Pemberdayaan Sosial Masyarakat Lokal Melalui Ketahanan Pangan Tradisional di SP 1 Kabupaten Sorong Papua Barat Daya
DOI:
https://doi.org/10.54082/ijpm.1229Kata Kunci:
Pemberdayaan Masyarakat, Ketahanan Pangan, Masyarakat Lokal, Kab.SorongAbstrak
Pemberdayaan Sosial Masyarakat Lokal melalui Ketahanan Pangan Tradisional di SP 1 Kabupaten Sorong Papua Barat Daya didasarkan pada masih terbatasnya pengetahuan masyarakat lokal mengenai pengolahan sagu menjadi produk pangan yang lebih inovatif dan bernilai ekonomi. Artikel ini bertujuan agar masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru mengenai cara mengolah sagu menjadi makanan yang lebih variatif, menarik, dan memiliki nilai jual. Dengan adanya pemberdayaan tersebut, sagu tidak hanya dipandang sebagai pangan tradisional, tetapi juga sebagai peluang usaha yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal di SP 1 Kabupaten Sorong Papua Barat Daya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Participatory Action Research (PAR) dan pendekatan pelatihan partisipatif dan di ikuti oleh 20 orang partisipan terdiri dari latar umur yang berbeda. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa melalui pemberdayaan berbasis ketahanan pangan, masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru mengenai pengolahan sagu menjadi produk pangan yang lebih inovatif, Selain itu masyarakat beberapa masyarakat sudah melakukan praktek mandiri secara langsung terlihat dari pengakuan remaja yang ikut pada pelatihan tersebut. Masyarakat tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga mampu mempraktikkan secara mandiri proses pengolahan sagu menjadi berbagai jenis makanan yang memiliki nilai jual. Selain menambah wawasan masyarakat tentang pemanfaatan pangan lokal, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar. Pengolahan sagu menjadi produk yang lebih modern dan menarik dapat dijadikan sebagai usaha rumahan yang berpotensi meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Referensi
Afandi, A., et al. (2022). Metodologi pengabdian masyarakat berbasis participatory action research. UIN Sunan Ampel Repository. http://repository.uinsa.ac.id
Angellin Tana, M. F. (2023). Potensi sagu sebagai sumber daya multifungsi di Papua pada aspek ekonomi, sosial dan kesehatan. BANJARESE (Journal of International Multidisciplinary Research). https://journal.banjaresepacific.com/index.php/jimr
Ayomi, R., Ayomi, Y. A. M., Rahandra, R. M., et al. (2021). Pemanfaatan potensi tanaman sagu (Metroxylon sp.) sebagai bahan makanan di Kampung Ansus, Yapen Barat. UNES Journal of Scientech Research, 6(2). https://ojs.ekasakti.org/index.php/UJSR
Bambang. (2015). Potensi dan pemanfaatan pati sagu dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Sorong Selatan Papua Barat. PANGAN: Media Komunikasi dan Informasi, 24(2). https://doi.org/10.33964/jp.v24i2.23
Diskominfo Kota Sorong. (2026, June 10). Dekranasda Kota Sorong gelar latihan pengolahan kue sagu dorong pertumbuhan UMKM lokal. Pemerintah Kota Sorong. https://web.sorongkota.go.id/news/dekranasda-kota-sorong-gelar-latihan-pengolahan-kue-sagu-dorong-pertumbuhan-umkm-lokal
Irnawati, Syahrul, M., Marlinda, & Budiarti, I. E. (2018). Studi pengolahan sagu (Metroxylon sp.) oleh masyarakat Kampung Malawar Distrik Makbon Kabupaten Sorong. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2(1).
Iskowanto, C. (2021). Analisis kelayakan usaha pengolahan sagu basah di Papua. 9(2).
Kusdarianto, I., & Sari, H. (2021). Pengolahan sagu menjadi sinole dengan varian rasa di masyarakat Tana Luwu sebagai upaya penambahan ekonomi selama pandemi COVID-19, 4(3).
Maryone, R., Salhuteru, M., & Suroto, H. (2023). Budaya sagu di Papua dari masa prasejarah hingga masa kini. Naditira Widya, 17(1), 57–66. https://doi.org/10.24832/nw.v17i1.526
Muzna, G., & Nini, A. (2025). Kecerdasan ekologis dalam meningkatkan ketahanan pangan berkelanjutan: Kasus petani sagu di Distrik Makbon Kabupaten Sorong. Jurnal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. https://ejournal.aptklhi.org/index.php/JPPDAS/issue/view/58
Rahmawati, R., Firmansyah, F., Syarif, A., & Arwati, S. (2020). Penyuluhan dan pelatihan olahan sagu menjadi produk brownies dan cookies pada Tim Penggerak PKK Desa Purwosari Kecamatan Tomoni Timur Kabupaten Luwu Timur. To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 23–30. https://doi.org/10.35914/tomaega.v3i1.278
Safaruddin, S. (2023). Pelatihan pendampingan pengolahan bahan lokal sagu menjadi produk bernilai ekonomi berupa pangan. Madaniya.
Stoecker, R. (2005). Research methods for community change: A project-based approach. Sage Publications.
Suripatty, R., Pakaila, B., & Tiblola, J. (2020). Prospek usaha pengelolaan sagu tradisional masyarakat Papua guna meningkatkan pendapatan taraf hidup pada Kampung Cengkeh Kelurahan Klawasi Distrik Sorong Barat Kota Sorong, 2(2).
Wildan, S., & Sumarno, S. (2015). Pemberdayaan perempuan melalui pelatihan pengolahan bahan pangan lokal. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(2), 226–238. https://doi.org/10.21831/jppm.v2i2.6361
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Istika Ahdiyanti, Andi Ahriani, Nurfitriani Nurfitriani, Anisa Mutmainnah, Dhea Fatmawati, Ahmad Fajar Pramuji, Abdul Rizky, Muhammad Firmansyah, Nur Fitriah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



