Kegiatan Melukis sebagai Media Rekreasional pada Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum

Penulis

  • Ayu Lavenia Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Antasari, Indonesia
  • Mia Febriana Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Antasari, Indonesia
  • Sri Rahayu Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Antasari, Indonesia
  • Mahdia Fadhila Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Antasari, Indonesia
  • Siti Faridah Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Antasari, Indonesia
  • Zhulfikri Budianto Psikolog, Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/ijpm.69

Kata Kunci:

Kegiatan Rekreasional, Melukis, Rehabilitasi Psikososial

Abstrak

Ruang rehabilitasi psikososial menjadi wadah bagi pasien dengan gangguan jiwa untuk mengasah dan mengembangkan kemampuan, terutama pada bidang yang diminati. Kegiatan rehabilitasi mengarah pada aktivitas okupasi seperti mencuci kendaraan, membuat telur asin, hidroponik, dan sebagainya. Kurangnya kegiatan yang bersifat rekreasional, membuat tim ingin melakukan kegiatan di bidang kesenian yakni melukis. Kegiatan melukis bertujuan untuk memberikan aktivitas yang sifatnya rekreasional, meningkatkan keterampilan interaksi sosial, dan menghibur pasien. Metode yang digunakan menggunakan skala pengukuran Wong Baker Faces Pain Scale. Pelaksanaan kegiatan melukis dilakukan di ruang rehabilitasi psikososial Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Sasaran kegiatan ini adalah pasien rawat inap yang mengikuti rehabilitasi psikososial di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Adapun jumlah pasien yang mengikuti kegiatan melukis adalah sebanyak 15 orang dengan kriteria kooperatif, sudah tenang, dan telah mendapat persetujuan oleh dokter spesialis. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan 8 pasien mengalami kenaikan perasaan menjadi lebih senang, sementara pada 7 pasien menunjukkan perasaan mereka yang sama saja, yang mana perasaan mereka turut mengalami perubahan menjadi merasa senang dan bahagia.

Referensi

Ani, M., Sebtalesy, C. Y., Darmiati, Wijayanti, L. A., Farahdiba, I., & Megasari, A. L. (2022). Keterampilan Dasar Kebidanan. Padang: PT. Global Eksekutif Teknologi.

Apriani, S. (2013). Mengembangkan Kemampuan Visual Spasial Melalui Kegiatan Finger Painting Kelompok B di TKIT Lukmanul Hakim Surabaya Bengkulu. Universitas Bengkulu.

Atifah, N. (2020). Studi Dokumentasi Gambaran Gangguan Rasa Aman Nyaman (Nyeri) Pada Pasien dengan Kanker Serviks. Yayasan Keperawatan Yogyakarta.

Aulia, M. R. (2022). Metode Rehabilitasi Sosial terhadap Pasien Gangguan Jiwa Di Rumah Saki Jiwa Provinsi Lampung. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Fikriyah, E. A. (2019). Perilaku Keagamaan Skizofrenia Residual : (Studi Kasus “HT”) di Yayasan Panti Rehabilitas Mental Al-Hafizh Sidoarjo. Universitas Islam negeri Sunan Ampel Surabaya.

Furyanti, E., & Sukaesti, D. (2018). Art Therapy Melukis Bebas Terhadap Kemampuan Pasien Mengontrol Halusinasi. Jurnal Kesehatan Universitas Esa Unggul, 3(6), 1–10.

Hertinjung, W. S., Mardani, E. D., & Arin. (2020). Terapi Seni untuk Meningkatkan Kebahagiaan Pasien Skizofrenia RSJ yang Menjalani Rehabilitasi. The 12th universit Research Colloqium. Surakarta.

Jourdan Wirasugianto, Cokorda Bagus Jaya Lesmana, Luh Nyoman Alit Aryani, A. A. S. W. (2021). Gambaran Karakteristik Pasien Gangguan Bipolar Di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar, Bali. Jurnal Medika Udayana, 9(1), 22–27.

Jr, N. C. B., Sulistiawati, N. N., & Hernugrahanto, K. D. (Ed.). (2021). Pendidikan Interpropesional Gangguan Muskulo Skeletal. Surabaya: Airlangga University Press.

Kurniawan, H. (2010). Taman Rekreasi Air di Ponianak, Kalimantan Barat. Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Lubis, N. L. (2011). Memahami Dasar-Dasar Konseling Dalam Teori dan Praktik. Jakarta: Kencana.

Maftukha, N. (2017). Art Therapy Seni Lukis Ekspresif Untuk Penderita Gangguan Kejiwaan di Unit Informasi Layanan Sosial (UILS) Meruya. Narada: Jurnal Desain dan Seni, 4(3), 326.

Mardana, I. K. R. P. (2017). Penilaian Nyeri. Universitas udayana.

Maulana, M. A. (2021). Mengatasi Psychological Emptiness Pada Penderita Skizofrenia Dengan Art Therapy. PROSEDIA: Studi Kasus dan Intervensi Psikologi, 9(2), 55–56.

Mulyawan, M., & Agustina, M. (2018). Terapi Kreasi Seni Menggambar Terhadap Kemampuan Melakukan Menggambar Bentuk pada Pasien Harga Diri Rendah. Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia, 8(1), 381.

Muthiasari, G., & Ernawati, A. (2018). Perancangan Panti Sosial Untuk Penyandang Tunaganda Dengan Pendekatan Arsitektur Perilaku. Jurnal Desain, 5(3), 204.

Muthmainnah. (2015). Peranan Terapi Menggambar Sebagau Katarsis Emosi Anak. Jurnal Pendidikan Anak, 4(1), 526–527.

Probosiwi, & Ardiyanti, W. W. (2022). Analisis Estetika Visual Seni Lukis Karya Peserta Didik Kelas III Sekolah Dasar. Jurnal Visi Ilmu Pendidikan, 14(1), 86–87.

Rokayah, C., Annasrul, R., & W, R. W. (2020). Art Therapy Pada Klien Akibat Penyalahgunaan Napza. Jurnal Keperawatan Jiwa, 8(4), 465–466.

Shokiyah, N. N. (2014). Analisis hubungan Antara Kegiatan Melukis dengan kebutuhan Psikologis pada Remaja. Gelar: Jurnal Seni Budaya, 12(1), 38.

Supriyanto, Soemaryatmi, Efrida, & Suharji. (2020). Seni, Demokrasi dan Kebebasan Berekspresi dalam Media Sosial. Senakreasi: Seminar Nasional Kreativitas dan Studi Seni. Surakarta.

Suryani. (2013). Mengenal Gejala dan Penyebab Gangguan Jiwa. Stigma Terhadap gangguan Jiwa. Bandung.

Winarto, B. S. (2020). Analisis Layanan Peningkatan Kualitas Hidup Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Journal of Multidisciplinary Studies, 4(1), 140.

Diterbitkan

27-03-2023

Cara Mengutip

Lavenia, A., Febriana, M., Rahayu, S., Fadhila, M., Faridah, S., & Budianto, Z. (2023). Kegiatan Melukis sebagai Media Rekreasional pada Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 27–36. https://doi.org/10.54082/ijpm.69