Penerapan Edukasi Gizi melalui Demonstrasi Kue Lumpur Fortifikasi dalam Upaya Pencegahan Stunting pada Ibu Balita Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto

Penulis

  • Farica Yasmin Carmela Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Indonesia
  • Alfina Fauziyah Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Indonesia
  • Fahma Hilda Nur Imami Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/ijpm.1322

Kata Kunci:

Edukasi Gizi, Kue Lumpur, Stunting, Ubi Jalar Kuning

Abstrak

Program Bimbing Nutrisi Anak (BINA) merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita terkait stunting serta keterampilan pengolahan pangan lokal sebagai alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, yang memiliki potensi pangan lokal tinggi namun tingkat pemanfaatannya masih rendah. Sasaran kegiatan adalah 23 ibu balita, baik yang memiliki risiko stunting maupun tidak. Metode kegiatan terdiri dari penyuluhan menggunakan media video edukatif, demonstrasi pembuatan kue lumpur berbahan dasar ubi jalar kuning dan susu UHT, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, dari rata-rata skor pre-test sebesar 92,86 menjadi rata-rata skor post-test sebesar 97,14, serta antusiasme tinggi untuk mempraktikkan kembali resep PMT secara mandiri di rumah. Produk kue lumpur fortifikasi berbahan ubi jalar kuning dan susu UHT yang dihasilkan memiliki kandungan gizi yang mendukung kebutuhan harian anak, terutama vitamin A. Kegiatan ini menjadi model edukasi gizi partisipatif yang berkelanjutan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita mengolah pangan lokal, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan stunting di wilayah pedesaan.

Referensi

Arifuddin, A., Prihatni, Y., Setiawan, A., Wahyuni, R. D., Nur, A. F., Dyastuti, N. E., & Arifuddin, H. (2023). Epidemiological model of stunting determinants in Indonesia. Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako), 9(2), 224–234. https://doi.org/10.22487/htj.v9i2.928

Aridiyah, F. O., Rohmawati, N., & Ririanty, M. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak balita di wilayah pedesaan dan perkotaan. Pustaka Kesehatan, 3(1), 163–170. https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JPK/article/view/2520

Astari, D. W., Sari, D. K., Hakim, D. R., Apriliani, F., Mufarikhah, M., Hasanah, P. U., Septiani, S. A., & Hasyim, H. (2023). Disparitas stunting di wilayah pedesaan dan perkotaan: Systematic review. Health Information: Jurnal Penelitian, 15(3), e1320. https://myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id/index.php/hijp/article/view/1320

Diskominfo Jatim[Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur]. (2025). Kasus stunting Kabupaten Mojokerto turun jadi 15,3%. https://kominfo.jatimprov.go.id/berita/kasus-stunting-kabupaten-mojokerto-turun-jadi-15-3

Bandur, Y., Lestari, W., & Setiawan, H. (2023). Efektivitas pemberian makanan tambahan terhadap status gizi anak di Indonesia: Review sistematik. Jurnal Diagnosa Kesehatan, 12(1), 45–52. https://jdk.ulm.ac.id/index.php/jdk/article/view/783

Effendy, A., Rachman, M. S., & Nurdin, S. (2020). Impact of nutrition education on infant feeding practices in rural Indonesia: A cluster-randomised controlled trial. Maternal & Child Nutrition, 16(4), e13030. https://doi.org/10.1111/mcn.13030

Haskas, Y. (2020). Gambaran stunting di Indonesia: Literatur review. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 15(2), 154–157. https://ojs.institutnh.ac.id/index.php/jikd/article/view/179

Has, D. F. S., Cahyadi, N., Rahma, A., & Mulyani, E. (2022). Modifikasi edukasi dan pendampingan gizi ibu balita cegah stunting melalui kegiatan "healthy food cooking class". Media Gizi Indonesia, 17(1SP), 186–192. https://doi.org/10.20473/mgi.v17i1SP.186-192

Helmizar, H., Aritonang, R. F., & Hafsah, N. (2017). Efektivitas makanan tambahan lokal terhadap pertumbuhan bayi usia 6–9 bulan. Jurnal Gizi Indonesia, 5(2), 85–92. https://ejournal.poltekkesaceh.ac.id/index.php/an/article/view/1924

IFSR (Indonesia Food Systems Reform). (2022). Navigating food systems towards national nutrition programs in catalyzing stunting reduction in Indonesia. https://ifsr.food/navigating-food-systems-towards-national-nutrition-programs-in-catalyzing-stunting-reduction-in-indonesia

Kramer, C. V., Fahmida, U., Santika, O., & Ferguson, E. (2024). Food-based recommendations to fill micronutrient gaps among 1–5 year-old children in stunting-priority districts in Indonesia: A linear programming approach. Maternal & Child Nutrition, 20(1), e14012. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39700198/

Kristiansson, C., Emina, J. B., & Putri, D. N. (2024). Multilevel analysis of determinants of stunting among children aged 24–59 months in Indonesia: Evidence from the Indonesian Family Life Survey. BMC Public Health, 24(1), 1105. https://bmcpublichealth.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12889-024-18824-z

Mahendra, Y., Asfar, A. H., & Pratiwi, I. (2024). Penyuluhan kesehatan keluarga melalui pola hidup sehat dalam mengatasi stunting pada anak usia dini. Abdimas Siliwangi, 7(3), 548–564.https://doi.org/10.22460/as.v7i3.25115.

Maryati, I., Annisa, N., & Amira, I. (2023). Faktor dominan terhadap kejadian stunting balita. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(3), 2695–2707. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i3.4419

Meilasari, N., & Adisasmito, W. (2024). Upaya percepatan penurunan stunting melalui pemberian makanan tambahan (PMT) pangan lokal: Systematic review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 7(3), 630–636. https://doi.org/10.56338/mppki.v7i3.4924.

Ngura, E. T. (2022). Upaya pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal ubi untuk meningkatkan asupan gizi ibu hamil. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini, 4(1), 292–303. https://doi.org/10.35473/ijec.v4i1.1318

Nutrisurvey. (2004). Nutrisurvey for Windows: Aplikasi perhitungan nilai gizi dengan database AKG 2019. https://www.nutrisurvey.de

Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. (2018). Buletin jendela data dan informasi kesehatan: Situasi balita pendek (stunting) di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI.

Purbaningsih, H., & Syafiq, A. (2023). Efektivitas pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal terhadap kenaikan berat badan balita. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(12), 2550–2554. https://doi.org/10.56338/mppki.v6i12.4206

Sapitri, K., Sari, A. N., Maulina, R., Maulida, L. F., & Argaheni, N. B. (2026). Efektivitas program pemberian makanan tambahan pemulihan (PMT-P) berbasis pangan lokal terhadap status gizi balita. WOMB Midwifery Journal, 5(1), 1–8. https://doi.org/10.54832/wombmidj.v5i1.803

Sihite, N. W., & Rotua, M. (2023). Pelatihan pembuatan pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal kepada ibu balita wasting. Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 149–160. https://doi.org/10.31294/jabdimas.v6i2.14671.g6051

Stunting.go.id. (2025, Juli 29). Prevalensi stunting Indonesia turun ke 19,8%. https://stunting.go.id/prevalensi-stunting-indonesia-turun-ke-198/

Wahidah, S., Asmara, Y., & Zainuddin, A. (2022). Peningkatan pengetahuan ibu melalui konseling gizi berbasis pangan lokal terhadap pencegahan stunting. Jurnal Sains Pangan dan Aplikasi, 6(2), 120–127. https://myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id/index.php/jspa/article/view/1566

World Health Organization. (2015). Stunting in a nutshell. https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell

Diterbitkan

29-09-2026

Cara Mengutip

Carmela, F. Y., Fauziyah, A. ., & Imami, F. H. N. . (2026). Penerapan Edukasi Gizi melalui Demonstrasi Kue Lumpur Fortifikasi dalam Upaya Pencegahan Stunting pada Ibu Balita Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), 633–642. https://doi.org/10.54082/ijpm.1322