Peningkatan Pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Pemberian Alat Pelindung Diri pada Pengrajin Perahu Fiber di Pulau Bulang Lintang

Penulis

  • Trisna Dewita Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Universitas Ibnu Sina, Indonesia
  • Agung Sundaru Dwi Hendarta Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Universitas Ibnu Sina, Indonesia
  • Salvia Amanda Revera Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Universitas Ibnu Sina, Indonesia
  • Kristopen Grianto Siallagan Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Universitas Ibnu Sina, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/ijpm.1258

Kata Kunci:

APD, Edukasi Kesehatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fiberglass, Pengrajin Perahu

Abstrak

Pengrajin perahu fiber di Kelurahan Bulang Lintang, Kota Batam terpapar berbagai risiko kesehatan kerja meliputi debu serat kaca halus, bahan kimia berbahaya seperti Solderon Acid HC (UN3265), serta bahaya fisik selama proses pembuatan perahu. Paparan tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan paru, iritasi kulit, dan iritasi mata apabila pekerja terpapar dalam waktu lama tanpa perlindungan yang memadai. Keterbatasan pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta ketiadaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan ancaman serius bagi kesehatan pekerja. Sebelum kegiatan berlangsung, seluruh pekerja tidak menggunakan APD dan memiliki rerata skor pengetahuan K3 yang rendah (46,9 dari 100). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran K3 pekerja terhadap risiko bahaya fiberglass dan bahan kimia melalui edukasi kesehatan dan pemberian APD. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan secara verbal dan menggunakan media leaflet mengenai risiko kesehatan kerja, cara pengendalian bahaya, dan pentingnya penggunaan APD. APD yang diberikan meliputi masker N95, sarung tangan nitril tahan bahan kimia, dan kaca mata pelindung. Sebanyak 13 pekerja berpartisipasi dalam kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di lokasi kerja pengrajin. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang diberikan segera sebelum dan setelah sesi edukasi. Hasil menunjukkan peningkatan rerata pengetahuan dari 46,9 menjadi 80,0 (peningkatan 70,6%) serta peningkatan kepatuhan penggunaan APD mencapai 100% peserta segera setelah edukasi. Perlu dicatat bahwa capaian kepatuhan APD tersebut merupakan hasil evaluasi jangka pendek yang dilakukan segera setelah intervensi, sehingga pemantauan lanjutan diperlukan untuk memastikan keberlanjutan perubahan perilaku.

Referensi

Anggraini, R., & Dewi, S. (2021). Efektivitas penyuluhan K3 dengan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan pekerja sektor informal. Jurnal Kesehatan Komunitas, 7(2), 112-120. https://doi.org/10.25311/keskom.Vol7.Iss2.621

Bhatt, S. P., Bhatt, S. M., & Garg, D. (2022). Occupational lung diseases due to mineral and organic dusts. In N. S. Bhatt & R. Mohan (Eds.), Textbook of Occupational and Environmental Medicine (3rd ed., pp. 385-420). Elsevier.

Centers for Disease Control and Prevention. (2021). Understanding the different types of face masks and respirators. National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). https://www.cdc.gov/niosh/topics/respirators

Hasibuan, R. P., Tarigan, A., & Soedirman, S. (2023). Gambaran pengetahuan dan sikap pekerja informal terhadap keselamatan dan kesehatan kerja di Indonesia: Studi literatur. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nusantara, 1(1), 45-58.

International Labour Organization. (2022). Occupational safety and health in the informal economy: Key issues and policy responses. ILO Publications.

International Organization for Standardization. (2023). ISO 45001:2018 Occupational health and safety management systems - Requirements with guidance for use. ISO.

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI. (2010). Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.08/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri. Kemenakertrans RI.

Kementerian Tenaga Kerja RI. (2012). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Sekretariat Negara.

Lestari, F., & Pratiwi, I. (2022). Dermatitis kontak akibat kerja pada pekerja industri kecil: Kajian epidemiologi dan penanganan. Jurnal Kedokteran Kerja Indonesia, 5(1), 23-31.

National Institute for Occupational Safety and Health. (2023). NIOSH pocket guide to chemical hazards: Sulfamic acid. CDC/NIOSH. https://www.cdc.gov/niosh/npg/npgd0574.html

Notoatmodjo, S. (2020). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan (Edisi revisi). Rineka Cipta.

Nurhaliza, S., Hasanah, U., & Wibowo, A. (2023). Hubungan lama paparan debu fiberglass dengan kapasitas fungsi paru pekerja galangan kapal fiberglass di Batam. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 22(1), 30-38. https://doi.org/10.14710/jkli.22.1.30-38

Rambe, Y. A. S., & Wahyudi, E. (2022). Analisis risiko kesehatan kerja pada industri galangan kapal fiberglass skala kecil. Jurnal Teknik Industri dan Ergonomi, 4(2), 77-86.

Republik Indonesia. (1970). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Lembaran Negara RI Tahun 1970 Nomor 1.

Sari, D. A., & Nugroho, P. (2021). Karakteristik material komposit glass fiber reinforced polymer (GFRP) dan potensi bahaya keselamatannya dalam industri perkapalan. Jurnal Material dan Teknologi Konstruksi, 9(1), 1-10.

Suma’mur, P. K. (2020). Keselamatan kerja dan pencegahan kecelakaan (Edisi ke-2). Sagung Seto.

Tarwaka. (2020). Keselamatan dan kesehatan kerja: Manajemen dan implementasi K3 di tempat kerja (Edisi ke-3). Harapan Press.

World Health Organization. (2021). WHO guidelines on the use of personal protective equipment in healthcare settings and workplaces. WHO Press.

Zakaria, N. H., Zin, N. S., & Suib, M. (2021). Assessment of chemical exposure and health risk among fiberglass boat repair workers in Malaysia. Safety and Health at Work, 12(4), 476-483. https://doi.org/10.1016/j.shaw.2021.07.005

Zulfikar, A., Lubis, H. A., & Muliana. (2022). Penyuluhan keselamatan dan kesehatan kerja pada industri perahu nelayan: Upaya peningkatan pengetahuan dan kepatuhan APD. Jurnal Pengabdian Masyarakat Maritim, 5(1), 88-97.

Diterbitkan

17-06-2026

Cara Mengutip

Dewita, T., Hendarta, A. S. D. ., Revera, S. A. ., & Siallagan, K. G. . (2026). Peningkatan Pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Pemberian Alat Pelindung Diri pada Pengrajin Perahu Fiber di Pulau Bulang Lintang. Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 261–270. https://doi.org/10.54082/ijpm.1258