Optimalisasi Layanan Meja 5 Posyandu Melalui Penerapan QR Code Sebagai Edukasi Kesehatan Ibu dan Balita

Penulis

  • Indah Larasati Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Indonesia
  • Nazwa Tiara Novriana Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Indonesia
  • Syarifah Fatiyah Putri Fatimah Al Hasani Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Indonesia
  • Lia Kurniasari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/ijpm.1520

Kata Kunci:

Media_Edukasi, Posyandu, QR_Code

Abstrak

Rendahnya kunjungan balita di Posyandu Al-Inayah, wilayah kerja UPTD Puskesmas Sambutan Kota Samarinda, yang hanya mencapai 37% dan 39% pada dua periode berturut-turut, disertai keterbatasan kader dalam melaksanakan penyuluhan kesehatan pada Langkah 5 Posyandu, menjadi latar belakang kegiatan pengabdian ini. Sebanyak 75% dari 8 kader belum pernah melakukan penyuluhan dan 62,5% belum pernah mengikuti pelatihan penyuluhan kesehatan akibat keterbatasan media edukasi. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan dan menerapkan media edukasi berbasis QR Code guna meningkatkan kemampuan kader dalam memberikan penyuluhan kesehatan ibu dan balita. Mitra kegiatan adalah 8 orang kader Posyandu Al-Inayah. Metode yang digunakan bersifat partisipatif, meliputi identifikasi masalah, penyusunan poster QR Code berisi materi kesehatan ibu dan balita, penyuluhan, demonstrasi, praktik pemindaian QR Code, serta pendampingan, dengan evaluasi melalui observasi dan tanya jawab tanpa pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan seluruh kader (100%) mengikuti kegiatan hingga selesai, 87,5% mampu mengakses QR Code secara mandiri, dan 75% menyatakan lebih percaya diri dalam melakukan penyuluhan kesehatan setelah pelatihan. Poster QR Code juga telah terpasang di lokasi strategis Posyandu sebagai media pendukung berkelanjutan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa media edukasi berbasis QR Code dapat menjadi alternatif praktis dan mudah diterapkan untuk memperkuat kapasitas kader serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan Posyandu bagi ibu dan balita.

Referensi

Adistie, F., Maryam, N. N. A., & Lumbantobing, V. B. M. (2017). Pengetahuan kader kesehatan tentang deteksi dini gizi buruk pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, 6(3), 173–177. https://jurnal.unpad.ac.id/dharmakarya/article/view/14844

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. (2019). Profil kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2018.

Friska, D., Kekalih, A., Runtu, F., Rahmawati, A., Ibrahim, N. A. A., Anugrapaksi, E., Utami, N. P. B. S., Wijaya, A. D., & Ayuningtyas, R. (2022). Health cadres empowerment program through smartphone application-based educational videos to promote child growth and development. Frontiers in Public Health, 10, Article 887288. https://doi.org/10.3389/fpubh.2022.887288

Hidayat, W. (2019). Gambaran hasil pre dan post test kegiatan penyuluhan kesehatan terhadap kader Posyandu di Puskesmas Babatan Bandung. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, 8(4), 225–226. https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v8i4.20058

Imanah, N. D. N., & Sukmawati, E. (2021). Peran serta kader dalam kegiatan Posyandu balita dengan jumlah kunjungan balita pada era new normal. Jurnal Kebidanan Indonesia, 12(1), 95–105.

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Promosi kesehatan.

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman umum pengelolaan Posyandu.

Kurniasari, E., Wardani, D. S., Putri, R., & Jannah, M. (2023). Efektifitas edukasi menggunakan media audio visual dan e-leaflet terhadap peningkatan pengetahuan kader Posyandu dalam pencegahan stunting di masa pandemi COVID-19. Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan, 14(1), 13–20. https://doi.org/10.52299/jks.v14i1.146

Muninjaya, A. A. G. (2016). Manajemen mutu pelayanan kesehatan. EGC.

Notoatmodjo, S. (2018). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Pakasi, A. M., Korah, B. H., & Imbar, H. S. (2016). Hubungan pengetahuan dan sikap kader kesehatan dengan pelayanan Posyandu. JIDAN (Jurnal Ilmiah Bidan), 4(1), 15–21. https://ejurnal.poltekkesmanado.ac.id/index.php/jidan/article/view/344

Sandhi, A., & Parmawati, I. (2019). Pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan manajemen pemberian ASI kader Posyandu di Desa Wijimulyo Nanggulon Kulon Progo. Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas, 3(2), 88–98. https://doi.org/10.22146/jkkk.47308

Sintiawati, N., Suherman, M., & Saridah, I. (2021). Partisipasi masyarakat dalam mengikuti kegiatan Posyandu. Lifelong Education Journal, 1(1), 91–95. https://doi.org/10.59935/lej.v1i1.2

Suhardjo. (2016). Perencanaan pangan dan gizi. Bumi Aksara.

World Health Organization. (2020). Community-based health care, including outreach and campaigns, in the context of the COVID-19 pandemic: Interim guidance. https://www.who.int/publications-detail-redirect/community-based-health-care-including-outreach-and-campaigns-in-the-context-of-the-covid-19-pandemic

Diterbitkan

07-10-2026

Cara Mengutip

Larasati, I., Novriana, N. T., Al Hasani, S. F. P. F. ., & Kurniasari, L. (2026). Optimalisasi Layanan Meja 5 Posyandu Melalui Penerapan QR Code Sebagai Edukasi Kesehatan Ibu dan Balita. Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), 673–682. https://doi.org/10.54082/ijpm.1520