>2026-07-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Defi Nurul Hayati, Latif Hisbulloh, Kurnia Ritma Dhanti, Syaukaty Yasinta, Muhammad Aldi Alfrizal, Najwa Dzakira Syalsa, Ayra Mysha Naira, Dino Aprilianto Gustyhttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1205Penguatan UMKM Arum Kacang Telur di Era Digital: Implementasi QRIS dan Pemanfaatan Google Maps sebagai Sarana Transaksi serta Media Promosi Usaha di Kretek, Bantul, Yogyakarta2026-05-23T14:27:14+07:00Melia Nurfadiamelianurfadia@gmail.comDiana Airawatydiana@mercubuana-yogya.ac.id<p><em>Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan teknologi digital pada Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Arum Kacang Telur di Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang masih mengandalkan transaksi tunai dan pemasaran konvensional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta pengetahauan pelaku UMKM penjual kacang telur dalam memodernisasi pembayaran dan mengoptimalisasi jangkauan pasar dengan mengimplementasikan Quick Response Code Indonesian (QRIS) dan Google Maps. Metode pelaksanaan mencakup beberapa tahap dengan menggunakan pendekatan partisipatif. Pertama, mengidentifikasi potensi dan tantangan UMKM melalui wawancara dan observasi secara langsung guna mengidentifikasi kebutuhan pelaku usaha. Kedua, sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dalam memanfaatkan teknologi digital khususnya sistem pembayaran non-tunai QRIS dan Google Maps. Ketiga, pelatihan dilakukan dengan cara melakukan pendampingan mengenai pembuatan akun QRIS dan mendaftarkan akun lokasi usaha di Google Maps. Keempat, mengevaluasi hasil implementasi yang telah dilakukan melalui tahap observasi, wawancara, serta praktik mandiri yang dilakukan pelaku usaha guna mengetahui kemampuan pelaku usaha dalam penggunaan platform digital QRIS dan Google Maps. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa QRIS berhasil diterapkan sebagai sistem pembayaran digital non-tunai serta mendaftarkan titik lokasi usaha pada Google Maps. Selain itu, pelaku usaha dapat menerapkan QRIS sebagai pembayaran non-tunai secara mandiri dan mengelola informasi usaha pada Google Maps. Melalui penerapan kedua platform digital tersebut dapat menambah pemahaman pelaku usaha terkait pentingnya digitalisai usaha, memudahkan dalam proses transaksi pembayaran, dan meningkatkan aksesibilitas serta visibilitas usaha secara digital. Dengan demikian, implementasi QRIS dan Google Maps dapat memberikan dampak yang signifikan bagi pelaku UMKM, yaitu meningkatnya pemahaman pelaku UMKM terhadap pentingnya optimalisasi teknologi digital demi mendukung keberlanjutan usaha, memudahkan dalam proses transaksi, serta berkontribusi terhadap peningkatan aksesibilitas dan visibilitas usaha melalui platform digital.</em></p>2026-06-08T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Melia Nurfadia, Diana Airawatyhttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1314Pemberdayaan Masyarakat Melalui Model Pancadaya dalam Pengembangan Ekowisata Tangguh Bencana Berkelanjutan di Kalurahan Bimomartani 2026-06-26T18:22:36+07:00Joko Sutopojksutopo@uty.ac.idSunardi Sunardiydranus@gmail.comMustaqim Pabbajahmustaqim_pabbajah@uty.ac.idJuhansar Juhansarjuhansar@uty.ac.idFiya Ainur Rohmatikafiyaainurrohmatika@gmail.comDimas Primo Hadriandimasprimohadrians@gmail.com<p><em>Kalurahan Bimomartani memiliki potensi alam, budaya, dan lanskap yang mendukung pengembangan ekowisata, namun pemanfaatannya belum optimal karena keterbatasan tata kelola destinasi, koordinasi kelembagaan, legalitas kawasan, dan kapasitas mitigasi bencana. Program ini bertujuan menerapkan Model Pancadaya sebagai pendekatan berkelanjutan yang mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat dan ketangguhan bencana. Metode partisipatif melibatkan Pokdarwis Bimo Pandowo dan KSB Bimosakti sebagai mitra utama. Pada lima dimensi (Daya Tarik, Dukung, Akses, Kreatif, dan Layanan), implementasi diwujudkan melalui pelatihan, pendampingan, penguatan kelembagaan, penerapan teknologi (EWS, cadangan listrik, AR, dan IoT), serta pengembangan produk wisata. Berdasarkan pengukuran dari kondisi awal hingga akhir program, hasil menunjukkan peningkatan kunjungan Embung Bimomartani sebesar 500%, Tuk Bulus 300%, pertumbuhan UMKM 250%, pemahaman mitigasi bencana 25%, serta pemetaan jalur evakuasi 80%. Di sisi lain, terjadi perubahan kelembagaan yang signifikan, meliputi tersusunnya sistem pengelolaan wisata terpadu, penguatan fungsi Pokdarwis dalam pengelolaan destinasi, dan peningkatan kapasitas KSB dalam kesiapsiagaan kebencanaan. Dengan demikian, Model Pancadaya terbukti efektif memperkuat ekowisata berkelanjutan sekaligus mewujudkan desa yang tangguh terhadap bencana. </em></p>2026-07-10T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Joko Sutopo, Sunardi Sunardi, Mustaqim Pabbajah, Juhansar Juhansar, Fiya Ainur Rohmatika, Dimas Primo Hadrianhttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1266Penerapan Pelatihan Asertivitas pada Anak-anak yang Mengalami Peer Victimization di RPTRA2026-06-15T21:43:06+07:00Stevanie Reginaa@a.comEzra Manora Glorya Simalangoezramnrglrys@gmail.comBijanca Aufina Diefaa@a.comDenrich Suryadidenrich@fpsi.untar.ac.id<p><em>Peer victimization merupakan salah satu permasalahan sosial yang sering dialami anak usia sekolah dan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan emosional serta sosial mereka. Kondisi ini dapat menyebabkan rendahnya asertivitas sehingga anak menjadi lebih rentan dalam interaksi sosial. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan asertivitas anak usia sekolah dasar yang mengalami peer victimization melalui pelatihan asertivitas berbasis permainan di RPTRA Amanah Bunda, Jakarta Barat. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga sesi dengan melibatkan lima peserta yang teridentifikasi mengalami peer victimization, sementara seluruh rangkaian kegiatan diikuti oleh sembilan anak. Evaluasi program dilakukan menggunakan Peer Victimization Scale dan Rathus Assertiveness Scale (RAS) melalui metode pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor asertivitas peserta setelah mengikuti pelatihan. Rata-rata skor asertivitas meningkat dari 10,00 pada pre-test menjadi 61,80 pada post-test. Peserta dengan tingkat peer victimization tertinggi juga menunjukkan peningkatan asertivitas yang paling besar. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan asertivitas berbasis permainan dapat menjadi salah satu alternatif intervensi yang efektif untuk meningkatkan perilaku asertif anak serta mendukung terciptanya lingkungan sosial yang lebih positif.</em></p>2026-07-04T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Stevanie Regina, Ezra Manora Glorya Simalango, Bijanca Aufina Diefa, Denrich Suryadihttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1356Pemanfaatan Generative AI sebagai Media Pembelajaran Kreatif untuk Mendukung Imajinasi dan Kreativitas Peserta Didik pada SMA Muhammadiyah 6 Palembang2026-07-15T09:47:36+07:00Jaka Purnamajaka_purnama@palcomtech.ac.idYayuk Ike Meilaniyayuk_ike@palcomtech.ac.idPitri YanahPiittrii25@gmail.com<p><em>Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) memberikan peluang besar bagi siswa untuk menghasilkan karya kreatif, namun banyak siswa di SMA Muhammadiyah 6 Palembang yang belum memahami pemanfaatan AI secara optimal, khususnya dalam pembuatan konten visual yang menarik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital dan keterampilan siswa dalam memanfaatkan teknologi AI untuk pengembangan konten digital. Kegiatan ini diikuti oleh 14 siswa dengan metode pelaksanaan yang meliputi pemaparan materi untuk memberikan wawasan, praktik langsung, serta pendampingan intensif dalam penggunaan aplikasi berbasis AI seperti ChatGPT dan Swap Face AI, yang diakhiri dengan evaluasi melalui kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan teknis peserta yang nyata, di mana siswa berhasil memproduksi konten visual kreatif melalui praktik fitur-fitur pada ChatGPT dan Swap Face AI. Berdasarkan evaluasi terhadap 14 peserta tersebut, diperoleh tingkat respons yang sangat positif dengan 86% peserta menyatakan sangat setuju dan 14% menyatakan setuju terhadap seluruh aspek pelatihan. Dampak dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan kreativitas siswa dalam menghasilkan konten digital yang lebih menarik dan inovatif serta memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi era digital</em></p>2026-07-29T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Jaka Purnama, Yayuk Ike Meilani, Pitri Yanahhttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1187Apocil Herbal School: Edukasi Pemanfaatan Bahan Alam melalui Praktik Pembuatan Jamu Tradisional pada Siswa SD Khoiru Ummah Banjarmasin2026-05-23T10:07:09+07:00Yulistia Budianti Soemarieyulistiab@gmail.comLia Mardianaa@a.comAdzra Kamilah Ryzwandykaa@a.comMuhammad FauziMfauzi@uniska-bjm.ac.id<p><em>Pengetahuan anak sekolah dasar mengenai manfaat jamu tradisional dan tanaman herbal sebagai upaya menjaga kesehatan masih tergolong terbatas. Selain itu, kegiatan edukasi yang mengenalkan pemanfaatan bahan alam secara praktis, khususnya dalam pembuatan jamu tradisional, masih jarang dilakukan di lingkungan sekolah terutama di kalangan SD Khoiru Ummah Banjarmasin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa mengenai pemanfaatan bahan alam melalui program Apocil Herbal School. Metode kegiatan meliputi penyuluhan interaktif mengenai Apocil Herbal School, manfaat jamu tradisional, pengenalan berbagai jenis bahan herbal, serta praktik langsung pembuatan jamu sehat berbasis bahan alam. Hasil pengabdian yang dilakukan terhadap siswa SD Khoiru ummah dengan jumlah peserta 23 orang diperoleh hasil bahwa selama kegiatan berlangsung peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, terutama pada sesi pengenalan bahan herbal dan praktik pembuatan jamu tradisional. Nilai pre-test siswa diperoleh sebesar 56,4 meningkat menjadi 84,7 pada post-test dengan persentase peningkatan pengetahuan sebesar 50,2%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa program Apocil herbal School efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai manfaat jamu tradisional dan pemanfaatan bahan alam bagi kesehatan. </em></p>2026-05-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Yulistia Budianti Soemarie, Lia Mardiana, Adzra Kamilah Ryzwandyka, Muhammad Fauzihttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1307Pelatihan Pembuatan Makalah dengan Memanfaatkan Fitur-Fitur Terbaru dalam Microsoft Word untuk Siswa SMPN 1 Banyuputih 2026-06-26T14:47:46+07:00Zaehol Fatahzaeholfatah@gmail.comDita Anggrainiditaanggraini214@gmail.com<p><em>Pelatihan Pembuatan Makalah Dengan Memanfaatkan Fitur-Fitur Terbaru Dalam Microsoft Word Untuk Siswa SMPN 1 Banyuputih bertujuan untuk membimbing siswa agar dapat mengelola dokumen secara sistematis. Kemajuan teknologi informasi saat ini menjadikan kemampuan mengolah dokumen digital sebagai keterampilan dasar yang wajib dimiliki oleh setiap pelajar. Namun, berdasarkan pengamatan yang kami lakukan di SMPN 1 Banyuputih, sebagian besar siswa masih mengerjakan tugas makalah secara manual, seperti menekan spasi berulang kali dan mengetik daftar isi satu per satu, sehingga menghasilkan dokumen yang tidak efektif dan tidak sesuai standar karya ilmiah. </em><em>Pelatihan ini bertujuan membimbing siswa beralih ke metode digital melalui pemanfaatan fitur otomasi pada Microsoft Word. Metode pelaksanaan yang diterapkan adalah pembelajaran interaktif berupa demonstrasi langsung setiap materi, yang diikuti oleh praktik mandiri menggunakan laptop masing-masing siswa serta pendampingan personal untuk mengatasi kendala teknis. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan yang terukur, di mana skor kemampuan peserta dalam mengoperasikan fitur pengolah kata meningkat dari rata-rata [X] menjadi [Y], dengan [Z]% siswa berhasil menyusun makalah berformat standar secara mandiri. Dampak yang diperoleh selama pelatihan berlangsung adalah meningkatnya kemampuan siswa dalam menggunakan fitur otomatisasi dokumen serta berkurangnya ketergantungan mereka terhadap pemformatan manual.</em></p>2026-07-02T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Zaehol Fatah, Dita Anggrainihttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1236Peningkatan Self-Compassion terhadap Social Comparison pada Remaja di RPTRA X, Jakarta Barat2026-06-02T17:30:46+07:00Sarah Zahranisarah.705230378@stu.untar.ac.idDinda Fitriyadidinda.705230406@stu.untar.ac.idRadhiatul Iffaradhiatul.705230411@stu.untar.ac.idDenrich Suryadidenrichs@fpsi.untar.ac.id<p><em>Masa perkembangan remaja merupakan fase yang rentan terhadap social comparison, yaitu membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Kecenderungan ini dapat memicu penilaian diri yang negatif apabila tidak mempunyai kemampuan self-compassion yang baik. Maka dari itu, kegiatan pengabdian dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan self-compassion pada remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk mengatasi social comparison di RPTRA X, Jakarta Barat. Observasi dan wawancara dilakukan pada 17 Desember 2025 dan pada 23 Februari sampai 11 Maret 2026, serta pre-test terhadap 9 partisipan menggunakan Skala Welas Diri dan Skala Perbandingan Sosial. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata skor self-compassion 3,18 dan social comparison 3,06, keduanya berada pada kategori sedang. Namun, hasil wawancara menunjukkan kondisi yang kontradiktif, di mana partisipan cenderung mempunyai penilaian diri yang negatif dan belum mempunyai strategi coping yang adaptif. Program intervensi dirancang melalui pendekatan yang edukatif, interaktif, dan reflektif melalui tiga kegiatan, yaitu Mindful Awareness, Surat Untuk Sahabat, dan The Human Connection Game. Hasil post-test terhadap 6 partisipan menunjukkan peningkatan rata-rata skor self-compassion menjadi 4,10 yang berada di kategori tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian dinilai efektif dalam meningkatkan self-compassion pada remaja.</em></p>2026-06-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Sarah Zahrani, Dinda Fitriyadi, Radhiatul Iffa, Denrich Suryadihttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1341Edukasi Gizi Berbasis Media Poster dan Ceramah untuk Meningkatkan Pengetahuan Gizi Remaja di SMK Negeri 1 Kota Tegal2026-07-13T16:27:08+07:00Tri Marta Fadhilahtrimartafadhilah15@gmail.comRetno Sekarwatia@a.comHabibah Syakura@a.comNila Ayuning Tyasa@a.com<p><em>Kebiasaan makan tidak sehat pada remaja Indonesia, yang ditandai dengan tingginya konsumsi siap saji dan minuman manis serta rendahnya asupan sayur dan buah, menjadi masalah gizi yang kian memprihatinkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa SMK Negeri 1 Kota Tegal mengenai dampak pola makan buruk terhadap status kesehatan</em>. <em>Sasaran kegiatan ini berfokus pada 31 siswa kelas X dari jurusan Tata Boga. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif berbasis PowerPoint, media poster "Hidup Sehat dengan Gizi Seimbang", serta sesi tanya jawab. Pengukuran pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan instrumen berupa 8 soal pilihan ganda dan 7 pernyataan skala Likert (rentang skor 7–135). Status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) berdasarkan z-score WHO. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman gizi remaja berhasil dipertahankan dan dimantapkan pada kategori baik setelah diberikan edukasi. Edukasi ini berhasil memantapkan pemahaman gizi peserta pada kategori baik, meningkatkan kesadaran pemenuhan gizi harian sesuai tingkat aktivitas di sekolah, serta mendorong kemandirian siswa dalam memilih makanan yang lebih sehat.</em> <em>Kesimpulannya, kombinasi ceramah interaktif, poster edukasi, dan sesi tanya jawab efektif dalam mempertahankan dan memperkuat pengetahuan gizi responden pada kategori baik meskipun tidak menunjukkan lonjakan skor rata-rata secara signifikan akibat fenomena ceiling effect. Program edukasi gizi yang lebih intensif dan berkelanjutan tetap diperlukan untuk menghasilkan perubahan perilaku makan yang signifikan pada remaja SMK.</em></p>2026-07-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Tri Marta Fadhilah, Retno Sekarwati, Habibah Syakur, Nila Ayuning Tyashttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1181Pembinaan Kegiatan Mentoring Keagamaan Dalam Penyelenggaraan Sholat Jenazah Bagi Remaja di Nagari Sungai Kunyit Barat2026-05-11T00:07:20+07:00Ilham Akbar Maulanailhamakbarmaulana321@gmail.comMartin Kustatimartinkustati@uinib.ac.idGusmirawati Gusmirawatigusmirawati27@gmail.com<p><em>Tujuan pembinaan mentoring keagamaan bagi remaja untuk meningkatkan pemahaman nilai-nilai keagamaan, membentuk karakter yang berakhlak mulia, serta memperkuat kesadaran remaja terhadap pentingnya peran mereka di Masyarakat terutama dalam hal keagamaan. </em><em>Pembinaan ini dilaksanakan melalui pendekatan mentoring yang terstruktur, interaktif, dan berkesinambungan. Kegiatan pembinaan ini diharapkan tercipta generasi muda yang beriman, berkarakter, serta mampu menjadi agen perubahan positif di lingkungan masyarakat. Metode yang digunakan dalam pembinaan adalah metode Partisipatory Action Research (PAR) yaitu pendekatan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui keterlibatan aktif mereka dalam proses identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Pembinaan ini dilakukan pendekatan ceramah, diskusi interaktif, serta praktik keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Pembinaan ini melibatkan 10 remaja di Nagari Sungai Kunyit Barat. Hasil pembinaan mentoring keagamaan di Nagari Sungai Kunyit Barat menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja terhadap nilai-nilai keagamaan terutama perihal penyelenggaraan sholat jenazah. Hasil menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan dalam penyelenggaraan jenazah.</em></p>2026-05-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Ilham Akbar Maulana, Martin Kustati, Gusmirawati Gusmirawatihttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1302Upaya Peningkatan Layanan Edukasi dan Dakwah Interaktif bagi Jamaah Masjid Daarut Tauhiid, Kota Bandung, Jawa Barat melalui Redesain Interior dan Simulasi Realitas Virtual2026-06-22T11:33:20+07:00Athifa Sri Ismirantiathifaismiranti@telkomuniversity.ac.idRaisya Rahmaniar Hidayatraisyarahmaniar@telkomuniversity.ac.idAkhmadi Akhmadiakhmadi@telkomuniversity.ac.id<p><em>Masjid Daarut Tauhiid (DT) Kota Bandung, Jawa Barat, memiliki ribuan jamaah yang rutin hadir untuk berbagai kegiatan keislaman, namun terdapat kendala infrastruktur pada area multimedia yang belum memenuhi kebutuhan aktivitas dan fasilitas bagi jamaah. Selain itu, masjid tersebut belum memiliki area khusus edukatif bagi anak-anak, padahal jamaah seringkali membawa anak-anak ke area masjid saat kajian berlangsung. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meredesain interior area multimedia dan mengaktivasi area di bawah tangga menjadi pojok membaca anak. Kegiatan perancangan menggunakan metode kualitatif melalui observasi partisipatif, pengukuran dimensi ruang, analisis kebutuhan pengguna dengan wawancara dan FGD (Focus Group Discussion), serta umpan balik desain dari pihak mitra. Pihak mitra mendapatkan solusi perancangan yang siap diimplementasikan berupa ruang multimedia yang interaktif dengan area duduk lesehan berundak dan panggung narasumber untuk memperbaiki hierarki visual, dan optimalisasi akustik, serta area bawah tangga yang menjadi pojok membaca yang ergonomis dan nyaman bagi anak untuk meningkatkan literasi membaca sejak usia dini. Pihak mitra juga mendapatkan edukasi realitas virtual untuk merasakan desain secara imersif, serta berpotensi dijadikan media dakwah yang imersif dan interaktif. Seluruh mitra memberikan tanggapan positif dengan dominasi kategori sangat setuju sebesar 84%, sehingga dampak kegiatan dinilai berhasil dan sesuai kebutuhan masyarakat mitra.</em></p>2026-07-06T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Athifa Sri Ismiranti, Raisya Rahmaniar Hidayat, Akhmadi Akhmadihttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1226Peningkatan Kemampuan Memahami dan Menulis Karya Tulis Ilmiah Melalui Pelatihan dan Pendampingan Siswa SMATQ Abi Ummi, Ampel, Kabupaten Boyolali2026-06-03T07:23:27+07:00Dewi Handayanidewi@ft.uns.ac.idWidi Hartonowieds_ts@ft.uns.ac.id<p><em>Kurangnya motivasi dalam menulis, kesulitan membuat tata tulis yang benar serta kesulitan menemukan ide merupakan bagian masalah yang dihadapi di SMATQ Abi Ummi dalam menulis Karya Tulis Ilmiah. </em><em>Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa SMATQ (</em><em>Sekolah Menengah Atas Tahfizhul Qur'an)</em><em> Abi Ummi dalam mengenali, membedakan, dan menyusun karya tulis ilmiah serta non-ilmiah. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan dan pendampingan penulisan yang mencakup penyampaian materi, diskusi, latihan identifikasi bentuk tulisan, serta pengenalan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara etis dalam mendukung proses menulis. </em><em>Pelatihan diikuti 15 siswa yang mengikuti pelatihan terdiri dari 8 siswa Perempuan dan 7 siswa laki-laki, dari kelas X dan XI. </em><em>Evaluasi dilakukan melalui pre test dan post test untuk mengetahui perubahan tingkat pemahaman siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan. Pada pemahaman karya tulis ilmiah, siswa yang berada pada kategori cukup hingga sangat baik meningkat menjadi 93,33%, sedangkan kategori kurang menurun menjadi 6,67%. Pemahaman terhadap karya tulis non-ilmiah juga meningkat, dengan 93,33% siswa berada pada kategori cukup hingga sangat baik setelah pelatihan. Selain itu, mayoritas siswa telah mengenal AI sebesar 91%, meskipun pemahaman terhadap manfaatnya masih perlu ditingkatkan karena baru 55% siswa berada pada kategori cukup hingga baik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan efektif meningkatkan literasi menulis siswa, namun diperlukan pendampingan lanjutan terkait praktik penulisan ilmiah dan pemanfaatan AI secara kritis, etis, dan produktif.</em></p>2026-07-06T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Dewi Handayani, Widi Hartonohttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1324Penguatan Tata Kelola Konservasi Mangrove Berbasis Masyarakat melalui Pendekatan Community-Based Conservation dan Community-based Research di Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik2026-06-29T17:24:30+07:00Ichsan Suryo Wibowois.wibowo@lecturer.usg.ac.idAl Izzha Kusumaningtyasai.kusumaningtyas@lecturer.usg.ac.idZiadatur Rizqiyahz.rizqiyah@lecturer.usg.ac.id<p><em>Kawasan ekosistem mangrove di wilayah pesisir Desa Pangkahwetan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi, mendukung aktivitas sosial-ekonomi masyarakat, serta melindungi wilayah pesisir dari berbagai ancaman lingkungan. Namun, dalam beberapa dekade terakhir kawasan ini mengalami degradasi akibat aktivitas antropogenik dan pemanfaatan sumber daya pesisir yang belum memperhatikan prinsip keberlanjutan. Kondisi tersebut mengancam fungsi ekologis mangrove serta mengganggu stabilitas sistem sosial-ekologi masyarakat pesisir. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memulihkan fungsi ekosistem mangrove melalui edukasi dan sosialisasi berbasis konservasi. Program bertujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan partisipasi masyarakat dalam upaya konservasi mangrove dengan menerapkan pendekatan Community-Based Conservation yang dipadukan dengan prinsip Community-Based Research. Pendekatan Community- Based Conservation diterapkan dengan menempatkan Masyarakat sebagai subjek aktif dalam identifikasi permasalahan dan perumusan Solusi konservasi, sedangkan prinsip Community-Based Research diwujudkan melalui penghimpunan persepsi, pengalaman dan pengetahuan local Masyarakat sebagai dasar penyusunan strategi rehabilitasi. Kegiatan dilakukan melalui metode curah pendapat (brainstorming) bersama masyarakat pesisir, kelompok nelayan, Pemerintah Desa Pangkahwetan, dan Kelompok Masyarakat Pengawas (PokMasWas) Muara Tangguh sebagai mitra konservasi. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta dengan Tingkat kehadiran mencapai 100%. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran, pengetahuan, dan keterlibatan masyarakat mengenai aspek ekologi, sosial-ekonomi, mitigasi bencana, teknik penanaman dan perawatan bibit mangrove, serta monitoring kesehatan vegetasi. Program ini juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan para pemangku kepentingan serta menjadi dasar penyusunan strategi rehabilitasi dan rencana pengelolaan kawasan pesisir yang berkelanjutan. Luaran yang dihasilkan meliputi dokumen rencana pengelolaan kawasan pesisir, modul dan media edukasi konservasi mangrove, peta hasil identifikasi mangrove.</em></p>2026-07-22T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Ichsan Suryo Wibowo, Al Izzha Kusumaningtyas, Ziadatur Rizqiyahhttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1131Material Berkelanjutan dalam Perancangan Partisipatif Area Produktif untuk Komunitas Griya Harapan Difable Cimahi2026-04-15T10:28:57+07:00Hana Faza Surya Rusydahanafsr@telkomuniversity.ac.idIrwana Zulfia Budionoirwanazulfiab@telkomuniversity.ac.idRaisya Rahmaniar Hidayatraisyarahmaniar@telkomuniversity.ac.id<p><em>Ghriya Harapan Difable di kota Cimahi memiliki area terbuka yang strategis dan belum dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang yang produktif dan inklusif. Adanya lahan yang tersedia dan kebutuhan fungsinal komunitas menjadi dasar urgensi dilaksanakan kegiatan kepada masyarakat. Kegiatan ini mempunyai tujuan untuk merancang area produktif berbasis pendekatan partisipatif dengan menerapkan prinsip material berkelanjutan sebagai solusi arsitektural dan mendukung kemandirian komunitas GHD dalam jangka panjang. Pelaksanaan ini dilakukan melalui empat tahap yakni persiapan, pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), perancangan, dan evaluasi validasi desain bersama komunitas sasar. Solusi dirancang dalam dua komponen utama, yaitu taman sebagai ruang sosial dan fasilitas cuci kendaraan sebagai unit usaha mikro yang diintegrasikan dengan desain kawasan bertema budaya sunda dan ramah disabilitas. Selain itu, menggunakan material lokal yang adaptif terhadap kondisi iklim tropis setempat. Hasil berupa gambar kerja dan model tiga dimensi yang siap untuk diimplementasikan secara langsung. Penerapan material berkelanjutan menghasilkan efisiensi pemeliharaan jangka panjang dan penguatan kesadaran lingkungan pada komunitas GHD. Secara sosial-ekonomi, kegiatan ini juga berkontribusi dalam peningkatan kualitas ruang sosial inklusif dan penguatan kapasitas usaha mikro komunitas GHD dalam kerangka pemberdayaan penyandang disabilitas. </em></p>2026-06-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Hana Faza Surya Rusyda, Irwana Zulfia Budiono, Raisya Rahmaniar Hidayathttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1293Pemberdayaan Remaja melalui Psikoedukasi Empati sebagai Upaya Pencegahan Agresi Siber2026-06-18T20:06:09+07:00Ratra Adya Airawanhananfidai@gmail.comNi’matuzahroh Ni’matuzahrohzahroh@umm.ac.idSiti Suminarti Fasikhahsuminarti@umm.ac.id<p><em>Agresi siber merupakan salah satu permasalahan serius yang dihadapi remaja di era digital, ditandai dengan perilaku menyakiti, mengancam, atau mempermalukan orang lain melalui media elektronik. Salah satu faktor protektif yang berperan dalam pencegahan agresi siber adalah empati, yaitu kemampuan memahami dan merasakan kondisi emosional orang lain. Rendahnya pemahaman remaja mengenai empati menjadikan mereka rentan terlibat dalam perilaku agresi siber, baik sebagai pelaku, korban, maupun pengamat pasif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai empati sebagai upaya pencegahan agresi siber. Kegiatan dilaksanakan terhadap 30 remaja SMP yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Program psikoedukasi dilaksanakan melalui metode pemberdayaan kelompok yang mencakup pemberian materi, diskusi interaktif, dan refleksi diri. Efektivitas program diukur menggunakan instrumen pre-test dan post-test pemahaman empati yang dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil analisis menunjukkan nilai Z = -2,006 dengan p = 0,045 (p < 0,05) dan effect size (matched rank biserial correlation) sebesar -0,442 yang termasuk kategori efek sedang. Rerata skor pemahaman peserta meningkat dari 24,13 (pre-test) menjadi 25,53 (post-test). Dengan demikian, program psikoedukasi empati terbukti efektif sebagai upaya pemberdayaan remaja dalam meningkatkan pemahaman mengenai empati untuk pencegahan agresi siber sejak usia remaja.</em></p>2026-06-27T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Ratra Adya Airawan, Ni’matuzahroh Ni’matuzahroh, Siti Suminarti Fasikhahhttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1370Pelatihan Sortir Zat Aditif untuk Peningkatan Kesehatan Warga RT 9 Kelurahan Warung Muncang Bandung2026-08-05T11:11:55+07:00Ai Nurhayatiain91250@gmail.comSaepudin Saepudinsaepudin@utb-univ.ac.idSuci Tresna Dewi Handayanisuci@utb-univ.ac.idJack Febrian Rusdijack@utem.edu.my<p><em>Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam rangka sosialisasi bahaya zat aditif pada makanan. Kegiatan ini penting dilakukan karena masih banyak warga yang tidak mengerti dampak bahaya dari zat aditif pada makanan. Peserta mengikuti beberapa tahapan berupa penyuluhan, pemutaran video eksperimen, praktik penyortiran makanan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Metode pengabdian dilaksanakan dengan cara pembagian pretest, kemudian pemberian materi, lalu praktik sortir makanan, kemudian posttest. Metode pengabdian ini dilakukan dengan cara mempraktikkan kepada warga mengenai metode penyaringan makanan tanpa zat aditif. Warga melakukan praktik langsung cara menyortir makanan yang mengandung zat aditif dan memisahkan dari jenis makanan yang tidak mengandung zat aditif. Hasil dari kegiatan ini adalah warga mengalami peningkatan ilmu pengetahuan mengenai kewaspadaan terhadap bahaya zat aditif yang terkandung dalam makanan instan. Awalnya, sebelum dilatih, hanya 26,7 % tingkat pemahaman peserta mengenai zat aditif; kemudian, setelah dilatih mengenali zat aditif, tingkat pemahaman zat aditif naik menjadi 93,3 %. Warga semakin meningkat pemahamannya mengenai cara menyaring makanan terbaik untuk anak-anaknya agar terhindar dari makanan yang mengandung zat aditif. Hasil dari kegiatan ini sangat penting agar kesadaran warga mulai meningkat sejak dini, sehingga mereka bisa memilih makanan terbaik untuk dikonsumsi oleh keluarganya. Hasil dari kegiatan ini adalah</em><em> perubahan perilaku peserta yang mulai memilih makanan alami dibandingkan dengan makanan yang mengandung zat aditif. Hasil dari pengabdian ini dapat meningkatkan kecerdasan calon konsumen agar bisa menghindari bahaya zat aditif dari makanan. Pada akhirnya, derajat kesehatan warga menjadi semakin meningkat.</em></p>2026-08-06T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Ai Nurhayati, Saepudin Saepudin, Suci Tresna Dewi Handayani, Jack Febrian Rusdihttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1212Pembuatan Makanan Tambahan Berbasis Pangan Local Untuk Meningkatkan Status Gizi Pada Ibu Hamil Dengan Kekurangan Energy Kronis2026-05-25T09:23:32+07:00Dionesia Octaviani Laputdinnylaput9@gmail.comNatalia Damaiyanti Putri Radena@a.comEufrasia Prinata Padenga@a.com<p><em>Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang berdampak pada meningkatnya risiko komplikasi kehamilan, bayi berat lahir rendah, dan stunting. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan pangan lokal sebagai makanan tambahan bergizi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam mengolah pangan lokal sebagai makanan tambahan untuk mencegah KEK. Kegiatan dilaksanakan selama dua bulan di Puskesmas Pembantu Golodukal, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, dengan peserta sebanyak 15 ibu hamil. Metode yang digunakan meliputi survei awal, persiapan kegiatan, penyampaian materi tentang KEK dan gizi ibu hamil, demonstrasi pembuatan pudding jagung, kroket ubi tempe, dan kukis coklat ubi, serta evaluasi melalui diskusi, tanya jawab, kuesioner, dan praktik mandiri peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pemanfaatan pangan lokal serta kemampuan peserta dalam mengolah makanan tambahan bergizi secara mandiri. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan status gizi ibu hamil serta mencegah KEK melalui pemanfaatan pangan lokal yang mudah diperoleh masyarakat. </em></p>2026-06-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Dionesia Octaviani Laput, Natalia Damaiyanti Putri Raden, Eufrasia Prinata Padenghttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1320Diseminasi dan Pelatihan Mesin Penepung Singkong dan Pembuat Mie Mocaf Kepada Gapoktan Kepuhsari Manyaran Wonogiri 2026-06-29T17:22:19+07:00Anak Agung Putu Susastriawanagung589E@akprind.ac.idSuparni Setyowati Rahayuss_rahayu@akprind.ac.idMuchlis Muchlismuchlis@akprind.ac.id<p><em>Desa Kepuhsari adalah satu desa yang menjadi wilayah Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri. Desa Kepuhsari memiliki potensi hasil pertanian singkong yang sangat besar yang diterutama dihasilkan oleh Gapoktan Kepuhsari. Namun, kondisi eksisting saat ini di Gapoktan Kepuhsari adalah hasil panen singkong yang dihasilkan oleh Gapoktan Kepuhsari belum dapat diolah seperti yang dihasilkan di daerah lain sehingga hanya digunakan sebagai pakan ternak dengan nilai ekonomi yang rendah. Salah satu penyebabnya adalah minimnya pengetahuan cara pembuatan produk olahan singkong dan juga belum adanya akses ke teknologi mesin pengolah singkong. Kegiatan pengabdian BEM Berdampak Universitas AKPRIND Indonesia bertujuan untuk diseminasi dan pelatihan mesin penepung singkong dan pembuat mie mocaf kepada Gapoktan Kepuhsari. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatan level pemberdayaan masyarakat khususnya masyarakat Kepuhsari dalam mengolah singkong menjadi tepung singkong yang memiliki harga jual yang lebih tinggi sehingga level pemberdayaan dapat meningkat. </em><em>Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan menggunakan mesin penenpung dan pembuat mie mocaf dari anggota Gapoktan Kepuhsari sebesar 80% setelah kegiatan pengabdian dilaksanakan. Keberhasilan kegiatan ini didukung oleh partisipasi aktif masyarakat dan dukungan pemerintah desa. </em><em>Melalui kegiatan mahasiswa BEM berdampak ini, mahasiswa dapat melakukan kegiatan diluar kampus sekaligus dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat khususnya Gapoktan Kepuhsari.</em></p>2026-07-13T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Anak Agung Putu Susastriawan, Suparni Setyowati Rahayu, Muchlis Muchlishttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1283Pelaksanaan Program Peningkatan Regulasi Emosi pada Lansia di Panti Werdha X Tangerang Selatan2026-06-16T00:37:22+07:00Gusti Ayupradha Ratuhatigustiayuprh@gmail.comMajesty Love Michellanda Lapiana@a.comRoswiyani Roswiyaniroswiyani@fpsi.untar.ac.id<p><em>Lansia di Panti Werdha X Tangerang Selatan kerap menghadapi konflik dalam interaksi sosial akibat perbedaan karakter dan perspektif, yang memunculkan respons maladaptif seperti ekspresi kemarahan secara impulsif, memendam emosi, interaksi sosial yang selektif, hingga penarikan diri dari lingkungan sosial. Kondisi ini mengindikasikan adanya kesulitan dalam meregulasi emosi secara adaptif, yang apabila tidak ditangani dapat berdampak negatif pada kesejahteraan psikologis lansia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan regulasi emosi pada lansia di Panti Werdha X Tangerang Selatan melalui program intervensi berbasis regulasi emosi. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest dengan tujuh partisipan. Program intervensi terdiri atas lima sesi, yaitu psikoedukasi, aktivitas seni mewarnai, expressive writing, permainan kelompok tebak gambar, dan aktivitas kreatif yang dilanjutkan dengan teknik nafas dalam. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) yang diadaptasi oleh Radde et al. (2021). Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan kemampuan dalam menilai situasi emosional dan mengekspresikan emosi dengan lebih adaptif ketika menghadapi konflik sosial, yang turut berdampak pada berkurangnya intensitas konflik dalam interaksi sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa program intervensi berbasis regulasi emosi efektif dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi pada lansia di Panti Werdha X Tangerang Selatan.</em></p>2026-06-23T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Gusti Ayupradha Ratuhati, Majesty Love Michellanda Lapian, Roswiyani Roswiyanihttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1361Strengthening the Governance of Village-Owned Enterprises Based on Local Potential to Realize Economic Independence in Asei Besar Village Jayapura Regency2026-07-21T19:58:40+07:00Meinarni Asnawimeiasnawi91@gmail.comPascalina Van Sweet Sesapascalinasesa@gmail.comHesti Selvianingrumpascalinasesa@gmail.comKarmel Kogoyapascalinasesa@gmail.comEster Nofan Yumamepascalinasesa@gmail.comKhofifah Indah Lestaripascalinasesa@gmail.comFernandino Gilbert Kalem Lemaukpascalinasesa@gmail.comJali Dekiron Wanenapascalinasesa@gmail.comNipis Tabunipascalinasesa@gmail.comNyait Yeklin Matuanpascalinasesa@gmail.com<p><em>This Community Service Program (PKM) aimed to strengthen the governance of the Village-Owned Enterprise (Badan Usaha Milik Kampung/BUMKam) through a local potential-based empowerment approach to support the economic independence of Asei Besar Village, Jayapura Regency. The program addressed several governance challenges, including weak institutional capacity, the absence of standard operating procedures (SOPs), inadequate administrative and financial management, and the limited ability of managers to identify and develop local economic potential. </em><em>The program employed a participatory approach consisting of education, training, interactive discussions, field observations, problem identification, and mentoring. The training covered institutional governance, organizational structure, administrative management, financial governance, accountability, transparency, and business planning based on local potential. The effectiveness of the program was evaluated using a pre-test and post-test involving 13 participants. Data were analyzed using the Shapiro–Wilk normality test followed by the Wilcoxon Signed Rank Test because the data did not meet the normality assumption. The results demonstrated a substantial improvement in participants' knowledge after the intervention. The average score increased from 47.77 in the pre-test to 82.54 in the post-test, representing an improvement of approximately 72.78%. The Wilcoxon Signed Rank Test indicated a statistically significant difference between pre-test and post-test scores (Z = -3.182; p = 0.001), confirming that the program effectively enhanced participants' understanding of institutional governance, organizational management, financial administration, business planning, transparency, accountability, and the utilization of local resources for sustainable BUMKam development. This program offers an integrated community empowerment model that combines institutional strengthening, participatory mentoring, governance improvement, financial management, and local potential mapping. The model contributes practical value for strengthening BUMKam governance and can serve as a replicable framework for promoting sustainable village economic development in indigenous and rural communities.</em></p>2026-07-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Meinarni Asnawi, Pascalina Van Sweet Sesa, Hesti Selvianingrum, Karmel Kogoya, Ester Nofan Yumame, Khofifah Indah Lestari, Fernandino Gilbert Kalem Lemauk, Jali Dekiron Wanena, Nipis Tabuni, Nyait Yeklin Matuanhttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1203Inovasi SeSuKaMu: Edukasi Lingkungan Berbasis Masyarakat Melalui Penghijauan Sungai Karang Mumus Samarinda2026-05-20T17:36:17+07:00Fahri Husaini2511102435025@umkt.ac.idFikriansyah Fikriansyahfikriansyah.study@gmail.comPrasetyani Dhia Qoni’ah2511102435029@umkt.ac.idFenty Fauziahff230@umkt.ac.idMuhammad Fitriansyahfit217@umkt.ac.id<p><em>Sungai Karang Mumus di Kota Samarinda mengalami degradasi lingkungan akibat pencemaran limbah rumah tangga, sementara inovasi sosial seperti Sekolah Sungai Karang Mumus (SeSuKaMu) masih menghadapi kendala keterbatasan brand awareness di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan aksi penghijauan bantaran sungai sebagai strategi penguatan brand awareness wisata edukasi lingkungan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi partisipatif dan dokumentasi dengan melibatkan 26 mahasiswa, 2 dosen pendamping, dan pengelola SeSuKaMu. Program dilaksanakan melalui kelas edukasi lingkungan berbasis outdoor learning dan aksi Green Movement berupa penanaman pohon di bantaran Sungai Karang Mumus. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ekologis peserta serta keberhasilan penanaman 20 bibit pohon pada area kritis bantaran sungai. Penguatan brand awareness juga terlihat melalui unggahan foto, video, dan konten edukatif peserta di media sosial yang membantu memperluas eksposur SeSuKaMu sebagai wisata edukasi lingkungan berbasis konservasi. Selain memberikan dampak ekologis, kegiatan ini turut memperkuat identitas dan promosi digital SeSuKaMu di masyarakat. Dengan demikian, integrasi edukasi lingkungan dan aksi penghijauan efektif mendukung pengembangan wisata edukasi berbasis konservasi. Namun, keberlanjutan program tetap memerlukan monitoring pertumbuhan pohon dan penguatan promosi digital secara berkala.</em></p>2026-05-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Fahri Husaini, Fikriansyah Fikriansyah, Prasetyani Dhia Qoni’ah, Fenty Fauziah, Muhammad Fitriansyahhttps://publications.id/index.php/ijpm/article/view/1311Pemberdayaan Sekolah Dasar Pedesaan melalui Optimalisasi Kurikulum Koding dan Kecerdasan Artifisial2026-06-26T18:57:56+07:00M Saunan Al Faruqms.alfaruq@lecturer.usg.ac.idZaqia Rahma Dewizaqiarahma.d@lecturer.usg.ac.idSabar Sabarms.alfaruq@lecturer.usg.ac.id<p><em>Program pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk meningkatkan literasi digital dasar siswa melalui implementasi kurikulum koding dan kecerdasan artifisial (KKA) di UPT SD Negeri 261 Gresik. Identifikasi awal menunjukkan bahwa sekolah mitra belum memiliki kurikulum terstruktur terkait koding dan kecerdasan artifisial, serta guru belum memiliki kompetensi pedagogik dalam mengajar konten teknologi tersebut. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah reseaerch and development (R&D), dimana metode ini memberikan pemahaman secara mendalam terkait masalah yang akan ditindaklanuti melalui peneltian atau identifikasi dan analisi untuk selanjutnya diberikan solusi melalui proses pegembangan. Kegiatan ini diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk mendalami permasalahan dan potensi yang dimiliki oleh guru dan warga sekolah secara umum. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan peningkatan literasi digital oleh guru-guru dan siswa yang ditunjukkan dengan kecakapannya dengan penggunaan komputer. Guru juga terlibat aktif dalam penyusunan kurikulum koding dan kecerdasan artifisial untuk tingkat dasar melalui pelatihan dan workshop guru. Luaran program pengabdian ini diantaranya adalah (1) dokumen kurikulum koding dan kecerdasar artifisial, (2) modul ajar, (3) peningkatan kompetensi guru, (4) peningkatan kemampuan computational thinking siswa. Secara umum, pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dapat dinilai dengan predikat berhasil. Hal tersebut dapat dilihat pada peningkatan kemampuan guru dalam membuat game sederhana seperti puzzle dan animasi interaktif melalui pemanfaatan PID (Papan Interaktif Digital), serta beberapa aplikasi yang meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran berbasis computational thinking.</em></p>2026-07-06T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 M Saunan Al Faruq, Zaqia Rahma Dewi, Sabar Sabar